PREM BHANDAN EPSODE 1 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd


PENULIS NASKAH DAN INTERPETASISINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI, SPdDANGAL TV CHENNEL


Prem Bandhan Full Episode - 01

Janaki seorang  anak tiri dan meskipun menjadi anak tiri, dia memikul tanggung jawab penuh atas  pernikahan saudara tirinya Nisha. Ibu tiri Janki (Asha) menyuruhnya untuk Mempersiapkan pernikahan Nisha, tapi karena tanggung jawab kantor, Janaki harus menjaga pekerjaan kantor juga, Janki harus mengurus keantor karena desakan Ashok.



Nisha dan semua  ketiga,daudaranya datang di toko pakaian dan mereka memilih kain sari, Nisha memilih lebih awa, ia  berkata pada ibunya Asha “Bu, Lihatlah ini!”. Asha  sangat senang dan menyukainya berkata “Ini sangatlah indah, kau akan terlihat seperti Aswararay dari Devdas dan Deepika dari Om Santi.., Santi.., sangat cantik!”. Nisha  mengatakan pada ibunya “Baiklah bu, kami akan membeli ini”. Asha bertanya pada Nitin “Beri tahu aku .., dimanakah Janki?”.., bukankah dia yang harus membayar tagihannya”.


Sementara itu, seorang gadis cantik (Janki) sedang belanja di pasar dan membawa begitu banyak belanjaan ditangannya, saat ia akan menaiki anak tangga dan ia terjatuh, Janki mengulurkan tangan untuk meminta bantuan pada ibu tirinya, Asha datang dan hanya menpukan tangan pada tangan Janki ketika Janki berkata “Terima kasih”. Namun ibu trinya  (Asha) marah berkata pada Janki “Bukan terima kasih, tapi katakan maaf.., kau menjatuhkan semua bahan/ matrial untuk Satyanarayan, bukankah itu akan bertanda buruk?”.., aku jadi gila kerana kalian semua!”. Nitin datang dan membantu Janki berdiri. Asha masih saja memarahi Janki, ia  berkata pada Janki “Dengarkan aku, Janki.., aku tidak akan menerima semua barang yang sudah terjatuh untuk melakukan penghormatan puja, aku ingin semuanya dibeli kembali/ ulang”. Janki tersentak kaget dan berkata pada Asha (Ibu tirinya) “Ibu”. Asha mengatakan “ sikap Apa itu?”. Janki meyakinkan Asha “Baiklah, jangan kahwatir.., aku akan  melakukan sesuatu tentang hal itu”. Janki mengatakan pada Nithin “berikan dompet ku”. Asha ( ibu tirinya) dan kedua anak kandungnya ( Nisha dan Nithin) masuk kembali ke toko sementara itu Janki menulis SMS pada Ashok bahwa ia sangat membutuhkan bantuannya.


Nisha memanggil Janki dan mengatakan “Kak, kemarilah.., lakukan semua ini nanti, duduklah disini”. Janki berkata “baiklah tunggu sebentar”. Nithin bertanya pada Janki  yang masih fokus pada permintaan Asha dan meminta pendapat Janki ketika ia memilih satu selendang/ duppata putih, Nisha bertanya pada Janki“Katakan pada ku,  bagaimana ini terlihat oleh ku?”. Janki berkata “Ini sangat Bagus”. Nisha sangat senang “betulkah?”. Pedagang memilihkan satu selendang bagus dan mengatakan pada Janki “Kerena kau kakak perempuannya, maka kau harus mencoba yang ini”.  Nisha mengambil satu selendang yang masih terbungkus “Tunjukkan ini pada ku”. Nisha sangat tertarik dan mengatakan pada Janki “Kak, aku mau ini”. Janki mengatakan pada pedagang “Buka yang itu dan tunjukkan pada kami”. Pedagang membukanya, Asha  berpendapat “ Bukankah ini sangat indah?”. Nitin setuju dan berkata “Ini sangat indah”. Dan saat itu Janki tersentak kaget saat melihat harga untuk selembar kain indah sebesar 3.000 rupee dan berfikir “Sari yang sangat mahal sekali” . Janki panki  mengatakan pada Nisha “ada begitu bagus sari pilihlah yang lainnya”. Nisha menolaknya dan mengatakan pada Janki “Tidak kak, aku sudah melihatnya dan aku hanya ingin yang itu”. Asha juga memilih kain sari yang dia inginkan berkata “Yang ini dan yang merah”. Janki begitu cemas berkata pada Asha “Ibu”. Ibunya mengatakan “Ya beri tahu”. Janki bertanya “ apa kau akan membeli untuk semua sari ini?”. Asha  mengatakan pada Janki “Iya  jumlahnya  sangat sedikit”.., bolehkah aku jujur jika kau menganggap Nisha  adik mu sendiri, apakah kau akan berfikir seperti itu?”. Janki bingung dengan kata-kata Asha sebagai ibu tiri Janki “apa yang kau katakan?”.., aku tidak pernah merasa/ menganggap dia bukan adik kandung ku, tolong jangan pikirkan semua ini”…, Tolong.., siapkan saja semuanya”. Lalu Janki mengatakan pada pedagang “Pak, tolong kemasi semuanya”. Janki memaksakan senyumnya, wajahnya terlihat tegang.


Srivastav ( ayah Janki)   memandangi fotonya bersama dengan Janki kecil dan berkata “Janki”, ayah Janki meletakkan foto itu diatas meja makan dan ia mengambil ponselnya “Ya, Dewa Pak Mishra”. Mishra berkata “Kami akan tiba di Darbhanga besok jam 10 pagi, beritahu pada admin hotel (pegawai) tentang  cek in”. Ayah Janki mengatakan “semuanya akan diatur”. Mishra menjawab “Baiklah”.., akhir-akhir ini Darbhanga”. Ayah Janki bertanya  “berita?”. Mishra mengatakan “aku tidak percaya tentang Taipan dunia seluler.., Harsh Shatri juga akan tiba di Darbhanga besok”. Ayah janki terkejut berkata “Apa?.., harsh Shatri yang keras”. Kemudian mengambil surat kabar dan meyakinkan “O iya.., Harsh Shatiri”.., Janki berkarja diperusahan seluler miliknya, Darbhanga sangat beruntung!”.. Dua VIPS akan datang bersama-sama”.., salah satunya itu kau dan yang lainnya  Harsh Shastri”. Srivastav terbantuk  berkata “tidak akan ada masalah” dan melemparkan Koran kemeja.


Janki, Ibu tiri (Asha) dan kedua saudaranya (Nisha dan nithin)  datang ketika Ayah Janki terbatuk, Janki cepat menghampirinya, Janki  mengatakan “Apa yang terjadi, aku akan mengambilkan air”, Janki pergi,  bergegas menuangkan air minum kegelas dan memberikannya pada ayahnya. Ibu tiri Janki mengatakan "Ya..silahkan duduk, biarkan aku mengambilkan obatnya”. Sementara itu Janki yang panik membawakan air untuk ayahnya dan meminta “Minumlah airnya”..”Minumlah airnya, Ayah”. Ayah Janki meminum air itu.  Janki berkata “aku akan mengambilnya”. Janki bertanya pada Ayahnya “ bukankah kau telah melakukan pekerjaan rumah, kan?”. Ayah Janki menyangkalnya   berkata “Tidak sayang, aku tidak melakukan apa-apa”. Janki menghawatirkan kondisi ayahnya berkata “Ayah, dokter menyuruh mu untuk tidak melakukannya!”.., Kau seorang pasien jantung”.


Ayah Janki (Srivastav) berkata “Jika aku tidak mengalami serangan jantung .., tapi aku mengalami serangan jantung tapi aku tidak akan berhenti untuk kuliah dan aku akan punya pekerjaan lagi.., aku pasti akan bisa kembali bekerja”. Janki mengatakan “terima kasih dewa, kau aman”. Janki mengulurkan tangannya, ia berkata pada ayahnya “Berjanjilah pada ku”. Ayah Janki menggenggam tangan Janki, Janki berkata pada ayahnya “kau hanya akan fokus pada kesehatan mu.., aku yang akan menangani sisanya.., aku akan bekerja”, kau sudah cukup untuk bekerja,”. Srivastav  setuju “Baiklah.., sayang ku”. Saat Janki akan beranjak pergi, ia melihat koroan yang diduduki oleh ayahnya dan bertanya “Ayah, apa itu?”. Janki mencoba untuk mengambil Koran itu berkata “ayah kau sedang duduk diatas bos  ku”..Bangunlah!”. Janki menunjukkan foto bosnya pada ayahnya “Lihatlah, itu fotonya.., kau tidak boleh duduk diatas orang yang sudah menjadi dermawan untuk mu.., Jika dia tahu kau duduk diatasnya maka aku akan kehilangan pekerjaan ku, uang muka pinjeman yang aku ambil  untuk pernikahan Nisha juga akan diambil!”.


Srivastav merasa bersalah pada Janki dan berkata “Ya dewa.., maaafkanlah aku!”. Janki meminta pada ayahnya “jangan lakukan itu lagi”.


Asha datang ia begitu  kesal berkata pada Srivastav  saat Janki pergi “Bukankah dia memang  harus mengatakannya?”.., bahwa pernikah Nisha terjadi berkat pekerjaannya dan juga  uangnya”. Ayah mengatakan “Janki tidak bermaksud untuk mengatakan hal  itu”. Ibu berkata pada ayah “tapi artinya, akan seperti itu, tapi kau saja  yang tidak memahaminya”. Janki datang dan terkejut. Ayah Janki mengatakan pada Asha “Dengarkan, kau lagi..!”. Janki datang dengan menyesal berkata pada Srivastav “Ayah, apa yang ibu katakan tentang ini benar, aku mengatakan sesuatu yang salah, tolong maafkanlah aku”.


Janki berkata pada  “Nisha, tunjukanlah sari yang kau punya”. Nisha memperlihatkan semuanya belanjaannya pada ayah mereka. Srivastav tersentak kaget saat ia  melihat sari harga mahal, srivastav  mengatakan ”Sari ini sangat menabjubkan!”.., “tapi yang mana dan untuk siapa?”. Nisha mengatakan “semua sari itu milik ku”. Ayah tersentak dan bertanya “Janki, kenapa kau tidak membeli Sari?”. Janki menjawab “aku sudah punya banyak sari, jadi  aku akan memakai salah satunya yang masih terlihat baru”. Srivastav terlihat sedih dan menghela nafasnya.


Malam Hari, Srivastav datang menemui Janki, Janki berkata Srivastav “Ayah”. Srivastav  mengatakan “Kau tampak sangat sibuk, sayang”. Janki menutup laptopnya dan bertanya “Kau masih belum tidur?”. Srivastav  memeberikan sari mikik mendiang ibu kandung Janki dan berkata “Ini sari milik ibu mu, kau harus memakainya”. Janki mengambil sari itu, sementara itu tanpa mereka ketahui Asha sedang bersembunyi, menguping  dan mengamati mereka. Janki tersenyum menatap ayahnya, ia menitihkan air mata lalu membawa sari itu kedalam dekapan pelukannya. Janki dan ayahnya tersentak kaget ketika Asha  menjatuhkan segelas air, dan Asha bergegas pergi dengan rasa kecewa, saat Janki akan mengejarnya ayah Janki mengatakan “kau tahu seperti apa dia.., sudahlah biarkan jangan merusak mood mu”.


Janki tersenyum dan memeluk ayahnya kemudian ponselnya  bordering. Srivastav mengatakan “telepon mu berdering”. Janki mengambil ponselnya dan melihat kesekelilingnya, Ayah bertanya pada Janki “Ada apa?”. Janki mengatakan pada ayahnya “ashok mendapatkan semua bahan untuk pemujaan”. Dengan terbatabata Ayah mengatakan “Jadi.., jadi .., kau akan datang untuk  mengambilnya, ambilah itu”. Janki setuju “Baiklah ayah”.


Srivastav senang dan berkata “Baiklah, kau bisa pergi”..”aku ingin tahu apa yang akan dia bawakan untuk mu”..”aku tidak akan memberi tahu pada ibu mu bahwa calon menantu senior kami akan segera tiba dengan dalih untuk mendapatkan materi sebagi penghormatan untuk bertemu dengan mu”. Mendengar hal itu, Janki tersentuh berkata “ayah, apa yang kau…”. Ayah mengatakan “ayolah”.


Janki datang menemui Ashok yang telah berhasil  mendapatkan semua bahan untuk pemujaan. Janki berkata pada Ashok “terima kasih  kau telah membawakan semuanya”. Ashok hanya tersenyum, Janki berkata “ terkadang aku bertanya-tanya  apakah kau memang tidak ada dalam hidup ku, untuk semua rasa stress yang sedang aku tangani .., lalu bagamana aku akan tahan dengan semua itu?”. Ashok menjawab “aku akan selalu ada”. Janki mengatakan “Ini sudah larut malam, ayo kita pulang”. Ashok menghentikan Janki dan mengelurkan bon tagihan berkata “Apa?”.., karena kau akan pergi, paling tidak bayar tagihannya dulu”. Janki  mengatakan “Oh iya”.


Ashok mengatakan nominalnya “1.320 rupee”. Janki mengambil tagihan dan bertanya “apakah kau menginginkan uang tunai atau setelah pernikahan?”. 


Janki tersenyum menggodanya namun . Ashok mengatakan pada Janki “Sudah lima tahun aku menunggu untuk menikah”. Janki mengatakan “Ashok, kau tahu kan?”. Ashok mengatakan “aku tahu, aku tidak ingin berdiskusi tentang hal-hal negatif itu akan merusak mood ku.., ngomong-ngomong aku punya kabar baik”.


Ashok berkata pada Janki”aku akan memberitahu mu, tapi setidaknya makanlah sesuatu dulu”. Seorang pedagang makanan lewat dan Ashok menghetikannya berkata “Ruan, kau datang tepat waktu, berikanlah kami dua pring Panipuri”. Janki mengatakan “Katakanlah pada ku, Ashok”. Ashok berkata pada Janki “ cek SNP itu dijadwalkan untuk bulan depan, kan?”.., itu akan terjadi besok”. Janki terkejut “apa?”.., besok?”. Ashok mengatakan “iya”. Janki mengatakan “Bagaimana mungkin besok?”.., aku tidak akan pergi kekantor besok, apakah kau tidak tahu  kami sedang mempersiapkan pernikahan dirumah?”.., aku harus menangani semuanya, Ashok”.., tolong cobalah untuk mengerti, aku tidak bisa datang”. Ashok mengatakan pada Janki“apakah hanya ada rumah mu, keluarga mu, pernikahan adik perempuan mu, apakah aku tidak penting?”..,”aku yang harus memahai seluruh masalah keluarga mu, lalu bagaimanakah dengan keluarga ku?”. Janki mengatakan “Ashok, aku tahu kau sangat pengertian, kau telah menunggu ku sejak lama tapi situasinya yang membuat seperti itu, lalu apa yang bisa aku lakukan?”.


Ashok berkata  pada Janki ”Hanya aku yang satu-satunya berusia 26  tahun dalam keluarga ku yang masih belum menikah”. Janki mengatakan “Usia ku juga 26 tahun”. Ashok mengatakan “Iya  usia mu 26 tahun, tapi kau juga harus sadar  bahwa keluarga ku dan juga keluarga mu sama-sama sedang menunggu untuk kita menikah.., ketika kau datang semua hal baik akan terjadi, seluruh gaji mu sekarang masuk kekeluarga mu dan keluarga ku tidak akan mendapatkan apa-apa”. Janki terkejut. Ashok mengatakan pada Janki “Tolong jangan pedulikan hal itu”..”dengan aku, aku berasal dari keluarga kelas menengah, tidak akan ada yang akan dilakukan hanya dengan gaji ku , aku telah mencoba untuk  menangani semuanya sendirian, saat kau datang maka gaji kita akan digabungkan itu akan membantu kita untuk menjalankan rumah tangga, karena itulah aku butuh promosi dan kau harus datang kekantor”. Janki mengatakan pada Ashok “Aku terjebak, tolong  cobalah untuk mengerti”.


 Ashok betkata “Baiklah, itu tidak masalah, jangan datang karena pada akhirnya kau sendiri yang akan menderita”. Janki bertanya “Bagaimana itu?”. Ashok beryanya pada Janki ”apakah kau tahu siapa yang akan datang untuk pemerikasaan SNP?”. Janki bertanya “siapa yang akan datang?”. Ashok menjawab “perusahaan kami MD”. Janki terkejut dan sangat senang “Apa?".., Harsh Shastri akan datang?”.., dia akan datang besok?”.., tapi..”. Janki terdiam dan berkata “Dia yang akan datang besok?”. Ashok mengatakan “Iya dia”. Janki mengatakan “Tapi besok aku tidak bisa datang kekantor”.., bukankah aku sudah mengatakan semuanya pada mu?”.., Ashok, aku harus menangani semuanya, aku harus mengurusnya”.., dengarlah aku tidak bisa berjanji, tapi aku pasti akan mencobanya”. 


Ashok berkata pada Janki “aku telah berusaha untuk meyakinkan mu sejak lama, tapi saat itu kau bertingkah selalu jual mahal!”..”sekalipun aku menyebutkan nama Harsh Shastri”. Janki mengatakan pada Ashok “Harsh Shastri yang keras!.., dia idola ku!”. Ashok pergi menaiki sepeda motornya, Janki mengatakan “selamat tinggal Ashok”.


Janki sampai dirumahnya, ibu tirinya (Asha) marah berkata dengan emosinya pada Janki ”apa.., besok?”.., akan ada peristiwa yang terjadi mulai besok pagi, bagimana aku bisa menanganinya sendirian jika kau pergi kekantor, siapa yang akan membuatkan samosa untuk para tamu?..” siapa yang akan membuatkan manisan?”.., hal ini masih belum selesai, besok kau tidak akan pergi kemana-mana, kau tidak akan pergi kekantor itu ucapan terakir ku tentang hal ini”..,”Katakan sesuatu pada ku, bukankah kau membeli semua sari mahal itu untuk adik perempuan mu, lalu apakah kau membalaskan dendam mu dengan cara seperti itu?". Janki mengatakan "Ibu“ apa yang sedang kau katakan?”.., mengapa aku melakukannya, Nisha adik ku”. Asha berkata pada Janki “Jika kau menganggapnya sebagai adik mu, maka lakukanlah perkejaan(tugas mu) dipernikahannya!”.., aku akan segera memeritahu mu bahwa tidak peduli betapa mendesaknya hal itu, kau tetap  tidak akan pergi ke kantor besok”


Ayah Janki (Srivastav) datang dan menegur Asha“ sekaran ada apa lagi, kau selalu saja  membuat keributan?”. Asha berkatapada Srivastav “aku sedang tidak membuat keributan, aku hanya memberitahu dan meyakinkan putri mu dunia tidak akan berakhir jika dia tidak pergi kekantor selama sehari, aku selalu bertanya-tanya mengapa Janki yang selalu  membuatnya semakin jelas bahwa dialah yang telah membayar semua tagihan?”.  Srivastav mengatakan pada istrinya “kau harus mengerti dengan apa yang telah dia katakan, terkadang hal-hal kecil muncul dikantor”.


Asha mengatakan pada Srivastav ”sekarang kau sudah tidak pergi kekantor selama bertahun-tahun dan kau sudah memberitahu ku tentang hal itu”. Janki mengatakan pada Asha “Ibu.., kenapa kau begitu kesal?”..”aku hanya ingin mengatakan aku hanya akan pergi kekantor sebentar”. Nisha meminta  pada Janki ”Kak, aku mohon.., kau tidak tahu  pernikahan hanya terjadi sekali”.., mengapa kau tidak bisa membiarkannya terjadi tanpa membuat keributan?”.., dan jika kau tidak mau menunjukkan betapa perntingnya kau izinkan aku untuk menelpon Krishu dan mengatakan untuk membatalkan pernikahan ini”. Nisha marah,  Asha dan Janki mencoba untuk menghentikannya. Ibu menyalahkan Janki berkata  “Ku telah membuatnya menangis!”.., apa hari ini kau bisa membuatnya bahagia”.


Janki menghapus air mata Nisha berkata “Nisha, kau menangis karena aku, baiklah aku disini.., aku akan menangani semuanya dengan baik”. Janki mengatakan pada ibu tirinya (Asha) “Ibu, tapi aku harus pergi kekantor, aku akan pergi untuk beberapa waktu, aku akan mempersiapkan pemujaan , aku akan mengerjakan pekerjaan rumah dan aku akan segera kembali sebelum pemujaannya dimulai”. Asha marah berkata pada Janki dengan menatapnya tajam “lalu kenapa kau sebelumnya tidak mengatakan semua  masalah mu tentang pekerjaan?”..,”kenapa kau harus membuat lebih banyak drama?”. Nisha pergi bersama ibunya, Janki hanya terdiam dan berkata dalam hatinya “aku akan tahan dengan semua jenis masalah  untuk keluarga ku jika dibutuhkan, selain itu aku akan memiliki kesempatan besok  untuk bertemu dengan idola ku Harsh Shastri, aku tidak akan menghilangkan kesempatan itu dalam keadaan apapun”. Janki membuka video di ponselnya dan melihat idolanya sedang berpidato diatas podium, dan kemudian memasak didapur sambil mendengarkan isi video itu dan kemudian ia tersekut saat tangannya terkena minyak panas lalu meniup dan menyelupkan jarinya ke dalam air.


Rajesh yang merupakan saudara laki-laki Harsh menampar supir dengan sangat kasar, Rajesh yang  marah bertanya pada supir dengan menatap dan menujuk kearah mobil hitam “apa yang sedang kau bawa?”..,”apakah kau tidak tahu?”.., “tuan harsh hanya duduk didalam mobil dari  jendela kaca yang berwarna”.


Supir itu meminta maaf padanya, namun pria itu menuruhnya untuk diam dan memintanya untuk  memintanya sekaligus untuk  mengambil mobil yang lainnya. Supir  membawa mobil hitam itu kembali dan membawa mobil berwarna silver. Harsh diperlihatkan sedang berjalan sangat gagah dengan pakian jas  hitam dengan beberapa orang ajudan mengikutinya,  Harsh Shastri  menaiki mobil yang telah disiapkan dan pria tadi ikut naik bersama dengannya di kursi belakang, mereka segera berangkat.


Janki berjalan kaki, ia menaiki ojek sepeda dan mobil harsh melintasi jalan yang sama. Semua orang telah berkumpul disebuah halaman dan bersulang untuk menyambut Harsh. Sementara itu dikantor, seorang wanita bertanya-tanya tentang kedatangan Harsh “mengapa pemilik perusahaan besar datang diperusahaan kecil seperti ini?”. Seorang pria menjawab “aku juga sedang bertanya-tanya tentang hal itu, dia tidak akan pergi kepusahaannya yang ada di new York, dia membagikan semua idenya secara online lalu mengapa dia harus datang ke Darbhaga?”. Ashok yang juga berada dikantor mengatakan pada salah satu staff wanita bernama Pallevi “pastikan saja semua orang disini berperilaku baik dan tidak ada yang akan bertindak buruk, mengerti?”. Pallevi bertanya pada Ashok “Pak, apakah aku boleh mengambil foto selfie?" Ashok mengatakan “apa maksud mu?”. Pallevi  mengatakan “pak hanya satu kali selfie”. Semua staf wanita pun menimpali dan mendukung sataf pallevi, dan Ashok menolak atas permintaan mereka “Tidak, tidak, tidak!”.


Ashok mengangkat panggilan ponselnya “Tunggu sebentar”. Dan kemudian memberitahu kepada mereka semua jika Harsh telah datang keperusahaan mereka dan memberitahu semua staf bahwa dialah tuan yang memiliki perusahaan komunikasi terbesar diindia dan dia bukanlah tetangga mereka. Ashok melanjutkan kembali untuk menjawab panggilan dari ponselnya dari atasannya dan memberitahu pada semua sataf kantor bahwa Harsh telah tiba diperusahaan mereka, dan kemudian meminta pada semua satafnya untuk tidak melakukan hal yang bodoh. Ashok bergegas akan datang untuk menyambutnya.


Rombongan Harsh telah datang diperusahaaan Ashok dan semua orang berkerumun untuk menyambut kedatangannya, semua orang yang datang berusaha untuk mengambil selfienya, Rajesh turun dan mengamati sekelilingnya dengan mata yang tajam,  Harsh turun dari mobilnya. Dalam perjalanannya dengan becak sepeda Janki melihat foto harsh yang tepajang di beberapa persimpangan jalan, Harsh mendapatkan sambutan dari semua orang yang telah lama menantikan kedatangannya. Rajesh mengatakan “Ashok apa kabar mu?”..”Ini Shyam dialah yang selanjutnya akan menangani Dharbanga”. Harsh  mengerti hal itu, sebagai orang pilihan  shyam menyapa Ashok saat itu “Pak bagaimana kabar mu?”. Reporter wanita bertanya pada Harsh “pak, bagaimana rasanya bisa kembali ke india setelah sekian lama?”. Harsh menjawab “itu sangat luar biasa”.


Seorang pria lainnya bertanya pada Harsh “Pak, adakah alasan untuk datang kekota kecil seperti Dharbanga ini?”. Harsh mengatakan tentang akaun. Sementara itu dengan sangat gelisah Ashok berfikir tentang ucapan Harsh “Janki tahu tentang semua detail akunya, kapan gadis ini akan menyadari tentang tanggung jawabnya?”..,”jika tuan Harsh mengajukan pertanyaan tentang apapun, maka promosi ku akan di gagalkan”. Rajesh  menjawab pertanyaan reporter “Dia (Harsh) datang untuk memeriksa pertumbuhan dan juga nereca perusahaan kecilnya, ini hanyalah pemerikasan rutinnya”. Reporter wanita bertanya pada Harsh “Pak berapa lama kau akan tinggal di Darbhanga?”. Saudara laki-laki harsh (Rajesh) menjawab dengan menjadi jubir Harsh “Tidak terlalu lama, kami hanya akan memeriksa file dan keluar dari sini.


Janki sampai di kantornya dibelakang kerumunan orang, Janki berusaha untuk masuk dan melewati kerumunan orang dengan membawa map file ditangannya, ia menyadari bahwa harsh telah datang memasuki perusahaannya dan terkejut, Janki berfikir “Ya dewa, aku memiliki file akun ini”. Harsh dan semua manejemennya telah memasuki kantor dan semua wartawan meliputnya, semua menyambut kedatangannya.


Ketika Ashok ingin mempersilahkannya duduk, namun seketika semua orang terdiam saat Harsh memprhatikan pandangannya pada arah file. Harsh bertanya “dimamana berkas filenya?”. Janki berlari dan datang menunjukkan berkas di tangannya “Pak, ini filenya”. Harsh menatap Janki yang berdiri dikejauhan. Saudara Harsh mengatakan pada Ashok “segera kirimkan file itu ke ruangan”. Lalu mereka berjalan pergi masuk disebuah ruangan khusus, Janki mengikutinya dari belakang bersama dengan kerumunan staff lainnya. Ashok datang menegur Janki yang saat itu masih berdiri diluar dan masih memegang semua file perusahaan “Darimana saja kau?”. Janki mengatakan “Ashok, bolehkah aku pergi ke gerbang belakang, disini penuh dan juga sesak.., lalu aku pergi kegerbang depan namun ditutup, aku telah terlambat dalam tawar-menawar”. Ashok mengatakan pada Janki “Bisakah kapan-kapan kau bertanggung jawab?”.., kau bisa pergi lebih awal”.., baik sekarang lupakanlah.., bos telah datang dan sedang menunggu, dia datang untuk melihat filenya .., hanyalah kau yang memahaminya bukan mereka”.., aku akan lebih dulu masuk kesana”.., aku akan segera memanggil mu jika aku membutuhkan sesuatu, kau tetaplah disini”. Janki hanya menganggukan kepalanya.


Dirumah Janki, ibu tiri Janki (Asha)  dan semua orang sedang sibuk mempersiapkan  untuk pernikahan Nisha, Janki melihat jam tangannya dan menunggu diluar ia sangat gelisah, ia berfikir dalam kecemasannya “Ya dewa, jagalah semuanya agar dirumah tetap beres, aku berharap disana tidak terjadi hal yang celaka disana”. Dirumah Nisha masih mencemaskan dan menantikan Janki pulang, Asha bertanya “Hey, Nisha.., kenapa kau masih belum siap?”. Dengan sangat kesal Nisha mengatakan “aku tidak akan bersiap, aku sedang tidak berfikir bahwa pernikahan ini akan terjadi”. Srivastav berkata pada Nisha”mengapa kau mengatakan itu?”.., apa yang telah terjadi”. Nisha mengatakan “ayah Kishru telah menelpon.., katanya di pesta pernikahan itu  mereka sedang kelaparan bahan mereka tidak mendapatkan teh    atau sarapan!”.., bu.., bukankah janki mengatakan bahwa dia akan mengurus semuanya, lalu apakah ini, lihatlah caranya  telah mengatur sesuatu?”.., “ mertua ku telah memarahi ku sebelum pernikahan!”.., aku tidak ingin menikah”. Asha mencegahnya untuk pergi “baiklah aku akan pergi kerumah mertua mu saat sarapan, ayolah kita pergi”. Nisha mengatakan melupakan kekesalannya pada Janki “aku tidak mengerti mengapa Janki  melakukan semua ini pada ku”. Srivastav mengatakan “aku yakin janki sudah memesan penata rias (ahli kecantikan) tapi dia hanya sedikit terlambat, itu saja”. Nitin datang menemui mereka, Nisha dengan sangat emosi mengatakan pada Srivastav “Iya ayah, semua orang akan datang terlambat untuk pernikahan ku”.., bu dengarkan aku”.., jika ahli kecantikan dari salon shiny tidak datang maka aku tidak akan bersiap-siap untuk melakukan pemujaan ini”. Nithin memperingatkan Nisha bahwa pemujaan itu dilakukan untuk Satyanarayan bukan untuk dirinya, mengapa kau begitu stress?”. Nithin meminta pada Nisha “Datang saja untuk pemujaan dengan apa adanya, siapa yang akan peduli?”. Nisha mengatakan pada Nithin  “Ya kau benar, siapa yang akan peduli?”..”siapakah yang akan peduli dengan ku?”..”Jika janki ada disini bersama dengan ku, biarkan aku yang akan menelponnya sekarang”. Asha  melarangnya “Cukup”. Namun nisha menolaknya ia tetap menyambungkan ponselnya menghubungi Janki.


Nisha langsung memarahi  Janki melalui sambungan telepon dan mengatakan bahwa dia telah merusak segalanya untuknya, "Mengapa kau merusak pernikahan ku?”. Janki kebingungan dengan apa yang telah Nisha bicarakan, Janki bertanya pada Nisha “maksud mu apa?”..,  apa yang kau katakan?”. Nisha mengatakan kekesalannya “Dalam pesta pengantin pria tidak mendapatkan makanan, penata kecantikan tidak ada disini, lalu apakah kau tahu bahwa orang tua Krishu sangat marah?”..,”bahkan mereka menolak untuk menghadiri pemujaan”. Janki mencoba untuk menenagkannya dan berkata “dengarkan aku.., aku akan  melakukan sesuatu tentang hal itu”. Nisaha kecewa dan mematikan sambungan ponselnya pada Janki. Ashok datang menemui Janki lalu menarik berkas file yang dipegangnya berkata “apa yang sedang kau lakukan, berikan aku file itu dulu, bos sedang menunggu, datanglah”. Janki mengatakan “Ashok, dengarkan.., Ashok, aku harus segera pulang”. Ashok berkata “Bos sedang menunggu!”. Janki mengatakan “Kau yang akan menjadi manager, kau saja yang menanganinya, aku harus segera pulang dan menangani semuanya, tolong uruslah ini dan tolong biarkan aku pulang”. Ashok mengatakan pada Janki “dengarkan aku, tetaplah disini bos masih ada disini, masuklah kedalam”. Janki mencoba untuk menolaknya, Ashok bergegas pergi meninggalkannya dan Janki sedang kebingungan.


Nithin mengambil ponselnya dan mencoba untuk mengambil alih tugas Janki “aku yang akan melakukannya”.  Nithin  mendapatkan telepon dari Janki. Janki berkata “dengarkan aku, bisakah kau melakukan sesuatu untuk ku?”.., apakah kau tahu apa nama salon kecantikan itu?”.., disebut apa itu?”.., “salon kecantikan shiny (berkilau), aku sudah mesannya, bawalah 4 orang gadis dan bawakan mereka ke Nisha itu akan selesai”. Nithin meminta imbalan pada Janki “tapi aku ingin ipod geratis sebagi dari kantor mu untuk imbalannya”. Janki terkejut dan berkata “Iya aku akan melakukannya,  tapi pergilah kesana dulu”. Nithin mengatakan “Iya baiklah, aku akan melaukannya, jangan kahwatir

“. Janki berterima kasih pada Nithin.


 Janki mencoba untuk menenangkan dirinya, ia berbalik dan terpana saat melihat harsh dari balik pintu kaca, dan saat itu gelas terjatuh saat pelayan akan memberikannya, Harsh sangat marah, saudara laki-lakinya ( Rajesh) mencoba untuk menenangkannya dan Janki kembali menjawab panggilan diponselnya, Harsh dan semua satafnya berjalan pergi keluar dari perusahaan itu, namun Janki berjalan kaki dan kemudian tertabrak mobil Harsh saat ia hanya fokus menatap ponselnya, Harsh turun dari mobil dan mematikan kobaran api, Rajesh keluar dan Janki hanya terdiam memandangi Harsh dan menutupi wajahnya. Janki terluka.




Comments