PREM BHANDAN EPSODE 16, 17, 18, 19 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd

Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY

MADE TITIS MAERANI, SPd

 

DANGAL TV CHENNEL

 

 Episode Lengkap Prem Bandhan - 16

Janaki menjadi sangat kesal dengan perilaku Harsh,  Savita  (ibu Harsh) menjelaskan kepadanya bahwa semuanya akan segera baik-baik saja. Shikhar merasa bersalah atas kondisi Janki dan mengungkapkan # hal itu dan (Ram Shastri) Ayahnya untuk mendukungnya. Janki mendengar semua yang mereka bicarakan dari kejauhan. Nenek Harsh dan saudara perempuannya (Roohi) memintanya untuk meminta maaf  pada  Janki atas perilakunya dan Harsh  melakukannya. Harsh keras kepala untuk  bertemu dengan Gudia (bonekanya).

 

 

Janki berbicara dengan ibu mertuanya (Nyonya Savita). Janki merasa jika Harsh tidak tahu siapa dirinya untuknya dan bagaimana dengan hubungan mereka, dan bagaimana Harsh bisa kembali menjadi normal kembali, namun Savita saat itu berkata pada Janki bahwa semua yang dipikirkannya tidaklah benar, Harsh mengerti, Savita berkata pada Janki “Tidakkah kau melihat bvertapa kahwatirnya Harsh tentang diri mu?”. janki berkata pada Savita “Harsh hanya peduli pada bonekanya saja,,m aku hanyalah boneka baginya, sebuah boneka!”.., bukankah itu sebuah mainan, kan?”.., itulah yang aku maksudkan kepadanya”.., Harsh tidak tahu bahwa aku adalah istrinya”. Savita setuju dengan Janki “kau benar tentang hal itu, tapi dengarkan, kau akan menemukan ini akan menjadi lebih baik, secara bertahap”. Janki bertanya pada Savita “. Janki bertanya pada Savita “apakah kau berkonsultasikan Harsh dengan dokter?”.., apa yang dokter katakan?”.., sampai kapankah Harsh akan pulih?”. Savita hanya terdiam, Janki mengatakan pada Savita “Ibu, kau tidak punya jawaban untuk itu, kau bahkan tidak tahu kapan Harsh akan pulih, apa yang terjadi pada ku setelah menikah?”..”Hidup ku akan hancur!”.., masa depan ku akan hancur!”.., bukankah kau tahu itu, kan?”.., lalu mengapa kau membiarkan pernikahan ini terjadi?”.., mengapa kau membuat aku menikah dengan tuan Harsh?”. Savita mengatakan pada Janki “Jadi apa kau bisa merawatnya?”.., kau akan mencintainya, kau akan mengerti dia, kau akan selalu mendukungnya.., jadi kau bisa menyembuhkannya!.., “apakah kami telah melaukan kejahatan dengan melakukan hal ini?”.., jika seorang ibu melakukan hal itu untuk anaknya, apakah itu sebuah kejahatan?”. Janki menangis sedih, Savita mengatakan pada Janki dengan lembut dan penuh kasih sayang “dengarlah, kau gadis yang baik.., aku tahu betul kau bisa membantu Harsh untuk bisa sembuh, itulah sebabnya kami memilih mu untuk pernikahan”.

Janki menangis dan berkata pada Savita “Ibu aku dipilih bukan kerena kemampuan ku, tapi aku dipilih karena ketidakberdayaan ku”. Savita tidak setuju dengan Janki “Tidak sayang ku!.., itu sangat salah!”.., kau dipilih bukan kerena ketidakberdayaan , tapi kami memilih mu karena kemampuan mu, kami melihat keberanian mu, kau sangat memahami betapa pentingnya sebuah hubungan, kami memilih mu untuk dedikasi/tujuan mu”.., para dokter mengatakan bahwa hanyalah keajaiban yang bisa menyembuhkan Harsh dan keajaiban itu hanya  bisa dlakukan oleh mu”.

 Savita menggengam tangan Janki dan berkata “Kami tidak menginginkan apa-apa!”.., kami hanya perlu sedikit waktu mu”.., berikan kami waktu, maka semuanya akan baik-baik saja”.., istirahatlah, aku akan segera kembali, kau sudah lelah”. Savita beranjak pergi dari kamar Janki dSavita berkata pada Janki “Sekarang dengarkanlah terima kasih karena telah memanggil ku ibu”, kau telah menerima ku dan dengan cara yang sama kau juga akan menerima Harsh dan juga keluarga ini, suatu hari nanti”. Savita mengecup kening janki dengan penuh kasih sayang dan kemudian berjalan pergi. Janki mengatakan pada Savita “Ibu, aku tidak mengerti tentang satu hal, jika tuan Harsh seperti itu mengapa dia bisa melakukan komunkasi dengan ku selama video call diritual pertunangan?”. Savita menarik nafas dan begitu tegang, Janki berkata “mengapa dia begitu tampak normal?”.., kenapa Harsh bisa berbicara dengan begitu baik?”. Savita menjawab “ baiklah, Itu bisa kujelaskan nanti diwaktu luang, istirahatlah sekarang.., jangan terlalu banyak berfikir”. Savita tersenyum dan berjalan pergi, janki menangis dan begitu hancur.

Ram Shatri bertanya pada Shikar “Ada apa mengapa kau begitu tegang?”.., mengapa kau begitu bersimpati padanya?”. Shikar bertanya “dengan siapa ayah?”. Ram Shatri  hanya terdiam, Rajseh menjawab “dengan kakak ipar baru mu”.., Janki, siapa lagi?”. Shikar mengatakan pada Ram “Ayah sekarang dia adalah menantu dirumah ini”.., bukankah dia juga bagian dari keluarga ini, kan?”. Ram Shatri menjawab “Iya, dia adalah menantu di keluarga ini”.., kau benar”.., jadi jelaskan kepadanya diaharus menjaga maslaah keluarga terbatas dirumah”, bahkan dia tidak bisa berfikir  untuk membuat keributan di depan umum”.., dia adalah bagian dari keluarga dan dia harus bersikap seperti itu”. Shikar mengatakan pada Ram Shastri “Kita telah menjadikannya bagian dari keluarga ini dengan segala tipu daya, ayah”.., dia telah dianiyaya”.., ayah ku mohon cobalah untuk mengerti, Janki telah mempelajari/ mendapatkan  kebenaran yang paling pahit dalam hidupnya hari ini, kebenaran ini tidak akan pernah berubah, aku merasa sangat buruk untuknya, apa yang telah terjadi ini semua salah.., itulah sebabnya aku hanya merasa sangat bersalah, itu saja”. Ram Shastri mengatakan pada Shikar “ aku pikir sudah waktunya untuk mu kembali ke paris”. Shikar bertanya “apa hubungannya paris dan bisa masuk kedalamnya?”.

Rajesh mengatakan pada Shikar “Kenapa kau datang kesini?”.., untuk mendukung keluarga mu, untuk berbagi kebahagian bersama dengan kami atau kau ingin menghancurkannya?”.., lagi pula bukankah segalanya sangat rumit, jika kau tidak bisa menyelesaikannya maka segeralah kau membeli (mendapatkan) tiket dan pergi dari sini”. Shikar bingung dan bertanya pada Rajesh dengan maksud kata-katanya itu “ Apa maksud mu dengan mendapatkan tiket dan segera pegi?”. Shikar mengatakan pada ayahnya 9Ram Shatri ) “ Ayah, sekali saja lihatlah Janki, dia begitu takut dan kesal, lalu bagaimana jika Janki memberitahu pada keluarganya tentang semua ini dimasa depan?”. Mendengar perkataan Shikar “Bagimana Janki bisa memberitahu keluarganya tentang semua ini, aku punya poneselnya dan Janki tidak akan bisa keluar, jadi jangan khwatir dengan semua itu”. Shikar bertanya pada Rajseh “ Sampai berapa lama lagi kau akan menahan (menyimpan) ponselnya bersama dengan mu?”.., dan samapai berapa lama lagi kau akan mengizinkannya untuk keluar?”.., bukankah Janki sudah tahu tentang semuanya?”. Shikar berkata pada ayahnya 9Ram Shastri)” Ayah sekarang kita tidak boleh menekan Janki dan memkasanya untuk tetap duduk di tepian sudut, kita harus menjelsakan semuanya kepdanya”. Ram bertabta “Katakan ku lebih jelas, menjelaskan tentang hal apa?”.., sebelum pernikahan Janki telah melihat harsh, bahkan dia berbicara dengannya melalu panggilan Video (Video Call) .., Janki yang telah memuaskan dirinya sendiri sebelum menikah, jadi untuk apa kita yang bersalah?”.., “Ini bukanlah keslaahan kita”. Shikar berlutut dihadapan ayahnya (Ram Shastri) dan berkata  “dengarkanlah, kita semua tahu bahwa panggilan Video (Video call) itu semua sandiwara, Janki mendengar setiap hal dalam Video call itu dan melihat sesuatu dank arena itulah yang meyakinkannya bahwa itu bukanlah dari sudut pandang Harsh, tapi itu semua adalah sudut pandang ku”. Ram Shastri dan Rajes begitu sangat terkejut.

Kilas balik ditampilkan ketika Shikar membantu harsh untuk mempersiapkan semuanya. Shikar begitu sangat memuji penampilan Harsh dan meminta agar hasrh untuk melihat dirinya sendiri dan saat itu mengajaknya untuk memainkan sebuah permainan dan mengakui jika ayah mereka telah memberikan permainan baru dan meminta agar Harsh mau memperhatikannya, dan saat itu juga Shikar mengeluarkan Airphone dan memasangkannya ditelinga Harsh dan berkata “Bukankah aku telah mempelajari semua kalimat-kalimat ini, apakah kau juga mau untuk mempelajarinya?”. Harsh setuju dan kemudian Shikar mengeluarkan Aiphome lainnya dan memasngkan ditelinganya sendiri, Shikar mengatakan pada Harsh “dengarkanlah, aku akan memainkan permainan ini untuk mu”.., bukankah ini sangat menarik?”.Harsh tersenyum berkata “Iya”. Sekali lagi Shikar memuji penampilan Harsh yang bagus. Harsh dan Shikar telah bersiap untuk melakukan panggilan Video. Shikar mengatakan pada Harsh “sekarang kita tidak perlu memainkan sebuah permainan kau hanya akan mengulangi kalimatnya dengan seksam, apakah kau mengerti?”. Shikar meminta agar Harsh duduk dan ia mulai menyiapkan laptop dan duduk di belakang kursi Harsh. Kilas balik pun berakhir.

Shikar mengatakan pada ayahnya (Ram Shstri) “Ayah, Harsh tidak punya peranan dalam hal itu, semua yang memberitahunya, apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya kitalah yang telah meyakinkannya, bagaimana..”. Ram Shatri bangkit dari sofanya dan memegangi pundak Shikar dan memlototinya, ia terlihat sangat marah dan mencengkram pundaknya dan berkata pada Shikar “Hanyalah kau yang tahu tentang semua rahasia ini dan aku sekarang juga mengetahuinya dan tidak aka nada seorang pun yang tahu”. Shikar mengatakan pada Ram Shastri “ Ayah, ini adalah rahasia yang kita takutkan akan terbongkar”. Ram Shastri  terkejut.

Shikar berkata pada ayahnya “ Bayangkan apa yang kan terjadi ketika semua itu terungkap?”. Ram dan Rajesh terdiam. Shikar mengatakan tentang surat “ dan tentang surat itu.., Janki telah membacanya dan ia yakin untuk kembali kelatar dan setuju untuk menikah!”.., dia datang kerumah kita!”.., akulah yang telah menuliskan surat itu, ayah”.

Kilas balik kembali ditampilkan saat Shikar bersama dengan Rohi dan Harsh menulis surat untuk Janki : “Janki tersayang”. Shikar menuliskan surat itu dan Harsh menganggunya, Shikar hanya tertawa. Kilas balik berakhir. Shikar mengatakan pada Ram Shastri “Ayah, sekarang beritahu aku, bukankah semua ini curang?”. Ram hanya terdiam, Skihar mengatakan “Kami yang telah mempersiapkan semua permainan ini”. Ram bertanya “Permainan apa?”.., kami tidak menyiapkan permainan apapun, takdirlah yang telah menyiapkan permainan ini, aku hanya membantu Harsh untuk memenangkan permainan, hanya itu saja”.., dan ingatlah saat altar terbakar harsh datang untuk menyelamatkan Janki, kami tidak merencanakan itu, itu takdir”. Shikar meminta agar ayahnya duduk dan Shikar berjongkok didekat ayahnya berkata “dan ingatlah kau mengajarkan pada kami  bahwa takdir diciptakan oleh manusia untuk dirinya sendiri, apakah kau ingat?”. Sementara itu Janki mendengarkan pembicaraan mereka dikejauhan  dan menangis.

Shikar mengatakan pada Ram Shastri (Ayahnya) “Tapi Harsh tidak..,  jangan ciptakan takdir ini untuk dirinya sendiri”, kita yang telah membuat untuknya, kita telah mengatakannya bahwa kita semua akan membawakannya boneka, ingat nenek juga mengatakan hal itu kepadanya bahwa dia akan memberikannya boneka?”.., dan dia harus bertanggung jawab untuknya  bahkan Harsh tidak boleh untuk mengganggunya”. Kilas balik ditampilkan saat Nenek Harsh mengatakan “Ibu ku biasa memberitahu ku ketika aku kecil  jika setiap gadis lembut seperti boneka, lalu setelah menikah siapakah yang akan merawatnya?”.., suaminya”. Kilas balik berakhir. Shikar mengatakan “Harsh mendengar itu dan ia melompat kea pi dialtar untuk menyelamatkan bonekanya!”. Mendengar hal itu Janki terkejut dan menangis sedih dan mengingat saat Harsh menyelamatkannya dari kobaran api di altar.

Shikar mengatakan pada Ram “Bahan Harsh tidak tahu siapa Janki, mengapa Janki datang kesini, apa yang Janki lakukan disini?”.., apa yang telah terjadi disini?”.., Harsh tidak tahu apa-apa, ayah”.., ini semua bukanlah salahnya, ini semua salah kita”. Ram Shastri mengatakan “Jadi maksud mu kau mengancam ku bahwa kau akan meberitahu pada Janki tentang semua ini?”.., dan kau juga akan memberitahu pada orang luar tentang masalah ini?”. Shikar kebingungan dan berkata pada Ram “Ayah, memang aku ini siapa yang bisa mengancam mu?”.., aku tidak mengancam mu, ayah”.., aku hanya meminta pada mu dengan rendah hati, tolong beritahu pada Janki tentang kejadian yang sebenarnya, tidak ada yang harus disembunyikan darinya, kita harus mengajaknya duduk dan memberitahu padanya mengapa kita melakukan apa yang telah kita semua lakukan”. Ram Shastri terlihat sangat marah dan matanya memelototi shikar. Sementara itu Janki hanya terdiam dan berjalan tanpa arah.

Ram Shastri mengatakan pada Shikar “Kau lebih baik memahami satu hal ibu dan juga nenek.., apa kau juga yang melakukannya?”. Shikar hanya terdiam, Ram mengatakan “Lupakan bantuan, perjalanan atas rasa bersalah dan juga semua rahasia, lupakan itu semua, tapi ingatlah satu hal .., sekarang ibu dan juga nenek mu akan menangani Janki.., sekarang itu bukanlah lagi tugas mu, kau harus segera pergi dan beristirahat atau kau akan bersiap untuk pergi ke Paris!”.., apakah kau mengerti?”. Shikar bergegas pergi.

Rajesh mengatakan pada ayahnya 9Ram Shastri “Ayah aku akan menangani semuanya, tapi bagimana dengan Janki.., dia telah melihat semuanya dan juga telah mengetahui segalanya.., aku takut jika Janki akan berbicara untuk menentang kita”. Ram sangat yakin “hal itu tidak akan terjadi dan meminta agar Rajesh menjaga Shikar yang mungkin akan terus terbawa atas perjalanan rasa bersalahnya dan merusak permainan yang sudah disaiapkan”.

Adik perempuan Harsh (Roohi) dan nenek Harsh menemani Harsh melihat bintang Adik perempuan Harsh (Roohi)    mengatakan pada Harsh “Kakak, apakah kau melihat bintang diatas sana?”.., “apakah kau tahu apa namanya?”. Harsh bertanya “Disebut apa namanya?”.  Adik perempuan Harsh (Roohi) mengatakan “Druv, bitang utara”. Harsh berkata “Druv”. Rohi menjelskan pada Harsh bahwa bintang itu akan selalu berada ditempatnya dan itu akan sama halnya dengan bonekanya. Tanpa mereka sadari, Janki mendengar pembicaraan mereka. Adik perempuan Harsh (Roohi) mengatakan pada Harsh “sekarang dia ada didalam hidup mu.., dia tidak akan lagi pergi meninggalkan mu, dia akan selalu tinggal bersama dengan mu, tapi kau harus menjaga bitang utara mu, apakah kau mau melakukannya?”. Harsh menjawab “Iya, aku pasti akan melakukannya”. Dan seketika itu juga, hrash mulai kesal dan memukul, ia sangat ingin bertemu dengan Janki “Aku ingin bertemu dengannya!”.., sebelumnya aku memang ingin bertemu dengannya!”. Nenek dan Roohi mencoba untuk menenangkan Harsh, namun Harsh ingin tetap bertemu dengan Janki dan meminta agar mereka membawanya pada Janki. Harsh tetap bersih kerash untuk bertemu dengan Janki. Nenek Harsh mulai panic ketika Harsh berkata “bawa aku.., aku ingin bertemu dengannya”. Nenek memanggil Shikar agar ia segera datang. Melihat hal itu dari kejauhan, Janki menangis sedih.

Shikar datang dan menangani Harsh. Hasrh mengatakan “aku ingin menemui boneka ku”. Shikar mencoba untuk menenangkannya “Lihatlah aku..”. namun Harsh menolaknya dan berpaling dari Shikar. Shikar mengatakan “Janki takut untuk bertemu dengan mu”. harsh bertanya pada Shikar tentang ucapannya “kenapa dia takut pada ku?”. Shikar meminta agar Harsh duduk dan berkata bahwa dia akan menejlaskan apa yang sebenarnya terjadi, Shikar meminta agar Hasrh duduk dan menenangkan dirinya. Harsh bertanya “apa?”.., Apakah boneka ku takut pada ku?”. Shikar mengatakan “Iya Janmi takut”. Harsh bertanya alasan mengapa Janki takut kepadanya. Shikar tersenyum dan berkata pada Harsh “Bukankah kau telah memarahinya?”. Harsh menjawab “Janki memakai baju merah, aku sangat kesal, maaf!”. Shikar bertanya dan meyakinkannya “Bukankah kau telah memarahinya, kan?”. Harsh merasa bersalah dan meminta maaf.

Sikar mengatakan pada Harsh “ Janki tidak ingin berbicara dengan mu”. harsh meyakinkan kata-kata Shikar “Dia tidak mau?”. Shikar mengatakan “Iya”. Shikar berkata pada Harsh “sekarang kau akan memberitahu pada ku, saat Roohi tidak mau berbicara pada ku. Lalu apa yang harus aku lakukan?”. Roohi mengatakan pada Harsh “Katakanlah padanya, apa yang aku lakukan”. Harsh menirukan memukul kepala Roohi. Harsh mengatakan “Kau akan meminta maaf dan dia akan berbicara pada mu!”. shikar setuju dengan harsh dan Harsh tertawa. Shikar mengatakan pada Harsh “Iya, jadi itulah yang harus kau lakukan, pergilah pada boneka mu”. harsh setuju “Baiklah”. Shikar berkata pada Harsh “katakanlah maaf padanya”. Harsh berkata “katakan maaf”.

Shikar mengatakan pada Harsh dengan lebih jelas “Katakan, aku telah melakukan keslaahan pada mu boneka”. Dan harsh menirukan ucapan Shikar. Shikar mengatakan pada Harsh “dan kemudian katakkan padanya bahwa kau ingin menjadi temannya”. Harsh berkata menirukan ucapan Shikar dengan mengulurkan tangannya dan berkata “Boneka, maukah kau menjadi teman ku?”. Shikar menjabat tangan Harsh “apakah kau akan mengatakan seperti itu.., maka kalian berdua akan menjadi teman dan semuanya akan menjadi beres”. Nenek tersenyum, dan janki pun berdiri mendengar pembicaraan mereka.

Seeluruh kilas balik di tampilkan, Janki mengingat kembali peristiwa dimana dirinya dan Harsh akan bertunangan dan saat itu Harsh tidak datang, sementara itu Ram Shastri beralasan bahwa Harsh ada pertemuan yang sangat penting dan mereka juga akan tetap bisa melakukannya tanpa kehadiran Harsh. Janki menangis sedih. Janki juga mempertanyakan hal yang sama tentang kehadiran Harsh namun sat itu Shikar datang dengan membawa laptop dan melakukan sandiwara panggilan Video dengan alasan bahwa perjalanan Harsh sedikit panjang  dan meminta agar tidak hawatir dan meyakinkan bahwa Harsh akan  bersama dengannya sebelum pernikahan. Janki mengingat saat Savita tidak mengijinkannya untuk memakai gaun pengantin peninggalan dari ibu kandungnya dan saat itu ibu trinya (Asha) mempertanyakan tentang gaun pengantin yang seharusnya berwarna merah mejadi warna merah muda. Janki juga mengingat semua perkataan Nisha yang mencoba untuk mengingatkan Janki kala itu dan meminta pada Janki agar setidaknya Janki mencari tahu mengapa Harsh selalu tidak pernah muncul dihadapannya dan Nisha sangat yakin bahwa ada beberapa rahasia yang sedang disembunyikan. Air mata Janki berlinang, ia menangis sedih mengingat semua kejadian itu dan juga semua kata-kata manis Harsh saat mereka berdua tersambung dalam video call (panggilan video). Ketika Harsh berkata pada Janki “mengapa kita  tidak berjalan di jalan ini bersama-sama?”.., siapa tahu kita  mungkin  akan sampai kesatu tujuan dalam ikatan yang beda dan mungkin akan menyembunyikan ikatan itu untuk selamanya dengan nama Ikatan cinta”.

Janki membasahi dirinya dikamar mandi, ia mengingat saat Shikar membawakan surat untuk Janki “Janki , aku mendapatkan surat itu, Hasrh menuliskan surat itu untuk mu”.., Harsh telah menjelaskan seluruh cerita didalamnya, ambil dan bacalah di waktu luang.., jika begitu kau bisa membuat keputusan apapun yang kau inginkan”. Sindur didahi Janki pudar karena guyuran air, Janki mengingat saat Harsh memasangkan Sindur itu didahinya dihari pernikahannya, Janki tidak berdaya, ia menginagt semua perkataan tuan Ram Shastri 9Ayah mertuanya), kilas balik di tampilkan kembali saat Ram Shastri mengatakan pada Janki “Kami memutuskan bahwa sampai  Harsh dan  kau menikah, kami tidak akan memberitahu bahawa harsh memiliki masalah keshattan mental”, Janki mengingat kata-kata Nisha saat memintanya untuk terlebih dahulu mecari tahu.., aku memberitahu mu ada seustu  beberapa rahasia”. Janki merasa dilemma dengan semua yang ada dalam pikirannya. Janki menyentuh sindurnya yang telah memudar oleh air, ia menangis sedih. Janki berfikir “Jadi semua itu bohong.., ini penipuan.., ini semua adalah permainan!”.., Ayah, keluarga Harsh telah menipu ku, mereka dengan sengaja melakukan semua ini pada ku”.., “mereka telah mengahncurkan hidup ku demi putra mereka”.., Dewa..,apa yang harus aku lakukan sekarang?”.., aku memang tidak pernah punya maslaah dengan tuan Harsh, tapi bagaimana aku bisa berada dalam hubungan ini?”.., bagaimana aku bisa tetap setia pada hubungan ini?”.., tidak ada cinta, tidak ada kejujuran dan tidak ada komitmen”.., ya dewa!”.., bagaimana aku bisa mempertahankan semua ini?”.., bagaimana Harsh dan aku dapat mempertahankan hubungan yang aneh ini?”. Janki begitu sangat sedih memikirkan nasibnya.

Janki mengganti pakiannya, dan ia dikejutkan dengan sebuah lentera  dengan kata maaf dari Harsh yang telah menunggunya di bawah dan melambai padanya, Hasrh menunjuk ke langit dimana lentera te;lah terbang menjulang tinggi, Harsh memegang kedua telinganya sebagai permohonan maafnya. Janki hanya terdiam dan Harsh mencakupkan kedua tangannya. Janki memalingkan wajahnya dan berjalan masuk dan Harsh masih berdiri didekat ayunan.

Keesokan paginya, Harsh kesulitan saat mengancingi bajunya dan kemudian Shikar datang “dimanakah kakak terbaik di dunia?”.., hai anak baik!”.., apa itu?”. Harsh mengatakan pada Shikar “aku sudah kehabisan kancing”. Shikar melepaskan kembali kacing bajunya yang telah terkait dan berkata “bukan kancing yang sudah menghabiskannya, tapi kau mengancingkannya dengan cara yang salah”.., lalu kenapa kau memakai topi?”.. lepaskan”. Namun harsh menolaknya ia memegangi topinya berkata “tidak, aku tidak akan melepaskannya”. Shikar mengatakan “baiklah, mari kita beritahu pada boneka itu”.., Janki tidak suka topi, dia akan lari”. Shikar menjauh dan berkata “Dia tidak mau melepaskan topinya”. Harsh kesal berkata “baiklah”. Shikar menariknya kehadapannya dan melepaskan topi dikepala Harsh “Lihatlah, kau luar biasa”. Hasrh berkata “rambut ku berantakan”. Shikar meyakinkannya tentang rambutnya bahwa Rambut Harsh akan terlihat bagus, dan memintanya untuk mempelajari bagaimana dia mengancingi bajunya, dan Shikar kembali melepasklan kacing bajunya dan mengancinginya “biarkan aku melakukannya untuk mu”. harsh berkata pada Shikar “Aku ingn bertemu dengan boneka ku, tadi malam aku meminta maaf hari ini pasti dia bahagia”. Hasrh berjingkark senang dan tertawa berkata “Hari ini Janki pasti akan berbicara dengan ku”. Shikar berkata “mengapa tidak, kau sangat manis, kau adalah kakak  (Saudara) termanis di dunia, siapa yang tidak ingin Janki berbicara dengan mu?”.

Savita datang bersama dengan Nenek Harsh dan mengetuk pintu dan mambawa hadiah untuk Janki, nenek mengatakan pada Savita “Mari kita  masuk dan melihat”. Savita dan nenek melangkah masuk kedalam kamar Janki dan melihat saat Janki tidur sambil duduk. Savita terkejut “Janki”. Savita memberisalam “selamat pagi sayang” . janki terbangun, Savita berkata “tidakkah kau akan bersiap-siap dan tutun?”. Nenek berkata pada Janki “Bangunlah”.., semua orang telah menunggu mu, ini hari pertama mu dirumah ini, jadi aku telah membuat beberapa persiapan khusus mu”.., pertama ada pemujaan kau harus melakukan ritual memasak seperti yang kau lihat, kami punya banyak hal untuk mu, tunggu sebentar”. Namun wajah Janki tetap murung. Nenek Harsh mengambilkan Sari merah muda dan menunjukkan pada janki “Lihatlah, Lihatlah sari yang indah ini, ini untuk mu.., saat kau mengenakannya kau akan terlihat seperti seorang putri “. Savita mengatakan pada Janki “jika kau tidak menyukainya, kau bisa mengatakannya pada kami, kami bisa membawkan yang lain”. Nenek juga meyakinkan Janki. Janki mengambilnya dan berjalan dengan lunglai dan tidak berdaya.

Nenek bertanya apda putranya Ram Shatri “mengapa Harsh tidak datang untuk pemujaan?”. Shikar datang bersama dengan harsh, Shikar berkata “Kakak ku tidak akan melewati pemujaan apapun dan dia tidak akan melakukan apapun”. Dengan sifat kekanak-anakannya, Harsh yakin bahwa ia akan mealakukan pemujaan itu dengan sangat cepat, ia berlari dan meminta berkah pada neneknya yang sedang mempersiapkan puja. Tuan Ram Shastri dan Roohi tersenyum.

Harsh mengambil piring puja dan menyerahkannya pada neneknya “Satu untuk ku dan satu lagi untuk boneka ku”. Nenek Harsh sangat senang “Baiklah cucu ku”. Harsh melihat kesekelilingnya lalu bertanya “dimanakah boneka ku?”. Nenek berkata “Janki sedang dalam perjalanan, dia sedang besiap-siap”. Hasrh ingin pergi mencari Janki namun Savita,  menghalanginya berkata “Harsh dengarkan”. Hasrh mengatakan “Boneka ku?”. Savita mengatakan “Janki semalam sangat lelah, nanti dia akan datang”. Hasrh bertanya pada Savita “Bukankah kau mengatakan Janki akan datang di pagi hari?”. Savita mengiakan, Harsh mengatakan berkata “aku ingin bertemu dengannya sekarang”.., kau bilang Janki akan menemani ku di pagi hari, tapi apa ini?”.. tapi aku akan tetap pergi, Boneka!”. Shikar mencoba untuk menghentikannya namun Harsh berkata “aku tidak akan peduli, aku akan tetap memanggilnya”. Vanndana berkata “Janki tidak akan datang!”. Semua orang merasa kahwatir, mendengar Vanndana berkata, Hasrh berbalik. Vanndana mengatakan bahwa Janki (bonekanya) adalah hama dan dia tidak akan pernah datang. Harsh mulai mengamuk dan melampar sebuah benda berkata “Dia akan datang”. Vanndana tersentak kaget begitu juga dengan nenek Harsh. Saat Harsh akan menyerang dan melempar benda pada Vanndana tangan Rajesh menahannya, Janki datang menemui Harsh dan keluarganya.

 

 

 Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY

MADE TITIS MAERANI, SPd

 

DANGAL TV CHENNEL

 

Episode Lengkap Prem Bandhan – 17

Vanndana mengatakan pada Harsh bahwa Bonekenya (Janki) tidak akan pernah datang untuk menemuinya. Saat mendengar hal itu, Harsh menjadi sangat marah padanya dan mencoba untuk menyerangnya, sementara itu Janki menahan tangan Harsh saat ia akan melemparkan sebuah benda. Harsh selalu memanggilnya dengan sebutan Gudia (Boneka), hal itu membuat Janki menjadi marah karena Harsh hanya menganggapnya sebagai mainan. Kemudian Janki mendesak Nenek Harsh untuk berbicara dengan Ayahnya, namun Nenek menolaknya.

 

Harsh datang untuk melakukan puja, kemudian mengambil piirng arti dan menyerahkannya pada neneknya, Harsh meminta agar neneknya memberikan persebahan itu untuk bonekanya (Janki) dan yang lainnya untuk dirinya. Harsh melihat kesekelilingnya dan mecari Janki (Bonekanya), nenek meyakinkah bahwa Janki sedang bersiap-siap dan akan segera datang”. Harsh mengatakan “bukankah aku sudah menucapkan selamat pagi?”. Savita meminta pada Harsh untuk mendengrakannya, namun Hasrh  bertanya “dimanakah boneka ku?”. Savita memberitahu pada Harsh bahwa Janki semalam kelelahan dan nanti akan datang, perkataan Savita tidak mempengaruhinya, Harsh mengatakan “Bukankah kau bilang  dia (Janki/ Gudia/ bonekanya) bisa datang di pagi hari dan akan mengucapkan selamat pagi untuknya. Harsh berkata “aku ing bertemu dengannya sekarang,  bukankah kau mengatakan kita semua akan bertemu dengannya dipagi hari, lalu bagiamana bisa?”.., aku akan pergi padanya”.., Boneka!”.., panggilkan dia, aku tidak mau peduli.., panggilkan dia”. Shikar mencoba menahan Hrsh agar tidak pergi, namun Vanndana bekata “Dia (Janki) tidak akan datang, Boneka / gudia mu adalah hama!”.., dia tidak akan pernah datang, apakah kau mengerti?”. Hasrh menjadi marah dan mengamuk, ia melemparkan barang yang diambilnya dan tetap yakin jika Bonekanya akan datang, semua orang terkejut saat itu. Harsh menjadi sangat marah dan sekali lagi dia mengamuk dan membuat Vanndan ketakutan, Harsh bertanya dengan sangat marah “mengapa kau mengatakan itu tentang boneka ku?”.., kau menyebut boneka ku sebagai hama!”.., mengapa kau menyebutnya sebagai hama!”.., jika kau mengatakan sesuatu kepadanya maka aku akan merasa sangat buruk, bukankah aku akan merasa buruk?”.., mengapa kau mengatakan itu pada ku?”. Harsh mengambil sebuah benda dan akan menyerang Vanndana pun berteriak ketakutan, Janki datang kesana dan Rajseh menahan tangan Harsh. Harsh menurunkan tangannya dan amarahnya mereda setelah melihat janki yang berdiri di dekat Vanndana, semua keluarganya pun terkejut saat itu.

Harsh menundukkan kepalanya dan mersa bersalah saat menatap wajah Janki saat itu, Vanndna menarik nafas lega. Harsh meminta maaf pada Janki. Harsh mengatakan “aku telah menunggu mu dan kau tidak datang, jadi aku sedikit marah”.., bukankah aku juga datang dimalam hari untuk meminta maaf, tapi kau telah pergi tidur dan ibu mengatakan aku bisa mengucapkan selamat pagi dan meminta maaf pada mu”.., aku.. maaf”.., aku tidak akan marah lagi, aku hanya ingin bermain aku datang dan siap untuk itu, kita akan bermain”. Namun Harsh masih mengenggam benda ditangannya dan Rajseh mencoba untuk mengentikannya saat Harsh akanmenghampiri Janki, Harsh mengatakan “aku ingin berbicara dengannya”. Rajesh dan Shikar menahan Harsh. Hasrh berkata pada Janki “maukah kau bermain dengan ku?”.., menjadi teman ku?”.., menjadi teman, aku pasti tidak akan marah, maaf”. Rajesh mengatakan “Harsh ayolah”. Namun Rajseh dan Shikar membawa Harsh, Janki hanya terdiam dan semua keluarga mencwmaskan Harsh.

Janki berfikir saat ia bedoa”ya dewa, bagaimana aku bisa tinggal disini?”.., bagaimana aku bisa menjalani hidup ini?”.., Ayah, disini Hasrh dikendalikan seperti binatang, sementara aku diperlakukan mereka sepreti tahanan, bahkan mereka telah mengambil ponsel ku, bahkan aku tidak bisa meninggalkan rumah ini”.., aku tidak bisa melakukan apa-apa!”.., jadi, bagaimana aku bisa hidup seperti ini?”. Janki menangis.

Sementara itu, Srivastav mencoba untuk menghubungi ponsel Janki namun nomernya tidak bisa dihubungi.  Nithin mengatakan pada Srivastav “ayah, aku merasa sangat aneh”.., sejak Janki menikah, teleponnya tidak bisa di hubungi”. Srivastav menyakini hal yang sama “ya putra ku, ini benar-benar aneh”.., Janki tidak pernah meninggalkan ponselnya”.., yang lebih aneh lagi Janki masih belum meneleponuntuk menanyakan apakah aku sudah sampai dengan selamat”. Nithin mengatakan “Jika sekali saja aku bisa berbicara dengan Janki sekali saja, mungki  aku tidak akan kahwatir”. Srivastav setuju dengan hal itu “Kau benar putra ku, bahkan kita bisa berbicara dan mencari tahu apakah Janki cocok dengan rumah dan keluarga barunya”. Nithin setuju dengan pendapat ayahnya, Asha datang dan meminta agar mereka menghentikan pembicaraan. Asha berkata “Kalian berdua telah kehilangan akal sehat”.., ini hari pertama dirumah mertuanya, dia akan bertemu dengan keluarga, dia akan memasak, akan banyak orang yang akan datang menemuinya”.., lalu bagaimana Janki bisa ngobrol dengan mu sementara semua itu berlangsung?”.., selain itu dia besok harus kembali kerumah, bagaimana Janki akan kembali rumah”. Ntihin mengatakan “Tapi ibu dan ayah..”. Asha memotong perkatannya “Berhentilah mengatakan itu pada ku”.., bersiaplah untuk kuliah, bukankah hari ini kau punya matakuliah computer”. Ntihin mengatakan “Kau mengatakannya dengan salah”. Asha berkata “Jadi kau telah mengerti dengan maksud ku, pahami saja apa yang telah ku katakan, biarkan aku memberitahu mu satu hal.., Sekarang Janki sudah tidak ada lagi disini, maka kaulah yang harus menjaga keluarga ini.., kau yang akan mengurus semua hal jadi belajarlah dengan baik, dapatkanlah pekerjaan kelas satu”. Nithin beranajak dai kursinya, Asha mengatakan padanya “Dengarlah, pulang lebih awal dari kampus”. Srivastav mengatakan pada Asha “Apa yang dokter katakan pada mu?”.., bukankah kau harus beristirahat, jika kau memakai ikat pinggang jangan bekerja, pergi dan beristirahatlah”. Nithin mengatakan “semuanya akan baik-baik saja jika kau bisa menjaga diri mu sendiri, minumlah obat mu tepat waktu”.., dan ayah kau jangan kahwatir aku akan mencoba menelpon Janki kembali setelah aku selelsai kuliah, aku akan memberitahu mu saat setelah kami selesai berbicara”. Asha mengatakan “Baiklah”. Srivastav mencemaskan Janki.

Nenek memeluk Harsh dan bertanya pada Vanndana “Kenapa kau harus mengatakan hal itu?”.., itu merusak suasana hatinya!”. Roohi juga menyalahkan Vanndana “Ya Vanndana!”.., tidak bisakah kau menutup mulut mu, kau selalu saja mengatakan hal yang salah”. Rajesh membela Vanndana dan meminta agar Roohi menutup mulutnya. Harsh berkata “Kau yang diam!.., “Jangan memarahinya atau aku akan menjadi sangat marah”. Nenek meminta agar Shikar memberikan obat Harsh. Rajseh mengatakan pada Roohi “apakah kau sudah kehilangan akal sehat mu seperti Harsh?”.., Vanndana adalah kakak ipar mu, berbicaralah padanya dengan sopan”. Harsh menjadi kesal. Suara Ram Shasti terdengar menghentikan “Diam”. Ram datang kehadapan keluarganya dan membuat Harsh ketakutan dan bersembunyi dipelukan neneknya. Ram mengatakan “Akih-alih bertengkar di anatara kalian maka pikirkanlah keluarga, pikirkanlah tentang Harsh”. Ram memanggil Shikar dan meminta agar Harsh dibawa masuk dan sudah waktunya untuk Harsh beristirahat. Shikar setuju dan berkata pada harsh bahwa sudah waktunya untuk mereka bermain playsatsion, namun Harsh menolaknya bahwa dia bisa pergi sendiri. Shikar membujuk dan bertanya pada Harsh “tapi apakah kau mau bermain playstasion bersama dengan ku?”.., ayolah kita bermain”. Hasrh pergi dengan sendirinya dan Shikar menatap keluarganya dan mengikutinya. Nenek Harsh terlihat sangat gelisah.

Ram berkata “Bukankah semua orang tahu jika Harsh mempunyai pemikiran seperti anak kecil, seorang anak bisa marah kapan saja, dimasa depan katakan apapun yang kau inginkan kepadanya, dengan sangat hati-hati”. Vanndana mengatakan pada ibu mertuanya (Savita) “Ibu, Janki dan Harsh menikah kemarin, bu hari ini Janki harus bertemu dengan keluarga jadi kita harus membawa Janki pergi sendiri”. Savita berkata “menemui keluarganya?”. Ram mendengar itu dan menatap mereka. Savita berkata pada Vanndana “Bagaiamana kau bisa memikirkan hal itu?”.., seolah-olah kami tidak memiliki cukup masalah dirumah sehingga kau ingin melibatkan orang luar?”. Vanndana mengatakan pada Savita “Ibu aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan”.. apakah kau akan tahu apa yang akan di katakan semua orang tentang keluarga Shatri?”.., dengarlah terlepas dari drama di pernikahan, apakah itu karena Shweta atau dengan cara kita berpisah yang tergesa-gesa, bukankah kita telah menyuruh para tamu untuk pergi secepat mungkin dan setelah itu semua orang bergosip”.., dan gossip yang terjadi adalah bahwa kita telah menyembunyikan sesuatu yang sangat misterius terikat dengan pernikahan ini”. Semua keluarga Shastri terkejut setelah mendengar Vanndana.

Vanndana mengatakan “Kita harus melakukan ritual itu, sehingga kita bisa membungkam mulut semua orang, mereka semua harus melihat jika pernikahan Harsh dan Janki seperti pernikahan lainnya, nemar-benar normal, dan itulah sebabnya aku melakukannya”.., aku tidak berfikir aku melakukan sesutau yang salah”. Savita mengatakan pada Vanndana “Tapi setelah apa yang baru saja terjadi bagaimana kita bisa meyakinkan Janki?”. Vanndnaa mengatakan “Ibu..”.Rajseh mengatakan “Ibu benar sekali, Janki masih belum dalam genggaman kita, jika dia angkat bicara, kita juga tidak akan bisa bertemu dengan siapapun”.., Vanndnaa itu ide yang buruk, tolong batalkan saja ritualnya”. Ram Shatri mengatakan pendapatnya jika Vanndana telah melakukan hal yang benar. Ram mengatakan “Apa yang terjadi disini harus dibatasi dirumah ini, kita harus terlihat normal untuk orang luar seperti Vanndana!”.., jika ritualnya hari ini maka lakukanlah”.., aku tidak ingin mendengar adanya gosip  tentang Harsh”.., aku tidak ingin melihat adaanya ketegangan yang tercipta”. Ram menunjukkan ponselnya “Lihatlah ini, pernikahan Harsh telah menjadi berita utama hari ini, aku tidak ingin ada kesalahan.., aku telah membuat mereka mencetak sesuatu yang salah tentang Harsh, dan itu akan merusak reputasi kita, saat ini  saham perusahaan kita menunjukan keuntungan, semua orang telah tau setelah aku, putra Visioner ku Hasrsh akan menangani perusahaan ini”. Rajseh dan Vanndana kesal. Ram mengatakan “Jika tidak ada yang salah yang akan dibocorkan tentang Harsh, apakah kalian mengerti?”.

Janki memasak didapur, tangan nenek menyentuhnya dan membuat Janki kaget dan ketakutan. Nenek bertanya “mengapa kau ketakutan?”. Janki mengatakan “Maaf nenek, aku pikir..”nenek Harsh mengatakan “Akulah yang harus meminta maaf untuk apa yang telah kau derita sejak pernikahan”.., tapi Harsh tidak mengangkat tangannya untuk memukul mu, tapi untuk menyelamatkan mu, Vanndana telah berkata omong kosong tentang mu itulah sebabnya mengapa Harsh menyerangnya.., Harsh peduli dengan mu”.., jika dia tidak peduli pada mu maka dia tidak akan pernah memukul Vanndana, kakak ipar mu adalah vampire dalam serial tv!”. Janki hanya terdiam. Nenek harsh etrsenyum dan bertanya pada Janki “Apa yang kau masak?”. Janki menjawab “Kher”. Nenek mengatakan “Harsh suka nasi Kher, baiklah buatlah (masak) itu”. Janki tertunduk, Nenek Harsh mengatakan pada Janki “ Tidak apa-apa.., masak apa saja yang menurut mu benar”.., aku akan pergi, beri tahu aku jika kau membutuhkan sesuatu”.., tolong pikrikan seusatu apa yang aku katakan pada mu”. Nenek Harsh berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Janki yang hanya terdiam.

Dalam kesedihan Janki melamun di dapur berfikir “Bagaimana aku bisa tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi?”.., Cara Harsh menyelamatkan ku dialtar hari itu, aku merasa dia pahlawab!”.., tidak ada yang berfikir jika Harsh abnormal setelah orang melihatnya, bahan Harsh mengalami gangguan mental, dengan semua kejadian itu dimana Harsh telah menyelamatkan ku, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan ini.., semua ini seoerti hidup ku.., semuanya terjadi begitu tiba-tiba, aku telah terjebak begitu parah sehingga tidak ada cara untuk bisa keluar darinya”. Janki meratapi nasibnya, sementara itu diam-diam Harsh mengamatinya dari kejauhan, harsh berkata “ Jika aku bisa membantu boneka ku, maka dia akan menjadi teman ku, tapi bagaimana aku bisa melakukannya?”. Di dapur, Janki kebingungan “Dimana gulanya?”. Janki melihat kesekelilingnya dan berjalan mencarinya, Harsh beekata “Iya, dimanakah itu?”. Harsh berfikir sejenak dan berkata “Aku tahu itu!”.., aku akan datang”. Secara diam-diam Harsh menyelinap masuk kedapur saaat Janki sedang fokus mencari toles gula dira, dan saat itu juga Harsh mendapatkan toples gula disuatu rak yang lain dan memdapatkannya, ia menaruh toples gula itu dan bersembunyi, Janki terkejut saat mendengar suara hentakan kaca dan melihat kesekelilingnya, Janki kembali ke tempatnya memasak dan dengan heran melihat toples gula dan kemudian tangannya mengenai wajan yang pansa, Janki menjerit kesakitan, Hasrh keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambilkan wadah berisi air, Hasrh dengan panic memasukan tangan janki kedalam air. Nenek dan Savita datang, nenek berkata “Harsh, apa yang terjadi?’. Harsh mengatkan pada nenek dan “ aku hanya menyelamatkannya.., bukankah kau bilang agar aku menjaga boneka ku dan aku telah merawatnya. Nenek bertanya pada Janki “Apakah kau baik-baik saja?”. Harsh mencoba untuk menjelaskan “Aku hanya merawatnya, dia terluka dan aku memasukan tangannya kedalam air.., tidak apa-apa, aku hanya menyelamatkannya”. Savita mengatakan pada Harsh “tidak apa-apa, itu sudah dilakukan dengan baik”. Harsh merasa bersalah “Aku menyesal”, nenek mengatakan pada Harsh “ Itu bagus sekali cucu ku”. Janki hanya menatap Harsh dan menangis ketakutan dan kemudian ia berjalan pergi, Harsh bertanya Kemana kau akan pergi?”.., “aku anak yang baik.., maafkan aku”. Harsh mengatakan pada neneknya “ Beri tahu pada dia, aku tidak akan marah, kemana dia akan pergi?”.

Janki duduk menyendiri di tepian sudut, ia mengingat kata-kata Shikar saat berbicara dengan tuan Ram, kilas balik diperlihatkan saat Shikar berkata pada taun Ram “ Ingatlah, kau mengajarkan pada kami jika takdir diciptakan oleh manusia, tapi Harsh tidak meciptakan takdirnya sendiri, kita yang telah memilihkan itu untuknya.., bukankah kita memberitahu padanya  bahwa kita memberikan boneka untuknya, ingatlah saat nenek memberitaunya bahwa kita akan memberikan boneka untuknya, ingatlah saat nenek membritahu padanya bahwa dia harus menjaga dan tidak menganggunya”. Kilas balik berakhir. Janki menangis sedih dab saat itu nenek Harsh datang mencemaskannya. Janki bertanya-tanya pada dirinya sendiri dan tidak menyadari nenek Harsh berdiri disana “ Bagaimana aku bisa menjelsakan pada mereka , aku bukanlah boneka, aku ini orang “.., kau bisa merasakan sakit kepala, aku telah diganggu, aku masuk akal”.., lalu bagaimana aku bisa menjelaskan pada orang-orang itu?”.., aku mengatakan pada ayah ku, aku tidak menginginkan rumah yang besar dan merwah, aku hanya ingin hudp sederhana”.., tapi bagaimana aku bisa menjalani kehidupan yang sudah terlanjur diberikan kepada ku?”.., “Hanya ada kebohongan dan juga penipuan baru setiap hari, lalu apa yang harus aku lakukan?”.., “aku tidak bisa berbicara pada keluarga kusendiri, aku tidak bisa bertemu dengan siapapun, aku tidak bisa keluar, aku tinggal dirumah ini speerti layaknya tahanan!”

Janki merasa nasibnya begitu sangat buruk, ia berkata “Kenapa dewa.., kenapa?”..,”apa yang ahrsu aku lakukan?”.., katakan pada ku”.., bagaimana aku bisa keluar dari sini?” bagaimana seharusnya aku bersikap?” Janki mengusap air matanya dan saat iru nenek Harsh menghampirinya dan duduk disampingnya, nenek berkata apada Janki “ Jangan katakan itu, sayang”.., semuanya akan baik-baik saja”. Janki bertanya “Nenek, bagaimana semua itu akan menjadi  lebih baik?”.., apa kau tahu saat tuan Harsh menyelamatkan aku, aku merasa bahwa dia sangat mencintai ku dan itulah sebabnya  mengapa Harsh mau menyelamatkan aku, tapi itu semua bohong!”. Nenek mengatakan pada Janki “ Itu semua tidaklah bohong, saat Harsh mencintai sesorang  dia akan sellau siap untuk menyelamatkan orang itu.., tunggu dan lihatlah  apa yang akan Harsh lakukan untuk mu dimasa depan.., Harsh bisa melakukan apa saja untuk orang yang disayanginya, itulah kebenarannya”. Janki berkata pada nenek “ Tapi aku bukanlah orang yang dia sayangi, aku hanayalah mainannya, sebuah boneka!”. Nenek Harsh mengatakan pada Janki “ Aku memang mengakui jika harsh hanyalah menganggap mu sebagai mainan, tapi itu karena pemikirannya seperti anak-anak, Harsh seperti itu karena kecelakaan, tapi kau juga harus ingat Harsh mencintai mainannya lebih dari hidupnya, mainannya itu tidaklah kurang dari keluarganya”. Janki hanya menangis dan terdiam pasrah, nenek Harsh membelai kepala Janki dengan kasih sayang, Nenek berkata pada Janki “Aku akui apa yang telah kami lakukan pada mu itu salah, Tapi kami semua tidak jahat”.., sejujurnya sat Ram mengatakan pada ku bahwa kau tidak peduli dengan pekerjaan mu untuk membala teman mu, kau membela kebenaran.., kau menanggung semua kesulitan itu untuk mengurus keluarga mu, kau sudah mulai bekerja pada usia yang sangat muda”. Janki bertanya “apakah kalian semua akan memaafkan ketidak berdayaan ku?”.

Nenek Harsh berkata pada Janki “Tidak sayang ku”.., aku tidak akan memperhatikan ketidakberdayaan mu, aku hanya akan melihat kualitas mu”.., “Seorang gadis yang berkorban begitu banyak untuk keluarganya, dia tidak akan bisa menjadi gadis biasa.., ada kekuatan dalam dirinya, aku menginginkan kekuatan seperti itu untuk cucu ku, Harsh”.., “Ku pikir cinta dan juga dedikasi mu akan menciptakan keajaiban untuk Harsh agar bisa kembali normal sepenuhnya, sama seprti dulu”..,”itulah sebabnya kami telah memilih mu”. janki menggenggam tangan nenek Harsh berkata “Nenek, bolehkah aku meminta seusatu pada mu?”.., bisakah kau memberikannya pada ku?”. Nenek setuju dan bertanya “Iya, katakanlah!”. Janki berkata “Bisakah kau membiarkan aku berbicara dengan ayah ku, sekali saja?”. Nenek Hasrh menolah permintaan Janki “Tidak”. Janki menjadi bertambah kecewa dan menangis sedih. Nenek mengatakan pada Janki “Kau tidak bisa berbicara dengan keluarga mu atau juga dengan orang lain, tidak satu pun dari keluarga ku termasuk aku yang dapat mengizinkan mu melakukan hal itu”..,”tapi tu bukan berarti aku ingin menjauhkan mu dari keluarga mu”. Janki yang kecewa dengan nenek Harsh berkata “Aku tidak akan mengatakan apa-apa pada siapapun, nenek!”.., tolonglah!”. Nenek mengatakan “Ini hanyalah untuk sementara (beberapa waktu)”.., berikan aku waktu, aku pasti akan menemukannya.., kau akan melihat kami akan melakkannya untuk keluarga mu, hanya saja ini untuk sementara (beberapa waktu)”, janki bertambah kecewa dan menangis.

Saat itu Vanndana datang mengatakan pada Nenek Harsh “Nenek, para tamu akan datang untuk menemui pengantin wanita”. Vanndana berkata pada Janki”bersiaplah tepat waktu”. Vanndnaa berjalan pergi. Nenek Harsh berkata pada Janki “Jangan lakukan hal itu untuk orang lain,  tapi lakukan hal itu untuk pemenuhan kepuasan gengsi dari mertua mu”. Nenek menckupkan kedua tangannya dan Janki merasa tidak enak berkata “ Nenek, kau jangan lakukan itu”. Nenek pergi dan Janki menangis.

Dikamarnya, Harsh terlihat sangat murung ia tertelungkup dan balok-balok mainannya memenuhi tempat tidurnya. Shikar datang mencarinya “ Dimanakah kakak ku itu?”. Harsh kesal dan mneyembunyikan wajahnya diatas bantal  saat Shikar bertanya padanya “ Apakah kau kesal?”..,”apakah itu berarti kau tidak akan mau memberitahu pada ku?”. Harash berkata “ Aku tidak akan memberitahu mu”. shikar berkata dan menggoda Harsh”Baiklah, justru itu bagus.., kalau begitu  aku akan memakan ladoo  yang telah di kirim oleh nenek “. Shikar mengeluarkan sepiring Ladoo dan akan bersiap menyantapnya didepan Harsh namunHarsh bertambah kesal, ia berkata “Laddo itu milik ku, berikan itu pada ku”. Shikar tersenyum berkata “ Baiklah, jadi kau katakan pada ku kenapa kau menjadi marah?”. Hasrh mengatakan pada Shikar bahwa bonekanya (Gudianya) tidak mau berteman dengannya dan tidak mau berteman apa lagi tidak mau bermain dengannya. Harsh bertanya pada Shikar “Apakah aku ini akan yang nakal?” shikar menyangkalnya dan berkata pada Harsh “Kau anak terbaik didunia”. Harsh bertanya “Lalu kenapa dia tidak mau bermain dengan ku?”. Shikar berkata pada Harsh “ Kau harus berteman terlebihdahulu dengannya”. Shikar tersenyum berkata pada Harsh “ Kau harus membuatnya tersenyum”. Harsh berkata “ Tadi malam aku datang untuk membuatnya tersenyum!”.., tapi dia tetap tidak tersenyum!”.., “dia memelototi aku, lalu bagaimana aku bisa berteman dengannya?”. Shikar sangat yakin bahwa hal itu akan segera terjadi pada waktu Janki tahu bahwa dirinya adalah orang terbaik sedunia dan harsh begitu manis padanya. Hasrh bertanya “ Kapan hal itu akan terjadi?” sjuikar berkata “itu pasti akan terjadi, tapi kau harus berjanki  pada ku untuk satu hal, kau harus menjauh dari boneka mu sebentar, kau tidak akan memarahinya, kau tidak akan menakutinya”. Harsh berkata “aku tidak akan menakutinya”. Shikar berkata “ Kau tidak akan kehilangan kesabaran mu”.

Harsh meyakinkan Shikar bahwa dia tidak aakan kehilangan kesabarannya. Shikar bertanya “ apakah kau ingin bahagia?”. Harsh menjawab “Iya”. Shikar berkata “dan kemudian kau akan bisa bertemu dengannya seperti anak baik.., dan itu seperti aku!”. Hasrh setuju, Shikar berkata “kemudian dia akan bertemu dengan, dia akan segera bermain dengan mu”. Harsh memakan Ladoo.

Vanndana telah menyambut dua orang penata rias dan menunjukkan bahwa pengantinnya adalah Janki, saat itu Janmi telah duduk di meja rias. Vanndana mengatakan pada perias  bahwa ia menginginkan penampilan janki yang berkelas dan bukannya penampilan yang begitu sangat menyedihkan, dan ia yakin jika Janki akan terlihat sangat bahagia dan berkata bahwa Janki adalah menantu baru dikeluarga Shastri, kemdian meminta pada penata rias untuk memulai mendandaninya. Saat Vanndana akan berjalan pergi, Janki memanggilnya, Vanndana menghentikan langkah kakinya dan Janki menghampirinya. Janki bertanya pada Vanndana “ kenapa kau memerikan ku sari merah untuk aku pakai?”.., sepertinya kau sudah tahu apa yang akan aku derita setelah aku memakinya, tapi kenapa kau masih memerikan sari itu pada ku?”. Dengan nada sinis, Vandanna mengatakan pada Janki “ jadi begitu,  jadi sekarang kau akan menyalahkan aku untuk hal itu?”. Janki berkata pada Vanndana”Itu bukanlah..”. vanndana mengatakan pada Janki “Janki, apakah kau pikir kau akan bisa keluar dan memberitahu semua orang lalu mereka akan percaya dengan mu?”. Janki kaget dan Vanndana berkata “ Hal itu tidak akan terjadi!” janki berkata “aku tidak menyalahkan mu , aku hanya ingin kau mengatakan yang sebenarnya”. Vanndana berkata “Yang benar adalah semua itu takdir mu untuk menderita, tidak peduli seberepa keras kau mencobanya dan tidak peduli siapa yang ingin kai tuju dan apapun itu yang kau katakanm kau tetap tidak akan bisa untuk menyakiti kami  dengan cara apapun”. Vanndana menyeringai, dan kemudian berkata pada kedua penatarias untuk segera mendandani Janki “Ayolah, siapkan dia” dan kemudian Vanndana pergi. Janki menangis sedih, lalu ia bertanya pada kedua penata rias “Apakah salah satu dari kalian memiliki ponsel?”.., aku hanya ingin melakukan satu panggilan pada ayah ku”. Peneatarias berkata pada Janki bahwa ponsel mereka telah diambil oleh penjaga, karena mereka tidak bisa membawa ponsel masuk kedalam, Janki menjadi putus asa dan menghapus air matanya dengan bebrapa lembar tisu, sementara itu Harsh datang dan melihat Janki dari balik kaca. Penatarias mendandani Janki, dan saat telah selesai Harsh datang untuk menghapus air mata Janki dengan tisu namun Janki terkejut dan menjauhi Harsh. Hasrh menunduk di hadapan Janki dan memberikan tisu itu untuk Janki, Janki mengambilnya dan mengenggamnya, Janki menangis menumpahkan air matanya.

 

 

 Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY

MADE TITIS MAERANI, SPd

 

DANGAL TV CHENNEL

 

Episode Lengkap Prem Bandhan – 18

 

Vandana Mengadakan "Muh Dikhai “ upacara  yang secara dibuat agar semua tamu  perempuan dapat menghina Janki karena statusnya dari kelas menengah. Seorang kerabat (Rangeeli) datang dan memperingatkan Janki tentang keluarga shastri, setelah mendengarkan hal itu, Janki  menjadi lebih  takut. Di sisi lain, ayah Janki menelepon Ram shashtri untuk bisa berbicara dengan Janki, tetapi Ram mengabaikannya dengan berbohong. Ram Shastri mendiskusikan masalah yang sama dengan anaknya Rajesh tapi Janki diam-diam mendengarnya dan Janki ketakutan dan memcahkan vas bunga.

 

Harsh melihat Janki dari balik kaca, Janki menangis dan putus asa saat itu. Saat Harsh datang ke hadapan Janki untuk menghapus air matanya dengan tisu, Janki menjauh dan ketakutan, Harsh meminta agar Janki tidak takut dengannya, ia meminta maaf dan tidak akan marah padanya, Hasrh meyakinkan Jaki bahwa dia anak yang baik, ibunya berkata untuk menjaga bonekanya dan jangan pernah menyakitinya. Hasrh melihat bahwa bonekanya (Janki) saat ia mengintip dan dia sedang menangis dan untuk itu dirinya merasa buruk. Janki sangat ketakutan, Harsh berkata “Jangan takut pada ku”.., aku hanya merasa buruk, dan kemudian”. Hasrh memberikan tisu pada Janki dengan menundukkan kepalanya, dengan tangan gemetaran Janki mengambil tisu itu, ia mengenggamnya dan menangis. Hasrh mengulurkan tangannya dan berkata pada Janki “bisakah kita berteman?”.., aku bisa mengendarai sepeda, aku juga akan membawa mu keluar dan kita akan menjadi teman”. Janki hanya menangis dan terdiam, Harsh menjadi serba salah dan kemudian ia berjalan pergi meninggalkan Janki sendirian. Janki mengingat tentang pernikahannya dengan Harsh dan saat Harsh menyerang dan akan membunuhnya hanya karena sari berwarna merah, hati janki begitu ancur, ia menangis sedih sendirian.

Seorang wanita menguji Vanndana, ia  berkata pada Vanndana “Kau kakak ipar yang begitu sempurna”. Vanndana berterima kasih padanya. Vanndana berkata “Jika seorang kakak ipar senior baik  maka masalah adik ipar jenior bisa diselesaikan dengan mudah”. Mereka melihat Janki telah dibawa turun oleh Savita. Vanndana dan nenek tersenyum. Vanndana menyuguhkan minuman untuk tamu, seorang wanita berkata “Bukankah mereka menikah dengan terburu-buru?”. Vanndana mengatakan “Iya, Harsh memilih seornag gadis dan kami telah membuatnya menikah dengannya”. Wanita lainnya bertanya “bukankah dia dari dharbanga?”. Vanndnaa berkata “memengnya kenapa?”. Wanita itu menjawab “Aku hanya bertanya karena penejelajah dunia Harsh telah memebrikan semuanya untuk seorang gadis dari Dharbhanga?”.., bu, tidakkah menurut mu ini agak aneh?”. Vanndnaa mengatakan “Nah kalau begitu jangan pikirkan itu”. Savita mengatakan “Maksudnya, dia sangatlah berbeda”, nenek Harsh berkata “ dia memiliki semua kualitas, Harsh adalah orang yang sangat cerdas  dalam hal nilai”.., itulah sebabnya Harsh memilihnya”.

Shikar dan Harsh dikamar Roohi. Harsh bertanya pada Rohi “Mengapa aku tidak boleh turun?”.., aku ingin turun dan melihat boneka ku, bawalah aku kesana”. Shikar berkata pada Harsh “apa yang kau katakan?”.., mari kita bermain permainan disini, kami punya permainan baru!”.., kita akan bersenang-senang”. Shikar melemparkan anak panah pada papan, namun Hasrh memukulnya, Shikar bertanya “kenapa?”. Harsh bertanya “apa itu itu?”. Shikar berkata “anak-anak memainkan permainan itu”. Harsh menolaknya “aku lebih tua.., aku lebih baik dan menjauhlah dari ku, dasar gila”. Shikar meminta maaf pada Harsh dan menjauihnya.

Harsh mengatakan pada Roohi”Ikutlah dengan ku, aku akan bermain permainan”. Roohi meminta “Tunggu”. Roohi mengambil  foto dan Harsh meminta pada Shikar “Katakan padanya untuk membawa ku turun”. Roohi membawa selembar kertas foto  dan tersenyum, Shikar berkata “Roohi berkata pada Harsh “ bagaimana jika aku membiarkan mu”. Roohi mengatakan “Biarkan aku yang melihat orang lain bukan Janki?”.., kalau bukan Janki lalu soapa?”. Harsh mengatakan “Aku tidak ingin melihat orang lain, aku hanya ingin melihat boneka ku”. Hasrh tetap menolaknya, Roohi tersenyum dan menempelkan foto Vannndana pada papan panah. Roohi mengatakan pada Harsh “Kakak. Lihatlah sekali saja kebelakang, aku akan berjanji untuk menikmati permainan ini”.., lihatlah “,. Harsh mengatakan “aku tidak ingin melihatnya”. Roohi menjadi sangat kesal dan berkata pada Harsh “Kau harsu melihatnya untuk ku!”.., Harshm lihatlah kebelakang!”. Harsh berteriak “Tidaak!”. Shikar menghentikannya, Harsh mengatakan “sekarang aku akan sangat marah!”. Roohi mengambil cermin dan mengarahkannya pada foto Vanndana yang tertempel di papan.harsh melihat pantulan cermin dan tertawa dan bertepuk tangan bersama Shikar. Shikar menberikan panah kecil pada Harsh “Pukulah dia!”. Dua anak panah tepat mengenai sasaran sekaligus, Roohi dan Shikar bertepuk tangan.

Sementara itu, Nenek Harsh berkata “Bisakah kita memulai ritualnya?”. Seorang wanita memulai dan memberikan hadiah pada Janki, Janki mengucapkan terima kasih. Dan ritual itu dilakukan bergantian oleh tamu wanita  lainnya dan wanita itu berkata pada Savita “Wow!, Savita, harus aku akui,  menurut mu itu canitk”. Savita tersenyum dan  berterima kasih. Wanita berkata “Dari Dharbanga ke Patna, dari dua kamar menjadi rumah besar!”.., dari kelas menengah langsung ke kelas atas!”. Wanita lainnya mengehtnikannya berbicara.

Nenek Harsh mengatakan “Kami telah mendapatkan lebih banyak dari pada yang dia dapatkan, kami sangat beruntung!”.., kami memiliki  putri yang cantik  dan di besarkan dengan baik seperti Janki, kami sangat beruntung dan bersyukur”. Dengan penuh kasih sayang mengatakan pada Janki “ terima kasih sayang”. Janki menarik nafasnya dan menganggukan kepala. Harsh mengajak Roohi berkata “ayolah akau sudah memenangkan permainannya!”. Roohi menolaknya “Tidak, kau tidak bisa turun”. Hasrh bertanya “Apa?”.., ayo turunlah”. Shikar berusaha untuk menghentikannya, Harsh tetap berkata “Tidak aku ingin turun”.,, tidak”.., aku bilang aku ingin turun”. Roohi mengatakan pada Harsh “Baiklah, duduklah”.., Dengarkan aku, Harsh, kau tidak bisa turun”. Harsh bertanya “kenapa?”. Roohi mengatakan “Seperti yang sudah dijanjikan, aku akan membiarkan mu untuk melihat boneka itu!”. Hasrh bertanya “Apa, bagaimana?”. Shikar mengatakan "telponlah aku”.., ya telepon” dan ini berikan”. Shikar menyerahkan ponselnya pada Roohi dan Harsh bertanya “apa yang akan kau lakukan?”. Roohi mengatakan pada Harsh “Aku akan turun dan melakukan panggilan Video untuk mu”. hasrh setuju “Baiklah”. Roohi mengatakan “Kau akan bisa melihat Janki!”. Hasrh bertanya “apakah aku juga akan ikut turun?”. Roohi mengatakan “Kalian berdua bisa menontonnya di Video call”. Hasrh menolaknya “Tidak..Tidak.. tidak!”. Roohi mengatakan pada Harsh “aku yang akan turun dan melakukan Video call.., kau bisa duduk disini dan menontonnya”. Hasrh berkata “itu ide yang bagus”. Hasrh mengambil ponesl itu “iTu ide bagus, san aku pergilah”. Roohi mengatakan “Itu ide yang bagus, kan?”. Hasrh berkata “Iya, turunlah!”.

Roohi bergegas turun kebawah dengan memegangi ponselnya, ia melakukan video call dan mengarahkan Janki ke kamera. Harsh melihatnya berkata pada Shikar “boneka ku terlihat sangat bagus, boneka ku terlihat cantik.., apakah kau tahu hari ini aku menghapus air matanya, aku sedang mengawasinya.., aku merasa sangat buruk”. Hasrh mengtakan “kenapa kau menagis lagi?”.., aku merasa tidak enak saat boneka ku menangis.., ibu ku berkata aku harus menjaganya.., lalu kenapa dia menangis?”.., berhentilah menangis, kenapa kau mennagis, boneka?”.., aku pasti akan membuat mu tertawa, aku juga akan membawa mu keluar dengan sepeda ku, ku mohon tenanglah”. Shikar mengajaknya untuk memakan pocron bersama dengannya, Hasrh menolaknya berkata “apakah kau tahu, aku sibuk, itu akan merugikan kesahatan aku tidak akan memakannya”. Hasrh melihat Janki dari video call Roohi dan Shikar bertanya “Bolehkah aku juga melihat boneka itu juga?”. Hasrh mneolaknya dan kesal, Shikar berkata “Tidak.., aku tidak akan melakukannya!”.., tidak”. Shikar tersenyum dan berfikir “Ya dewa, tolong pastikan kali ini saat Janki bertemu Harsh tidak akan terjadi masalah”.., janki tidak boleh takut padanya ataupun menangis”.., bairkan mereka berdua bahagia, dewa”.., kumohon buatlah keinginan ku ini menjadi kenyataan”.

Savita diketujtkan saat melihat beberapa orang waria “Asatagah, selamat!”.., diamankah ibu dari pengantin pria?” dan dimanakah sudara dari menantu pria?”. Dengan heran Savita bertanya-tanya “Apa?”.., Bagimana mereka semua bisa masuk kesini?”. Vanndana mengatakan pada Savita “Ibu, lalu siapakah yang bisa menghentikan mereka?”.., mereka pasti akan datang karena disini ada pernikahan”. Waria satu berkata “Kau pulang sebagai pengantin dan bahkan tidak mengundang kami!”. Mereka berkata untuk membiarkannya melihat Janki dan kemduian memberkatinya. Nenek tersenyum, Waria dua mengagatakan “Asataga, Kau sangat cantik!”..,m dai seperti Shonakshi Sinha!”.. oh tidak, mari kita akan mendengar kabar baik tentang seorang bayi , tahun ini”.., aku pasti akan banyak materi dihari ulang tahun bayi mu”. waria pertama berkata pada Savita “Kau sangatlah beruntung  kau memiliki menantu yang sangat cantik, kau akan memiliki kehidupan yang baik di masa depan!”.., ayolah berdansa dengan kami”. Savita menolaknya “Tidak tunggu!”.., biarkan saja dia mungin dia merasa aneh”.

Pimpinan Waria (Rangeeli) pun datang dan bertepuk tangan dihadpan keluarga Shasti dan tamu undangan, Mata Savita dan Vanndna terbelalak melihat kehadirannya, Vanndana berjalan pergi. Seolah tidak percaya, Savita bertanya pada waria itu “Rangeeli, itu kau!”. Rangeeli mengatakan “Iya ini aku!”.., mungkin kau telah melupakan aku, tapi aku tidak akan pernah melupakan mu”. savita ketakutan, Ranggeli mengatakan “Kau tidak menundang ku dipesta pernikahan, jadi aku datang kesini tanpa di undang, Rangeeli harus datang jika ada perayaan keluarga itu tidak akan pernah terjadi, savita”.., apakah itu benar?”.., bisakah hali itu terjadi?”.., ya?”.. “Savita, sekarang aku telah mengunjungi rumah ini selama bertahun-tahun. Apakah ada yang berfikir bahwa itu aneh?”.., “katakan pada ku?”..”Apakah mereka memilikinya?”.., “kenapa dia akan merasa aneh tentang hal itu?”.., bukankah dia juga putri kami, sama seperti kau”.., apakah kau mengerti dengan maksudnya?”. Saviata hanya menganggukan kepala, Rangeeli tertawa, ia bertepuk tangan dan kemudian berjalan pergi dari hadapan Savita dengan menyeringai, Savita ketakutan dan memandanginya.

Ram Shastri berada diruangannya, ia mendapatkan panggilan dari ayah Janki dan mengangkat poneslnya “ Ya katakan pada ku”. Ayah Janki mengatakan pada Ram “Saudara, apakah semuanya baik-baik saja?”.., aku telah menghubungi Janki sejak pagi  dan tidak bisa tersambung dengannya, apakah semuanya baik-baik saja”. Ram menyakinkan Srivastav “semuanya baik-baim saja”. Ram mentaakan “sebenarnya ritual pasca pernikahan sedang berlangsung, itulah sebabnya Janki agak sibuk”.., aku rasa Janki lupa untuk mengisi batrai ponselnya”. Srivastav berkata “Baiklah aku mengerti”. Srivastav mengatakan pada Ram “aku ingin Janki kembali kerumah untuk ritual pasca pernikahan.

Srivastav berkata pada Ram Shastri dengan sambungan ponselnya bahwa dirinya menginginkan Nithin untuk menjemput Harsh dan juga Janki ke Dharbanga. Mendengar hal itu Ram Shastri tersentak kaget berkata
sebenarnya..”. Rajesh datang bersama Vanndana menemui tuan Ram dan memberitahu bahwa sekelompok transgander  telah datang memasuki rumah mereka, mendengar hal itu tuan Ram bertambah bingung dan sambungan ponsel itu masih terhubung dengan Srivastav (Ayah Janki). Srivastav mengatakan “ Tuan, bisakah kau mendengar ku?”.., hallo”. Ram Shatri tersadar dari lamunannya dan kembali menjawab sambungan ponsel dari srivastav berkata “ Jangan kahwatir, jangan kirim Nithin kesini, aku yang akan mengirimkan Harsh dan Janki pada mu”. Kemudian tuan Ram memutus sambungan ponsel itu dan Srivastav kebingungan. Rajesh bertanya pada Ram “Siapa yang menelpon ayah?”. Ram mengatakan bahwa panggilan itu dari ayahnya Janki dan meminta untuk melupakannya. Ram bertanya “Tadi kau mengatakan tentang Transgender?”.

Vanndana mengatakan pada Ram “Rangeeli datang  bersama dengan yang lainnya”. Ram Shatri terlihat sangat kesal dan marah, ia berjalan mengambil setumpuk uang dari laci dimejanya dan menyerahkannya pada Rajseh"Ka” jagalah ini baik-baik”. Rajseh mengambilnya berkata “Iya”. Ram mengatakan “Dia tidak boleh ..”. Rajseh meyakinkan Ram Shastri (Ayahnya) berkata “ Tidak, aku sudah mengerti”. Rajseh dan Vanndana bergegas pergi. Para Transgender sedang asik menari dengan riang gembira, seorang wanita bertaanya pada temannya. Wanita 1 berkata pada wanita 2 “Apakah kau melihat hadiah mahal yang diberikan pada pengantin wanita itu?”.., “gadisi itu berasal dari keluarga yang penghasilannya mungkin kurang dari nilai mereka semua pertahun!”.., aku sangat tahu betapa berharganya orang-orang ini!”. Wanita 2 berkata pada wanita 1 “ Aku tidak bisa mendengarkan mu”. Rangeeli memainkan volume musik dan sangat kencang. Wanita 1 mengatakan pada wanita 2 “Apa lagi yang bisa ku katakan?”.., “ayahnya (sang ayah) telah menjual putrinya demi uang!”.., itu sudah sangat jelas!”. Janki tersentak kaget mendengar hal itu begitu juga dengan Savita dan juga nenek Harsh. Nenek Harsh kesal dan menghampiri wanita 1 berkata “sebelum aku mengusir mu maka pergilah kau sendiri”. Wanita 1 kesal dan bergegas berjalan pergi. Rangeeli memperhatikan wajah tegang Savita.

Savita mengatakan pada Rangeeli untuk memintanya datang dan memberkati pengantin wanita (Janki). Rangeeli mengangguk dan tersenyum, Savita meminta agar nyanyian dan musik. Rangeeli mengatakan pada Janki “Hal-hal yang tidak terlihat seperti disini..,  ada banyak rahasia dirumah ini”.., perhatikan saja punggung mu”..”perhatikan setiap kata yang kau ucapkan atau kau akan menyesalinya nanti”.., kau akan benar-benar menyesal setelah kau mengetahui kebenarannya, sayang”..”ingatlah dengan apa yang ku katakan”. Janki sangat ketakutan, Vanndana datang dan memberikan uang pada Rangeeli. Rangeeli memberkatinya berkata “semoga kau tidak pernah menarik mata jahat”.., semoga semua kekuatan jahat menarik mu sendirian!”. Rangeeli pergi dan bergitu juga Vanndana. Rangeeli mencemaskan Janki dan meliriknya. Rangeeli melihat pada kelompok transgender yang asik menari dan kemudian ia pergi.

Rajesh datang kembali menemui Ram. Ram mengatakan pada Rajseh “apa yang sebenarnya terjadi disini?”.., bagaimana dengan Rangeeli?”..”apakah Rangeeli telah pergi?”. Rajesh mengatakan pada Ram “Untuk saat ini Rangeeli telah pergi”..”Tapi mengapa Rangeeli kembali setelah bertahun-tahun?”. Ram Shastri terkejut Rajseh mengatakan pada Ram “Apa yang sebenarnya terjadi dalam pikriannya?”.., bagaimana kita akan menanganinnya dimasa depan?”. Ram mengatakan pada Rajseh”  setiap orang punya harga dan kita akan menanganinnya”. Rajesh mengatakan pada Ram “Kau benar tentang hal itu”.., maka mari kita lihat berapa harga yang harus kita bayar pada Rangeeli”. Ram mengatakan pada Rajseh “kita kan memutuskan itu nanti”.., pertama kita putuskan berapa harga yang akan Janki jual”. Rajseh bertanya “apakah Janki meminta uang?”.., untuk keluarga?”. Ram berkata “Rajseh..”. Ram Shatri bertanya pada Rajseh “Bagaimana dengan Shweta?”.., “apa yang terjadi padanya?”. Rajseh mengatakan pada Ram “Jangan kahwtairkan tentang Shweta”.., katakan saja sampai berapa lama lagi kita akan membuatnya diam?”.., tidakkah kau berfikir kau kewalahan dalam situasi / keadaan ini?”. Ram terdiam menatap Rajseh, Rajseh bertanya pada Ram “Sekarang apa yang akan kau lakukan?”..,”berapa lama lagi kita akan membuat Janki diam?”.., kita sudah punya banyak masalah dan kau telah menambah masalah baru”.

Janki berjalan menuruni anak tangga, ia terlihat ketakutan, ia bertanya-tanya dalam batinnya sendiri “apa yang harus aku lakukan?”.., “keluarga ku tidak tahu bagaimana keadaan ku, bahkan aku tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya pada mereka”.., “Jika aku memberitahu pada mereka maka ayah akan sakit dan pekerjaan suami Nisha akan terancam karena aku”.., “apa yang bisa aku lakukan?”.., “aku juga tidak bisa menjalani hidup ini”..,”Tidak..tidak”.., “aku.., entah bagiamana aku harus bertemu dengan ayah dan berbicara dengannya”.., “Ya dewa, bagimana aku akan melakukan semua ini?”.., “kau harus membimbing ku. Tolong biarkan aku bertemu dengan ayah ku sekali saja”.

Rajseh mengatakan pada Ram Shatri “ sekarang katakan bagaimana kita akan mengirimkan Hasrh dan Janki bersama ke Dharbhanga untuk ritual pulang?”. Saat itu Janki mendengar pembicaraan Ram dan Rajseh dan terkejut. Ram mengatakan pada Rajseh  “Kau tahu saat kau datang untuk meberitahu ku tentang Rangeeli saat itu aku sedang berbicara dengan ayahnya Janki. Ayah Janki mengatakan pada ku akan mengirimkan Nithin kesini”.

Ram mengatakan pada Rajseh “Aku hanya berkata jangan repot-repot untuk mengirimkan siapapun, kami yang akan mengirimkan Harsh dan Janki kesana”. Janki berjalan dan mendekkat untuk mendengar pembicaraan mereka. Harsh bertanya pada Ram “sekarang apa?” .., bagaimana kita bisa mengirimkan mereka?”. Ram mengatakan pada Rajseh “aku tidak akan mengirimkan siapa pun, aku harus mengatakan hal itu untuk menghincari masalah, jadi dia (Srivastav) tidak akan meragukan kita, kemudian besok kita akan membuat beberapa alasan dan mengakhiri masalah ini “. Janki tersentak kaget saat itu, Ram berkata pada Rajseh “aku akan memsatikan tidak akan ada ritual pulang, Janki tidak boleh meninggalkan rumah ini dalam keadaan apapun, tidak peduli dengan apa yang terjadi”. Janki ketakutan dan menjatuhkan vas bunga, Ram dan Rajseh terkejut saat itu, mereka keluar dan menemukan Janki menangis menatap Ram dan Rajseh. Ram menatap Janki dan tajam. Janki di hadapakan pada semua anggota keluarga Shastri.

Ram Shastri bertanya pada Janki “apakah kau sedang menguping pembicaraan ku”.., apakah kau sedang memata-matai ku?”.., aku kira kau tidak tahu bahwa ini adalah rumah ku!”.., bukan rumah mu!”.., tapi tidak ada yang terjadi disini tanpa seizing ku”. Nenek Harsh mencemaskan Janki, Janki meminta maaf pada Ram “Maafkan aku pak”.., aku menyesal”.., tolonglah aku hanya ingin pulang, aku ingin bertemu dengan ayah ku bukankah aku sudah mengatakan hal itu sejak lama bahwa kau harus membiarkan aku pulang”. Ram mengatakan “dengarkan aku, Dia (Janki) tidak akan pernah meninggalkan rumah ini.., Janki tidak akan pergi kemana pun tanpa izin ku”. Janki menangis memohon pada Ram Shastri “Pak tolonglah.., izinkan aku pulang!”.., aku mohon pada mu biarkan aku pulang!”. Ram Shastri marah pada Janki mengatakan pada Janki “aku tidak terbisa untuk mengulangi diri ku sendiri”. Ram meminta pada Vanndana untuk membawa Janki pergi dan mengunci pintu kamarnya”. Janki menolaknya “apa yang sudah kaulakukan pak, aku hanya ingin pulang”. Janki berkata “Aku hanya ingin..”.  Ram memanggil Vanndana dan Vanndana membawa Janki pergi. Shikar mencoba untuk mencegahnya “Janki, ayah dia..”.

Ram berteriak lantang untuk menghentikan Shikar. Shikar terkejut, namun Harsh melihat saat Vanndana membawa Janki menaiki anak tangga dari balkon dan Harsh melemparkan sebuah benda dan mengenai Janki. Harsh pergi dan merasa bersalah. Jankikesakitan dan memegangi kepalanya, ia berfikir “aku fikir tuan Hasrh tidak seperti itu, tapi kurasa Harsh juga akan sama seperti keluarganya”. Vanndana menarik Janki dengan paksa kekamarnya. Janki mengatakan “Lepaskan aku, Vanndana”. Janki terjatuh dan berkata pada Vanndana “Apa yang kau lakukan, biarkan aku pergi”. Vanndnaa terus memaksanya untuk kemar “Tidak”. Janki meminta pada Vanndana untuk melepaskannya namun Vanndana menolaknya dan dengan erat memegangi tangan Janki dan berkata pada Janki”Kau tidak akan dibiarkan begitu mudah”. Janki tetap memohon dan meminta tolong pada Vanndana namun dengan kasar mendorong Janki kemarnya dan mengunci pintu.

 

  Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY

MADE TITIS MAERANI, SPd

 

DANGAL TV CHENNEL

 

Episode Lengkap Prem Bandhan – 19

 

Ram Shastri memerintahkan Vandana untuk mengunci Janki di Kamar karena kesalahannya menguping pembicaraan antara dirinya dengan putranya Rajseh,  Vanndana  melakukan hal yang telah diperintahkan olehnya dan mengunci Janki di kamarnya. Shikhar meninggikan suaranya melawan Janki, tapi Ram Shastri bersikeras pada tipuannya. Harsh mengetahuinya dan kemudian melepaskan Janki. Janki memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri dari sana rumah keluarga Shastri.

 

 

Janki meminta pada Vanndana untuk melepaskannya dan membiarkannya pergi. Janki terjatuh mengatakan pada Vanndana  “apa yang sudah kau lakukan, lepaskan aku.., biarkan aku pergi”. Vanndana mengatakan “berhentilah untuk mengatakan Vanndana!”.., kau tidak akan mendengarkan dengan mudah”. Janki memohon dan meminta tolong pada Vanndana namun Vanndana mendorong Janki dan menguncinya dikamar.

Janki meminta agar Vanndana mau membukakan pintu, namun itu sia-sia. Janki meminta pada Vanndana “Tolong bukakan pintunya”.., Aku..”. janki menangis dan putus asa. Shikar kesal berkata pada Ram Shastri (Ayahnya) “Ayah, ayolah!”.., ini salah”.., Janki adalah menantu perempuan mu dan itu salah untuk menguncinya”.., ayah, itu tidak benar”. Ram Shastri bertanya pada Shikar “sekarang maukah kau memberitahu pada ku apa yang benar dan salah?”.., Janki tidak akan meninggalkan kamarnya tanpa izin ku, apa kau mengerti?”. Shikar bertanya pada Ram “Apa yang Janki lakukan salah, sehingga Janki harus di hukum?”.

Vanndna datang berkata “salah, alih-alih menjadi menantu perempuan kami, Janki telah berubah menjadi mata-mata dan itulah yang salah!”.., Ayah dan juga Rajseh menghawatirkan ritual pulang!”.., Janki telah menguping pembicaraan mereka”.., Janki mencoba untuk mempelajari rahasia dari keluarga ini dan itulah yang salah”. Shikar meminta pada nenek Harsh berkata “Nenek tolonglah bicara dengan ayah!”.., mengapa ayah bisa melakukan hal ini?”.., “Jika memang Janki ingin bertemu dengan keluarganya, apa salahnya?”.

Savita melirik Ram (suaminya). Shikar berkata pada neneknya “Tolong bicaralah padanya, ini semua tidaklah benar, nenek!”. Sementara itu di kamar, Janki memohon dan menangis “Tolong bukakan pintunya, Jangan lakukan ini pada ku”.., “aku ingin pulang kerumah ku”. Mereka semua (keluarga Shstri) mendengar saat Janki mengatakan “Tolong, aku ingin pulang kerumah ayah ku”. Janki menangis sedih dan tak berdaya atas perlakuan kejam Ram (Ayah mertuanya).

Mendengar permohonan dan ketidakberdayaan Janki, Nenek berkata pada Ram Shastri “apa yang dikatakan Shikar benar, Rama”..”Janki adalah menantu dirumah keluarga kita, dia bukanlah penjahat yang harus dihukum”.., jangan terlalu menyushkan anak yang tidak bersalah, jangan memenjarakannya”. Savita setuju dan berkata pada suaminya (Ram Shastri) “Permisi, ibu benar, biarkan Janki keluar”. Ram mengatakan pada Savita “Jangan berbicara omong kosong”.., aku tahu dengan apa yang ku lakukan dan mengapa jadi tolong kau jangan ikut campur”.

Nenek mengatakan pada Ram Shastri “Katakan apa saja yang kau mau, Rama”.., aku tidak akan membiarkan Janki tinggal di dalam.., aku akan membiarkannya keluar”. Saat nenek Harsh akan pergi, tuan Ram mengehntikannya “Tunggu, bu”. Wajah nenek dan semua orang menjadi tegang, smeentara itu Janki hanya bisa menangis sedih dan berjongkok di depan pintu kamar yang terkunci.

Ram Shastri berkata “Baiklah, apakah kalian semua menginginkan agar aku melepaskannya?”.., aku akan membukakan pintu, tapi kau harus tahu konsekunsi dari melakukannya”.

Semua hanya terdiam, Ram mengatakan "setelah terbuka maka Janki akan keluar dan memberitahu pada semua orang tentang Harsh dan semua orang akan tahu bahwa Harsh sebenarnya gila”.., kemudian media akan mencongkel prestise kita sebagai burung nazar, kita tidak punya posisi yang bagus untuk menghadapai siapapun”. Nenek, Savita dan yang lainnya ketakutan. Ram bertanya “apakah itu yang memang kalian inginkan?”. Vanndnaa menjawab “Tidak”. Ram bertanya pada Shikar “apakah memang itu yang kau inginkan?”.., putra ku inilah jalan dunia(takdir).., “Jika kita tidak melindungi diri kita sendiri orang lain akan datang dan melahap kita”

Ram mengatakan pada nenek Harsh (ibunya) “ Bukankah kau ingin Harsh menjadi lebih baik, kan?”.., Harsh harus kembali normal, kan?”.., “Jika Janki meninggalkan rumah ini maka Harsh tidak akan pernah menjadi pulih.., dan bukan hanya Harsh bahkan bisnis kami ayah, anak dan juga cucu mu.., yang telah Hasrh bangun dengan penuh kasih dan dibawa pada posisi ini akan dihancurkan dalam waktu singkat”.., kita semua akan menjadi miskin, tidak aka nada harapan untuk pemulihan Harsh, apakah itu semua yang kalian inginkan?”.. apakah kalian tetap menginginkan aku membukakan pintu?”.., dan membiarkan kehormatan keluarga ini dan prestise Harsh menjadi Hancur?”. Nenek dan Savita terdiam, Rajseh tersenyum puas.

Ram mengatakan pada Vanndana untuk membukakan pintu kamar Janki. Dan ketika Vanndana menolaknya Ram tetap memintanya untuk membukanya. Janki menangis dan terus mengetuk pintu yang terkunci dari dalam.

Nithin membukakan pintu, saat itu Krishu suami Nisha datang. Krishu berkata pada Nithin “Bagaimana  kabar mu, adik (saudara ipar)?”. Mereka berdua berpelukan, Nithin mempersilahkan Krsihu untuk masuk kedalam rumah. Srivastav memanggil Nisha dan saat itu Krshu meminta berkat pada Asha dan juga Srivastav. Srivastav memeprsilahkan pada Krsishu untuk duduk. Asha mengatakan pada Krshu “ aku senang kau datang kesini.., aku bertanya-tanya kapan kau akan tiba, aku benar-benar khawatir, Nisha telah menghabsikan begitu banyak waktu dirumah dan kau tidak datang untuknya”. Nithin bertanya “kenapa?”.., apakah dia sudah menganggunya?”. Nisha membela suaminya berkata  pada Nithin “Ibu.., Krsihu tidak menganggur seperti diri mu”.., dia kepala departemennya dan dia punya banyak hal yang harus dilakukan makanya dia datang telat, itu benar kan, Khris?”. Khrishu mengangguk dan berkata “Ya”, Nithin mengatakan “ itu semua berkat Harsh.., menjadi kepala departamen dan bergaya seperti bos, benarkan, Nisha?”. Asha kesal meminta pada Nithin untuk diam. Nithin mengatakan pada Asha “Ibu, aku hanyalah bercanda”. Krishu bertanya “Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Janki?”.., apakah semuanya baik-baik saja disana?”. Srivastav mengatakan “Ya, semaunya baik-baik saja”…, Janki akan datang besok untuk ritual pulang”. Nisha bertanya pada Srivastav “apakah maksud mu Harsh juga akan datang?”. Srivastav tertunduk, Nisha mengatakan prihal lebih jelas pada ayahnya (Srivastav) “Maksudku,  kami tidak banyak melihat Harsh di pesta pernikahan, aku pikir, Harsh tidak akan datang untuk melakukan ritual pulang atau kau menemukan bahwa Harash juga akan melakukannya dilaptop.., ayo Janki Ritual pulang telah selesai”. Krishu tertawa, dan Nithin memperhatikannya.

Nisha mengatakan “Bisakah sekarang kita pergi, Khrisu?”.., kita sudah terlamabat”. Krishu mengatakan pada Nisha “Nisha, dengarkan”.., ku pikir hari ini aku akan tinggal disini, aku akan pergi setelah aku bertemu dengan Harsh besok”. Nisha menolaknya “Tidak”. Asha meneggur putrinya “Nisha”. Nisha mengatakan pada Asha “sekarang aku sudah terbiasa tidur di kamar Ac, kau harus mengerti”. Nisha mengatakan pada Krishu “Bisakah sekarang kita pergi?”. Krishu tersenyum dan berkata pada Nisha “Ayo” dan kemudian ia pergi dari rumah mertuanya  bersama Nisha. Nisha mengatakan pada Srivasatav saat Nithun, Asha dan Krishu bersama “Ayah, mereka tidak akan mendengarkan aku.., ku kira mungkin kau akan mengerti””.., ayah aku sangat yakin Janki tidak akan pulang kerumah untuk ritual pulang..,  keluarga Shatri sangatlah licik, ayah”.., sejak pernikahan Janki tidak berbicara sama sekali di telepon dan jika Janki tidak bisa menelpon mu bagaimana Janki bisa kembali kerumah untuk melakukan ritual?”.., “Mari kita lihat, apakah besok Janki akan segera datang”.., bisakah kita pergi?”. Mendengar ucapan Nisha, Srivastav terdiam.

Nenek datang kekamar Harsh. Harsh berkata “Nenek”. Nenek mengatakan pada Harsh “Iya cucu ku”. Harsh bertanya pada neneknya “mengapa boneka ku dikunci?”. Nenek mengatakan “Kita harus melakukannya.., terkadang kita melakukan bebrapa hal tanpa keinginan, bukankah jika dia (Janki) pergi kau tidak akan bahagia?”.., tidakkah kau akan merasa terluka?”.., itulah sebabnya dia dikurung”.., tunggu dan lihatlah dia (Janki) akan datang untuk menemui mu”. Harsh mengatakan “Tapi dia terluka”.., dia passti takut”. Nenek mengatakan “Tidak cucu ku, boneka mu sangat kuat”.., dia bisa mentolerir segalanya, dia akan membuka pintu dan juga keluar”.., pergilah tidur sekarang”.

Hasrh meminta pada nenek untuk menceritakannya sebuah cerita. Malam telah larut,  nenek menemani Harsh tidur. Hasrh terbangun dari tidurnya dan menatap neneknya yang telah tertidur pulas dan kemudian ia mengambil tusuk rambut neneknya. Harsh berfikir saat itu, kilas balik ditampilkan saat Shikar terkunci dan kemudian meminta agar Harsh membukakan pintu untuknya dan saat itu Harsh punya ide ketika Harsh membukanya maka ia akan membuatkannya video game besok dan akan memebrikannya empat slide dengan warna yang berbeda. Hasrh saat itu berkata tentang Video game itu dan meminta agar Shikar memberikannya hari itu juga, namun Shikar menjanjikan bahwa ia akan memberikannya besok, namun hars menolak bahwa Shikar pembohong. Harsh berkata bahwa ia harus menunjukkan bagaimana slime akan bergerak dan meminta agar Shikar mau melihatnya, Harsh mulai bergulingan di lantai.

Shikar meminta agar Harsh mengeluarkannya dan dia akan ikut berguling bersama dengannya. Dan Shikar meminta agar Harsh tidak berguling dan memintanya untuk menunggunya dan meminta agar harsh kembali. Kemudian Roohi datang melewati kamar Shikar dan meminta agar Roohi mau membukakannya pintu dan saat itu Roohi bertanya “Apakah Harsh yang telah mengunci mu?” dan Shikar mengatakan “Iya”. Shikar mengatakan pada Roohi bahwa Harsh sangat nakal. Roohi memintanya untuk memberikannya kunci namun Shikar mengatakan pada Roohi “Bagaimana aku tahu tentang kuncinya?”.., “Mungkin Harsh telah melemparnya”. Shikar meminta Roohi untuk membukanya, tanpa mereka sadari Hasrh kembali dan berdiri di belakang Roohi. Roohi tersnyum saat mengambil tusuk rambutnya dan kemudian ia membukakan gembok dengan tusuk rambut itu. Hasrh saat itu terkejut. Roohi berhasil membuka pintu “sudah selesai dilakukan dengan baik”. Harsh terkejut “Wah!”. Hasrh berjingkrak senang dan bertanya pada Roohi “Bagimana kau bisa melakukannya?”.., tunjukkan pada ku bagaimana caranya?”. Shikar mengatakan hal yang sama dan meminta pada Roohi untuk menunjukkan bagaimana caranya. Roohi mengatakan pada mereka “Maukah kau belajar?”. Shikar mengatakan “Tentu saja”. Kemudian mereka bertiga masuk kekamar dan Roohi meyakinkan “Biarkan aku menunjukkan pada mu”. Kilas balik berakhir. Hasrh tersenyum saat itu dan kemudian berterima kasih pada neneknya.

Hasth keluar dari kamarnya “aku akan membukakan pintu”. Hasrh bersembunyi saat Ram berteriak kencang untuk tidak melakukan apa-apa dan saat itu harsh bersembunyi di balik pilar. Ram mengatakan di telepon “hanya karena anak ku telah menikah kau tidak bisa melakukan sesuaka mu”.., “kami akan segera membicarakan tentang pembayarannya sudah 30 hari”. Ram curgia jika dibalik pilar itu ada sesorang dan ia memeriksanya, Hash ketakutan “Ya dewa tolonglah aku, ayah tidak boleh melihat ku!”. Seorang wanita memanggil Ram, Ram berteriak berkata bahwa ia akan datang. Ram berjalan pergi.

Janki yang terkunci di dalam kamar meratapi nasib malangnya “Dewa, bagaimana aku bisa hidup seperti ini?”.., aku tidak akan pernah bisa keluar dari kamar yang terkunci ini!”.., apakah aku akan menemukan cara untuk keluar dari sini”.., tolong bantu aku, dewa!”. Hasrh sampai didepan pintu kamar dan mengintip dari balik kaca. Janki terkerjut saat mendapatkan ketukan pintu Harsh  yang saat itu berdiri di luar, Janki mengucap air matanya bertanya “Siapa itu?”. Diluar Harsh melihat keadaan disekelilingnya. Janki dan Harsh saling terkejut saat itu. Janki kesal dan bertanya pada Hasrh dengan marah “kenapa kau datang kesini?”. Hasrsh mengatakan “Aku..”. janki berkata pada Harsh “aku bilang pergilah, aku tidak ingin berbicara dengan mu”. hasrh mengatakan pada Janki “aku ingin berbicara dengan mu”. janki mengatakan “Silahkan pergi saja”. Hasrh menuliskan selembar surat dikertas yang ia bawa dan meyelipkannya di bawah pintu. Janki mengambil kertas itu dan bertanya-tanya “apa maksud semua ini?”.., aku hanya tidak mengerti”. Hasrh mengatakan “Boneka (Gudia) , bisakah kau memainkan permainan ini bersama dengan ku?”.., “jika kau menang aku akan membukakan pintu ini untuk mu”. janki bertanya pada Harsh “apakah kau akan benar-benar membukakan pintu?”. Hasrh meyakinkan Janki “aku akan membukanya”. Janki mencoba mencari pulpen dan meminta agar Harsh menunggu sebentar. janki menuliskan 0 ditengah-tengah garis dan menaruhnya kembali di bawah celah pintu. Hasrh memberikan tanda x pada lembaran kertas, mereka saling bermain dan Harsh berfikir “Jika aku harus membukanya maka boneka ku akan menang”. Hash memberikan Janki peluang untuk menang dengan menuliskan 0 pada bagian permainan, Janki menggarisi semua x dan Harsh sangat senang. Hasrh mengtakan pada Janki “Kau menang!” dan kemudian Harsh membukakan gembok dengan tusuk rambut milik nenek, Janki terjatuh saat Harsh semangat membuka pintu. Harsh meminta maaf pada Janki. Hasrh segera menutup pintu dan saat Harsh akan mendekatinya, Janki memintanya untuk menjauhinya. Harsh mengatakan “aku tidak marah, aku datang untuk menyelamatkan mu”. Janki kesakitan memegangi siku tangannya dan hasrh meminta untuk melihatnya dan meyakijakan Janki bahwa dia tidak akan melakukan apa-apa, namun Janki tetap memintanya untuk menjauhinya. Hasrh mencemaskannya dan berkata bahwa Janki telah terluka, Janki meminta agar Harsh segera pergi. Hasrh mengatakan pada Janki “Ayah akan datang, aku tidak melakukan ini dengan sengaja, bolehkah aku..”. janki berteriak pada Harsh dan memintanya untuk pergi. Hasrh ketakutan, ia berkata “aku akan membawakan kotak pertolongan pertama”. Hasrh bergegas pergi, Janki menangis dan sesat kemudian ia melihat pintu telah terbuka.

Vanndana bertanya pada Savita “Ibu, mengapa kita harus membuka pintu?”. “biarkan saja Janki tinggal disana selama beberapa hari lagi”.., janki pasti akan sadar”.., “Ibu, dengarkan aku gadis itu terlalu licik, jika kau membukakan pintu untuknya kerena kashihan, Janki mungkin akan mendorong mu dan melarikan diri”. Savita mengatakan pada Vanndana “Jangan bicara omong kosong, mengerti?”.., “Janki tidak seperti itu”.., “selain itu kita tidak bisa mengurungnya terlalu lama, hukuman sebanyak itu sudah cukup untuknya, ini akan menjelaskan kepadanya bahwa Janki tidak bisa pergi kemanapun tanpa izin kami”.., “Janki tidak boleh membuat kesalahan lagi”. Vanndana merasa keberatan dan tidak setuju berkata pada Savita “Tapi ibu, dengarkanlah aku..”.

Savita dan Vanndana telah sampai dikamar Janki, mereka terkejut saat melihat gembok pintu telah terbuka, mereka masuk kedalam kamar dan mencar Janki. Vanndana mengatakan Savita bahwa Janki telah melarikan diri”.., bu, sudah ku katakan dia tidak bersalah, Janki sangat licik!”.., lihatlah sekarang apa, Janki telah melarikan diri”..”lalu apa yang akan kita katakan pada ayah?”. Ram datang dan bertanya pada Vanndna “ada apa, kenapa kau berteriak?”.., apa yang terjadi?”. Ram melihat sekeliling dan bertanya “diamakah Janki?”. Ram marah dan bertanya “Diamanakah Janki?”. Vanndana mengatakan pada Ram “Ayah, sebenarnya..” janki telah kabur”. Semua keluarga Shastri terkejut, Ram bertanya “apa?”. Vanndana mengatakabn “Iya, tapi itu semua bukan kesalahan kami, pintunya sudah terbuka, aku tidak tahu bagaimana Janki bisa melarikan diri”.., Janki akan menghancurkan keluarga kita!”.., “Janki pasti akan menghancurkan kita!”. Vanndnaa berkata pada Ram “Ayah lakukanlah sesuatu!”. Ram berusaha menenangkan dirinya berkata “Janki tidak akan bisa melakukan apa-apa, aku yang telah membuat kesalahan dengan menguncinya, tetapi Janki telah membuat kesalahan besar dengan melarikan diri dari sini.., ini akan berakhir sangat buruk”. Ram bertanya pada semua anggota keluarganya “Siapa yang sudah membukakan pintunya?”. Nenek Harsh mengatakan “Yang pasti ada salah satu diantara anggota keluarga yang melakukan itu?”. Shikar datang dan Roohi berbisik padanya untuk memberitahu bahwa Janki telah melarikan diri. Shikar terkejut, Ram menatap tajam dan mencrigai Shikar, Ram mengatakan “aku kira orang yang telah berempati dengannya bisa melakukannya”. Diluar Harsh mendengar. Ram mentakan dugaannya “atau itu bisa yang lainnya”. Ram melihat Harsh berdiri diluar dan menyapanya “Harsh, putra ku”.., “masuklah”.

 Hasrh masuk kekamar itu, Ram berkata pada Harsh “siapa yang sudah membukakan Janki pintu?”. Hasrh menghelak berkata “Aku tidak tahu, bagaimana aku bisa tahu?”. Hasrh berjalan dan bersembunyi dibelakang neneknya, Ram berkata pada Harsh “Jika kau berbohong maka dewa akan menghukum mu”. hasrh bertanya pada Ram “Apakah aku akan dihukum?”. Ram meyakinkan Hasrh “Tidak”. Ram berkata pada Harsh “katakan pada ku”.

Ram  mengatakan pada nenek “siapa  yang telah membukakan Janki pintu?”. Hasrh mengakuinya dan tertunduk “Iya”. Ram bertanya pada Harsh “Bagaimana kau membuka pintunya?”. Harsh menunjukkan cara itu pada Ram dan seluruh anggota keluarganya dengan mengambil tusuk rambut nenek, Harsh berkata “aku melakukannya, dan kemudian pintu terbuka”. Ran sangat kesal dan mencoba mengendalikan amarahnya pada Harsh, Ram berkata pada Harsh dan menaikkan nada bicaranya “Apkah kau menyadari denga apa yang sudah kau lakukan?”.., apakah itu ide mu?”. Harsh terkejut, ia ketakutan berlari keluar”. Ram sangat kesal, Rajseh mengatakan pada Ram “Ayah, biarkan saja Harsh pergi.., kau hentikan saja Janki”.., “Jika Janki berhasil keluar dan memberitahu sesorang tentang hal ini, maka permainan ini akan selesai…, “rahasia kita akan terungkap.., mrai kita hentikan Janki dulu”.., birakan aku yang akan melihat dimana Janki berada”. Rajseh bergegas pergi.

Diterminal, Janki mengatakan pada penjaga loket “Pak kau telah mengatakan bus ke Darbhanga akan datang pagi, tapi kenpa bus itu sampai sekarang belum juga ada disini?”. Penjaga loket mengatakan pada Janki  bahwa ada kecelakaan truk di jalan sehinggan jalan diblokir dan bus akan membutuhkan waktu untuk bisa datang keterminal. Janki bertanya pada penjaga loket “Bolehkah aku menelpon dari psawat telepon mu.., ini sangat mendesak, tolong aku!”. Penjaga tiket mengatakan pada janki “Ya, silahkan”. Janki segera menyambungkan telepon itu pada keluarganya.

Dirumah Srivastav, Asha bertanya pada  Nithin “Apa yang kau lakukan?”.., “Harsh akan datang.., aku harus menyiapkan semuanya.., perbaikilah itu dengan cepat.., biarkan aku memanggil ayah mu”. Tuan Srivastav datang dan Asha berkata padanya “ Dengarkan sayang ku.., Nithin tidak akan pernah mendengarkan ku”. Srivastav berkata pada Ahsa “ Kau pergilah dan periksalah pakian yang telah ku dapatkan”. Asha berkata “Iya aku akan melakukannya”. Ponsel Nithin bordering, ia mengetik pesan WA pada Nisha dan mengejeknya “Ibu tidak mempersiapkan begitu banyak untuk kesayangan mu Krishu”. Nithin tertawa dan tidak mendengar saat ayahnya memanggilnya. Srivastav berkata pada Nithin “Dasar pemalas!”.., bisakah kau berhenti untuk menghentikan mengirim pesan?”.

Ponsel Srivastav berdering, ia mengangkatnya dan saat itu Janki berhasil untuk menghubungi nomor ponsel ayahnya. Diterminal Janki berkata pada sambungan teleponnya pada Srivastav “ Halo ayah, ini aku Janki”..,”ayah kau benar, seharusnya aku tidak menikah dengannya.., aku sangat terjebak, orang-orang itu telah menahanku”..,ayah selamatkan aku!”. Sambungan teleponnya terganggu sehinggan Srivastav tidak jelas mendengar apa yang telah Janki katakan pada dirinya, Srivastav memnita pada Janki agar berbicara lebih keras kerena tidak bisa mendengar, namun Janki berkata bahwa dia masih bisa mendengarkan suara ayahnya di telepon.  Bebrapa orang utusah keluarga Shastri datang untuk mencari keberadaan Janki, seorang utusan pria bersama dengan anak buahnya bertanya pada setiap orang diterminal dengan menunjukkan foto diponselnya “Apakah kau melihatnya?”. Mendengar hal itu Janki menyadari bahwa beberapa pria itu telah diutus untuk mencarinya, Janki menutup sambungan telepon dan bergegas pergi ketempat yang aman.  

Srivastav memberikan ponselnya pada Nithin “Ini sudah terputus”. Nithin mengatakan pada Srivastav “ Biarkan aku memerikasa ID penelpon yang menelpon”. Nithin menghubungi nomor telepon pria penjaga loket, dan nomor itu tersambung. Tuan penjaga loket mengangkatnya, Nithin mengatakan pada penjaga tiket bahwa ia telah mendapatkan panggilan dari nomornya dan bertanya apakah itu adalah dia yang telah menghubunginya. Penjaga loket mengatakan bahwa nomor telepon itu adalah nomornya  dan yang menelponnya sudah pergi. Saat itu Janki mendengarnya, ia berhenti sejenak dan disisi lain bebrapa utusan keluarga Shastri yang masih mencari keberadaan Janki dengan menunjukkan foto Janki pada setiap orang yang dilewatinya. Penjaga tiket berkata pada Nithin bahwa ada seorang gadis yang telah menghubunginya dan kemudian gadis itu memutuskan sambungan teleponnya.

Nithin berkata pada srivastav bahwa itu sambungan yang sangat buruk. Srivastav mengatakan pada Nithin “ biarkan aku yang akan menghubunginya. Suara Asha berkata “Kenapa apa kau telah mendapatkan gangguan?”.., “penelpon akan kembali jika dia mau kembali menghubungi mu”.., “Janki dan Harsh akan pulang setelah pernikahan, ayolah persiapkan diri untuk ritual pulang, semuanya harus terlihat luar biasa.., kita akan mempersiapkan samosa panas.., lengan ku patah yang menghalangi ku untuk melakukannya.

Diterminal, Janki berusaha untuk menjauhkan diri dari bebrapa orang utusan keluarga Shastri yang masih mencari keberadaannya, dan saat itu Janki di kejutkan suara seorang pria yang saat itu membanggil dirinya, Janki ketakutan dan ia melihat sekeliling

Comments