PENULIS NASKAH DAN INTERPETASISINOPSIS BYMADE TITIS MAERANI, SPdDANGAL TV CHENNEL
Prem Bandhan Episode - 02
Janaki bertabrakan dengan mobil boss Harsh-nya dan dia terluka, namun Harsh-nya tidak memperhatikannya, Bahkan pacar Janki dan rekannya Ashok tidak memperhatikan Janaki dan memfokuskan semua perhatiannya pada pekerjaannya untuk promosi, Di sisi lain, mertua Nisha yang rakus tidak senang dengan pengaturan murah mereka dan memutuskan untuk memutuskan hubungan Nisha. Akankah Janaki menangani situasi ini? Untuk mengetahui lebih lanjut, Tonton episode penuh "Prem Bandhan"Saat Janki berjalan kaki, ia hanya fokus pada poselnya lalu Mobil Harsh menabraknya, Harsh turun dan membadamkan api dimobilnya dengan melepas jasnya, Rajesh Shastri turun dan membawanya kembali masuk, dua orang staff perempuan datang untuk membantu Janki. Janki memagangi kepalanya dan ia duduk tidak sadarkan diri. Teman Janki ( Pallevi) bertanya “Janki apakah kau baik-baik saja?”. Janki memegangi kepalanya dan temannya bertanya “apakah kau .., apakah kau bisa mendengar aku?”. Janki mengingat saat Harsh keluar dari mobilnya dan bertanya-tanya “mengapa tuan Harsh bersikap begitu aneh?”. Temannya memberikannya minum, Janki mengatakan “tidak, Pallevi.., diamanakah Ashok?”. Pallevi mengatakan “Dia (ashok) sedang berbicara dengan manger dari Patna, kau tahu seperi apakah dia, dia tidak mempedulikan apapun selain pekerjaannya, biarkan aku pergi dan memberitahu Tuan Ashok bahwa kau terluka, jagalah diri mu.., aku akan segera kembali”.
Manager mengatakan pada Ashok “semua laporan harus diperikas hari ini”. Ashok mengatakan “baiklah pak”..,”seluruh adeganb dengan kecelakaan itu semua belum selesai, ini pasti akan membuat kesan yang sangat buruk untuk tuan”. Pallevi datang “permisi tuan .., pak Janki terluka parah, bisakah kau pergi untuk melihatnya?”. Ashok seolah tidak peduli dan brtanya “pak apakah sebelumnya kau pernah bertemu?”.., pak ini Pallevi dia anggota tim kami”. Syham memperkenlakan dirinya pada Pallevi, Pallevi ragu untuk menjawab tangannya namun Ashok mengisyaratkan agar Pallevi mau melakukannya, Pallevi menjabat tangannya dan Syham tersenyum menatapnya dan mengelitiki telapak tangan Pallevi, Pallevi menghempaskan tangannya dan memejamkan matanya. Syham mencoba untuk menahan kekecewannya, dan berkata “Mari kita pergi dan melihat gadis itu”.
Syham mengatakan “Pallevi bisa memberikan ku kunjungan kantor ”. Ashok mengatakan pada Pallevi “Tunjukan sekitar kantor ini”.., “pak aku akan segera kembali”. Syham pergi bersama dengan Pallevi sementara itu Ashok datang menemui Janki berkata “Janki ayolah”. Janki mengatakan pada Ashok “Aku terluka”. Ashok mengatakan “baiklah, sekarang dengarkanlah aku, tuan Harsh pergi tanpa memeriksa rekeningnya sekarang tuan Shyam akan memeriksanya dan sekarang kau masuklah kedalam”. Janki mengatakan “Ashok, apa yang sedang kau katakana?”.., aku sedang terluka dan aku ingin pulang.., aku juga harus mempersiapkan pernikahan Nisha”. Ashok tidak memperulikannya dan berkata pada Janki “Bisakah kau untuk tidak terlalu terobsesi pada keluarga mu, apakah kau akan hadir atau tidak Nisha akan tetap menikah dan promosi ku yang akan tertunda, dan kau silahkan tetap ikut”. Ashok mengatakan “ayolah, dan simpanlah itu”.., aku akan menunggu mu jadi silahkan untuk segera tetap datang!”. Ashok pergi meninggalkan Janki dan Janki bertanya-tanya atas sikap Ashok “Sungguh pria yang aneh, dia terlalu fokus untuk terlibat dalam pekerjaannya!”.., dia sampai melupakan semua tentang cedar ku”.
Keluarga mempelai laki-laki datang dengan kehgerahan dirumah Nisha. Ayah dan Nitin menyambutnya “Selamat datang tuan Mishra!”..,”aku berharap kau tidak ksulitan untuk menemukan tempat ini”. Mishra mengatakan pada Ayah Janki “Bahkan aku masih belum meberitahukan permasalahannya, kau mengirimkan mobil tanpa ac dalam keadaan panas terik, saiapakah yang melakukannya?”.., lihatlah semua orang ini, mereka bermandikan keringat!”..”Riasan wanita dan penampilan pengantin pria menjadi rusak”.
Ayah Janki berkata “kami memang sudah mengirimkan mobil berac tapi..”. tuan Mishra mentertawakannya dan berkata “Tapi penyedia penyewa mobil menyediakan mobil tanpa Ac”. Ayah janki mengatakan “Silahkan masu, ayo masuklah”. Ayah Janki meminta pada Nitin untuk menyalakan pendingin ruangan”. Ibu tiri Janki datang dan menyambut kedatangan mereka berkata “Ayo silahkan masuk, kalian tepat waktu!”.., kami akan memulai pemujaan Satyanarayan”. Ibu calon pengantin pria mengatakan “Putra ku, mintalah restu dari ayah dan juga ibu mertua mu”. Calon pengantin pria meminta berkah.
Calon penganten pria bertanya pada Ayah Janki “ayah apakah kau tidak melihat keadan ku saat ini?”.., aku punya sebuah permintaan bisakah kau berikan setidaknya untuk menyewakan mobil berac untuk kami mkembali pulang?”..”Kalau tidak kami juga bisa melakukannya”. Ayah Janki mengatakan “Tidak-tidak.., mari kami akan menanganinya, silahkan masuk”.., silahkan masuk”. Mereka masuk kedalam, Tuan Mishra mengibaskan tangannya kerena kegerahan, Bibi dari calon mempelai pria mengatakan “Kau bilang mertua dari putra mu tinggal dirumah yang besar, tapi ini sepertinya rumah yang sangat kecil!”..,”Ada berapa banyak ruangan yang ada disana”. Ibu dari pengantin pria menjawab “hanya ada dua”. Bibi terkejut “Apa itu, semuanya hanya ada dua kamar?”. Bibi mengatakan pada calon pengantin pria “Putra ku, saat rumahnya kecil, maka keluarganya juga kecil.., pasangan dan dua anak mereka!”. Ayah dan ibu tiri Janki mendengar semua olok-olok itu”. Tuan Mishra mengatakan “Mohon untuk tidak kebertan, rumah mu sangatlah adil.., tepat dibagian dalam dengan sudut yang kecil”. Bibi berkata “Rumah murah biasanaya, disudut-sudut interior”.
Ibu tiri Janki kesal dan meminta pada Nitin untuk mengambilkan air tambang, Nitin mengatakan pada Ibunya “Ibu itu air mineral, bukan air tambang”. Ibu mengatakan “kerana kau tahu apa yang ku maksud ambilkan saja”. Nitin bergegas pergi, keluarga mempelai pria memberikan hadiah. Tuan Mishra menyindir “seharusnya kau tidak merepotkan diri mu, itukan barang yang sangat mahal”. Ayah Janki meminta dan mempersilahkan keluarga mereka untuk duduk, namun ketika calon pengenten pria akan duduk bangku kayu pun patah dan ia terjatuh dilantai. Tuan Mishra mengatakan “apa-apaan ini, mereka menyimpan bangku yang rusak”.., apakah kau terluka?”. Ayah Janki mengatakan pada ibunya “Kau lihatlah, ini sudah tidak bisa diperbaiki”. Ibu mengatakan “suruh dia duduk disini, aku akan segera memarahinya”. Ayah Janki bertanya “apakah kau baik-baik saja?”. Calon menantu menjawab “Iya”. Ibu Janki marah dan berkata “aku tidak akan membayar mu sepeser pun”. Semua keluarga Mishra Nampak aneh saat berkunjung.
Ketika Pallevi mengantarkan tuan Shyam, Shyam memperhatikan Pallevi dari atas hingga kebawah dan berkata “Panas, itu hanya tipe ku”. Shyam memperhatikan Pallevi tanpa berkedip. Pallevi mengatakan “Tuan kami akan memindahkan laporan audit kami dan akan menyimpannya kedalam sistem, tapi aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa menemukannya”. Syham mendekat dab berkata “jangan kahwatir”, ia menyentuh tangan Pallevi dab berkata “aku akan membantu mu”. Pallevi tersentak kaget saat itu, Janki datang dan terkejut”.
Saat Nitin menyajikan air botol mineral, semua keluarga bingung dan bertanya “apa ini?”, mereka mengembalikan dan melemparkannya. Nitin mengatakan “Ini air, bibi”. Ibu calon mempelai pria mengatakan “Kami bisa melihat bahwa itu air, mata kami tidaklah buta.., tapi bisakah kau menyediakan kami air dingin?”.., apakah kau tidak punya lemari es dirumah?”. Ibu Nitin mengatakan “Kami punya lemari es dan memiliki es didalamnya, dia hanya memberikan mu air mineral”.., pergilah dan ambilkan air dingin”. Ibu calon mempelai pria mengatakan Asha “Kau telah banyak melakukan kesalahan, aku mulai berfikir bahwa aku telah membuat kesalahan dalam lamaran penikahan ini”. Ayah Janki mengatakan “Tidak jangan katakana itu, kami akan menghormati kalian dalam segala hal”. Ibu calon mempelai pria mengatakan “kau hanya banyaj bicara tetapi tidak ada yang memperlakukan keluarga calon mempelai pria dengan cara itu”. Ibu tiri Janki mengatakan pada ayah”aku berusha untuk memberitahu pada mu agar Janki tidak pergi kekantor hari ini, tapi kau tidak mau mendengarkan ku”.
Nisha kembali menelpon Janki, Janki kesal dan berguam kesal berkata “Nisha terus saja menelpon Ku!”. Syham mengatakan pada Pallevi “maaf aku tidak memperhatikan dan aku memegang tangan mu, jangan kahwatir aku akan melakukannya”. Janki datang kesana dan memberikan hasil cetakan laporan keuangan yang sebelumnya telah dihapuskan. Ashok datang kesana dan berkata “Bisakah kalian berdua duduk di meja kalian?”.., bairkan aku yang menjelaskannya kepadanya” dan Ashok menunjukkan hasil laporan tahun lalu. Janki kembali dan memanggil Ashok lalu mempebaiki perkataannya “Tuan Ashok, aku perlu berbicara dengan mu”. ashok mengatakan pada Janki “Baiklah kau bisa menunggu”.
Tuan syham mengatakan saat ia menyadari bahwa Janki yang menangani akunnya dan Ashok mempekenalkan namanya adalah Janki, dan bertanya “Apakah dia yang telah menabrak mobil tuan harsh?”. Ashok menjawab “Iya pak”. Harsh menunggu didalam mobilnya ketika sudara laki-lakinya (Rajesh) sedang menelopon “aku telah menjelaskannya kepada mu dengan hati-hati, kau tidak perlu mengirimkan Hars ketempat yang waktunya sedikit itu, tapi apa kau sama sekali tidak mendengarkan ku, ibu itu tugas yang sepele siapapun bisa melakukannya”.., “sopir sialan itu sudah pergi 15 menit yang lalu untuk mengambil air dan hanya dewa yang tahu dimana dia”.
Harsh kesal dan menlakson, lalu ia pindah posisi pengemudi, sementara itu saudara laki-lakinya (Rajesh) masih menelpon sesorang dan bertanya “apakah kau tahu apakah kau tahu apa yang harus ku lakukan disini?’. Harsh terus membunyikan telakson dan saudara laki-lakinya mengatakan “dia mulai lepas kendali, bu!.., apa yang harus ku lakukan!”..”beritahu pada ku sekarang apa yang harus aku lakukan”.., “Katakan pada ku sekarang apa yang harus aku lakukan?”.
Janki berkata pada Ashok “Ashok tenanglah”. Ashok mengatakan pada Janki dengan nada emosi “bagaimana aku bisa tenang?”.., Janki semua ada batasannya, kau selalu membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan keluarga mu, apakah aku sama sekali tidak penting?”. Janki hanya gelisah melihat jam tangannya sementara Ashok masih menggerutu berkata “Mungkin saja kau bisa pulang, atau mungkin saja kau tidak bisa pulang, tapi adik mu pasti akan tetap menikah.., tapi jika kau pergi dari sini maka promosi ku pasti akan gagal, apa kau mau hal itu terjadi?”.
Janki menyangkal semua perkataan Ashok “Mengapa aku menginginkan hal itu terjadi?”. Ashok mengatakan pada Janki “Tolonglah demi dewa, berhentilah untuk berbicara kau ingin pergi dari sini, setelah bos pergi kau bisa pergi dari sini kemanapun yang kau mau”. Janki mengatakan pada Ashok “Ashok dengarkanlah aku, aku bisa mengerti aku bisa mengerti , kau sepenuhnya bertanggung jawab atas kantor, tapi dengan cara yang sama aku juga punya tanggung jawab atas pernikahan Nisha dank au harus mencoba untuk memahami ku”. Ashok kesal dan berkata “dimanakah file itu, sepertinya aku tidak akan menemukan file itu!”.
Ashok kesal dan meninju meja dihadapan Janki, Janki terkejut dan memegangi tangan Ashok, Ahok berkata kepadanya dan mengambilkannya “Ashok .., file itu ada disini, ambilah”.., Lihatlah kau terluka.., mengapa kau harus menyerang dengan sangat marah?”. Ashok merasa rishi dan mengatakan “apa yang sedang kau lakukan?.., menjauhlah”. Ashok menghempaskan tangannya berkata pada Janki kita sedang berada dikantor”..,”bisakah sedikit saja kau bersikap seperti seroang kryawan?”. Janki mengatakan “aku menyesal”. Ashok mengatakan “File itu sudah ada disini, tapi aku sudah melakukannya dan kau apa yang kau kerjakan?”. Ashok kesal dan bergegas pergi meninggalkan Janki yang tidak sempat mengatakan apapun. Janki hanya terdiam kehabisan kata-katanya dan berguam “aku tidak mengerti disatu sisi promosi Ashok dan kemudian disisi lainnya ada pernikahan Nisha”., bagaimana aku bisa mengatur semua itu?”. Pallevi datang menemui Janki berkata “Bukankah kau ingin pulang?”.., baiklah lanjutkan saja”.., saat mereka berdua sedang rapat kau bisa pulang dan kemudian kembali.., meskipun begitu jika tuan Ashok bertanya maka aku akan memberitahunya bahwa kau berada digudang untuk memberiksa file akun lama, mengerti?”.
Janki mengatakan pada Pallevi “terima kasih banyak telah membantu ku.., baiklah sekarang dengarkan, dimeja ku aku menyimpan catatan untuk akun tersebut.., tunjukkan pada Ashok jika dia bertanya”. Pallevi mengatakan pada Janki “baiklah aku akan melakukannya, jadi sekarang silahkanlah pergi atau sesi pengormatan ini akan berakhir”. Janki memeluk Pallevi dan berterimakash padanya dan kemudian bergegas pergi dari kantor, Janki berkata “aku akan kembali kekantor ketika acara persembahan/ penghormatan selesai”.
Harsh keluar dari mobil dan semua orang berkerumun dan memperhatikannya. Harsh berjalan pergi dan kemudian Rajes menghentikannya, supir memberikannya air meineral dan Harsh meminumnya, supir terlihat ketakutan dan Harsh mengambil botol air mineral itu dan meminumnya kemudian ia pergi kembali ke mobil. Rajesh menjawab panggilan diponselnya bersama ibunya “Ku pikir kita perlu memberikan Harsh itu, untuk dapat mengendalikannya”. Ibunya setuju dan berkata “Ya, berikan saja”. Tanpa Rajes sadari, Harsh mengendarai mobil dan meninggalkannya bersama dengan supir.
Janki sedang menunggu kendaraan dan menelpon ditepian jalan namun dua orang penjahat berjalan meuju kearahnya, Janki berkata “dengarkanlah aku, aku baru saja pergi dari kantor, aku sedikit terlambat .., aku tahu, tapi katakan sesuatu pada ku apakah pemujaan Satyanarayan telah dimulai?”.., aku akan segera sampai disana aku sedang menunggu bajai, dan aku akan menelpon mu kembali. Dua peria penjahat sudah berdiri disamping Janki dan Janki merasa sangat rishi lalu ia bergegas menyetop bajai namun kedua penjahat itu ikut menumpang dan pergi bersama dengannya. Penjahat saling memberikan isyarat dan penjahat berbaju merah menggesek-gesekan bahunya pada bahu Janki, Janki kesal dan membatasi dirinya dengan tasnya.
Dirumah Janki, Pandit ji berkata “Kita telah kehabisan waktu untuk pemujaan.., panggil saja calon pengantin wanita”. Nisha keluar bersama dengan ibunya dan Nhitin. Namun bibi Krishu mengatakan pada Saroj (ibu dari mempelai pria ) “kau menginginkan pengantin yang cantik, tapi nasib dan juga menantu perempuan mu sama-sama tidak terlihat cerah!”. Nisha tersentak kaget saat itu, Saroj mengatakan pada Ibunya Nisha “Bu, permisi.., jenis riasan apakah yang dipakai oleh menantu perempuan ku?”..,”tidak bisakah kau menemukan perias pengantin yang lebih baik sampai hari ini?”.., ini sepertinya kau sedang menempelkan Pancake dirumah mu, apa yang akan dikatakan oleh kerabat ku di Patna?”.., kau telah membuat kami semua terlihat sangat buruk”..”dengarkanlah tidak perduli dengan apa yang akan kau lakukan dan apa yang tidak akan kau lakukan, tapi tolong dapatkan penatarias pengantin terbaik di pesta pernikahan”. Ibu Nisha mengatakan “Iya”. Nisah kesal mengatakan pada ibunya “apa kau melihat itu.., itu semua salah kakak (Janki)”.., dia juga telah memarahi ku, sekarang tidak ada lagi yang harus di lakukan”. Nisha duduk disamping Kirshu dan Saroj berkata pada ibu Nisha “apakah kau juga tidak memiliki anak perempuan yang lebih tua?”..,”diamanakah dia?”. Ayah Janki menjawab “dia akan segera datang”.
Dalam perjalannanya dengan menggunkan bajai, Janki gelisah dan berdoa di dalam hatinya “ya dewa!”.., lindungilah aku” dan kemudian dengan arah yang berlawanan mobil yang harsh kemudikan melintasi jalan yang sama dan kemudian mereka bertabrakan sehingga membuat kedua penjahat itu terpental keluar dari dalam bajai, Harsh menatap Janki yang masih didalam bajai. Semua orang berlarian menghampiri tempat kejadian kecelakaan tersebut, seroang pria mengatakan pada Harsh “mengapa kau harus mengemudi jika tidak bisa mengendarai mobil?”. Rajesh dan supir berlari kesana, dan warga menolong Janki dan memberikannya air mineral, Harsh keluar dari mobil untuk melihat orang yang telah ditabraknya namun Rajesh datang menghnetikannya.
Janki melihat Harsh dikejauhan, Rajesh bertanya pada Harsh “apakah kau baik-baik saja?”.., apakah kau baik-baik saja?”. Rajesh menghempaskan tangan ketika seseorang mencoba untuk mengambil gambar mereka dan kemudian Rajesh membawa Harsh pergi dari sana dan membawanya kembali ke mobil, namun Harsh masuh melihat kearah Janki. Rajesh kesal dan menarik kerah baju supir dan bertanya padanya “ siapa yang sudah meninggalkan kunci di dalam mobil?”.., kau tahu kami tidak mengijinkan Harsh untuk mengendarai mobil”. Supir pun meminta maaf atas kecerobohannya. Supir kembali mengendarai mobil dan membawa mereka kembali.
Dikantor, Ashok datang menemui Pallevi “Apakah kau tahu dimana Janki?”. Pallevi mengatakan “Janki sedang di gudang”. Ashok bertanya pada Pallevi “apa yang sedang Janki lakukan di gudang?”. Pallevi menjawab “Janki memeriksa file akun tahun lalu”. Ashok mengatakan pada Pallevi “Ya, kau bisa melanjutkan pekerjaan mu”. Pallevi menuliskan pesan singkat untuk Janki bahwa Ashok bertanya tentang keberadaan dirinya dan dia telah membereskannya, namun Pallevi tidak menyadari Ashok telah kembali lalu merampas ponsel Pallevi dan bertanya “Bukankah Janki ada digudang?”. Pallevi ketakutan dan berkata pada Ashok “iya itu yang aku katakan padanya, janki tidak pergi atas kemauannya sendiri”. Ashok kesal memarahi kecerobohan Pallevi “apakah dia sudah gila karena menerima nasheat dari mu?”.., bos sedang menunggunya!”.., maksud ku kalian semua tidak bisa melakukan semuanya dengan benar”.
Ashok kesal dan mengembalikan ponsel Pallevi di atas mejanya dan bebrapa saat kemudian Janki menelpon Pallevi ketika Pallevi akan mengangkat ponselnya kembali di ambil Ashok. Ashok mengangkatnya dan membesarkan volume suara ketika Janiki memberitahu pada Pallevi bahwa dirinya telah sampai dirumahnya dan Janki akan kembali ketika acara persembahan/ penghormatan telah selesai dan berterima kasih telah menangani Ashok. Pallevi menyesali perbuatannya dan meminta maaf pada Ashok. Ashok kesal dan bergegas pergi dari hadapan Pallevi.
Janki bergegas berlari masuk kedalam rumahnya, Saroj menyambutnya dan akan mengolok-ngolok Janki dan berkata “ jadi sekarang kau sudah datang?”.., tapi pemujaannya telah berakhir”. Janki meminta berkah pada Saroj, Saroj mengatakan pada Janki “Lakukan itu dengan baik, semoga kau mendapatkan segelanya dalam hidup mu, bukankah itu lebih penting dari pada acara pertuanangan/ lamaran pernikahan adik perempuan mu”. janki bertanya pada Saroj “Bibi, apa yang kau katakana?”.., aku sama sekali tidak mengerti”. Saroj mengatakan pada Janki “Aku mendengar hari ini kau pergi ke kantor, apakah pergi kekantor lebih penting daripada pemujaan dan juga pernikahan?”. Janki mengatakan pada Saroj “Tidak bibi, aku punya waktu libur (cuti).., tapi perusahan membatalkan cuti itu sehingga dengan tiba-tiba aku harus pergi kekantor”.
Kirshu mengatakan pada Saroj “Ibu Janki bekerja di perusahaan selular ternama, apa kau tahu salah satu perusahaan yang dimiliki oleh Harsh Shastri”. Tuan Mishra mengatakan “Harsh Shastri telah datang ke Darbhanga!”. Saroj mengatakan “Jika memang dia bekerja diperusahaan yang sangat kaya, maka kado pernikahannya juga akan mahal?”. Janki mengatakan pada Sarojh “Iya tentu saja bibi”.., aku hanya memiliki satu saudara / adik perempuan”..,”aku akan mengambilkan hadiah”. Lalu meminta pada ibu tirinya untuk mengambilkannya dan ibu tirinya setuju dan meminta Janki untuk ikut dengannya
Kirshu mengatakan pada Nisha “aku senang kakak perempuan mu telah datang untuk mengurus semuanya”. Nisha mengatakan “Jika memang dia tahu bagaimana cara untuk menangani sesuatu, maka semuanya tidak akan menjadi buruk seperti ini”. Janki keluar dengan membawakan beberapa bingkisan hadiah bersama dengan Nithin, semua keluarga besan tersenyum senang. Janki memberikan bingkisan kain sari pada Saroj berkata “Bibi, ini untuk mu”. saroj sangat senang berkata “Astagah, mengapa kau harus melakukan semua ini?”.
Janki menyerahkan bingkisan pada Mishra dan juga bertingkah basa-basi “mengapa kau repot harus melakukan semua ini?”. Dan kemudian pada bibi Krishu “Bibi ini untuk mu”. bibi Kishru sangat senang dan berkata “Biarkan, aku saja yang mengambilnya”. Saroj mengatakan “aku juga punya sesuatu untuk mu”.., bu tolong tunjukkan”. Saroj memberikan kotak perhisan pada Kishu, dan Janki membuka kotak perhiasan, Nisha dan Kirshu akanbertukar cincin. Saat Nisha mengeluarkan cincin dari kotak perhisan, mata Saroj tertuju pada perhiasan dan berkata “ tunggu sebentar”.
Nisha memberikannya pada Saroj, Saroj terkejut ketika melihat cincin dan berkata “apa ini?”.., ini sangatlah murahan”. Janki mengatakan pada Saroj “Bibi, Krishu yang telah memilihnya, kami hanya menyimpan cincin pilihannya”. Bibi Kirshu mengatakan dengan sangat emosi “Kami telah membayar akibat dari (konsekunesi) dari pilihannya.., maafkan aku Saroj.., tidak peduli seperti apa menantu perempuan mu bukankah hadiahnya haruslah kelas atas?”. Saroj kesal dan berkata pada Janki “setidaknya kau bisa bertanya pada kami bukan pada anak-anak!”.., bu beritahu pada ku apakah kau tidak punya seorang putra?”.., berikan saja padanya cincin jelek ini”.
Bibi Krishu terkejut saat ia melihat sesuatu pada kain sari pemberian Janki “Ya dewa!”.., label harga juga masih ada diatasnya!”..,”ini pasti agar kita tahu betapa mahalnya hadiah itu!”. Janki mengatakan “tidak bibi, label harga itu tertinggal karena kesalahan”.., berikan pada ku biarkan aku melepaskannya”. Saroj kesal dan berkata pada Janki “apa kata mu ini sebuah kesalahan.., ini kesengajaan!”.., kau ingin menghina kami didepan umum”.
Ayah janki mengatakan pada Saroj “Tidak bu, mengapa kami menghina mu?”.., bukankah kau akan menjadi mertua putri kami!”. Dengan sangat kecewa Saroj mengatakan “Iya kami akan menjadi mertuanya, tapi sekarang tidak akan pernah, sudah psati pertunangan ini tidak akan terjadi lagi”. Semua orang tersentak kaget, Janki mengatakan “tidak bibi”. Saroj mengatakan dengan amarahnya “Keluarga macam apa ini?”.., kau telah mendapatkan cincin paling buruk.., masih ada label harga pada hadiahnya”.., apakah kau akan menikahkannya dengan putra kami atau mau membantu kami?”. Nisha hanya menangis, Janki mencoba untuk menenangkan Saroj “Bibi, itu salah”..,”berikan aku satu kesemapatan lagi, jangan membatalkan pernikahan ini begitu saja”. Saroj mengatakan “semua ini tidak akan dapat kami terima, ayo kita pergi dari sini”. Saroj mengajak Krishu untuk pergi berkata “kami melakukan semua ini setelah bertanya pada Krishu”. Bibi Krishu menimpali “Ini dia lagi, mengapa kau selalu saja menyeret putra kami untuk setiap hal kecil?”. Janki hanya terdiam, Bibi Krishu mengatakan “Saroj aku pikir kau telah kehilangan putra mu!”. saroj mengatakan “tidak aku tidak kehilangan putra ku, gadis ini sekarang sudah keluar.., ayo kita pergi!”. Krishu dan keluarganya bergegas pergi dari rumah Janki. Janki meminta agar Saroj jangan melakukan hal itu dan ayahnya memohon untuk diberikan kesempatan lagi.
Tuan misrha marah dan bertanya pada ayah Janki “ Apa yang aku minta dari mu?”..,”hadiah pernikahan, uang, rumah?”.., yang kami minta hanyalah rasa hormat dan kau bahkan tidak bisa menunjukkanya kepada kami!”. Janki mencoba untuk menghentikan mereka dan mengejar keluarga Krishu hingga diluar dan bertabrakan dengan Ashok. Ashok terkejut saat itu, Janki mengatakan pada Ashok “Mereka adalah…” dengan kepanikan Janki menyebutkan kantor. Ashok berkata “mereka calon mertua Nisha”. Ashok tidak peduli dan mengatakan pada Janki “bisakah kau menyingkir selama dua menit?”.., kita perlu berbicara”. Janki mengatakan pada Ashok”Tidak Ashok.., kita tidak bisa berbicara.., ini calon suami Nisha”. Ashok menyapa mereka dan berkata pada Janki “mari kita minggir dan berbicara sebentar”.
Saroj dengan sinis mengatakan “tentu saja,lanjutkan!.., bukankah kami akan pergi?”.., pergilah dan temui saja orang yang kau sayangi”. Ibu tiri Janki mengatakan pada Saroj “ Bu, tidak seperti itu.., dia tunangan Janki”. Bibi Krishu meragukan hal itu dan berkata “Tunangannya?”.., biarkan aku melihat cincin pertunangan mu.., seperti apa itu?”.
Bibi Krishu meraih tangan Janki yang diperban dan berkata pada Saroj “Astagah.., dia sudah bertunangan!”.., tapi dia tidak memakai cincin pertunangan!”. Janki hanya tertunduk dan terdiam. Ayah Janki mengatakan “Janki belum bertunangan, tapi punya rencana untuk bertunangan”. Dengan nada sinis Saroj mengatakan “ Kalau begitu hanyalah pacar!”..,”keluarga yang luar biasa!”.., gadis yang lebih tua punya pacar tanpa bertunangan dan gadis yang lebih muda akan bertunangan dengan cincin yang jelek”.
Jank menangis dan mencakupkan kedua tangannya di hadapan Saroj berkata “Bu aku mohon.., maafkanlah aku..,” tolong jangan batalkan pertunangan ini, kami akan memebrikan apapun yang kau inginkan”. Janki berlutut di hadapan Saraoj berkata “komohon maafkan kami.., tolong dengarkan.., kauy ingin cincin?”..”aku akan berikan cincin itu, aku akan memberikan mu hadiah yang baru, tapi jangan membatalkan pernikahan ini.., demi dewa”.
Saroj menoleh pada Bibi Krishu dan Saroj berkata “ Baiklah.., aku akan memebrikan kesempatan terakhir, tapi besok kau haris melakukan segakanya sesuai dengan keinginan kami”. Janki hanya menangis dan menganggukan kepalanya, Ayah Janki dan keluarganya tersenyum lega. Ayah Janki mengatakan pada Misrha “Biarkan aku mengantarkan mu”. Nisha dan ibunya tersenyum, dan Ayah Janki mengantarkan calon besan keluar. Janki dan Ashok berbicara berdua, Ashok mengatakan pada Janki “apakah kau melihat diri mu sendiri?”.., “apakah kau memliliki sedikit rasa malu ?”.., kau bisa berlutut begitu rendah untuk keluarga mu.., seberapa rendahnya kau hingga kau bisa berlutut untuk mereka?”..,”aku hanya akan membuat satu permintaan untuk mu…, ini tentang promosi ku”..,” Gaji ku dan masa depan kita akan terancam.., sekarang apa lagi yang bisa aku katakana pada mu?”..,” apa kau tahu?”.., “aku hanya.., Aku membenci mu”.
Ashok kesal dan pergi, Janki hanya menangis dan berfikir “Jika saja tuan Hrash tidak datang hari ini, maka masalah dalam hidup ku tidak akan pernah meningkay sebanyak ini.., seandainya aku belum pernah bertemu dengannya.., sehingga badai ini tidak akan pernah menyia-nyiakan hidup ku”. Janki menangis sedih.
Comments
Post a Comment