PREM BHANDAN EPSODE 20 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
Prem
Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan – 20
Harsh Shastri dengan sengaja membiarkan Janki menang dalam permainanya agar dapat membebaskan bonekanya yang terkunci dikamar, Savita dan Vanndana terkejut saat melihat pintu kamar Janki telah terbuka, Janki tidak ada dikamarnya, Janki melarikan diri dari rumah keluarga Shastri dan dalam perjalannya kembali kerumah Srivastav, ditengah perjalanannya Janki bertemu dengan masa lalunya (Ashok) yang berusaha untuk mempertanyakan semuanya, saat melihat Janki kembali ke Darbhanga sendirian tanpa suaminya (Harsh Shatri). Keluarganya janki terkejut saat beberapa orang polisi datang untuk menangkap Nithin karena tuduhan penipuan.
Masih di terminal bus, Janki berhenti
melangkahkan kakinya, ia menengok kebelakang dan melihat gadis bisu memberinya
isyarat bahwa dirinya kelaparan, Janki memberikan uang pada gadis kecil itu,
disisi lain bebrapa orang pria utusan keluarga Shasti masih berkeliaran untuk
mencari keberadaan Janki dan bertanya pada semua orang dengan menunjukkan foto
Janki, menyadari hal itu Janki bergegas untuk pergi menghindar dari kerjaran
dan menghindar.
Saat Harsh brmain mobil-mobilan, Rajseh dengan kasar menendangnya dengan sengaja. Harsh bertanya pada Rajseh tentang Janki “Apakah boneka ku (Gudia) sudah datang?”…, dimana boneka ku?”. Rajesh terlihat sangat marah, ia menarik Harsh dan kemudian menapar wajahnya, mendapat tamparan dari Rajseh, Hasrh bertanya padanya dengan memegangi wajnhya” Apa yang kau lakukan?”. Harsh ketakutan dan menjauh bersembunyi di balik tirai dan memanggil ibunya. Rajesh menghampiri Harsh yang bersembunyi ketakutan dan dengan kasar menariknya keluar. Harsh berkata “Aku tidak melakukan apa-apa”, namun Rajseh menyelahkannya “Ini semua kesalahan mu!”. Harsh ketakutan dengan perlakuan kasar Rajseh dan terus berkata bahwa dirinya tidak melakukan apa-apa.
Rajseh berteriak marah pada Harsh berkata “Kau telah membuat hidup kami menjadi sengsara!”.., kau dan juga boneka mu!”. Harsh yang ketakutan tetap berkata bahwa dirinya tidak melakukan apa-apa. Rajseh bertanya pada Harsh “Kenapa kau melakukannya?”..”apa yang kau inginkan?”.., semua yang sudah ku lakukan harus hancur”.., lalu haruskah seluruh dunia tahu bahwa kau sakit mental!”. Hasrh menangis. Rajseh mebentaknya “Cukup!.., sudah cukup aku akan memberitahu mu bagaimana orang gila disembuhkan”. Rajseh yang marah melepaskan ikat pinggangnya di hadapan Harsh, Harsh ketakutan berlari kleuar dan menuruni anak tangga untuk menghindari amukan Rajseh yang akan memukulinya, Harsh terjatuh di tangga. Hasrh terus memohon agar Rajseh tidak memukulinya dan saat itu Ram datang menghentikan tindakan bertutal Rajseh, Ram berkata pada Rajseh “beraninya kau!”.., beraninya kau menyentuh Harsh”.
Rajseh berkata pada Ram “Aku..”. Ram meminta agar Rajesh diam “Aku masih hidup.., selama aku masih hidup maka hanya kata-kata ku adalah hukum dirumah ini”.., tidak ada seorang pun selain aku dirumah ini yang akan menyentuh Harsh!”. Hasrh berlindung pada ayahnya dan ketakutan, Ram berkata pada Rajseh “ Aku mengambil tongkat hanya untuk menakut-nakutinya, karena Harsh berada diluar kendali, aku tidak akan memukulinya, apakah kau mengerti?”.
Shikar dan Roohi saat itu datang, lalu tuan Ram meminta pada Shikar untuk membawa Harsh pergi dan menjauhi Rajesh dan meminta agar Shikar memebrikan obatnya setiap 3 jam atau jika tidak harsh akan kembali lepas kendali. Hasrh menolak untuk meminum obat, Shikar dan Roohi membawa Harsh pergi kekamarnya. Harsh berkata “Aku tidak akan menerimanya”.
Rajseh berkata pada Ram”Ayah, mungkin kau bisa membodohi Harsh, lalu apa yang akan kau lakukan pada Janki.., bukankah Janki telah berhasil keluar dari kandang mu?”.., bahkan aku ingin tahu dimana dan apa yang akan Janmi katakan di tempat terbuka.., semua kerja keras kita akan menjadi sia-sia!”. Ram hanya terdiam.
Dikuil Janki berdoa “Dewi Durga.., tolong lindungi aku pulang dengan selamat!:.., tolonglah aku!”. Orang-orang utusan keluarga Shastri juga ada kuil, mereka bertanya pada seorang pria “apakah kau pernah melihat gadis ini?”. Pria itu menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi. Seorang pria datang dan membuat Janki ketakutan, namun pria itu berkata bahwa jalan ke Darbhanga sudah bersih dan bus akan segera berangkat dan meminta Janki untuk datang naik kebus.
Rajseh berkata pada Ram “Begitu Janki sampai di Darbhanga, dia akan mengatakan semua hal yang sebenarnya pada semua orang.., dan semua orang akan mencemarkan nama baik keluarga kita, aku tahu kau pasti tahu lebih baik dari ku”.., jadi tolong, ayah berhentilah untuk melindungi Harsh dan pikirkan saja bagimana caranya untuk menghentikan Janki,.., jika sampai Janki berbicara maka kita semua akan hancur”. Pelayan wanita datang membawakan teh, Ram meminta agar pelayan menaruhnya di meja makan, pelayan itu pergi.
Ram bertanya pada Rajseh “Jadi sebenarnya dimana Janki?”.., apakah ada petunjuk tentang itu?”. Rajseh mengatakan pada Ram “aku telah mengirimkan orang untuk menangkapnya, jadi kita akan segera tahu”. Ram mengatakan pada Rajesh “Itulah perbdaan mu dengan Harsh.., jika Harsh dalam keadaan sehat dan diberikan tugas untuk dilakukan maka aku sudah mendapatkan langsung hasilnya, Harsh tidak akan membuat alasan apapun.., alih-alih kau iri dengan Harsh maka ikutilah jejaknya!”.., “apakah kau tahu apa masalah mu?”..,”kau terus berdebat.., kau selalu saja menyalahkan dan itu tidak akan membantu apapun”.., jika kau ingin membuktikan diri maka inilah kesempatan mu”.
Ram mengatakan pada Rajseh “ sebelum Janki sampai di Darbhanga segera bawa Janki kembali”. Rajseh bertanya “ Bagaimana jika Janki sudah sampai disana?”. Ram mentertawakan pertanyaan Rajseh dan berkata padanya “Rajseh, kau tidak hanya bodoh, tapi kau sangat bodoh, kau sama sekali tidak punya akal sehat!”.., Jika Janki telah sampai di Darbhanga, ayahnya pasti akan menelpon, bukankah ayah Janki masih belum menelepon, itu berarti Janki belum sampai disana”.., dengar Rajseh kau masih punya waktu, lakukanlah sesuatu jika kau bisa atau aku yang akan melakukan hal lain (yang akan mengatur).., dengarkan aku sekrang, aku hanya akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya, Jika kau masih menyentuh Harsh dimasa depan, aku akan benar-benar menjadi kejam”.
Diterminal utusan dari keluarga Shastri mengatakan “Sepertinya itu bus ke Darbahnga” ia meminta pada temannya meminta agar teman yang lainnya melihatnya, Janki masih berjalan dan belum menaiki bus, satu orang utusan pria datang untuk memeriksa setiap kursi penumpang, Janki bertemu dengan seorang wanita, ponsel pria utusan itu berdering, Janki berhasil menaiki bus dan duduk saat itu seorang pria datang menaiki bus dan meminta pria utusan itu untuk menyingkir, prtia itu mengangkat koper dan pria utusan tidak melihat keberadaan Janki didalam bus.
Nithin membantu Asha memasak didapur, Nithin berkata “Hari ini Janki akan pulang dan aku akan sangat senang dengan hal itu”. Asha berkata pada Nithin “ Aku juga sekarang senang, jangan kawatir tentang Janki.., Janki menantu dari keluarga kaya.., semua harus terlihat baik-baik sajasaat Janki dan Harsh sampai disini”. Asha meminta agar Nithin mendengarkan ocehannya “saat Janki dan Harsh datang disini, jangan hanya duduk dan mengobrol dengan Janki saja.., duduklah bersama dengan Harsh dan bicaralah padanya.., perlajari dan apa yang akan kau lakukan, aku percaya jika Harsh akan memberikan perkejaan seperti Krishu dengan bayaran 200.000 rupee, Harsh pasti juga akan memberikan pekerjaan juga pada mu”.., Harsh akan menjadikan mu , apa itu namanya?”.., manager sama seperti Krishu”. Nithin mengatakan pada Asha “kau tidak akan bisa mengucapkan itu dengan benar”. Nithin mengoreksi kata-kata Asha “Manager”. Asha setuju “naah itu dia”.., Harsh pasti akan membuat mu menjadi seperti yang seharusnya, Harsh juga akan membuatkan mu sesutau, Harsh akan memberikan mu bebrapa perkejaan dank au bisa membawa pulang uang.., kita bisa membeli rumah yang besar.., dan membuat mu menikahi seorang gadis”.., kita juga akan mempunyai mobil kecil, benarkan?”.
Nithin bertanya pada Asha “apakah ini mendidih?”. Asha berkata “bagaimana kau bisa menggoreng jika itu tidak mendidih.., bukankah kau menggoreng Samosa”.., minggirlah”. Nithin membawa Asha untuk duduk bersama dengan ayahnya, Nithin berkata pada Asha “ Maksud ku bukanlah samosa.., maksud ku masa depan yang penuh dengan khayalan yang sedang dimasak oleh pikiran mu”. asha bingung dan bertanya-tanya tentang masa depan khayalan, Asha berkata “ kau bodoh, aku sedang membangun hidup mi disini dank au bilang aku sedang memasak masa depan khayalan”. Nithin meminta agar Asha tenang, Asha kesakitan dengan lengannya yang patah. Nithin berkata pada Asha “kau sudah memikirkan Hasrh dan uangnya sejak pagi, apa yang bisa kita lakukan dengan uang itu dan juga semuanya.., aku tahu itu, jangan khawatir”.., aku pasti akan mempunyai perkejaan dan mendapatkan uang.., tapi ini semua bukan tentang uangkan?”.., bukankah kau harus fokus pada ritual bukan pada uang.., kau harus menyambutnya dengan sangat baik sehingga mungkin Harsh akan memperkejakan mu sebagai Manager untuk gaji 400.000 rupee perbulan”. Mendengar hal itu Asha terkejut dan meminta agar Nithin tidak mengejeknya. Asha berkata pada Nithin “ Berjanjilah pada ku bahwa ..”. nithin memotong perkataan Asha “ Aku mengerti, aku akan menjaga Hasrh .., aku akan merawatnya dengan baik dan Harsh akan mempekerjakan ku sebagai manager”.
Bus ke Darbhanga berhenti, Janki melihat bebrapa lentera yang tergantung dilapak milik pedgang, ia mengingat saat harsh meminta maaf dengan menggunakan lentera putih, Seorang transgender datang berkata pada Janki “Disini sayang ku.., semoga dewa memberkahi mu, semoga pernikahan mu bahagia selamanya, semoga selalu bersama dengan pasangan mu, dan semua kata-kata Rangeeli yang memperingatkan Janki bahwa rahasia yang tersembunyi. Transgender berkata pada Janki dalam semua ucapan baiknya “semoga kau cepat memiliki putra dan aku akan berdoa pada dewa”. Janki terdiam, ia berfikir “Bagaimana aku bisa setia pada kebohongan pernikahan dan penipuan?”.., bisakah aku kembali kerumah setelah menghindari tuan Ram”.., “bisakah aku mengatakan hal yang sebenarnya pada ayah?”.
Harsh sibuk dengan beberapa lembar kertas tempel, ia menempelkan bebrapa lembar kertas didepan pintu. Roohi datang untuk membujuknya dan membawakannya minuman, roohi megatakabn pada Harsh “Kau tidak perlu marah”. Harsh menyuruhnya diam, hasrh memberitahu bahwa dirinya benar-benar marah dan meminta agar jangan menganggunya dan meminta agar Roohi dan Shikar pergi meninggalkannya. Roohi mengatakan bahwa ia membawakan milkshake kesukaannya, Hasrh tetao menolaknya, Roohi memberitahu pada Harsh bahwa ia membawakan rasa vanilla. Roohi terus membujuknya dan Shikar terus memberikam kode pada Roohi. Roohi membawakan pipet dan menunjukkannya pada Harsh, Harsh mengambilnya dan meminumnya. Roohi berkata pada Harsh untuk meminumnya dan memberitahu padanya bagaimana rasanya dan apakah harsh menyukainya?”. Hasrh meminumnya. Roohi mengatakan pada Harsh “Jika kau menyukainya maka kau harus menurut pada ku”.
Harsh menolaknya “aku tidak akan mendengarkan siapapun”. Roohi bertanya pada Harsh “kau tidak akan meneritahu pada siapapun kan tentang membuka kunci pintu?”. Harsh berkata pada Roohi “kau akan dipukuli seperti aku.., Rajseh memukuli ku begitu buruk, orang gila itu telah memukuli ku keras!”.., aku tidak akan mendengarkan siapapun, Rajseh telah memukul ku”. Roohi berkata pada Harsh “ Kau tidak akan mengatakan sepatah kata, kan?” harsh meminta pada Roohi untuk membuat Janji, mereka saling berjanji satu sama lain. Harsh bertanya pada Roohi “apakah kau akan membawakan boneka ku, maka aku tidak akan mengatakan itu pada siapapun bahwa akulah yang telah membuka pintu itu”. Roohi berkata pada Harsh “aku akan berjanji mambawa boneka mu pulang”. Harsh bertanya “apakah kau akan membawakan boneka ku?”. Roohi meyakinkannya “aku berumpah.., aku berjanji”. Hasrh tertawa senang, ia memberikan gelas pada Roohi dan kemudian memberikan kertas kuning pada Roohi, Harsh berkata “Ini hanyalah untuk mu.., kau jangan menunjukkannya pada siapapun”. Melihat kertas itu Roohi hanya terdiam. Harsh bertanya pada Roohi “apakah kau menyukainya?”. Roohi menatap Shikar dan berjalan pergi. Shikar berfikir didalam hatinya “ Ya dewam ku harap apa yang telah dijanjikan Roohi padanya akan menjadi kenyataan.., Kakak ipar Janki, mungkin kami semua telah menganiyaya mu, aku tahu kau orang baik dan aku yakin kau akan melupakan segalanya dan kembali pada Harsh.
Janki telah turun dari bus, ia menabrak seorang pria yang tidak lain adalah Ashok yang telah menjadi masa lalunya. Janki meminta maaf padanya, Janki berkata “ Ashok itu kau!”. Ashok berkata “ Janki, kau disini?”. Janki berkata bahwa ia akan menemuinya nanti namun Ashok menghalangi jalannya dan bertanya pada Janki “Mau kemana kau akan pergi?”.., apakah kau telah melupakan aku?”.., aku Ashok.., apakah kau tidak ingat dengan ku nyonya Shatri?”.., atau apakah kau tidak berbicara dengan orang miskin akhir-akhir ini?”. Janki meminta pada Ashok dan mengulangi ucapannya bahwa Janki akan datang menemui Ashok nanti. Ashok tetap menghalangi janki “Tunggu, mau kemana, apa kau akan lari?”.., apakah kau malu.., dengarkan aku, kau berpura-pura mencintai ku selama lima tahun”. Janki berkata pada Ashok “Tidak seperti itu”. Ashaok berkata pada Janki “ Tunggu disini sekarang, tidakkah kau melihat ku sekarang?”. Janki berkata pada Ashok “ Bukan seperti itu, Ashok!”. Ashok bertanya pada Janki “atau apa kau tidak diizinkan untuk melihat wajah orang-orang miskin seperti ku, nyonya Shastri?”.
Janki berkata pada Ashok" apa yang kau katakan?". Ashok berkata pada Janki" jadi kau benar- benar tahu cara untuk menyampaikan penghinaan yang menjijikan (superlatif)".., bukankah aku pernah menjadi tunangan mu selama 5 tahun, sekarang hanya butuh 5 hati untuk merasa malu pada mu!". Janki berkata" Ashok sebentar".., " aku tahu kau kesal, tapi aku tidak bisa disalahkan atas apa yang telah terjadi".., kau tahu itu tapi aku akan tetap meminta maaf pada mu".., maafkan aku, aku tidak sedang dalam pemikiran yang benar, tolong biarkan aku pergi, aku akan bicara pada mu nanti". Ashok terus mengikuti Janki " kau yang sudah mengambil pekerjaan ku, sekarang aku hidup di jalanan, kau mau meminta maaf dan lari?".., itu tidak akan terjadi!". Janki kesal " Ashok!". Ashok berkata pada Janki dan menuduhnya"aku tahu kau uang menyuruh Harsh untuk memecat ku". Janki menyangkal tudingan Ashok " itu tidaklah benar!". Ashok bertanya pada Janki " kau hanya ingin bales dendam, kan?"..," jika niat mu hanya ingin menyakiti orang lain, maka hal-hal buruk akan terjadi pada mu, kau juga akan sama menderita, ingatlah kata-kata ku itu!".., tunggu!".., " kau yang sudah menghancurkan hidup ku, hidup mu juga akan hancur, nyonya Sahstri". Janki terkejut saat mendengar Ashok.
Ashok berkata pada Janki"kau betada dibus yang kotor, kau menantu dari pemilik perusahaan besar!, kenapa kau berada di bus?".., dimanakah suami mu Harsh Shastri?".., dia ikut bersama dengan mu, kan?". Janki meminta agar Ashok mendengarjannya bahwa ia tidak punya banyak waktu, dan Janki akan pergi. Janki menaiki bajai dab meminta pada supir untuk bergegas pergi dan Janki akan memberitahu jalan.
Ashokbberyanya- tanya yentang keadaan Janki yang sebenarnya" pasti ada sesuatu yang salah!".., " kenapa Janki ada dibus itu?".., bukankah istri dari Harsh Shastri harus pulang untuk melakukan ritual".., tidak ada keriuhan/ keramian, tidak ada rombongan mobil, tidak ada keributan, apa yang sebenarnya terjadi?".
Nithin datang menemui ayahnya ( Srivastav) dan bertanya" Ayah, apakah meteka sudah datang?". Srivastav menjawab" belum ada yang datang, sekarang seharusnya mereka sudah datang.., aku masih belum bisa menghubungi ponsel Janki".., " aju tidak punya nomor Harsh.., mungki jika aku menyimlannya, aku bisa menghubunginya atau sebaliknya".., mengapa tidak memperbaiki ponselnya jika memang tidak berfungsi?". Nithin berkata "saat nanti Janki datang aku akan memperbaiki ponselnya". Stivastav bingung "aku sama sekali tidak bisa mengerti".
Asha menimpali" itu bukanlah madalah, orang- orang kaya sering datang terlambat untuk stle stament, saat menantu ku datang betapa berganyanya Harsh nanti, semua wanita di sana akan mati karena iri, mereka selalu saja membicarakan menantu laki-laki, tapu saat mereka melihat betapa hebatnya menantu ku, mereka semua akan terpana saat melihatnya!".., aku padti akan menikmati itu, biarkan saja mereka sampai disini". Suara ketuk pintu terdengar, Asha meminta agar dirinya sendiri yang membukakan, Asha berkata pada Nithin untuk mengatakan semua yang sudah dikatakannya pada Harsh.
Savita mencoba untuk membujuk agar Harsh mau makan dan membawakan palak paneer untuknya dan itu makanan kesukasn Harsh, namun Harsh menolak, ia hanya ingin makan bersama dengan bonekanya (Janki). Savita membujuknya bahwa jika Harsh tidak mau makan maka dewa akan marah padanya. Harsh bertanya"mengapa dia tidak datang menemui ku?".., "aku hanya akan makan bersama dengannya!".., dia pasti akan datang". Savita meyakinkan Harsh bahwa bonekanya akan datang, Harsh berkata " aku hanya ingin makan bersama dengannya!".
Shikar datang menemui Harsh " baiklah, dengarkan aku!".., makanlah palak panner akan membuat mu kuat, jadi tolong kau harus memakannya". Harsh tetap menolaknya "aku tidak ingin memakannya". Harsh kesal betkata" jangan ganggu aku!".., kenapa semua orang menganggu ku?. Nenek datang untuk menenangkan Harsh. Harsh mengadu pada nenek " meteka semua menganggu ku, mereka semua mbuat ku..". Nenek berkata"cukup". Harsh berkata"aku ingin pergi padanya!".., teleponndia dulu". Nenek meminta agar Harsh " cucu ku, makanlah!".
Harsh meminta pada nenek untuk memanggil bonekanya dan setelah itu dia akan makan, nenek meminta bahwa Harsh harus makan, Harsh tetap berkata bahwa dia tidak akan makan tanpa bonekanya (Janki). Vanndana datang untuk membujuk Harsh " boneka mu akan datang, kau hatus memakan makanan mu jika tidak maka boneka mu tidak akan datang". Harsh berkata bahwa diazakan sekaligus akan memakannya. Vanndana berkata pada Harsh " sampai kau tidak mau memakannya boneka mu tidak akan datang". Harsh bertanya pada Vanndana" bagaimana dia bisa melakukan itu?". Harsh akhirnya mau memakannya. Semua orang tersenyum lega.
Keluarga Janki ingin menyambut kedatangan Harsh dan Janki, mereka dikejutkan dengan kedatangan 4 orang polisi yang sudah berdiri di depan pintu, polisi 1 bertanya" siapakah diantara kalian bernama Nithin?". Nithin dan kedua orang tuanya terkejut, polisi 2 berkata" kau melakukannpenipuan, kami datang untuk menangkap mu". Nithin dan keluarganya kebingungan atas tuduhan itu.
Janki turun dari bajai, ia hanyut dalam pikirannya" tidak peduli dengan apa yang akan terjadi, aku akan memberi tahu ayah tentang apa yang sebenarnya terjadi, kami pasti akan menemukan cara untuk menjauh dari Tuan Ram Shastri".
Nithin mencoba untuk berbicara dan meminta pada polisi untuk mendengarkan bahwa dia tidak melakukan apa-apa, Nithin yakin bahwa mereka salah untuk menangkap orang. Polisi 1 berkata"aku yakin kau salah". Polisi mengatakan pada anak buahnya" mari kita lakukan pekerjaan kita". Polisi membawa Nithin pergi, Asha dan Srivastav memohon untuk tidak menangkap putra mereka.
Disisi lain, Janki telah sampai dlingkyngan rumahnya, ia terkejut dan bertanya-tanya" kenapa polisi ada disini?".., " kemana polisi membawa Nithin. Para polisi menangkap Nithin dengan paksa dan Srivastav terjatuh, Janki datang untuk membantu ayahnya, Janki meminta ayahnya untuk tenang.
Srivastav bertanya pada Janki" kenapa kau datang kesini?". Janki berkata pada Srivastav "ayah nanti aku akan memberitahu mu".., tapi kemana mereka akan membawanya?". Nithin bertanya" aku mau dibawa kemana?". Polisi menuduh bahwa nithin telah melakukan penipuan, Nithin naik kemobil polisi, Janki dan kedua orang tuanya mengejar mobil polisi.
Comments
Post a Comment