PREM BHANDAN EPSODE 21 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan - 21
Dikantor polisi, seorang wanita datang dan menyalahkan Nithin atas penipuan 2,5 juta rupee, namun Nithin meyakinkan Janki bahwa ia sama sekali tidak melakukannya dan tidak mengenali wanita itu. Ram Shastri sampai di kantor polisi bersmaa Rajseh dan berpura-pura memperbaiki semuanya di depan keluarga Janaki karena melepaskan Nithin. Ram Shastri memberi waktu pada Janki untuk kembali pulang. Sementara itu, Sri vastav (ayah Janki) menderita serangan jantung. Janki tidak berdaya dan meminta Ram Shastri untuk membantu ayahnya, tetapi Ram meminta agar untuk memahami kondisinya.
Janki dan kedua orang tuanya datang kekantor polisi dan meminta penjelasan pada polisi atas penangkapan Nithin. Polisi berkata bahwa Adiknya Nithin melakukan penipuan besar. Janki dan kedua orangtuanya hanya terdiam mendengar hal itu, Janki menatap Nithin yang telah dimasukkan ke sel tahanan. Polisi lebih lanjyt mengatakan bahwa Nithin melakukan penipuan kartu kredit online, dan polisi bertanya “Bukankah dia mengambil jurusan computer?”.., disitulah dia mengambil semua kesempatan itu”. Nithin kesal, ia berkata pada Janki “aku bersumpah tidak melakukan apapun”.
Polisi memberntak Nithin untuk memintanya diam. Polisi berkata “apakah kau ingin mengatakan bahwa aku ini pembohong?”.., lihatlah orang jujur ini.., biarkan aku akan sekaligus memberikan bukti penipuannya”. Janki berkata pada polisi “Pak tidak seperti itu!”. Janki meminta pada Srivastav untuk mengatakan sesuatu karena ia yakin adiknya tidak akan melakukan hal itu.
Seorang wanita datang kekantor polisi dengan mengeluh “aku telah hancur!”, wanita itu datang kekantor polisi dan memulai sandiwaranya saat melihat Nithin disel “ Pak dialah anak laki-laki itu, dia menggunakan kartu keredit ku untuk melakukan penipuan 2, juta Rupee. Janki dan keluarganya terkejut saat itu. Wanita itu meminta agar polisi tidak melepaskan Nithin. Mendapat tuduhan dari wanita itu, Nithin bingung dan bertanya-tanya“ 2,5 Juta rupee, kau siapa?”.., bahkan aku tidak kenal dengan mu!”. Nithin berkata pada Janki “Kak, aku dijebak!”.., mereka semua pembohong”.., Kak aku tidak melakukannya!”. Nithin berkata pada Srivastav “ ayah.., ayah aku bersumpah tidak melakukan hal itu”. Janki kebingungan berkata “Janki aku..”. janki berkata pada polisi “Pak adik ku tidak berbohong”. Janki berkata pada wanita yang telah menuduh Nithun “Bu, aku yakin kau salah orang.., adik ku tidak melakukannya!”.
Janki mengatakan pada polisi “Tuan dengarkan aku.., jika kau tidak percaya pada ku, kau bisa menelpon kampusnya dan bertanyalah pada teman-temannya.., adik ku tidak seperti itu, tolong percayalah!”. Polisi marah berkata pada Janki “Kai bisa bertanya pada polisi cayber.., mereka punya semua bukti yang bisa menentangnya.., semua bukti dan juga rekening onlinenya membuktikan bahwa rekening adik mu menerima transferan uang”. Janki menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya akan hal itu, mendengar hal itu Srivastav terkejut. Polisi mengatakan “pergilah atau aku harus menangkap mu juga bersamanya”. Asha marah berkata pada polisi”apa yang kau katakan?”.., apakah kau menyadari dengan siapa kau berbicara?”.., dia bisa melemparkan 10 juta rupee ke wajah mu, bukan hanya 2,5 juta rupee!”. Janki mengatakan pada Asha “Ibu tolong diamlah”. Asha mengatakan pada Janki “kenapa harus aku?”.., dia yang sudah berbicara kasar!”.., “apakah kau tahu keluarga mana yang dia nikahi?”. Polisi bertanya pada Asha “katakan pada ku keluarga mana yang dia nikahi?”. Suara tuan Ram mengejutkan Janki “namanya Janki Shastri”. Ram Shastri telah berdiri didepan pintu kantor polisi, Janki dan juga keluarganya terkejut dengan kedatangannya, Ram berkata “dia menikah dengan keluarga Ram Shastri. Nithin senang atas kedatangannya namun Janki terlihat ketakutan. Rajesh masuk menemani Ram, dan Ram langsung duduk di hadapan polisi. Ram berpura-pura di hadapan Janki dan keluarganya berkata “Jangan kahwatir aku ada disini”. Asha berkata pada Ram “Pak aku sangat senang kau ada disini.., mereka telah memencarakan Nithin dan menuduhnya melakukan kejahatan palsu, aku memohon pada mu tolong selamatkanlah dia”. Ram berkata pada Asha “mengapa kau harus memohon?”.., kau adalah ibu mertua dari putra ku!”.., kita telah terikat dengan pernikahan antara putri mu dengan putra ku!”. Janki hanya terdiam dan Rajseh menatapnya.
Ram menatap Janki yang saat itu ketakutan berkata “Janki menantu kami”. Janki menghela nafasnya dan mengakuinya “Iya”. Ram meminta agar mereka tidak kahwatir bahwa dirinya tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Nithin. Polisi mengatakan pada Rama Shastri bahwa Nithin dan juga teman-temannya telah menggunakan alasan pelajaran kelas computer sebagai kedok untuk dapat menipu orang dan meretas kartu dan juga menggunakannya. Wanita yang merasa tertipu mengatakan bahwa Nithin telah merampoknya sebesar 2,5 juta rupee darinya, wanita it uterus mengatakan bahwa Nithin seorang pencuri dan meminta agar Nithin ahrus diberikan hukuman yang paling berat. Didalam sel, Nithin mengatakan pada tuan Ram “Tidak paman!”.., bahkan aku tidak tahu dimana dan bagaimana hal itu terjadi”. Janki hanya menangis, Ram mengatakan pada polisi “Pak polisi, dia masih kecil, dia baru saja keluar dari kampus, bagaimana dia bisa melakukan penipuan keuangan?”.., “itu berarti 10 tahun penjara, kan?”. Polisi mengatakan pada ram “Iaya pak”. Janki dan kedua orangyanya tersentak kaget saat itu.
Ram berkata pada polisi “Itu artinya Nithin akan mengabiskan masa mudanya didalam penjara”. Ram melirik janki dan Rajesh menyeringai memperhatikan ekspresi wajah kedua orang tua Janki yang terlihat tidak berdaya. Asha mencakupkan kedua tangannya berkata “10 Tahun?”..,”itu waktu yang sangat lama”..,”jangan lakukan itu, kami tidak punya siapa pun selain Nithin, hanyalah dia satu-satunya yang kami miliki”. Ram bertanya pada ispektur “apakah kau punya bukti. Inspektur mengambilkannya berkata “Lihatlah ini alamat IP dan juga detail akunnya”. Inpektur menyerahkan kertas bukti itu pada tuan Ram berkata “Hal-hal inilah yang membuktikan bahwa dia bersalah telah melakukannya”. Ram menatap Janki dan keluarganya seolah terkejut “Buktinya sudah ada”. Janki dan keluarganya terkejut saat itu. Ram mengatakan pada Inspektur “kasihanlilah dia”.., jika dia dipenjara selama 10 tahun maka dia akan dihancurkan”. Ram bertanya pada srivastav “Hal itu benarkan, pak?”. Srivastav hanya tediam, Rajseh memperhatikan ekspresi janki saat itu. Janki berkata “Inspektur lupakan 10 tahun, adik ku tidak melakukan kejahatan itu”. Janki mengatakan pada Ram “Pak, aku mengatakan yang sebenarnya.., kau tahu bagaimana adik ku”.
Rajseh menimpali berkata “10 tahun hukuman minimal, 4 sampai 5 tahun akan berlalu hanya untuk persidangan kasus ini, maka itu akan tergantung pada hakim yang akan membuat hukumannya bertambah menjadi 15 tahun, hukum penipuan keuangan sangat ketat”. Janki berkata “Pak, beritahu pada ku bagaimana cara untuk menyelamatkan Nithin”.
Ram berkata pada Rajseh “ Rajseh.., lakukan satu hal”.., hubungi pengecara kita”. Rajesh setuju akan hal itu, Ram meminta pada Janki “keluarlah, aku ing bicara dengan mu”. janki berkata “Iya”. Janki mengatakan pada kedua orang tuanya “aku akan segera kembali”. Janki ketakutan, ia datang menemui Ram yang telah menunggunya diluar, Janki meminta berkahnya. Ram bertanya pada Janki “apa yang sebenarnya terjadi?”. Janki menangis dan mengsuap air matanya, Ram mengatakan pada Janki “kau terlihat seperti banyak menangis”. Ram memberikan sapu tangannya dan memintanya untuk menghapus airmatanya. Ran mengatakan “Jangan kahwatir, sekarang aku ada disini, aku berjanki untuk mengelurkan Nithin dari penjara, jangan khawatir”. Janki mengusuap airmatanya, Ram berkata pada Janki “Hanya mengatakan ya tidak akan menyelesaikan apapun, kau memiliki kewajiban untuk melakukan sesuatu untuk Nithin”. Janki berkata pada Ram “tapi pak..”. Ram berkata pada Janki “Tutup mulut mu, jika kau bicara tentang aku atau juga Harsh pada siapapun, maka Nithin akan tetap berada dipenjara”. Janki tersentak dan Ram meminta pada Janki untuk menyelesaikan ritual pulang (mudik) dan kembali kerumah mertuanya. Ram berkata pada Janki “Jika kau kembali maka wanita yang telah menuduh Nithin akan mencabut semua tuduhannya”.., Jika kau mau bekerja sama kasus ini tiba-tiba dibuat juga akan berakhir dengan tiba-tiba”. Janki bertanya pada Ram “apakah kau ingin mengatakan bahwa kaulah yang telah melakukan semua ini?”. Ram mengatakan pada Janki “aku tidak melakukan apa-apa”.., apapun yang telah terjadi kaulah yang telah melakukannya”.., jika saja kau tidak melarikan diri dari rumah semua ini tidak akan terjadi”..”biarkan aku membritahu mu bahwa kami bertanggung jawab atas kondisi keluarga kami, aku bertanggung jawab untuk keluarga ku dan juga bertanggung jawab untu keluarga mu”.., jadi nithin dan juga penjara”. Janki hanya terdiam dan menangis menatap tuan Ram. Ram mengatakan pada Janki “Kau beruntung, aku memebrikan mu kesempatan kembali, Ram Shastri tidak pernah menawarkan ksempatan kedua pada siapapun”.., “Jadi pulanglah bersama dengan ku dengan tenang dan jagalah janji pernikahan mu”. Ram berkata dengan menunjukkan jam tangannya “aku hanya memberikan mu kesempatan mu hanya 5 menit" Janki diminta untuk membuat keputusannya. Ram bertanya “Maukah kau pulang bersama dengan ku?”.., "atau kau akan melihat Nithin membusuk di penjara ?”.., putuskanlah dan katakan pada ku”.., hanya 5 menit”. Janki terdiam dan ketakutan.
Dikantor polisi, Srivastav terbatuk. Asha bertanya “apa yang terjadi dengan mu?”. Asha memberi tahu Nithun “Lihatlah ayah mu!”. Nithin menghawatirkan ayahnya. Inspektur memerintahkan pada Tiwari untuk memberikan ayah Nithin minum. Suara Nithin terdengar mengatakan pada Janki “Janki ayah mu sakit”.., Ayah!”.., tolong bukakan pintunya”. Janki mencemaskan Srivastav “Ayah”. Ram menyuruh Janki untuk pergi dan melihat apa yang sedang terjadi pada ayahnya. Janki bergegas masuk kedalam kantor polisi. Petugas polisi membatu Srivastav dan Janki sampai pada ayahnya. Diluar, Ram menunjukkan wajah jahatnya.
Janki bertanya pada Asha “Apa yang terjadi pada ayah, ibu?”. Asha berkata bahwa dirinya tidak tahu, Janki meminta agar ayahnya untuk tenang. Srivastav terjatuh memegangi dadanya, Janki meminta seseorang mau menolong mereka. Janki berkata pada Srivastav yang terkena serangan jantung untyk menguatkannya bahwa tidak akan ada yang terjadi padanya. Janki meminta pada seseoang untuk memanggilkan ambulan. Janki berkata “kita harus membawanya kerumah sakit”. Janki meyakinkan ayahnya bahwa tidak akan terjadi apa-apa padanya. Mata Srivastav telah terpejam dan Asha memberikannya minum.
Ram masuk kedalam dan Janki berkata pada Ram (Ayah nertuanya)” Pak lihatlah!”.., apa yang salah dengan ayah ku!”.., pak tolong panggilkan ambulan, kondisinya semakin parah”. Ram berkata “aku akan melakukannya”. Ram berteriak untuk segera memanggilakn ambulan. Ram mengingatkan Ram menagatakan bahwa ambulan akan segera datang dalam waktu 5 menit. Janki terkejut saat itu, Ram sengaja memperlihatkan jam tangannya pada Janki. Janki menangis tidak berdaya menatap ayahnya (Srivastav).
Srivastav telah ditangani dirumah sakit, Janki bertanya pada dokter tentang 0apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya, dokter menjelaskan bahwa ayahnya terkena serangan jantung. Janki kaget mendengar hal itu, dokter berkata bahwa apapun bisa terjadi jika ayahnya ada madi ada dirumah sakit itu, dokter meminta agar Janki membawa Srivastav ke rumah sakit lain. Dokter akan bergegas pergi dengan tergesa-gesa Janki menghentikannya “tunggu sebentar, kau mau kemana?”.., ini serangan jantungkan.., tadi kau mengatakannya begitu?”.., kau menyuruh ku uuntuk membawanya rumah sakit lain?”.., kenapa kau tidak bisa menanganinya?”. Dokter berkata “Maaf, kami sekarang tidak memiliki ruangan kosong, kau harus membawanya kerumah sakit lain”. Asha berkata “kemana kami bisa membawanya dalam situasi seperti ini?”.., bagaimana jika dia jatuh sakit (kumat) ditengah jalan?”.., dia akan”..
Janki menatap Asha. Asha mengatakan “serangan jantung yang kedua kalinya pasti akan terjadi?”. Janki menghentikan Asha “Ibu”. Asha mencakupkan tangannya dan menangis memohon agar dokter menyelamatkan Srivastav yang terbaring lemah “Tolong selamatkan dia”. Janki mengatakan pada dokter “Kau telah melihatnya ini situasi yang kritis, bagaimana aku bisa membawanya kerumah sakit lain?”.., bagaimana aku bisa mengambil keputusan itu?”. Janki memohon agar dokter mau menangani ayahnya. Dokter tetap menolak permintaan Janki dan akan pergi monolak permintaan Janki “Maaf”, Rajesh datang menghentikan dokter dan memberitahu bahwa Srivastav akan dibawa keruangan VIP. Rajesh berkata pada dokter “Vip juga memiliki tempat tidur/ ruangan yang bisa disiapkan untuknya”.., apakah kau bisa mengerti?”. Rajesh mengatakan pada dokter “aku akan membayar mu lima kali lipat pada tempat tidur / ruangan mu yang paling mahal”.., aturlah tempat tidur itu dengan cepat!”.., nama ku Rajsesh Shastri”.., aku hanya butuh waktu lima menit untuk membatalkan izin rumah sakit ini”. Dokter berkata pada Rajseh “maaf pak, itu akan di lakukan”. Dokter memanggil petugas medis / perawat bahwa mereka akan membawa tuan Srivastav ke rungan Vip. Petugas mendis bergegas membawa Srivastav keruangannya. Rajseh mengatakan pada dokter “Bukan hanya ruangan/ bangsal VIP, tapi kamui juga menginginkan perawatan VIP.., hubungi dokter terbaik untuk menanganinya”.., cepatlah”. Dokter dan tim medis membawa Srivastav keruangan VIP yang telah di minta Rajseh.
Asha berkata pada Rajseh “Terima kasih banyak”.., kau telah melakukan begitu banyak hal untuk ayah Janki”. Didepan Janki, Rajseh berkata pada Asha “apa yang kau katakan, bibi?”.. bagi ku sekarang dia (Srivastav) sudah seperti ayah ku dan kita semua adalah satu keluarga”.., para orang tua tidak berterima kasih tapi berkat”. Asha memberkatinya. Rajseh bertanya pada Janki “apakah aku benar?”. Janki terdiam menatap Rajseh dan tertunduk, Asha berkata pada Rajseh “Janki benar-benar diberkati untuk menikah dengan keluarga mu”.., aku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan mu”. Rajseh berkata pada Asha “Tolong jangan katakan itu”. Rajseh menatap Janki, dan Janki menundukkan kepalanya.
Janki berjalan menuju kuil, ia berdoa dalam keadaannya yang membingungkan. Janki berkata “Selamakan ayah ku, dewi”.., tolong”.., dia tidak boleh dirugikan, tolonglah dia”. Krishu dan Nisha datang kerumah sakit, Asha datang menemuinya. Nisha bertanya pada Asha “Ibu, apa yang terjadi?”.., apa yang dilakukan Nithin sampai harus masuk kepenjara?”.., kenapa ayah terkena serangan jantung secera tiba-tiba?”. Asha menangis dan Nisah bertanya “apa yang sebenarnya terjadi?”. Didepan Nisha, Asha menangis berkata “aku sedang mempersiapak ritual kembalinya Janki, untuk beberapa alasn polisi datang, mereka menangkap Nithin dan membawanya pergi, saat melihat keadaan itu, ayah Nisha terkena serangan jantung, dia selalu lemah”. Asha menangis, Nisha mengatakan “Tidak akan terjadi apa-apa pada ayah, kami semua disini”.., Khrisu akan mendapatkan perawatan ayah dirumah sakit besar”. Nisha bertanya pada suaminya “Krishu, apa yang terjadi, ayah ku harus tetap aman”. Krishu mengatakan pada Asha “Ibu aku akan memindahkan ayah dirumah sakit yang lebih baik, aku tahu sesorang.., biarkan aku berbicara dengan mereka”. Asha mengatakan pada Nisha dan Krishu “kau tidak harus melakukannya, mertua Janki telah merawatnya dengan sangat baik, mereka memberikannya ruang perawtaan VIP”.., saat mereka ada kita tidak perlu kahwatir”.., mereka kaya dan murah hati, mereka seperti dewa yang berinkarnasi”. Mendengar Asha mengatakan itu Janki menangis sedih menyimpan semua rahasia yang sesunggunya tentang sifat ram yang sesungguhnya.
Nisha mengatakan pada Asha”Ibu, kau jangan kahwatir”.., biarkan aku pergi untuk menemui ayah”. Asha mengantarkan Nisha sementara itu Krishu melihat Janki sedang dikuil. Janki berkata “Krishu kau ada disini?”. Krishu mengatakan “Iya Janki”. Krishu bertanya pada Janki “Apa kabar?”. Janki menjawab bahwa dirinya baik-baik saja…, kau menikah dengan keluarga kaya dan baik, mertua mu sudah mmeberikan ruang perawtan rumah sakit dan akan merawat ayah.., sebenarnya rumah sakit ini memiliki reputasi yang buruk”.., mereka tidak akan mengurus pasian manapu selain dari kalangan kaya/ elit”.., tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan, aku sangat senang kau menikah dengan Harsh”.., aku yakin tuan Ram tidak akan membiarkan Nithin masuk penjara.., jangan kahwatir”.., birakan aku menemui ayah”. Krishu pergi meninggalkan Janki dikuil. Janki meratapi nasibnya " dia (Ram) akan melakukan segalanya, tapi apa yang bisa ku lakukan?".., sekarang aku harus memutuskan".
Anak dari pelayan Radha (Jagdish) meminta pada teman bermainya (anak-anak Vanndana) untuk memberinya warna kuning saat mereka bermain, Harsh hanya terdiam dan dudukbbersama mereka.
Savita berkata pada Vandanna " anak-anak telah kembali, rumah ini akan kembali ceria, itu benarkan?". Vanndana berkata pada Savita" ibu, kau benar sekali.., aku juga merindukan mereka", tapi aku harus mengirimnya ketempat nenek mereka saat pernikahan Harsh, jika mereka ada disini mereka akan mengungkapkan semua rahasia". Savita berkata" jika Janki tahu segalanya, maka dia tidak akan pernah menikahi Harsh". Vanndana setuju dengan Savita.
Seorang pelayan (Radha) bertanya pada Savita dan Vanndana mengenai apa yang harus dimasaknya. Vanndana memberi pendapatnya pada savita untuk memasak 'Palak Paneer' kesukaan Harsh. Savita setuju dengan ide Vanndana. Radha mengucapkan terima kasih, ia merasa sungkan jika putranya Jagdish bermain dengan anak-anak Vamndana. Vanndana berkata pada Radha " apa yang kau katakan?".., Jagdish juga milik keluarga ini, dia sahabat Harsh.., Harsh hanya mau mendengarkannya, kami tidak bisa melatangnya jika Harsh menyukai penduduk dari Darbhanga" entah itu Janki, kau dannjuga putra mu". Savita terkejut. Vanndana meminta pada Radha " cepatlah masak kami lapar". Pelayan Radha pergi " baiklah, aku akan memasak".
Harsh terdiam, ia mengambil kertas dan mengingat permainannya bersama Janki. Harsh membayangkan dalam Khayalannya, Janki datang menemuinya dan tersenyum, ia berlari menuruni anak tangga dan melimpatinya dan memeluk Janki. Harsh melepas pelukannya, ia bertanya pada Janki " kenapa kau pergi meninggalkan aku.., aku belum makan.., aku merindukan mu". Hars terus mempertanyakan Janki dan bertanya tentang alasannya meninggalkannya. Janki meminta maaf pada Janki namun Harsh nemunta agar Janki meminta maaf dengan memegang telinganya dan mengulangi permintaan maafnya, Janki melakukannya dan mengulangi kata maafnya pada Harsh. Harsh bertanya pada Janki" apa kau akan menginngalkan ku lagi?". Janki menjawab "tidak".
Harsh meminta agar Janki berjanji padanya dan menunjukan jari kelingkungnya dan Janki melakukannya, Janki berjanji dirinya tidak akan pergi meninggalkannya. Harsh menolak untuk percaya pada apa yang Janki katakan "aku tida percaya dengan janji mu.., kau pasti akan meninggalkan ku lagi". Janki bilang "tidak". Harsh memberi tahu Janki bahwa ia mulai marah dan dengan kasar mendorongnya berkata bahwa pasti akan meninggalkan ku, Janki terjatuh dan berteriak kesakitan.
Harsh tersadar dari khayalannya, ia melihat kesekelilingnya dan tidak mebemukan Janki, Harsh berjalan menuruni anak tangga dan mencari Janki. Savita bertanya pada Harsh " apa yang kau cari?". Harsh bilang bahwa ia nencari bonekanya (gudiya).
Harsh terus bertanya keberadaan janki, dan Savita berulang kali memberi tahu bahwa bonekanya belum datang, Harsh tidak mendengarkan ibuny, ia terus berkeliling mencari Janki.
Savita memintanya untuk mau mendengarkannya, tapi Harsh bilang pada ibunya" tadi dia ada disini". Savita bilang mengulanginya dan memberi tahu bahwa binekanya tidak ada, tapi Harsh tetap mencarinya hingga kekolong meja. Savita bilang" boneka mu tidak ada disana". Harsh berteriak marah mengejutkan ibunya, Vanndana dan juga anak-anak.
Savita menangis berkata pada Harsh untuk menenangkannya " Dia pasti akan kembali, kau akan bermain kembali dengannya. Vanndana naik keatas menengok anak-anaknya dan Jagdish meminta mereka untuk tenang lalu mengajak mereka pergi. Harsh berjalan pergi dan Savita menangis sendirian.
Dokter meminta perawat untuk terus memperhatikan denyut nadi pasiennya dan memberitahu untuk segera membawakan obatnya. Janki mencemaskan ayahnya dan melihat dari kaca, Ram berdiri dibelakangnya berkata bahwa ayahnya akan baik-baik saja, dokter keluar dari ruangan Srivastav, Ram bertanya pada dokter tentang keadaan dari ayah mertua putranya. Dokter memberitahu bahwa pasiennya mengalami serangan jantung dan telah keluar dari masa keritis yang membahayakan, dokter memberitahu bahwa pasien tidak boleh dalam keadaan stress atau jika tidak pasien bisa mengalami stoke dan itu bisa mematikan. Dokter meminta agar menjaga pasien dengan baik. Ram bertanya pada dokter "bisakah kami menemuinya didalem?". Dokter mempersilahkan.
Ram membukakan pintu, semua keluarga Janki masuk keruangan, Janki hanya terdiam kebingungan, ia berfikir ucapan Ram bahwa Nithin akan dihukum 10 tahun dan masa mudanya akan hancur, Janki mengingat semua pembicaraanya dengan Ram saat bertanya padanya intuk memintanya ikut pulang bersamanya atau jika tidak Janki akan melihat Nithin akan membusuk di penjara, ia berfikir pernikahannya dengan Harsh, saat ayahnya (Srivastav) terkena,setangan jantung.
Janki berfikir dalam lamunannya" ya dewa, kau menempatkan ku ke tempat yang begitu sempit seperti ini?".., " kehidupan dan juga kegembiraan ayah hanya tergantung pada keseimbangan, dan disisi lain ada kebahagiaan ky dan juga hidup ku".., "aku hanya bisa memilih salah satu diantara mereka". Janki menangis dalan kebimbangannya.
Comments
Post a Comment