PREM BHANDAN EPSODE 22 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd

Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY 

MADE TITIS MAERANI, SPd

DANGAL TV CHENNEL

 

Episode Lengkap Prem Bandhan – 22

Srivastav telah sembuh dan keluar dari ruang perawtaan rumah sakit, Nithin telah di bebaskan. Ram Shastri memberitahu Janki bahwa kondisi Harsh tidak baik dan meminta agar Janki kembali ikut pulang bersamanya. Ram meminta agar Janki menelopn namun Nithin mengambil alih ponsel dan mendengat sesuatu yang aneh pada Harsh. Saat Janki kembali Harsh begitu sangat senang namun Janki masih ketakutan padanya.

 

 Tuan Ram Shastri membukakan pintu ruang perawatan  untuk keluarga Janki Janki betkata pada adiknya " Nisha, tolong bawa ibu keluar". Janki tersadar dari lamunannya dan ratapan nasibya, ia masuk keruangan Srivastav, saat melihat Asha menangis bergitu buruk. Janki berkata pada Asha "ibu, kata dokter ayah tidak boleh stress,  jangan menangis di depannya".., tenanglah aku akan menyusul". Nisha dan Krishu keluar membawa Asha.

Ram masih bersama Janki dan Srivastav. Janki duduk di dekatnya, ia bertanya pada Srivastav yang masih terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan, jani berkata " ayah, bagaimana kondisi mu sekarang, apakah kau merasa  lebih baik?". Srivastav menarik selang oksigen, Janki bertanya “apa yang kau lakukan ?” Srivastav bertanya tentang Nithin.  Janki menjawab “Nithin baik-baik saja”.., dia akan dibebaskan.., ayah mertua ku disini”.., dia kan mengeluarkan Nithin. Srivastav merkata pada Janki “Apa kabar mu.., kami tidak bisa menghubungi mu, aku khawatir”.

Janki berfikir mengarang cerita untuk menutupi semua keburukan Ram Shastri di depan Srivastav, Janki berkata pada Srivastav “Ayah”. Janki menatap wajah tuan Ram dengan wajah murung, ia menyuruh agar Janki berbicara manis tentang perlakuannya. Janki berkata pada Srivastav “Aku baik-baik saja”.., apa kau tahu, kau telah menikahkan aku dengan keluarga yang luar biasa.., mertua ku sangat mencintai ku dan Harsh, aku tidak bisa mengatakannya pada mu.., aku tidak akan pernah menemukan suami yang lebih baik dari dirinya, dia sangat penyayang dan perhatian dan ayah mertua ku sangat memanjakan ku!”.., dia sangat mencintai ku!”. Ram Shastri bepaling wajah dan tersenyum puas.., apakah kau tahu bertapa kerasnya ayah mengeluarkan Nithin, jika dia melakukan begitu banyak untukku, aku juga punya kewajiban untuk membuat mertua ku bahagia?”. Ram terkejut menatap Janki.

 Janki berkata pada Srivastav “ aku pasti akan melakukan itu”.., ayah.., aku pasti akan melayani mereka dengan sangat banyak, aku akan membuat ayah ku bangga pada ku.., bagaimana pun juga aku putrinya”.., terima kasih ayah karena sudah menikahkan aku dengan keluarga yang baik!”.., keluarga yang elit dan kaya!”.., terima kasih”. Tuan Ram Shastri tersenyum puas mengawasi Janki berbicara dengan Srivastav. Janki mengusah air matanya, ia bertanya pada Ram Shastri “ayah, akankah  Nithin dibebaskan sekarang?”. Ram berpura-pura lembut pada Janki berkata “Iya, sayang!”.., Nithin pasti akan di bebaskan!”.., aku akan memastikan dia akan dibebaskan dengan berapapun biayanya”. Srivastav mencakupkan kedua tangannya, Ram bertanya padanya “mengapa kau melakukannya?”.., kau telah membantu kami  dengan memebrikan Janki pada kami”. Janki hanya merenung, dan saat Srivastav menatapnya ia memaksakan senyuman untuk ayahnya. Ram berkata manis di hadapan Srivastav “Kita harusbersyukur”. Ram berjalan dan membuka pintu, Janki terkejut dan ketakutan, Janki menyembunyikan air mata kesedihannya dengan membelakangi ayahnya yang masih lemah dan menguasap airmata di wajahnya.

Ram menemui Rajseh “Aturlah cara untuk mengeluarkan Nithin, aku ingin dia keluar bagaimanapun caranya”. Rajseh setuju dengan itu dan melirik keruangan Srivastav.

Dikantor polisi akhirnya Nithin dikeluarkan dari sel tahanan. Nithin berkata pada inspektur polisi “Terima kasih, pak”.., aku sudah mengatakan kau salah.., aku tidak melakukan penipuan apapun”. Inspektur berkata pada Nithin “tidak apa-apa, kau hanya perlu untuk menandatanagani itu dank au bisa pergi”. Nithin bertanya pada Ispektur tentang wanita yang telah menuduhnya melakukan penipuan, ia ingin sekali berbicara dengan wanita itu dan ingin tahu mengapa wanita itu melakukan hal itu padanya. Polisi memberitahu Nithin bahwa wanita yang telah menuduhnya itu telah pergi dan berkata bahwa Nithin hanya perlu untuk menandatangani surat pembebasannya.

Nithin kesal berkata pada Inspektur polisi dan menyalahkan wanita itu bahwa ayahnya terkena serangan jantung karena ulahnya. Nithin menyalahkan tidakan wanita itu bahwa ritual kakaknya (Janki) batal untuk dilakukan dan bertanya-tanya “Bagaimana wanita itu bisa pergi seenaknya?”. Nithin berkata pada Inspektur polisi untuk memberikan nomorteleponnya atau juga alamat wanita itu karena ia ingin berbicara dengan wanita itu. Isnpektur polisi mengatakan pada Nithin bahwa mereka tidak bisa memberikan tentang informasi apapun terhadap pihak yang menuntut karena itu illegal. Polisi meminta agar Nithin menandatangani surat pembebasannya dan kemudian pergi.  Inspektur berkata pada Nithin “Bukankah ayah mu berada dirumah sakit?”.., dia akan merasa lega”.

Dirumahs sakit, Janki mengeluarkan kartunya untuk membayar tagihan rumah sakit ayahnya, Ram datang bersama Rajseh menghalanginya dan mengambil kartunya. Ram berkata pada Janki “apa yang kau lakukan?”.., bukankah kau menantu kami, aku tidak akan membiarkan menantu perempuan ku mebayarnya selama aku masih ada disini”.., biarkan aku yang akan membayarnya”. Janki mengatakan pada Ram “Pak, biatkan aku yang membayarkan tagihan ayah ku, tolong izinkan aku untuk melakukannya”. Ram mengatakan pada Janki “Ayah mu terhubung dengan ku melalu pernikahan mu.., kita semua satu keluarga.., aku bilang begitu karena sekarang keluarga mu adalah tanggung jawab ku.., sekarang kau sudah memutuskannya, kau akan ikut pulang besama dengan kami untuk Harsh mu”.., laukanlah satu hal”.., tengoklah ayah mu, kami yang akan membayarkan tagihannya”.

Ram berkata pada Rajseh “setelah tagihan diselesaikan, keluarkan dia”. Rajseh mengiyakannya. Ram mengatakan pada Janki “Ayolah”. Janki ikut dengan tuan Ram Shastri. Ram berkata pada Janki “sejak kau meninggalkan rumah, keadaan Hasrh tidak baik-baik saja”.., sama seperti mu yang tidak tega melihat ayah mu sakit, aku juga tidak tega melihat putra ku terganggu, jadi aku ingin kau meneleponnya dan mengatakan kepadanya bahwa kau akan kembali kepadanya”. Ram menyerahkan ponselnya pada Janki dan memita agar Janki berbicara pada Harsh (suaminya).

Savita memanggil Hasrh ketika mendapatkan telepon dari Janki dan memberikan ponsel pada Harsh “Harsh boneka mu menelpon”. Hasrh bergitu senang saat mendapatkan telepon dari Janki dan berbicara padanya. Hasrh bertanya pada Janki “kemana kau meninggalkan ku pergi?”.., aku belum makan!”.., aku menunggu mu!”.., “kau mau pergi kemana?”.., “mengapa kau tidak mengatakannya pada ku?”.., “mengapa kau meninggalkan aku seperti ini?”.., segeralah kembali”. Janki berkata “Iya Harsh, aku akan segera datang”

Hasrh bertanya pada janki “apakah akan kembali untuk selamanya?”.., aku menunggu mu”.., “aku tidak akan makan sampai kau kembali pulang”. Janki menangis, Hasrh meminta pada Janki agar ia segela kembali pulang, kita akan bermain bersama.., aku sudah menyiapkan tempat untuk mu, Savita menitihkan air matanya. Janki berkata pada Harsh “Ya Harsh, aku pasti akan datang dan bermain dengan mainan mu”.

 janki dan Ram terkejut saat Nithin datang dan memanggilnya “Janki”. Nithin muncul dihadapan mereka berkata “apa yang kau katakan pada Harsh tentang bermain dengan mainan?”.  Rajseh mendengar hal itu, Ram meliririknya. Janki mengatakan “Tidak ada apa-apa”.., ini”. Rajseh datang menimpali pembicaraan dan menutupi kebenaran tentang Harsh berkata pada Nithin “Wah!..,  bukan mainan”. Ram menghela nafas lega dan tersenyum puas saat itu.

Harsh berkata pada Nithin “Harsh sedang berbicara tentang bermain bersama dengan putra ku, Parth”.., sejak pernikahan, Janki tidak punya waktu untuk bermain dengan anak-anak”.., “anak-anak ku sedang menunggu untuk bermain dengan bibi baru mereka”. Janki hanya terdiam dan menangis menatap Rajesh. Nithin berkata “Maaf aku tidak memahaminya”. Janki bertanya pada Nithin “apakah kau baik-baik saja?”. Nithin menjawab “tentu saja.., aku pria besi!”.., aku tidak akan pernah berhenti jika sesuatu yang begitu sepele terjadi”. Janki meminta agar Nithin meminta restu dari ayah mertuanya (Ram Shastri).  Ram menolaknya “Tidak.., bagi ku kau seperti putra ku!”.., jangan meminta restu dari ku tapi peluklah aku!”. Janki berkata pada Nithin “apa kau tahu, tanpa bantuannya ( ayah mertua Janki ).., aku tidak aka berhasil”.., “untuk perawatan  ayah kita, ayah, juga dilakukan oleh ayah mertua ku, kita berhutang budi pada mereka”. Ram tersenyum.

Hasrh memberantakkan semua barang, ia berkata pada Shikar “Darimana kau bisa mendapatkan abarang bafus seperti ini?”. Hasrh berteriak memanggil anak-anak Vanndana dan Rajseh lalu meniup terompet. Putri kecil Vanndana berlari menuruni anak tangga dan memintanya untuk bergegsa datang. Hasrh bermain dengan anak-anak Vanndana. Putri kecil Vanndana bertanya pada Harsh “dimanakah kau mendapatkan semua mainan baru di malam-malam begini”. Shikar menjawab “Asisten pribadi paman Harsh.., Paman Shikar yang telah mendapatkannya”. Hasrh memberitahu anak-anak bahwa Shikarlah yang telah mendapatkan semua mainan itu untuk PP”. Mereka brmain antara penjaga toko dan juga pembeli,  Shikar masuk kedalam tokonya dan kemudian membawa semua mainan itu dan melarikan diri. Shikar berkata pada anak-anak Vanndana “selamat malam.., selamat tinggal”. Jagdish bertanya pada harsh “apakah kau akan membuka semua mainan ini?”. Hasrh berkata “Iya”.., itu semua mainan ku jadi aku bisa membuakanya kapan saja”. Hasrh tertawa, jagdish berbisik ditelinga Harsh.

Dokter  berkata bahwa ia telah meresepkan beberpa obat untuk ayah janki dan meminta agar Srivastav meminum obat dengan teratur dan memsatikan agar ayahnya  tidak stress agart tidak berbahaya untuk ayahnya. Janki mengerti dengan apa yang di ucapakan oleh dokter dan ia punya satu permintaan kecil untuk sang dokter untuk mengirimkan semua laporannya melalui ponsel dan memberitahu bahwa dirinya tinggal di Patna sehingga Janki bisa mendapatkan kesehatan ayahnya secara update, bahkan dia bisa mengingatkan ayahnya untuk meminum obat saat dipanggil. Dokter kagum pada Janki dan berkata bahwa setiap ayah harus memiliki putri seperti dirinya, janki berterima kasih dan dokter berjalan pergi.

 

Janki datang menemui Srivastav, Janki bertanya pada Srivastav “bagimanakah keadaan ayah, sekarang?”. Ram dan Rajseh datang, Rajseh berkata “Janki bisakah sekarang kita pergi?”. Srivastav mengatakan pada janki bahwa dirinya merasa sangat aneh karena tidak bisa melakukan ritual untuk Janki. Srivastav mengatakan “bukankah kau datang untuk merayakannya?”.., tapi kau harus merawat ku dirumah sakit”. Ram dan Rajseh masih menunggu Janki dan mengawasinya. Srivastav mengatakan pada Janki “maafkan aku". Janki berkata" kenapa kau harus minta maaf".

Janki beryanya pada Srivastav "apa  yang harus ku lakukan.., apa kerumitannya?".., ayah tidak ada yang penting dari mu, ini naik untu ku merawat mu".., sejauh ritual kerumah dan juga kegembiraan, jika kau baik- baik saja.., maka kau juga,akan baik-baik saja".., bukankah kegembiraan akan kembali datang, kan?". Srivastav memahaminya.

Janik berkata pada Srivastav" ayolah sekarang berjanjilah pada ku, kau akan meminum obat yang diberikan dokter tepat waktu". Srivastav betkata " aku berkanji".., kau juga jagalah diri mu sendiri".., mertua mu sangat baik tapi  masalahnya katena aku juga, seorang ayah aku hanya sedikit khawatir".

Nithin bertanya" janki dimanakah Harsh?"..,Harsh pasti datang untuk melakukan ritual". Mendengar hal itu Ram gelisah lalu menatap Rajesh, Rajesh mengaihkan pembicaraan" janki bisakah kita pergi, kami sudah terlambat".., kita jarus pergi melakukan pemujaan dewa klaan". Ram berkata berpura-pura tidak enak pada Srivastav " sebenarnya kami merasa tidak enak untuk meninggalkan mu, dan Janki seharusnya tidak boleh mwninggalkan mu.., tapi aku sudah tidak bisa menundanya.., kami harus melakukan ritual".., setelah ritual selesai nanti bisa datang lagi menemui mu untuk waktu yang lebih lama".., tapi saat ini kamu harus pergi". Ram bertanya pada Janki " bisakah sekarang kita pergi?". Janki mengiyakannya, ia mengusap air matanya. Janki berpamitan pada Srivastav " ayah aku pergi".

Janki berkata pada Nithin " bagaimana kau bisa berfikir Harsh tidak ikut dengan ku, Harsh datang bersama dengan ku.., “ saat kau ditangkap polisi, Harsh pergi ke pengacara untuk mengeluarkan mu, jika Harsh tidak ke pengacara maka kau tidak bisa keluar". Ram dan Srivastav terus mengawasai janki dan tersenyeum lega. Nithin meminta maaf pada Janki, aku hanya berfikir, Harsh orang kaya pengacara yang datang bukan  sebaliknya.., Harsh bisa datang menemui ku jika dia mau, kan?. Janki berpamitan pergi pada Srivastav Ram dan Rajesh mulai gelisah. Janki panik dan melirik pada Ram dan Rajseh.

Harsh berkata " jagdish ini sangat bagus, kau punya banyak mainan!".., aku tidak punya". Jagdish berkata pada Harsh bahwa dirinya pintar, dan Harsh sangatlah bodoh". Jagdish membidik mainan anak panah dan membeti salam pada dewa Rama. Harsh memakai topeng dan meminta pada Jagdish untuk menyerahkan mainan anak panah, Harsh kesal, ia bertanya pada Jagdish " kenapa kau bilang aku sangat bodoh?".., aku akan sangat marah jika kau melakukan itu lagi". Jagdish bwrkata bahwa Harsh telah membuka mainan terlebih dulu saat semuanya datang.., dasar konyol".

Hatsh berkata" memangnya apa yang harus ku lakukan?.."apa aku harus memakannya?". Jagdish meminta untuk tidak memakan mainan tapi mengunci semua mainan dilemari atau semua mainan itu akan hilang. Harsh berkata" tunggu sebentar, aku punya boneka". Jagdish berkata pada Harsh" kau teman ku itulah sebabnya,aku akan memberikan salam geratis.., mainan apapun tang kau suka, simpanlah dilemari atau semuanya akan hilang, karena terlalu banyak ada penjahat yang mengintai". Harsh memuji Jagdish bahwa pikirannya sangat cerdas. Jahdish berkata pada Harsh " aku memang sangat cerdas". Harsh nertanya" bagaimana kalau kita tos?" mereka,saling tos satu sama lainnya.

Nithin berkata pada Janki "tolong jangan merasa keberatan, bahkan jika Hars mau dia bisa datang menemui ku dikantor polisi jika dia mau..  atau dia bisa datang menemui ayah dirumah ".., maksud ku.., aku tidak bisa untuk memahaminya". Asha menegur Nithin dan memintanya diam. Nithin berkata “Bu bukan seperti itu, tapi..”. Asha meminta agar Nithin diam.  Asha berkata “saat kau mengejar sesuatu, bahkan kau menolak untuk menyerah!”.., Harsh tidak punya waktu luang seharian, dia tidak bisa  terus duduk dan menunggu kita, Harsh punya begitu banyak hal yang harus dikerjakan”.., saat Harh tidak punya waktu, nanti dia akan datang untuk menemui mu lagi”.., lagipula kita juga tidak akan kemana-mana”.

Ram Shstri mengalihkan panggilan dan meunjukkan ponsel pada Janki “Harsh telah menelpon mu”. janki beralasan “Harsh telah menelpon ku!”. Janki mengangkat ponsel “Ya Harsh”. Harsh berkata pada Janki “segeralah kau pulang aku ingin melihat mu”.., apakah kau tidak mau bermain dengan ku?”. Savita mencoba untuk menenangkan Hasrh, Janki berkata “mengapa tidak ?”.., ya tentu saja”.., ayah ku sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang dia baik-baik saja. Savita mengatakan pada Harsh “dia akan segera berbicara dengan mu sanrtai saja”.

Didepan Nithin dan keluarganya, Janki berpura-pura berkata “Ya kata dokter berikan saja obat dengan tepat waktu”.., dan aku sudah menjelaskan semuanya”. Harsh bingung dan memberikan ponselnya pada Savita “Ibu, apa yang dia katakan?”. Janki berkata “Jangan Kahwatir”.., aku meminta maaf atas nama mu dan aku juga akan mengatakannya untuk mu”. harsh mengatakan pada Janki “aku tidak mau mendengarkannya”. Saviata memintar agar Harsh mematikan ponselnya namun Harsh dan tetap ingin menantiakan jawaban Janki. Savita terus membujuknya “Harsh dengarkan aku”. Harsh berlari menjauh dan Savita mengejarnya, Janki menjauh. Namun Nithin datang menghampiri Janki berkata “aku ingin berbivara dengannya dan berterima kasih padanya”. Nithin mengambil alih ponsel dan Janki menatap pada Ram dan Rajseh.

Harsh berkata diponselnya “Katakan pada ku kapan kau akan datang pada ku!”. Savita mencoab untuk mengendalikannya, Nithin terksejut saat itu “Apa yang kau katakan Harsh?”. Janki, Ram dan Rajseh saling menatap satu sama lainnya. Anak-anak Vanndana datang menemui paman Harsh dan memintanya untuk bermain, Nithin bertambah terkerjut mendengar suara Harsh.

Roohi mendapat panggilan pesan singkat dari Rajseh dan bergegas tutun kebawah. Harsh kesal saat putra kecil Vanndana mengambil pnsel dan bertanya pada Savita “Ibu, apa yang dia lakukan?”. Roohi datang merebut ponselnya “ya biarkan akau yang mendapatkannya”. Roohi menjauh dari Harsh, Harsh meminta pada Roohi “berikan ponselnya pada ku aku ingin berbicara”. Roohi mengatakan “berikan saja ponel ini pada ku”. Harsh menolaknya “tidak, aku sedang berbicara dengan boneka ku. Roohi dan Harsh saling berdebat satu sama lain. Roohi menjawab ponsel itu “datanglah di malam hari!” kemudian mematikannya. Roohi berkata pada Harsh “pergilah dan buat daftar mainan baru”. Roohi menegaskan “apakah kau mau ikut?”. Hasrh berkata “aku membenci mu”. roohi mengatakan pada Harsh “kami akan pergi untuk membeli mainan baru”.

Hatsh mengajak puta dan putri Vanndana bermain “ayolah”. Savita bertanya pada Roohi “mengapa kau mengambil ponsel dari Harsh?”. Roohi meminta Savita diam dan mengangkat ponsel “Hai Janki, kapan kau akan pulang?”. Namun Nithin berkata pada Roohi “Ini Nithin bukan Janki”.. bagaimana kau bisa datang bukannya Harsh ?”. janki, Ram dan Rajseh menarik nafas lega. Roohi mengatakan pada Nithin bahwa anak-anak Vanndana membawa Harsh pergi untuk mendapatkan mainan baru. Roohi mengatakan pada Nithin “Lakukanlah satu hal”.., cepat kirimkan janki pulang kami semua telah menunggunya”. Roohi mematikan ponsel, Nithin terkejut “Ku kira panggilan ini telah kembali di matikan lagi, Roohi yang menjawabnya, aku tidak bisa berbicara dengan Harsh”. Rajseh berkata pada Nithin “Itu tidak apa-apa.., saat nanti kami sampai dirumah, kami akan meminta Harsh untuk berbicara dengan mu dan kau bisa mengatakan apa yang kau inginkan”. Nithin mengangguk dan tersenyum. Janki menemui Srivastav dan memeluknya “Ayah jagalah diri mu”.

Malam hari, Janki telah sampai dirumah keluarga Shastri bersama Ram dan Rajseh. Roohi datang menemuinya dan berkata untuk Savita dan juga neneknya  “Janki telah kembali”. Nenek dan Savita senang saa itu dan Janki meminta berkah pada mereka. Shikar berkata pada Janki “Janki, aku tahu kau masuk akal, kau orang yang baik, kau akan kembali.., jadi hanya”.. “terim akasih”.., terima kasih banyak kau telah kembali, janki!”. Harsh datang berteriak memanggil bonekanya dan meminta untuk menunggu. Harsh berlari menuruni anak tangga untuk datang menemuinya namun Janki ketakutan, Savita dan nenek menghalanginya. Semua keluarga Shastri senang. Harsh mengambillkan sekuntum bunga dan memberikannya pada Janki, dengan ragu Janki mengambilnya dan Harsh senang memeluk Savita dan neneknya  dengan sangat erat. Harsh mencolek hidung Janki. Harsh berlari menaiki anak tangga.

Savita mengatakan pada Janki “aku percaya bahwa apa yang terjadi adalah jalan yang terbaik, kau akan melihat bahawa aku tidak akan membiarkan kau diganggu dirumah ini”.., pergilah kekamar mu”. Janki berjalan pergi, Ram memanggilnya dan bertanya pada Janki “apakah kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada Savita dan juga ibu ku”. Janki berkata “Ibu, nenek .., maafkan aku”.., seharusnya aku tidak meninggalkan rumah tanpa memberitahu mu, bukankah kalian semua sangat khawatir, kan?”.., tapi itu tidak akan terjadi lagi”… aku tidak akan memiliki alasan untuk mengeluh.., maafkan aku”  Ram tersenyum puas. Harsh berjingkrak senang. Ram mengatakan pada Janki “Inilah yang ku harapkan dari mu.., ayolah sayang!”. Janki berjalan pergi.

Vanndana berkata pada Ram " ayah maafkan aku, tidak apa-apa memaafkan seseorang yang sudah melakukan kesalahan sekali.., tapi kau tidak bisa  lagi mempercayai Janki.., hari ini Janki telah melarikan diri, mungkin Janki akan mencoba untuk melarikan diri lagi, jadi kurasa Janki dan Harsh harus di jaga". Mendengar ucapan Vanndana Janki berhenti melangkahkan kakinya wajahnya sedih. Savita meneggur vandanna" kadang-kadang kau bersikaplah baik saat seseorang belajar dari kesalahannya.., kau juga harus belajar untuk bisa memaafkannya, bukankah Janki sudah kembali, dia tidak akan pergi lagi". Vanndana berkata" aku harap itu seperti yang kau katakan,  tapi orang yang tertahan akan selalu melarikan diri dari penjaranya".., dan Janki akan kembali dengan mimpi itu".

Nenek Harsh menegur Vanndana"  kau berhentilah untuk mengurus mimpi janki, kita  pergi ketempat tidur, besok kita harus bangun pagi-pagi unruk pergi kekuil, bukankah besok kita hatus melakukan pemujaan untuk Janki?". Vanddana berkata" baiklah nenek, itu sesuai dengan keinginan mu".

Harsh berfikir untuk Janki" aku tidak akan membiarkannya pergi lagi kemanapun itu, sekarang boneka (Gudia) sudah kembali aku pasti akan melakukan sesuatu, aku akan melakukannya, aku tidak akan membiarkannya pergi". 

Harsh masih memperhatikan Janki dari balkon atas. Dengan perasaan bimbang Janki berfikir"  aku harus kembali pada keluarga ini hanya untuk membuat ku bahagia.., aku tidak mau melakukannya"..,  tapi aku tidak bisa menahannya, bagaimanapun juga, aku harus tetap berada pada pernikahan palsu ini".

Comments