PREM BHANDAN EPSODE 23 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd

Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY 
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL

 

Episode Lengkap Prem Bandhan – 23

Harsh sangat senang melihat Janki dan memaksanya untuk bermain, tapi Janki mengabaikannya. Harsh dengan paksa membawanya untuk menunjukkan mainan yang dimilikinya, Harsh menyampaikan keinginannya pads Janki untuk  menguncinya di dilemari, Harsh kemudian membekap Janki dan menguncinya di lemari dan mengira boneka (Gudianya) telah aman dan tidak akan lagi melarikan diri bahkan tidaknakan ada yang bisa menemukannya. , Sementara semua anggota keluarga Ram Shastri pergi ke kuil. Roohi hanya datang bersama dengan Harsh,  Harsh

Malam hari, Harsh datang kekamar Janki dengan membawa teddy bear. Harsh berkata pada boneka teddy" kau akan senang bertemu dengan boneka ku". Harsh mencari Janki dengan sebutan Boneka (gudia), Harsh betkata pada Teddy bear nahwa boneka/ gudiyanya bermain petak umpet dengannya,  ia berkeliling mencari disekitar riangan kemudian mengetuk pintu kamar mandi, Harsh bertanya" boneka (gudia) apakah kau ada didalam?". Janki menjawab " ya aku disini". Harsh berkata pada Janki"apa yang kau laku kan disana?".., ayo keluarlah". Janki menjawab" baiklah, aku akan segera keluar". Harsh berkata pada Janki " duduklsh ditemoat tidur, apakah kau akan datang jika aku diduduk ditempat tidur?". Janki menjawab " baiklah, aku akan datang". Harsh berkata pada teddy bear" boneka ku (Gudia) akan keluar)". Harsh duduk didekat ranjang lalu janki keluar dengan perasaan aneh, Harsh tersenyum menatap Janki yang berdiri di depannya. Harsh bangun dan pelan-pelan berjalan menghampiri Janki yang masuh takut untuk bertemu Harsh,   Harsh ingin menyentuh Janki. 

Janki mundur perlahan ketika Harsh melangkah maju, Janki berkata" sebenarnya".. Harsh berkata pada Janki" kau mau pergi kemana?".., kenapa kau sedih?". Jangan sedih, aku hanya ingin bertemu dengan mu, bermainlah dengan ku.., kau pasti akan tersenyum".., ayolah mari kita bermain". Janki berkata"baiklah aku akan datang". Harsh menunjukkan boneka teddy bear pada Janki" lihatlah ini, dia ingin bermain dengan mu". Harsh membunyikan terompet berkata pada Janki" lihatlah ini, Shikar yang memberikannya.., dia juga bisa berjalan". Janki terkejut dan menutup kedua telinganya, Harsh bertanya pada Janki"kau tidak takutkan?". Harsh memaki hidung badut berkata pada Janki" baiklah tunggu sebentar aku akan memslikannya pada mu". Janki menolak berkata" tidak"

Harsh mengambilkan hidung  badut dan memakikannya pada Janki " aku juga punya satu untuk mu". Harsh tertawa sebang berkata pada Janki " kau terlihat sangat baik". Janki melepaskannya, ia bertanya- tanya didalam hatinya" ya dewa, permainan apa yang akan kau mainkan?".., aku tidak punya pasangan hidup, aku hanya punya tanggung jawab".."apakah aku harus merawat seorang anak kecil dari pada memiliki seorang suami sepanjang hidup ku".

Harsh bertanya pada Janki" apa itu, apa yang kau pikirkan" Janki mengusap air matanya. Harsh bertanya" apakah kau tidak mau  bermain?".., kami unya banyak mainan".  Janki berkata pada Harsh" bisakah kita bermain besok?".., sekarang aku sangat ngantuk, besok kita harus kekuil". Harsh melepas hidung badut dan terpental berkata pada Janki dan memberikan terompet pafanya " baiklah, bidsalah aku menyimpan ini untuk mu". Janki akan menutup pintu tapi jarsh kembali masuk, Janki ketakutan bertanya pada Harsh" apa kau ingin mainan?". Harsh berkata pada Janki"ku mohon kau jangan takut pada ku, aku akan sangat terluka". Harsh menyentuh wajahnya, janki berusaha menjauh, Harsh berkata " kau sangat cantik". Harsh berjalann pergi, Janki mengawasinya, ia menutup pintu lalu bergegas mengunci pintu. Janki menarik nafas.

Diruang tamu, nenek berkata pada savita bahwa pendeta telah menentukan waktu untuk pemujaan besok dan jika mereka tidak datang tepat waktu maka itu akan berlalu dan tidak akan bisa untuk melakukan pemujaan. Savita siap untuk melakukannya dan bertanya-tanya tentang Roohi. Vanndana berkata pada Savita memberitahu savita bahwa Roohi baru saja bangun. Nenek meminta agar melupakannya dan berkata" apakah Janki akan siap atau tidak". Savita berkata pada nenek" biarkan aku yang memeriksanya". Harsh datang dengan meniup pluit di hadapan Savita, Savita berkata" ya dewa, apa itu?". Savita berkata pada Harsh " biarkan aku memeriksa janki, kita harus pergi kekuil".

Harsh membunyikan peluit dan menunjuk kesuatu tempat, Savita bertanya " apa itu?". Apa yang sedang kau lakukan?". Harsh berkata pada Savita"aku ini penjaga keamanannya". Harsh menghalangi Savita untuk bertemu Janki, Savita berkata pada Harsh" jadi begitu ya?". Harsh menjawab "iya". Savita berkata pada Harsh" tuan penjaga keamanan, bukankah Janki harus pergi kekuilkan?".., jadi biarkan aku membawanya".., baiklah aku akan membawanya kembali pulang dengan selamat". Harsh menolak keinginan Savita" aku yang merawatnya, aku tidak akan mengijinkannya!".

Nenek berkata " cucu ku segeralah bersiap dan datang, kita sudah terlambat".., janki tidak akan kemana-mana, percayalah pada ku". Namuh Harsh menolak " aku rltidak percaya pada siapapun".., terakhir kalinya dia telah kabur". Savita meyakinkan Harsh "kita akan ada bersamanya". Savita berkata"aku akan memeriksanya". Harsh  menolak " tidak". Savita berkata" aku juga akan sekaligus membawanya!". Harsh merengek " kalian berdua, kalian bertiga bisa duluan pergi.., aku yang akan membawanya".., hanyalah aku".

Vanddana datang kekamar roohi yang sibuk menari dengan telinga tertutup airphone. Vanndana berkata" lihatlah ini, senua orangvdibuk untuk bersiap kekuil, tapi dia dipagihari justru sibuk menari". Vandanna nerkata" aku hanya mengisi batrai ponsel ku, kau bawalah Harsh dan juga Janki".., jangan tinggalkan Janki sendirian  dengan Harsh, sebaliknya kau tahu apa yang akan terjadi nanti".., jangan datang terlambat segeralah datang". Vandanna berjalan pergi, Roohi melepas airphonenya dan bertanya-tanya dengan heran " apa yang vanndana katakan, apakah dia tadi mengatakan sesuatu?". Roohi mengambil ponselnya dan menepuk jidatnya" bukankah aku harus membawa Harsh bersama Janki?".

Janki mendapatkan telepon dari ayahnya (tuan srivastav), ia berkata" ya ayah, aku baik-baik saja".., "kau apa kabar?".., apakah kau meminum obat dengan tepat waktu?".., bukankah dokter berkata kau tidak boleh sedikitpun melewatkan dosisnya". Srivastav berkata pada Janki" saat kau bersama dengan ku, aku tidak perlu khawatir".., kau ada disini untuk mengingatkan ku bahwa aku harus meminum obat tepat waktu".., meminum jus ku"..,  saat aku telah dingkatkan secara teratur lalu apa yang harus ku khawtirkan?".., tapi putri ku, kau harus menjaga diri mu sendiri berhentilah khawatir pada kami, kau baru saja menikah".., jagalah Harsh, layanilah dia".., dari pada kau harus melayani ayah mu.., kau harus melayani suami mu, temukanlah kebahagiaan sejati mu dalam hal itu". Janki berkata" baiklah ayah". Nithin datang memberitahu Stivastav " ayah kau sudah cukup untuk memberitahunya, sekarang biarkan adik kandungnya mengobrol". Srivastav meminta Janki untuk berbicara dengan Nithin.

Nithin berbicara dengan Janki" halo Janki, apa kabar mu?".., apakah semuanya baik-baik saja disana?".., kemarin.aku tidak berhasil untuk berbicara dengan Harsh, mungkin saja hari ini bisa". Janki menjawab bahwa semuanya disana bai- baik saja dan meminta agar Nithin menjaga ayah mereka dengan baik dan memberikan dosis obatnya dengan tepat waktu. Nithin meminta pada janki untuk tidak khawatir dan ia pasti akan menjaga semuanya, lalu meminta pasa Janki untuk berbicara dengan Harsh dan berterima kasih padanya karena kematin tidak sempat untuk mengatakannya. Suara terompet berbunyi Harsh membunyikannya begitu kencang, aHatsh datang kekamar Janki dengan terus menyembunyikan terompet.  Janki berusaha untuk meredam suara itu janki beralasan bahwa sebenarnya semua orang telah memanggil dan menunggunya intuk pergi ke kuil dan Janki meminta agar Nithin berbicara dengan dirinya dan juga Harsh nanti.

Harsh meniupkan terompet dengan keras  dan Janki meminta untuk menghentikannya dan mematikan ponselnya. Harsh meminta agar Janki ikut dengannya, Janki berkata bahwa mereka harus pergi kekuil namun Harsh menolaknya,  mereka tidak akan pergi kekuil dengan beralasan bahwa nanti Janki akan tersesat dan Harsh merasa takut dan  tidak ingin lagi kehilangan bonekanya (gudia). Harsh berkata bahwa dirinya merasa tidak enak saat Janki / bonekanya pergi dan memintanya untuk duduk disampingnya.

Harsh berkata pada Janki " dengarkan aku.., apakah kau tahu lemari itu?".., lihat disana". Janki mulai merasa aneh. Harsh berkata bahhwa Jagdish (putra dari pelayan Radha) memasukan mainan bonekanya (gudia) ke dalam lemari kemudian menguncinya sehingga tidak ada yang bisa mengambilnya.
Harsh bilang bahwa jankinadalah bonekanya dan ia ingin menguncinya dilemari sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menemukannya  pada saat itu. Harsh meminta " biarkan aku mengunci mu". Mendengar hal itu Janki ketakutan",tidak, tunggu sebentar!".., jika kau mengunci ku di lemari maka aku akan mati". Harsh menyangkalnya bahwa itu tidak akan terjadi, Harsh yakin Janki akan tetap aman dan itulah sebabnya Harsh ingin Janki menurutinya. Harsh bertanya" bukankah aku mencintai mu?"..,  jadi bagaimana bisa aku membunuh mu, ayolah". Janki berusaha untuk melarikan dirinya, namun Harsh menarik tangannya dan membekap mulut Janki dan memasukkanya kelemari.
Roohi sedang bersiap dikamarnya memasang airphone ditelinganya, dan mendengar suara samar- samar suara Janki yang memohon pada Harsh  untuk membukakan pintu lemari. Roohi bertanya-tanya"apakah itu suara dari kamar Harsh?".., kurasa mendengarkan lagu membuat ku mendengarkan sesuatu!".
Janki telah di kunci dilemari, Janki terus memohon agar Harsh membukakan pintu lemari dan meminta pada Harsh untuk membiarkannya keluar. Janki bertanya "adakah orang diluar?".., Harsh  buka pintunya". Harsh berkata"boneka, jangan ribut". Janki tetap memohon agar Harsh mau membukakannya pintu lemari. Harsh berkata " jika kau tetap tinggal dilemari, aku juga akan marag, jangan lakukan itu atau itu ajan sulit buat ku!".
Roohi keluar dari kamarnya berguam" baiklah sebelum Harsh, izinkan aku untuk memeriksa Janki sudah siap atau belum". Sementara itu Janki meminta belas kasihan Harsh" tolong biarkan aku keluar, aku akan mati disini". Harsh tetap bersikeras berkata" kau akan yetap aman disini, tidak akan ada yang bisa mengeluarkan mu". Janki menangis menghela nafasnya yang sesak, ia  berkata pada Harsh " dengarkan aku, apakah kau ingin aku mati?". Harsh menangis dan merengek "tolonglah boneka jangan membuat ku seperti ini.., kau membuat ku takut, ku mohon  jangan menangis seperti itu". Janki kebingungan dilemari yang terkunci. 
Roohi berjalannke kamar Harsh dan memanggil Janki dan dengan santainya Harsh memakai kaus kaki dan sepatunya. Roohi bertanya didepan pintu Harsh yang masih tertutup rapat " Janki, apakah kau sudah siap?".., ayolah Janki kami sudah terlambat untuk pemujaan". Didalam lemari uang terkunci Janki mulau susah untuk bernagmfas, ia memanggil Roohi namun tidak sanggup berteriak. Roohi juga bertanya pada Harsh " apakah kau sufah siap?".., ayolah mari kita pergi". Harsh merasa terganggu dengan kehadiran Roohi yang masih menunggunya didepan pintu lalu menegurnya"aku akanndatang, aoakah kau tidak mendengarkan ku?".., ayo pergilah nanti aku juga akan pergi". Roohi berkata" baiklah cepat, kita sudah terlambat!". Roohi berjalan pergi namun berhenti ia kembali untuk mengambil airphonenya. Janki terus menggedor pintu lemari dan memanggil Harsh. Namun Harsh berkata" suuut, tetaplah kau disana boneka!". Riohi kembali datang ke kamar Harsh dan mengetuk pintu" Janki, kita sudah terlambat". Harsh kesal dan marah" aoakah kau tidak mengerti dengan apa yang ku katakan?".., pergilah dari sini aku akan datang". Roohi berkata" baiklah aky akan turun.., apakah janki masih ada disitu atau dia sudah pergi?". Harsh berkata pada Roohi" Dia tidak ada disini".., tidak ada orang disini".., kau pergilah aku akan menyusul mu, aku sudah katakan, Roohi pergilah!". Roohi menjawab " baiklah aku akan menunggu dibawah". Harsh berkata"aku pasti akan datang", ya pergilah!". Harsh mengintip dari kaca. 
Janki mulai tbah sesak bernafas dan berusaha untuk meminta tolong dengan nafas yang terengah-engah. Harsh menegur Janki" boneka jangannkatakan itu, baiklah aku akan pergi, disana kau akan tetap aman!". Harsh pergi meninggalkan Janki dilemari yang terkunci. Janki tersiksa dan sesak nafas di dalam lemari yang terkunci.
Mobil Ram Shastri sampai di kuil, Sikhar dan Rajesh mengatur keamanan untuk Harsh. Rajesh mengangkat pinselnya dan meminta agar seseorang untuk menyelesaikan semuanya dan memperhatikan sekeliling kuil Ram, Savita, Vanndana dan nenek masuk kekuil, Sikhar dan Rajesh menyambut kedatangan keluarga mereka. Ram bertanya pada Sikhar" apakah kau telah berbicara dengan pendeta?". Sikhar menjawab " iya ayah, kamu telah menutup semua pintu, setelah Harsh masuk maka tidak akannada orang lain yang akan masuk". Sikhar meyakinkan Ram agar tidak khawatir dan yakin semuanya akan beres. Ram datang menemui pandit ji yang saat itu meminta untuk memanggil pasangan pengantin dan sudah waktunya untuk melakukan pemujaan. Sikhar berkata bahwa ia akan menelpin mereka, Savita berkata bahwa seharusnya Hars dan Janki telah sampai dikuil. 
Sikhar menelpon Roohi yang masih dalam perjalanannya menuju kekuil bersama Harsh, Roohi bertanya-tanya dan yakin bahwa Janki telah sampai dikuil bersama Savita dan juga nenek. Ponsel Roohi berbunyi, Sikhar menghubunginya " berapa lama lagi?". Sikhar bertanya " dimana kalian?". Roohi menjawab bahwa mereka akan sampai dikuil dalam waktu 5 menit". Harsh bertanya tentang Harsh dan juga Janki namun Savita kesal meminta agar Sikhar memberikan ponselnya dan membiarkannya bicara dengan Roohi " biarkan aku berbicara dengan gadis itu telah menunda segalanya, biarkan aku berbicara dengannya. Sikhar meminta ahkgarcdirinya tidaknhkawtirvdan jangan marah. Mendengar suara Savita, Roohi ketakutan dan berkata pada Harsh" ibu sangat marah". Harsh cuek dan mengambil ponsel Roohi dan mematikannya, Sikhar masih bertanya" apakah Harsh dan janki baik-baik saja?".., apakah semuanya baik-baikbsaja dan tidak ada masalah?". Sikhar kebingungan menatap ponselnya yang sudah tidak terhubung sengan Roohi. Tam bertanya" apa yang terjadi?".
Roohi bertanya pada Harsh " apa itu, ibu sedang berbicara, kenapa kau mematikannya?". Harsh berkata" untuk menyelamatkan mu dari kemarahan bu".., jangan khawatir .., jangan berfikir terlalu banyak berfikir". Roohi memuji Harsh " kau sangat manis". Harsh berterima kasih.
Harsh bertanya" tapi mengapa boneka ku tidak pernah mengatakan hal itu pada ku bahwa aku sangat manis?".
Roohi berkata pada Harsh " dia (janki/ boneka)  mengatakan pada ku bahwa kau sangat lucu". Harsh bertanya" apakah dia (janki) bilang begitu?". Roohi menjawab " iya". Harsh bertanya" kapan?". Roohi berkata" itu rahasia kami, tapi kau tidak boleh memberitahunya". Harsh berkata" aku akan memberikan mu coklat, kapan dia bilang bahwa aku ini imut". Roohi bertanya" maukah kau memberikan ku coklat, kau taukan itu favorit ku?". Harsh berkata "iya aku tahu". Roohi berkata" baiklah aku akan memberitahu mu nanti"., pertama kita akan pergi kekuil.., saat kita kembali aku akan memberi tahu mu ketika kau memberi tahu ku".
Harsh berfikir bahwa bonekanya (gudia Janki) akan tetap aman dan tidak perlu khawatir. Harsh tertawa gembira memikirkan hal itu.
Dikuil, seseorang pria berjubah hitam mempehatikan keluarga Shastri dari balik pepohohonan, Sikhar menyadari ada sesorang yang sedang mengintai dan melihat kesekeliling tempat yang ia curigai, pria itu hilang sesaat dan kembali lagi setelah Sikhar berjalan pergi dan  masuk kekuil.
Ashok tiba-tiba datang menahan Srivastav yang hampir terjatuh. Srivastav berkata tanpa menyadari orang yang telah membantunya" terima kasih telah membant ku". Ashok berkata dengan manis"aku selalu ingin membantu mu". Srivastav berjal pergi dan Ashok mengatakan di depan Asha" sekarang bagaimana perasaan mu?".., aku mendengar kau terkena serangan jantung.. Aku berfikir untuk datang menemui mu dan menanyakan kabar mu".., jika kau butuh sesuatu kau bisa memberitahu ku, aku dan janki telah  bersama selama 5 tahun..". Asha kesal dan marah pada Ashok" berhenti".., apapun itu tentang cara mu memfitnahnya didepan umum hari itu".." dan tidak berusaha untuk memfitnah ku dan Janki".., tapi Ram Sahstri orang yang cerdas atau kami bisa kehilangan hubungan ini, kau membutuhkan waktu 5 tahun untuk memahami cintanya, sementara Harsh hanya butuh waktu yang  singkat".., berkat kau yang telah menghancurkan hidupnya tapi dewa sangat baik, Janki dan aku telah menyingkirkan mu karena perbuatan mu, kami tidak membutuhkan mu".., mertua Janki yang akan membantu kami, pergilah!".
Srivastav berkata untuk membiarkan Asok tapi Asha memintanya untuk tidak  berbicara dengannya. Asha berkata" kenapa tidak?".., setelah semua yang dilakukannya, aku memarahinya tidak akan cukup".., jika dia orang lain aku akan mendorongnya keluar, dan aku akan memintanya dengan sopan terlepas dari semua itu, pergilah!". Ashok hanya terdiam dan berjalan pergi. Asha emosi melihat kehadiaran Ashok" sekarang bersama dengan mu aku juga akan kena ( mengalami) serangan jantung".
Ashok bertabrakan dengan Nithin di jalan. Nithin bertanya dengan Heran melihatnya" Ashok, apa yang kau lakukan dirumah". Ashok menjawab " aku tidak melakukan apa-apa". Ashok berjalan pergi dan Nithin mengikutinya, Ashok berkata pasa Nithin" aku hanya bertanya tentang ayahmu, tapi aku tidak tahu kalian semua begitu agung sehingga kalian bisa merasa tersinggung dengan perhatian ku".
Nithin berkata pada Ashok" seolah-olah kau peduli dengan kesejahteraan kami, sebelumnya kau tidak pernah datang untuk membuat adegan seperti itu, kami tidak membutuhkan simpati mu". Ashok kesal" kenapa?".., apakah semua kebutuhan kalian disediakan oleh Ram Shastri?".., kalian tidak membutuhkan menantu, kalian hanya membutuhkan mesin mata uang yang kalian punya".., aku tidak datang untuk itu".., aku melihat Janki datang dengan menaiki bus sendirian tanpa terganggu, aku hanya berfikir mengapa seorang wanita yang telah menikah dengan keluarga elit berpegian dengan bus?".., aku pikir Janki datang setelah bertengkar, Janki tampak kesal".., itulah sebabnya aku datang".
Nithin berkata pasa Ashok" silahkan, aku tidak akan mendengarkan sepatah kata pun untuk melawan Janki, Janki senang dengan mertuanya, dan semuanya baik- baik saja.., simpan omong kosong mu untuk diri mu sendiri". Ashok kesal berkata pada nithin" apakah mata kalian semua telah tertutup dengan uang atau apa?".., apakah itu sebabnya kebenaran terlihat sepwrti omong kosong buat mu?".., ini semua salah ku atau Ram Shastri telah mencuci otak nu sedemikian rupanya sehingga kau kehilangan akal sehat!".., kau dan juga keluarga mu!".., kau tahu apa?"..,nanti kalian semua bisa masuk neraka".." ini kesalahan ku untuk mengatakan yang sebenarnya, lakukanlah satu hal.., duduklah bersama orang tua mu dan nyanyikan tentang Harsh dan Ram!". Ashok pergi. Nithin bertanya-tanya di dalam hatinya" janki pergi menaiki bus?".., jika itu benar kenapa dia tidak memberitahu ku?".., apakah Ashok yang telah berbohong ataukah Janki yang menyembunyikan sesuatu?".., biarkan aku yang mencari tahu apa yang sebenarnya salah?". Nithin menyambungkan ponselnya menghubungi Janki tapi gagal, nithin berkata" sekarang mengapa aku tidak pernah bisa untuk menghubunginya, sekarang dia bisa membeli ponsel baru, tapi biarkan aku akan mencobanya kembali".
Pelayan Radha datang untuk kekamar Harsh membawa setumpuk pakian, sementara itu janki yang terkunci dilemari semakin sulit untuk bernafas, saat Radha akan membuka pintu lemari suara ponsek berbunyi, Radha mengambilnya" bukankah ini pinsel nyonya Janki?".., kemana dia pergi, dia meninggalkan ponselnya disini".., biarkan aku menyimpannya dengan aman saat dia kembali aku akan memberikannya padanya". Radha pergi dari kanar Harsh.
Srivastav bertanya pada Nithin tentang apa yang Ashok inginkan dan mengakui bahwa dirinya khawatir jika suatu saar nanti ashok akan menyebabkan masalah di lingkungan keluarga nertua Janki.
Asha berkata" tuan Ram tahu nilai Ashok itulah sebanya dia memecatnya, dia tidak akan membuat masalah disana". Nithin berkata pada Asha" tidak ibu, apa yang bisa Ashok katakan?".., aku yang akan mengusirnya sebelum dia bisa  berbicara".
Nihin menghubungi pinsel Sikhar bahwa dia tidak bisa nerbicara dengan Janki dan berfikir Sikhar bisa menyambungkan ponselnya pada Janki dan mengijinkannya untuk berbicara dengan Janki. Sikhar memberitahu bahwa keluarga mereka dikuil, Janki dan Harsh akan datang bersama Roohi dan Sikhar akan meminta pada Janki untuk menghubunginya kembali ketika sampai dikuil dan mengijinkannya berbicara dengannya.
Srivastav bertanya pada Nithin " mengapa kau kembali menelponnya, bukankah kau baru saja berbicara dengannya?". Nithin menjawab bahwa dia hanya ingin tahu apakah pemujaannya telah selesai.
Asha memberitahu agar Nithin menganggu Janki karena dia bersama mertuanya dan Nithin tidak bisa menghubungi Janki kapanpun yang dia mau.
Nisha datang bersama Ashok, Nisha menimpali pembicaraan Asha " ibu kau benar, sekarang Janki sudah pergi, apakah Janki akan datang menemui mu atau diakan menangani rumahnya?". Krishu  menanyakan kabar Srivastav. Srivastav memberitahu Krishu bahwa dirinya baik- baik saja, lebih baik dari yang sebelumnya. Dipikiran Nithn.madih mengganjal " kenaoa Janki naik bus, aku harus menanyakannya pada janki".
Mobil Roohi sampsi dikuil, Sikhar memberitahu bahwa Harsh dan Roohi telah sampai dikuil. Ram memastikan pada Rajesh dan Sikhar bahwa tidak boleh ada satu orang pun yang curiga. Sikhar datang menemui Harsh,  Harsh tertawa senang dan berjingkrak. Semua utusan keluarga Shastri  membawa Harsh masuk kekuil dan memperhatikan kesekeliling mereka.
Davita bertanya pada Roohi tentang keberadaan Janki " bukankah dua ikut datang". Roohi berkata "tidak dia bersana mu". Dengan cuek Roohi berlari dan pergi. Rajesh berkata pada Vanndana" bukankah Roohi membawa mereka?". Vanndana terdiam, Rajesh memanggil Roohi" kemarilah". Roohi datang, Tajesh beryanya pada Roohi" dimanakah Janki, apakah kau tidak akan membawanya?". Roohi bertanya pada Rajesh" kenapa kau bertanya, kenapa kau menatap ku?".., aku akan datang menjemput jika kau memberitahu ku, tapi mereka tidak pernah memberitahu ku.., aku hanya bertemu harsh dan membawanya". Semua keluarga Shastri tersentak kaget.
Harsh berfikir didalam hatinya" lihatlah, aku telah menyembunyikan boneka ku ditempat yang aman dan tidak akan ada yang bisa menemukannya". Harsh tertawa senang, dan Janki tidak sadarkan diri didalam lemari yang terkunci.









Comments