PREM BHANDAN EPSODE 24 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan – 24
Keluarga Ram Shastri sampai dikuil. Hanya Janki yang tidak datang disana. Vandana menanyakan hal itu dari adik iparnya Roohi, tapi Roohi tidak menyadarinya. Semua berpikir bahwa Janki kembali menipu mereka dan melarikan diri, tetapi Vandana sengaja mendengar Harsh ketika dia bergumam dan memprovokasi dia untuk mengatakan yang sebenarnya Harsh mengamuk dan mengakui bahwa dirinya telah mengunci Janki dilemarinya. Nisha datang kepatna untuk tahu keadaan Janki.
Savita bertanya pada Roohi tentang keberadaan Janki dan mengapa Janki tidak datang bersama dengannya dan juga Harsh. Roohi cuek begitu saja " Janki tidak ikut.., Janki bersama mu" Rajseh berkata pada Vanndana"bukankah Roohi akan membawa Janki?". Rajesh berteriak
memanggil dan mempertanyakannya pada Roohi"dimanakah Janki, apakah jau tidak membawanya?". Roohi bingung " kapan kalian memberitahu ku, kenapa kalian semua menatap ku?".., jika kau memberi tahu ku aku akan menjemputnya!".., aku hanya bertemu Harsh dan membawanya". Nenek meneggur Vanndana" kenapa kau tidak memberitahunya saat aku memberitahu mu?". Vanndana menjawab" nenek aku pergi kekamarnya". Vanndana berkata pada Roohi" aku memberitahu mu dengan sangat jelas untuk membawa Janki bersama Harsh". Roohi berkata pada Vandanna" iya kau memang datang kekamar ku, tapi kau hanya mengambil power bank.., kau hanya mengambilnya dan pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun".
Vanndana berkata" aku memang mengambil power bank mu, aku setuju dengan itu.., tapi saat itu aku berteriak dan juga berkata". Roohi menolaknya "tidak". Vanndana berkata" aku setuju, memang benar aku mengambil power bank, tapi aku ingat saat itu aku berkata untuk membawa Janki dan juga Harsh, aku bilang begitu". Vanndana berkata" akunmengataka begitu, tapi bagaimana kau bisa bilang tidak". Roohi tetap menyangkalnya "tidak ada". Sikhar menghentikan perdebatan mereka" berhentilah berkelahi".., siapa bilang apa?".., mari kita selesaikan ini nanti, intinya Janki telah pergi, pikirkan kemana Janki pergi". Harsh berlarian dan memperhatikan perdebatan mereka. Ram datang bertanya" apa lagi ini?".. Ada masalah apa?". Vanndana berkata pada Ram untuk menjelaskan peemasalahannya" ayah, aku pergi kekamar Roohi, aku mengatakan padanya (Roohi) untuk membawa Roohi bersama Harsh, tapi ada beberapa kesalahan, Roohi meninghalkan Janki dirumah". Ram terkejut dan bertanya pada Vanndana" Jadi maksud mu, Janki tidak ada disini?". Nenek berkata" Janki tidak akan pergi kemana- mana, aku yakin Janki ada dirumah". Vandanna berkata" apakah Janki kabur lagi?". Ram bertambah tegang dan meminta Savita menghubungi pelayan Radhadan menanyakan keberadaan Janki. Savita menelpon kerumah dan berbicara dengan pelayan Radha " apakah Jankinada dirumah?". Radha berkata bahwa Janki tidak ada dirumah, tapi dia menemukan pinselnya dan akan menyimpannya dengan aman. Ram terkejur, ia mengambil alih ponsel Savita dan meminta pada Radha untuk menutup semua pintu dan kembali mencari Janki. Radha mengerti perintah Ram.
Harsh mengawasi dari kejauhan, Ram berkata pada semua anggota keluarganya bahwa mereka harus kembali kerumah, ia kesal pada Janki bahwa begitu ia mendaoatkannya maka Janki akan berurusan dengannya. Ram berkata" janki kembalu mencoba untuk lari dari ku untuk kedua kalinya, aku pasti akan membuatnya menderita, dia tidak akan bisa berjalan, bahkan berjalan".
Harsh berfikir didalam hatinya" lihatlah, aku telah menyimpan boneka ku di tempat yang aman.., todak akan ada yang bisa menemukannya!". Harsh tertawa senang, sementara itu Janki telah tidak sadarkan diri di dalam lemari yang terkunci.
Nisha bertanya pada ayahnya (Srivastav) tentang keadaanya. Srivastav menjawab bahwa kondisinya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Asha menimpali pembicaraan mereka bahwa mengapa tidak, dengan bangsal / ruang perawatan yang bagus, dokter yang hebat dan memberitahu pada Nisha bahwa ayahnya mendapatkan perawatan terbaik dan itu ruang perawatan VIP.
Asha berkata pada Nisha bahwa ruang perawatan itu sepwrti kamar hotel, dan menurutnya jika keluarga Shastri tidak membantu mereka akan berada disuatu tempat, dibangsal yang biasa dengan perawatan yang buruk. Nisha kesal menghentikan bualan Asha " hentikan ibu sudah cukup pujiannya, mereka hanya membetikan uang tunai, mereka tidak memberikan pengobatan.., jika mereka merasa begitu khawatir seharusnya mereka datang untuk menemui ayah".., menantu laki-laki bukankah seperti anak dikeluarganya, sudah saatnya mereka bertanya tentang mu dan melayani keluarga".., lihaylah Krishu yang selalu menanyakan keadaan ayah dan melayaninya, sementara Harsh belum menelpon".
Asha menegur Nisha "pelayanan tidak hanya mengobati penyakit, itu juga membutuhkan perawatan dan uang, dengan rumah sakit yang disediakan kakak mu Janki dan Harsh".
Nisha berkata pada Asha "aku bisa melihat itu, tapibsejak Janki menikah dengan keluarga kaya kau tidak ada henti-hentinya untuk memujinya, kau benar-benar sudah berubah, betapa banyak uang yang mereka betikan pada mu?". Nithin datang untuk menghentikan " hentikan Nisha!"..inilah kau, kau selalu saja berdebat.., aku tidak bisa menghubungi Janki, keluarga kita sudah cukup stress".srivastav betyanya pada Nithin"mengapa kau harus merasa stress tentang Janki?".., kau sudah berbicara dengan Dikhar, kan?".., Janki pasti baik-baik saja" Asha mengomel dan meminta Nithin menyingkir" minggir, aku akan menjadi gila katena kalian semua". Asha berjalan pergi. Nisha berkata" bu, ini juga rumah ku, jadi aku peduli dengan semua orang".
Ram dan keluarganya samai dirumah. Ram bertanya pada Rooho" Tapi apa masalahnya?".., apakah kau menemukan sesuatu?". Roohi menggeleng, Rajesh datang dan memberitahu pada Ram bahwa ia telah memeriksa semua kamera cctv, tapi tidak melihat Jankivterekam dikamera cctv. Ram berkata" jika Janki tidak ada dirumah inu, atau pun diluar runah lalu kemanakah Janki pergi?".., bagaimana Janki bisa menghilang, ataukah Janki telah terbaring dan dikuburkan disuatu tempat?.., kemanakah Janki pergi?". Harsh hanya tengkurap di anak tangga, ia berbisik seolah memanggil Sikhar dan memberitahunya bahwa dia tahu dimana bonekanya (Janki) disembunyikan. Harsh meminta agar Sikhar menoleh dan memperhatikan dirinya. Ram berkata dalam amarahnya pada anggota keluarganya bahwa mereka semua tidak berguna karena tidak bisa menjaga seorang gadis dirumahnya sendiri. Ram berkata bhawa dirinya telah cukup untuk menunjukkan belas kasihan pada Janki dan tidak akan memberikan kesempatan lagi untuknya bahkan tidak akan lagi memberikan kesempatan bshkan untuk keluarganya sendiri.
Ram meminta Sikhar untuk memakai semua nomor yang ada di kontaknya yang dia punya bahkan jika Janki berada di neraka dan membawanya kembali. Rajesh berkata bahwa ia akan menyuruh sesorang untuk membantu dan berbicara dengan polisi untuk menangani hal itu. Sikhar merasa keberatan" polisi, tapi ayah". Ram melarangnya untuk berbicara. Harsh berguam dan mengoceh sendirian dengan berbisik" boneka kau ada ditempat yang terbaik, jangan keluar.., tetaplah didalem jangan bersuara".., jangan khawatir, baiklah aku akan dateng, bukankan aku sudah melindungi mu?".
Vanndana merasa mendengar guaman Harsh dan beryanya-tanya" bagaimana Harsh tahu dimana Janki berada?".., apa Harsh menyembunyikan sesuatu?". Harsh pelan-pelan merangkak menaiki anak tangga dan Vanndana menoleh kearahnya. Janki sudah tidak sadarkan diri di dalam lemari.
Harsh kekuil, Vanndana berdiri dibelakangnya dan diam-diam mengawasinya. Harsh berbisik didepan patung dewa" Dewa, aku punya sesuatu untuk mu". Harsh mengeluarkan coklat dari saku celananya berkata" kau suka ini kan?".., semua ini untuk mu.., aku tifak akan memakannya".., ada masalah, dewa".., semua orang mencari boneka ku, jika mereka menemukannya maka mereka akan memarahinya".., lakukanlah sesuatu untuk membuat semua menjadi lebih baik, tolonglah dewa!".
Vanndana berjalan lebih dekat dan berdiri di belakang Harsh dengan membawa sepiring penuh ladoo, ia berkata didepan patung dewa" dewa.., hari ini aku akan memberikan ladoo, tolong lindungi Janki kami".., "aku berjanji untuk orang yang bisa menemukannya". Vanndana melirik Harsh dan mengamati reaksinya. Vanndana berkata" aku berjanji untyk orang yang bisa menemukan Janki, akan mendapatkan semua ladoo ini".., siapa yang tahu hal itu".., tapi pasti akan ada beberapa yang akan.memakan ladoo ini, pasti akan ada seseorang!".., tapi siapa?" aku tidak tahu, kalau aku tahu pasti aku akan menyebutkannya". Harsh berkata pada Vanndana" kalo begitu ladoo itu akan menjadi milik ku!". Vanndana berkata pada Harsh" jika kau tahu tentang Janki kau bisa mendapatkan semua ladoo ini". Harsh berkata" bagaimana aku bisa tahu, aku sendiri mencarinya".., itu benarkan dewa?". Vanndana berkata pada Harsh" sekarang hanya dewa yang tahu dimana boneka mu (Janki), kasian dia?".., dimana dia?".., bagaimanakah dia?".., apakah Janki mengalami kecelakan?".., ataukah Janki sudah mati?". Harsh menyangkalnya" tidak, boneka ku baik-baik saja".., kau tidak akan mengerti itu".., dia baik-baik saja"
Vandanna bertanya tentang Janki pada Harsh" apakah dia baik-baik saja, aku tidak tahu itu".., biarkan aku pergi memberitahu ayah bahwa Harsh tida tahu apa-apa, pasti dia pergi ketempat yang lain". Harsh menahan Vanndana untuk pergi berkata "tidak". Vandanna menjawab "apa itu?". Harsh berkata" jangan beritahu itu pada ayah, aku tahu dimana dia.., tapi aku tidak akan memberitahu mu karena kau jahat".., kau akan membuatnya ditangkap dan dipukuli, boneka ku akan terluka, aku akan merasa sedih (begitu buruk).., aku tidak akan memberitahu mu"
Vanndana bertanya" apakah aku ini orang yang jahar?". Harsh menjawab"iya". Vandanna berkata pada Harsh" apa kau tahu siapa diri mu?". Harsh bilang" aku anak yang baik, Harsh Shastri". Vanndana berkata" jadi biarkan aku memberi tahu siapa kau".., ini senua karna mu". Harsh mulai kesal berkata" aku ini anak yang baik, aku tidak akan memberitahu mu". Vandanna mulai mengejek Harsh yg berusaha menghindar" senua terjadi karba mu, Janki boneka mu.., dia lari karena mu". Harsh menyangkal ejekan itu" boneka ku tidak lari karena ku" . Vanndana terus mengejek Harsh dan menahanya untuk pergi, ia terus mengejeknya dan memprovokasinya " kau tidak bisa melakukan apapun denganbenar". Harsh berkata" boneka ku tidak lari karna aku". Vanndana yerus mengejek mengulaing ucapanya pada Harsh " kau tidak bisa melakukan sesuatu yang begitu sepele!".., kau tidak bisa melakukannya".., kau penjaga keamanannya, kan?".., tidak busakah kau menjaga keamanannya".., kau pecundang". Harsh mulai marah dan kesal saat Vanndana menyebutnya sebagai pecundang, ia berjalan ingin menghindarinya tapi Vanndana menghalangi " hai dengarkan aku". Harsh marah dan membanting barang " aku bukan pecundang!" . Harsh menyerang Vanndana, nenek dan savita berlari untuk melerai mereka, Harsh berkata pada Vanndana" aku bukan pecundang, aku merawat boneka ku dengan baik, aku menguncinya di lemari".
Semua keluarga Shastri terkejut, Savita panik mengajak nenek harsh untuk naik ke atas. Savita memarahu Harsh" apa yang kau lakukan?". Sikhar datang menenangkan Harsh dan bertanya" katakan pada ku, dimana kau menguncinya?". Harsh menjawab" aku menguncinya dilemari". Sikhar menanyakan Harsh" apa itu dikamar kalian?". Harsh berkata" kalian akan memarahinya". Semua keluarga Shastri panik dan bergegas keatas untuk menyelamatkan Janki. Harsh berguam kesal" apa yang kublakukan?".., apa aku membuat kesalahan?!".Vanndana masih Syok dan terdiam.
Krishu bertanya pada Nisha " kenapa kau menunjukkan rasa tidak senang ku, kau hatus bahagia, Harshbdan keluarganya melakukan banyak hal untuk ayah mubdan Nithin". Nisha menjawab" benar, kau juga harus memuji mereka karena mereka memberikan mupekerjaan, kau tidak tahan untuk mendengar seseorang mengeritik atasan mu, bagaimanapun juga itu atasan mu.., bagaimana kalau kau menjadi pelayan setia mereka". Nisha mendapatkan panggilan telepon dari Nithin yang menyebut namanya senagai Janki, dannia perlu berbicara dengan Janki. Nisha kesal berkata "jika kau ingin memuji Janki dan juga metuanya apapun caranya, aku tidak tertarik". Nithin betkata" kupikirvkau benar, aku tahu kau tidak pernah mendaoatkan pujian apapun, bahkan kau dimarahi karena masalah mu, tapi kau..". Nithin berkata"aku tahu kau selalu benar, tapi kenapa kau mengatakanya pada ku?".., ku pikir ada yang tidak berescdengan merua Janki.., ku pikir ada misteri yang menyelimuti". Nisha menjawab" aku berusaha untuk meyakinkan kaluan semua tentang hal itu sejak lama, tapi tidak ada yang mau mendengarkan ku!".. Yang bisa kalian lihat hanyalah kehidupan yang jauh lebih baiknya, tidak melihat sisi gelapnya".
Nithin tersenyum, ia bertanya" kau pergi ke patna, kan?", ia berkata" Nisha dengarkan aku.., pergilah kerumah janki setelah kau sampai di Patna, datanglah cari tahu apakah janki baik-baik saja atau tidak". Nisha yakin bahwa Janki baik- baik saja tapi tidak akan mau memeriksanya. Nithin berkata pada Nisha" semua masalah mu dengan Janki harus diselesaikan, tolong pikirkan ayah bukan aku".., selesaikan itu, dokter sudah". Nisha berkata" baiklah aku akan pergi".
Semua keluarga Shastri panik setelah mendengar pengakuan Harsh dan bergegas ke kamar Harsh dan mengeluarkan Janki dari kamar dengan hati- hati dan memanggilkan dokter, Harsh sangat marah pada Harsh dan bertanya padanya tentang apa yang dilakukannya pada bonekanya, Harsh ingin mendekati Janki yang skarat namun Ram dan Rajesh menghalanginya, Savita meminta agar menjauhkan Harsh dari Janki. Rajaesh berusaha untuk membawa Harsh pergi, Harsh akan dikurung digudang dan memberontak ia menginginkan bonekanya, Rajesh berteriak marah",ayo, cukup omong kosong mu". Rajes menariknya paksa, Harsh merengek dan mebolaknya "akubtidak ingin berada disini, tidak tolong!". Rajesh berkata " kau akan tetap berada disini".., biarkan.aku melihat bagaimana kau bisa melakukannya". Jars menangis meminta Rajesh membula pintu gudang" aky tidak ingin tinggal disini". Dengan amarah Rajesh berkata pada " pintu ini tidak akan pernah terbuk". Harsh memohon dalam ketakutannya pada Rajesh untuk membiarkannya keluar" tolong buka pintunya".., aku takut disini.., buka". Rajesh berkata" jika kau takut kau bisa duduk dikamar mu".., kau sudah membuat hidup kami semua sengsara, aku sudah banyak berbohong untuk pernikahan mu, kau telah menikah dab istri mu ditipu!". Harsh berkata" Rajesh, bukan seperti itu". Rajesh berkata" akungila, jangan membuat kami menjadi gila!". Harsh merengek berkata" bawa aku keluar dari sini, aku takut". Rajesh memintapada Harsh " pikirkan saja,frwi kali, saat hantu datang dia yang akan menyelamatkan mu!". Harsh terus memohon namun Rajwsh mengabaikannya.
Dokter memeriksa tekanan darah Janki yang sekarar. Sikhar bertanya pada dokter keadaannya, dokter menjawab bahwa janki sedang tidak sehat, tekanan darahnya sangat tinggi dan bisa mengalami seranganan mati mendadak. Dokter berkata bahwa dirinya tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi padanya. Ram mengatakan bahwa Janki sering mengalami masalah dengan pernafasan. Savita mengiyakannya ketika Ram memintanya untuk.membenarkan perkataanya.
Vanndana berkata" ini juga tentang caranya menangani pelerjaan rumah yangga, ku kira itulah sebabnya dia begitu". Dokter menjawab bahwa halnotu mungkin saja terjadi, tapi kalian harus menjaganya". Dokter selesai memkeriksa dan akannpergi, Ram meminta agar doktee menunggu di bawah karena ada yang perlu untuk di bicarakan dengannya. Banndana berguam" terima kasih dewa tidak ada yang terjadi dan Janki tidak mati".., kita bisa berada dalam posisi yang sulit dan reputasi kami akan terpukul". Ram menegur Vanndana" hentikan kau selalu saja berbicara yang tidak berguna".., bersyukurlah Janki selamat, kalau tidak keluarga Janki akan menuduh kita, semua orang akan mentertawakan ide suaminya yang menguncinya dilemari"
Harsh terus menangis ketakutan di gudang. Mendengar jeritan Hars, Savita betkata pada Ram" bisakah kita mengeluarkan Harsh?". Ram menolaknya. Sikhar menimpali untuk mendukung Savita, ia berkata pada Ram " Ayah tolong, tidak benar tasanya untuk menguncu Harsh sepwrti ini" . Rajesh datang dengan sangat marah menegur Savita fan Sikhar" mengapa tidak benar, bukankah ini semua kesalahannya?".., dengan membiarkannya keluar dan kemudian Harsh akan membuat masalah lagi.., ibu dan juga kau terlalu memanjakannya".., itu semua karena Janki selamat, kan?".., hingga kau berbicara omong kosong pada kami?". Nithin berkata pada Ram" aku tidak mengatakan Hatsh tidak melakukan kesalahan.., ayah aku bisa menerima Harsh sedang kacau tapi dengan memberikannya hukuman dan mengurungnya, Harsh tidak akan mengerti dan belajar, kau tahu sejauh mana keadaan mentaknya". Harsh memintanya untuk berhenti bicara, ia berkata oada Sikhar" biarkan Harsh menanggung hukuman atas apa yang dilakukannya".
Janki mulai tersadar dan terbatuk, Roohi dab nenek menemaninya.Roohi memberotahu pada semua keluarganya bahwa Janku sudah sadar, semua orang nerlarian ke arah Janki. Nenek meminta agar Janki dibetikan air minum, Sikhar keluar mencarikan air minum dan kembali lagi, Janki meminumnya.
Nenek bertanya tentang keadaannya, Janki menjawab bahwa sekarang dirinya sudah merasa lebih baik. Nenek dan yang lainnya membatu Janki bangun dan duduk, Savita merasa tidak enak saat melihat kondisi janki ia bertanya padanya" aku meminta maaf atas nama Harsh yang sudah membuat kesalahan besar.., maagkan aku". Janki tidak ingin Savita meminta maaf, Roohi bertanya tentang bagaimana semua itu bisa terjadi.
Janku menjelasakan bahwa daatvdirinya sudah bersiap Harsh bilang bahwa dironya adalah bonekanya, Janki sidah menjelaskan pada Harsh bawa dengan menguncinya dilemari akan membuatnya mati, tapiHarsh tetap saja mengurung dan menguncinya dilemari. Savita syok saat mendengar cerita Janki, ia menangis dan memegangi dadanya. Ram pun meminta maaf dan memberitahu pada Janki bahwa suaminya Harsh sudah dihukum atas apa yang dilakukannua dan meyakinkan Janki bahwa Harsh tidak akan bisa melakukannya lagi. Janki meminta pada Ram untuk meminta maa padanya, ia merasa bahwa dirinya dan juga keluarganya sudah banyak berhutang padanya. Ram tersenyum dan pergi duduk di sofa, Rajesh mengikutinya duduk disana. Savita nerkaya pada Janki bahwa dirinya telah menenangkan pikiran seluruh keluarganya yang tidak berdaya, terima kasih karena Janki sudah mau memahami mereka dan keluarganya sudah berhutang pada Janki. Sikhar datang membawakan bebetapa biskuit certi berry kesukaan Janki dan meminta Janki untuk memakannya agar jauh lebih baik dan swbagai penambah energi. Janki menolalnya dan tidak menginginkan biskuit cerry berry itu. Nenek meminta Janki mau mengambilnya. Sikhar memberitahu Janki bahwa Nithin tadi pagi menelpin dirinya dan ingin berbicara dengannya. Janki meminta agar membuarkannya, Ram dan Tajesh kaget saat itu. Savita mengatakan bahwa Nithin tidak tahu apa-apa dengan kondisi dirumahnya, Janki berkata bahwa Nithin tidak sedang dalam posisi. Ponsel Kanki berdeting, semua leluarga Dhasyri tampak tegang. Ram meminta Janki untuk mengakat menjawab panggilan telepon dari Nithin, janki menjawab panghilan telepon Nithin. Nithin berkata pada Janki "sudah lama menelpon mu, kau keman?". Janki menjawab " baik- baik saja".., sebenarnya ada pemujasn dikuil, aku sangatbsibuk, jadi aku tidak bisa menerima panggilan". Nithin beryanya" apakah semua baik- baik saja?". Janki bilang bahwa semuanya baik-baik saja. Nithin yersenyum lega, ia berkata pada Janku" baiklah, sebenarnya aku khawatir karena kita sudah lana tidak berbicara. Janki bilang bawa dirinya hanya sedikit lelahdannpunya banyak pekerjaan yang harus dilakukan dirumah. Nithin meminta Janki untuk selalu mengaktifkan ponselnya. Nithin meminta agar Janki memberikan nomor ponsel Harsh, janki menjawab " baiklah". Nithin bertanya sekali lagi pada Janki" dengarkan aku, apakah semuanya baik-baik saja?" janki bilang" ya tidak apa-apa, kenapa kau terus saja bertanya?".., aku sedang makan biskuit cerry berry sekarang, kakak ipar mu juga menyukainya". Nithin bertanya " apakah Harsh ada bersama mu?".., baiklah aku tidak akan menganggu". Nithin menhahiri panggilannya dan mengucapkan selanat tinggal.
Savita berterima kasih pada Janki karena tidak membetitahu Nithin tentang situasi dirumah Shastri. Janki berkata pada savita " bu aku perjanji pada kalian semua utuk tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun".., aku akan menepati Janji ku".
Janki menamyakan keberadaan Harsh, Vanndana berjata pada Janki untuk tidak memikirkan apapun karena kondisinya yidak sehat dan meminta Janki untuk menjaga dirinya, Vanndana meminta Savita"ibu, bisakah kita pergi?". Semua keluarga Shasyri berjalan pergi, Janki memanggil Sikhar dan bertanya"tidak ada yang memberitahu ku dimana Harsh berada". Sikhar memohon agar Janki betistirahat. Janki bilang pada Sikhar'aku ingub tahu dimanakah Harsh berada dan bagaimana keadaannya". Sikhar memberitahu bahwa ayahnya (Ram) dan Rajesh sangat marah pada Harsh dan itulah sebanya mereka mengunci Harsh digudang.
Janki terkejut" apa?".. "Aku bertanya-tanya bagaimana keadaan Harsh disana". Sikhar memberitahu Janki bahwa Harsh takut gelap. Sikhar berkata",tapi kau tidak tahu apa-apa".., tidak ada yang bisa melakukan apa-apa". Janki berkata pada Sikhar " tapi ini salah". Sikhar berkata" seperti yang ku katakan, kita tida bisa melakikan apa-apa".., keluarga ini hanya melakukan apa yang diinginkan ayah".."pokoknya Janki tolong makan biskuitnya, jika ksu membutuhkan sesutu beritahu aku". Janki berterima kasih, Sikhar pergi.
Midhaxdan Krishu dampai fi Patna, mobilereka terparkir tidak jauh dari rumah keluarga Shastri. Suami Nisha (Krishu) bertanya" kita harus memberi tahi Harsh.., kita akan membeli rumah di wilayah ini". Dengan sinish Nisha menjawab Krishu" kenapa menganggu?".., bukankah kita juga bisa menjadi pelayan pribadi Harsh?". Krishu berpendapat bahwa sebenarnya itu ide yang tidak buruk.
Ram mengantar dokter keluar dari rumah, Ram berkata" akankah Janki sembuh ?". Dokter menjawab"sepertinya tidak ada masalah".., tapi Janki akan baik-baik saja dalam beberapa hari".Nisha turun dari mobilnya dan berjalan kerumah Shastri dan ponselnya berdering, Ram tersentak kaget saat mendengar suara ponesl berdering dan menatap tajam kearah penjaga keamanan rumahnya, penjaga mengeluarkan dan menunjukkan ponselnya. Sementara itu, Nisha menjawab panggilan telepon Nithin yang memintanya agar pergi kerumah keluarga Shastri di Patna.
Nithin mengatakan pada Nisha " Aku sudah berbicara dengan Janki, disana semuanya baik-baik saja".., Janki tidak bisa menerima panggilan telepon ku karena pemujaan, baiklah jangan khawtir". Nisha kesal"aku sudah berada disini, karena aku sudah ada disini aku akan datang kesan agar aku merasa yakin". Nithin bekata pada Nisha " Tolong jangan membuat masalah.., maksud ku jangan membuat keributan dirumah mertua Janki".
Nisha berkata kesal pada Nithin "aku datang kesini sejak kau menyuruh ku, lagipula aku tidak punya keinginan untuk mengunjungi tempat itu dan ingatlah satu hal.., aku tidak mmebuat adegan apapun.., Janki yang telah melakukannya.., bukankah tidak ada perbuatan yang baik yang akan dihukum.., aku hanya membantutapi justru aku malah mendapatkan ejekan untuk masalah ku".., aku tidak mau masuk dan nanti jangan suruh aku untuk datang kesini lagi".
Comments
Post a Comment