PREM BHANDAN EPSODE 25 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan - 25
Janki dikeluarkan dari lemari, ia pingsan dan tidak sadarkan diri, saat Janki sadar ia menanyakan keberadaan suaminya Harsh. Shikar menceritakan semuanya dam Janki membawa Harsh dari gudang dan menyelamatkannya dari kemarahan Rajseh. Disisi lain, sesorang msiterius datang untuk memeras keluarga Ram Shastri dan mengancam mereka akan mengungkap kenyataan yang sesungguhnya tentang Harsh.
Janki datang menemui Harsh digudang yang gelap, Harsh berteriak ketakutan ketika Janki menyentuhnya, Harsh melukai tangan Janki ketika ia menggenggam erat pergelangan tangan Janki. Harsh menatap Janki, ia lari memeluknya dengan sangat erat. Sementara itu diluar, seseorang datang mengintai kerumah keidaman keluarga Shastri, Radha datang untuk menutup pintu dan menemukan surat dibawah kakinya dari orang misterius, Radha memberikan surat itu pada Ram dan pergi. Ram membaca isi surat itu.
Digudang, Harsh mengatakan pada Janki " Boneka, mereka mengunci ku disini!".., "Mereka mengunci ku disini!". Janki menjerit kesakitan saat Harsh menyentuh pergelagan tangannya. Harsh berkata "ku pikir". Nenek, Savita dan Sikhar datang kegudang. Harsh ketakutan berkata "aku tidak melakukan apa-apa".., itulah sebabnya mengapa aku memegang tangannya.., biarkan aku pergi!". Harsh terus histeris meminta agar mereka membirkannya pergi. Nenek mengatakan pada Harsh "Dengarkan aku". Harsh mengatakan "Aku pikir itu hantu".., ku pikir itu hantu hitam!".., "Aku pikir itu hantu hitam jadi aku datang dan menangkapnya".., maafkan aku sudah menyakiti aku sebelumnya!".., maaf.., maaf.."aku sangat menyesal". Harsh menangis dipelukan Janki. Harsh mengatakan "aku ingin pergi dari sini". Harsh tetap memeluk Janki berkata "Aku ingin pergi dari sini!".
Sikhar berfikir "Harsh, boneka mu ada disini, sekarang semuanya akan baik-baik saja".., kau pasti akan melihat semuanya".., bahkan kau dan aku yakin bahwa boneka mu akan mengubah hidup mu". Ram membaca isi surat dari orang misterius : "Aku tahu semua rahasia tentang keluarga mu".., aku akan mengungkapkan rahasia ini dan kenyataan / kebenaran Harsh keseluruh dunia"..,"Ram Shastri sebaiknya kau berhati-hati, karena kau dan juga keluarga mu akan menuju kehancuran".
Ram memanggil kembali pelayan Radha dan bertanya tentang siapa yang memebrikan surat itu. Radha berkata "Pak aku tidak tahu".., saat aku sampai tidak ada seorang pun disini". Ram menyuruh Radha pergi. Ram terlihat ketakutan.
Janki, nenek, Savita dan Sikhar membawa Harsh keluar dari gudang. Hrash terus berguam berkata "Ibu aku ketakutan". Savita memanggil pelayan Radha untuk membawakan air minum. Mereka membawa Harsh duduk diruang tamu. Nenek berterima kasih pada Janki. Sikhar mengatakan "Kasih telah membawa Harsh keluar".., kau telah mengeluarkan Harsh dari penjara bawah tanah yang gelap itu!".., angkatlah juga Harsh dari bayang-bayang kegelapan, aku tahu kau pasti bisa melakukannya.., selalu berdiri di sampingnya, ku mohon!". Janki merasa tidak enak dan berkata "Nenek, jangan lakukan ini pada ku, ku mohon". Sikhar meminta agar Hasrh ikut dengannya, Harsh mengatakan "aku tidak ingin kemana-mana.., aku ingin tetap tinggal disini". Harsh tidak ingin pergi kemanapun. Janki mengatakan pada Sikhar "Jangan , aku ada disini, aku yang akan membawanya". Sikhar berkata "Tidak apa-apa". Janki mengatakan "Aku yang akan pergi dengan mu".., kau bisa ikut dengan ku. Janki membawa Harsh pergi kekamarnya. Rajseh datang dengan tegas mengatakan bahwa Harsh tidak akan pergi kemana-mana. Semuanya terkejut saat melihat Rajseh telah berdiri dihadapan mereka. Harsh ketakutan saat melihat Rajseh dan berlari. Janki, nenek dan Savita berusaha untuk mencegahnya. Savita meminta Sikhar untuk mengawasi Hrash. Rajesh meminta mereka untuk diam.
Rajseh mengatakan pada Janki untuk membiarkan Harsh pergi karena Rajesh tahu bagaimana cara untuk menanganinnya. Rajseh mengajak Harsh "Ayolah Harsh". Harsh menolak ajakan Rajseh berkata dalam ketakutannya "aku tidak akan pergi!". Rajseh meminta agar Harsh diam. Harsh berlindung pada Janki berkata bahwa dirinya tidak mau pergi. Harsh menimpuk bantal pada Rajseh. Rajseh berkata pada Harsh "Tutuplah mulut mu dan datanglah". Harsh mengatakan "aku tidak ingin pergi". Janki meyakinkan Harsh bahwa ia akan tteap pergi bersamanya. Janki mengatakan pada Rajseh bahwa ia akan membawa Harsh bersama dengannya. Harsh mengatakan bahwa Rajseh telah menganiaya dirinya.
Janki mengatakan "Bagaimana cara mengahadapi dan menanganinya itu harus diserahkan pada ku". Harsh bertanya pada Janki "apa yang kau katakan?".., apakah kau akan menghukum ku?".., kau pasti akan?". Janki mencoba untuk menenagkan Harsh "Tidak, tidak.., aku tidak akan menghukum mu". Harsh terus bertanya "kau pasti akan menghukum ku kan?".., aku". Rajseh kesal dan berkata "Lihatlah dia".., Harsh adalah suami mu dan dia gila". Hasrh marah pada Rajseh berkata "Aku tidak gila, jangan panggil aku begitu!". Janki mencoba menenagkannya "Ita kau tidak gila". Rajseh memperingatkan Janki untuk tidak berada di antara dirinya dan juga Hasrh. Sikhar marah pada Rajseh "Tolonglah!".. kita harus membiarkan Janki menangani Harsh!". Rajseh tidak menghiraukan ucapan Sikhar dan memintanya untuk menutup mulut. Nenek mengatakan pada Sikhar bahwa apa yang dikatakan Rajseh " itu benar". Semuanya terkejut saat mendengar ucapan nenek.
Nenek datang menemui Rajseh berkata "Jangan pernah berbicara saat orang yang lebih tua berbicara". Harsh mengatakan pada Janki bahwa dirinya adalah anggota keluarga tertua dilekuarga Shastri. Nenek berkata pada Rajseh bahwa dirinya telah memberikan Janki hak untuk mengurus Harsh. Rajseh terkejut, Shikar senang "Bukankah kita semua menginginkan hal itu?". Nenek berkata pada Rajseh "Kita harus memiliki sesorang yang bisa mengurus Harsh.., sekarang Janki ada disini lalu apa masalahnya?".., Janki akan merawat Harsh sesuai dengan apa yang diinginkannya".., "apakah kau bisa mengerti hal itu?". Savita berkata bahwa apa yang dikatakan ibu mertuanya adalah benar. Rajseh hanya terdiam, Nenek meminta agar Janki membawa Harsh pergi kemamar mereka. Nenek memeluk Harsh dengan penuh kasih sayang. Janki membawa Hasrh kekamar, Rajseh protes berkata dengan begitu penuh amarah "Kalian semua sudah kehilangan akal sehat!".., kau terlalu terbawa oleh emosi dan menjadi ceroboh.., kau akan menyesali ini dimasa depan, kalau begitu jangan datang pada ku!". Rajesh pergi dengan sangat marah, Savita pergi dibelakangnya. Sihkar tersenyum memeluk nenek.
Ram tampak sangat serius memperhatikan semua sisi kamera CCTV memperhatikan gereak-gerik dari orang misterius yang telah mengancam dirinya dan seluruh anggota keluarganya. Rajseh datang menemui Ram berkata "Iya ayah". Ram meminta agar Rajseh melihat rekaman CCTV "Lihatlah ini". Rajseh bertanya pada Ram "Apa gunanya dengan melihat ini?".., Janki ada masalah dan menciptakan maslah tapi tetap bisa tinggal, lalu apa yang harus ku lihat?". Ram kesal menjawab guaman Harsh "aku sedanh tidak membicarakan Janki.., aku berbicara tentang ini" Ram menunjukkan sesoarang poenyusup yang memasuki halaman rumahnya. Setelah melihat rekaman CCTV Ram berkata pada Rajseh "Orang itu telah menyelinap rumah keluarga Shastri". Rajesh bertanya tentang penyusup (orang misterius) "Siapakah orang itu ?",. Ram mengatakan pada Rasejh "Aku sustru harus mencari tahu tentang hal itu". .., siapa dia?".., kenapa dia mau memeras kita?". Rajseh bingung dengan kata pemerasan yang di ucapakan Ram. Ram mengatakan "Iya pemerasan".
Savita datang dan meminta agar Ram pergi bersama dengannya untuk beristirahat sebentar karena Ram telah bekrja terlalu banyak. Savita bertanya "Apa itu?".., kau nampaknya kahwatir?".., "apakah semuanya baik-baik saja?".., "katakanlah sesuatu". Ram berkata pada Savita "Apa yang seharusnya aku katakan?".., aku sudah muak untuk berbicara untuk Harsh, untuk Janki dan juga untuk diri mu dan juga untuk dia (Rajseh). Ram mengatakan "siapa lagi yang harus ku tangani?".., "aku hanya muak aku hanya meminta biarkan aku sendiri, jangan terus bertanya pada ku! apa yang telah terjadi". Savita menjadi sedih dan tertunduk, Ram mengatakan " Jika kau mau untuk mekakukan sesuatu maka lakukanlah sesuatu yang akan memastikan tidak ada stress".., semua orang datang kepada ku dengan masalah dan juga pertanyaan.., datanglah pada ku dengan membawa solusi!".., sampai kapan aku harus menjaga kalian semua?". Ram meminta Savita untuk pergi dan meminta Rajseh untuk tetap ada bersama dengannya. Savita sedih dan berjalan pergi.
Rajseh meminta Ram untuk tenang dan duduk. Rajeh bertanya pada Ram "Katakanlah pada ku, apakah ini tentang pemerasan?". Ram memberikan surat itu pada Rajseh dan mmeinta agar Rajesh membacanya. Rajseh bertanya-tanya "siapakah orang yang sudah datang dengan masuk kerumah dan berani memeras kita?". Ram mengatakan "aku tidak tahu siapa itu, tapi aku ingin orang itu segera ditangani bagaimanapu itu.., aku menginginkannya dengan cara apapun.., sebelum dia berbicara didepan umum, aku harus membungkamnya". Ram memnita agar Rajseh bisa menemukan penyusup itu. Rajseh mengerti akan hal itu "Ya".
Harsh berkata pada Janki "Boneka aku sudah mandi dan aku juga sudah berubah".., boneka dengarkanlah aku".., kau tidak akan menghukum ku, kan?". Janki keluar, dan Harsh bertanya padanya "Boneka, dengarkan aku.., aku tidak melakukannya dengan sengaja".., aku tidak". Janki mengambil tumpukan pakian, Harsh berkata dengan memegang kedua telinganya " Lihatlah aku, maafkanlah aku" .., ku pikir kau baik-baik saja. Janki hanya terdiam dan menyerahkannya pada Harsh "Ambilah ini". Hrash mengatakan "Tapi itu semua pakian ku". Janki berkata pada Harsh "Iaya aku tahu, ambilah semuanya, simpan di lemari".., simpanlah pakian mu dilemari bukan pakian mu". Harsh meminta maaf pada Janki dan membawa semua pakiannya kelaemari. Harsh menunjukkan buku cerita favoitnya pada Janki dan berkata bahwa tiap malam neneknya membacakannya untuknya. dimalam hari, dHarsh bertanya pada Janki "apakah kau tahu apa yang dikatakan Nenek ?".., jika dia menceritakan semua kisah ini pada ku maka aku akan menjadi sangat cerdas", Harsh meminta Janki membacakannya dan memintanya untuk membacakannya di malam hari.
Nenek datang kekamar mereka dengan membawakan segelas susu panas untuk Harsh. Nenek berkata "apakah kau memberitahu padanya tentang komik?".., kau tidak mengatakan bahwa aku tidak akan mau menceritakannya jika kau tidak mau meminum susu?". Harsh mengambilnya dan berkata bahwa susunya sangatlah panas dan bertanya "diamanakah sedotannya?". Nenek memberitahu bahwa sedptannya sudah habis. Nenek meminta agar Harsh memimun susunya dan berjanji akan membawkaan sedotan besok, Harsh kembalui memberikan susu itu pada nenek dan menolak untuk meminumnya tanpa menggunakan sedotan. Nenek memberitahu pada Janki bahwa Harsh kembali bersikap rewel dan meminta pada Janki agar Harsh mau meminum susunya. Janki mengatakan pada nenek untuk memberikan susunya pada Harsh. Nenek mengatakan bahwa Janki sekarang harus merawatnya selain itu Harsh sudah mulai mau mendengarkannya dan yakin Harsh akan meminum susunya saat Janki mengatakannya. Dengan perasaan cemas Janki berkta pada nenek bahwa ia akan mencoba untuk melakukannya. Janki mengambilnya, nenek berkata "Berhati-hatilah susu itu sangat panas". Janki mencoba untuk membujuknya, Hrash tetap menolaknya, Harsh bilang bahwa ia tidak akan meminumnya tanpa menggunakan sedotan dan Harsh ingin membuat gelembung dengan sedotan itu.
Harsh bertanya pada Janki "mengapa kau selalu saja merepotkan ku?". Janki mengatakan " bukankah aku ini seroang anak kecil?".., kau ingin aku menjadi anak yang baik, kan?".., minumlah susunya". Harsh meminta Janki untuk memebrikan komiknya namun tanpa sengaja gelas itu terjatuh dan susu panas menyiram tangan Janki. Janki ketakutan memegangi tangannya, Harsh mengatakan "aku tidak sengaja melakukannya".., maaf".
Nenek bertanya pada Harsh "apa yang kau lakukan?". Janki berlari menjauhi Harsh, Harsh mengatakan bahwa dia tidak sengaja untuk melakukannya. Shikar datang saat itu. Harsh menangis meminta maaf pada nenek dan meminta maaf. Nenek berlata pada Harsh "Apa yang sudah kau lakukan?".., Jika kau terus melakukannya maka Janki akan ketakutan kemudian dia akan kembali meninggalkan mu dan tidak akan pernah kembali". Harsh merasa bersalah dan mengulangi perkataannya bahwa ia tidak sengaja melakukannya. Sikhar datang menemui Harsh berkarta "tidak apa-apa". Harsh terus merengek meminta maaf dan Sikhar menemaninya "Tidak apa-apa".
Sikhar sedang berbicara di telepon dengan seseorang berkata" itu semua akan baik-baik saja, tapibkau harus terus melakykannya.., setelah kau punya petunjuk segera beri tahu pada ku".., "baiklah jangan lengah". Rajesh mengatakan pada Ran" ayah, aku tahu Shweta tidak melakukanya, mengingat dengan apa yang kita lakukan terakhir kali, dia tidak akan melakukannya".., tapi aku masih tidak mengerti.., sebenarnya siapa yang datang kerumah kita, orang yang mengetahui semua rahasia ku".
Tam berkata" itu yang harus kita cari tahu, dan kita harus melakukannya dengan cepat, orang yabg sudah mengirim surat ini sudah menentang ku dengan mengatakab bahwa dia akan metusak reputasi ku.., jika ada yang tahu tentang rahasia kita, maka kita semua akan tamat".
Savita datang kembali memberitahu pada Ram bahwa besok hari Pancari dan ia sudah menyiapkan pemujaan. Ram berkata " aku akan berada disana untuk itu".
Savita berkata pada Ram " setelah pemujaan, kelyarga menantu oerempuan harus menghirimkan hadiah, setiap tahun metua Rajesh mengirimkannya dan tahun ini keluarga Janki akan mengirimkannya". Ram hanya terdiam.
Rajesh berkata " mari kita batalkan semua pengiriman hadiah untuk tahun ini dan pastikan bahwa keluarga Janki tidak berkeliaran disekitar sini".., ibu, kau buat alasan saja beritahu pada mereka bahwa kita tidak percaya dengan pemujaan Bihari". Asha berkata" tapi yang akan mereka katakan?".
Ram marah mengatakan pada Savita " jangan pikirkan mereka, kau pikirkan daja diri mu sendiri".
Ponsel berdering diatas meja ruang tamu, Harsh turun sendirian menghitung bulan, ia bertanya-tanya" dimana mereka, tidak ada yang mengangkatnya?". Ram datang bersama Savita merampas ponsel. Harsh mengatakan bahwa dia tidak melakukan apa-apa.., maafkan aku.., aku tidak akan melakukannya lagi". Harsh ketakutan, Roohi datang membawa Harsh keatas. Harsh terus meminta maaf pada Ran dan Savita dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.
Savita mengankat telpin dati Asha (Ibu tiri Janki). Savita bertanya"katakan pada ku, kenapa kau menelpon?".
Asha menjawab" besok Banke Pancari Panchami, aku sedang berfikir merencanakan untuk datang karena itulah aku menelpin untuk memberitahu mu". Savita menjawab dengan terus diawasi Ram berkata pada Asha "sebenarnya kami tidak merayakan festival ini, kau hanya akan melakukan perjalanan yang sia-sia, selain itu besok Harsh akan sangat sibuk.., tapi kenapa kau tidak melakukan satubhal?".., bisakah kau datang dilain hari?".., lalu kau akan bertenu dengan Janki dan Harsh". Asha menjawab" iya tidak apa-apa, biarkan aku datang nanti, pasti saat itu suami ku sudah sembuh.., dia akan bertemu Harsh dan Janki".., baiklah sekatang aku akan menutup teleponnya". Savita menarik nafas lega dan Ram hanya terdiam.
Srivastav bertanya pada Asha" apa yang terjadi?". Asha menjawab " aku tidak tahu, nyonya Savita bilang mereka tidak merayakan festival ini".., ku pikir mereka terlalu kaya untuk melakukan festival ini"
Janki menyendirindi kamar lain, ia mengobati tangannya yang tersiram susu panas, Sikhar datang bertanya padanya" bolehkak aku masuk?". Janki hanya diam, Dikhar masuk membawakan krim tub untuk Janki" kau bisa mengoleskan krim ini, boleh kah aku"..
Janki mengambil tab krim dan mengoleskan ditangannya sendiri. Nithin berkata" aku taju kau pasti sangat sedih melihat semua ini, tapi peecayalah Harsh tidak melakukannya dengan sengaja".., Harsh tidak seperti itu, saat beretemu dengannya sebelum kecelakaan itu terjadi.., apakah kau tahu bertapa kakak ku mencintai saudaranya, betapa pedulinya dia?".Janki berkata pada Sikhar" apa itu seperti spa yang Harsh lakukan disurat itu?".., sirat yang sebenarnya kau tulis, tapinkau kirimkan atas namanya?" ( kau kirimkan untuknya). Sikhar terkejut.
Janki berkata pada Sikhar" Kau tahu betul, aku menikahinya karena aku membaca pengakuan isi surat itu".., dan hari ini katena itu aku berada,dalam situasi ini, pada saat aku bertunangan, pada saat ritual tilak dan jg saat Video call".., dati caranya berbicara kau yang menyiruhnya untuk melakukan srmua itu?".., jadi bagaimana kau bisa melakukan semua itu?".., bagaimana kau mengajarinya?".., tolong beri tahu aku".., kau merasa terjebak dan tersesat setelah berbicara dengannya secara mental, aku tidak tahu apakah aku harus mentertawakan diri ku sendiri ataukah aku harus menangisinya".., aku sudah banyak ditipu". Sikhar berkata pada Janki" kenyataanya aku memang sudah menipu mu". Janki berkata pada Sikhar" aku kira kau akan membetikan ku kehidupan yang jauh lebih baik". Sikhar menjawab" tidak janki, akubjuga ingin kakak ku mempunyai kehidupan yang jauh lebih baik". Janki bertanya " apakah dengan cara menghancurkan hidup ku?".
Sikhar menyesal, ia berkata pada Janki" aku akui, aku memang melakukan kesalahan itu.., tapi saat melihat kalian berdua bersama aku merasa untuk beberapa alasan bahwa kakak ku Harsh pasti akan bisa pulih dan kau yang akan menyembuhkannya".., Janki, pada saat itu terjadi kau tidak akan salah paham lagi dan kau percaya bahwa aku benar.., karena Janki bukan orang lain..". Tidak akan ada orang yang seperti kakak ku".
Janki marah berkata pada Sikhar" hentikan, jangan lagi kau berbohong pada ku, baiklah kau tidak busa merubah kebenaran, kau tahu mental.kakak mu seperti anak kecil!".., bisakah kau merubah swmua kenyataan itu?".., tidak kan?".., tapu kita punya semua mimpi itu.., aku melihay itu semua setelah menikah dengan orang yang tidak setabil secara mental bernama Harsh Shastri".., aku hanya perlu menunjukkan pada dunia bahwa aku sangat bahagia, bahwa aku ini sangat mulia, tapi kalian semua hanya memikirkan tentang Harsh, apakah ada yang pernah memikirkan ku?".., apakah mereka semua pernah memikirkan aku?".., bagaimana dengan diri ku?".., aku tercekik dirumah ini setiap hari, aku tinggal disini seperti tahanan.., aku tidak bisa bertemu siapapun, aku tidak bisa berbicara dengan siapapun.., kau katakan pada ku, kemana seharusnya aku pergi". Shikar berkata "Janki". Jankinmemintanya diam.
Janki menangis, ia berkata pada Sikhar " untuk dunia dan juga keluarga ini, aku harus berpura-pura bahagia bawa aku punya suami yang sangat baik dan juga mertua yang sangat baik!".., semuanya terlihat sangat bagus, apa aku sudah diberikan semua yang ku dapat setelah menikah?"..,apakah aku sudah mendapatkannya?".., katakan pada ku".., hanya kesedihan yang harusxaku tanggung sendiri, yang harus ku jalani setiap hari, apakah ada yang memikirkan ku?".., tidak ada siapapun dirumah ini yang memikirkan ku".., jangan beritahu aku lagi tentang semua ini, jika kau memang manusia janhan lagi katakan hal ini".., kau lakukan saja satu hal, tinggalkan saja aku disini sendiri dan biatkan aku mengatasi rasa sakit ky sendirian, tolong biarkan aku".., silahkannkau pergi saja dari sini". Sikhar betkata " maafkab aku Janki kau jangan berfikir bahwa semua itu dikatakan kaka ku Harsh".., tidak".., aku tahu Nithin juga akan mengatakam hal yang sama". Janki menolak ucapan Sikhar " jika Nithin ada disini, dia pasti tidak akan pernah membiarkan semua ini terjadi". Janki memalingkan wajahnya saat Sikhar beranjak pergi dan menangis sendirian.
Comments
Post a Comment