PREM BHANDAN EPSODE 26 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd

Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY 
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL

Episode Lengkap Prem Bandhan - 26
Keluarga Ram Shastri sibuk mempersembahkan ibadah dewa Banke Bihari,kemudian kedua orang tua Vandana mengunjungi dan memberikan beberapa hadiah pada Rajeshuntuk Bihar Panchami. Harsh melihat semua hadiah untuk Rajseh dan Vanndna,  Harsh mulai bersikeras untuk menginginkan  hadiah dari  orang tua Janki. Rajesh dan Vandana berpura-pura menjelaskannya dan memberi tahu alamat rumah Janki dengan sangat jelas, dan terus memprovokasi Harsh, Harsh mengambi tasnya dan melarikan diri dari rumah untuk pergi kealamat rumah Janki saat semua orang sibuk melakukan pemujaan.

Nenek Harsh bertanya pada menantynya Savita" apakah kau ingat saat harsh masih normal?".., Harsh bisa mengajak kita ke Vrindavan untuk pemujaan Banke Bihari, itu pasti akan sangat baik untuk kita semua".  Savita berkata" aku tidak akan pernah membiarkan lupa tentang hal itu".., Harsh begitu setia pada Banke bihari, jelmaan dari Radha dan Krishna".
Janki datang kesana, Roohi menyapanya" Janki!".., datang dan duduklah bersama kami, kami sadang mepersiapkan  persembahan untuk pemujaan Banke Bihari, datanglah sesini dan bantu aku".
Savita berjata" Janki, kau pasti lelah.., tidurlah.., kau bersiaplah besok dan tangani pemujaan". Janki berkata" ibu,  aku tidak bisa tidur jadi biarkan aku yang membuat persembahan"..  Kalian semua sudah banyak bekerja sejak lama".., istirahatlah". Mereka meminta Janki duduk, nenek menyerahkan pekerjaan pada Janki" ambilah,  ini pakaian Banke Bihari kau bisa menghiasnya sendiri". Janki mengambilnya " iya". Vanndana datang dan terlihat kesal saat itu, ia berkata " Nenek, aku selalu membuat pakian setiap tahun, kenapa Janki yang melakukannya?". Janki merasa tidak enak "Vanndana, kau bisa melakukannya, aku bisa membuat yang lainnya". Savita menolaknya' itu tidak mungkin, Vanndana, kau sudah berhasil membuatnya selama bertahun-tahun".., sekarang biarkan pengantin baru yang akan membuatnya, ini festival pertama Janki disini". Vanndana kesal. Savita berkata" Banke Bihari juga harus memberikan berkat". Nenek menjawab" tentu  saja dua benar.., sekarang ada dua menantu di dalam keluarga, kau juga punya sesuatu yang harus dilakukan,  kau harus berbagi pekerjaan". Vanndana duduk dan hanya terdiam.
Nenek menjelaskan pada Janki " pemujaan Banke bihari adalah perayaan cinta antara Radha dan juga Krishna, mereka mengatakan bahwa keluarga yang melakukan pemujaan ini akan dipastikan mempunyai pasangan seperti Radha dan Krishna". Savita menimpali "apakah kau tahu keluarga dari menantu perempuan  akan mengirimlan hadiah patung Banke Bihari untuk gadis itu dan juga menantunya agar bisa berbahagia seperti Radha dan Krishna".
Vanndanna berkata pada Savita" ibu, kau benar"..,ini perauaan cinta anyara Tadha dan Krishna".., tapi kenyataannya semua gadis  tidak bisa memiliki pasangan seperti dewa Krishna didalam hidupnya".
Nenek nerkata" itu benar, Gopi mungkin tidak bisa hidup bersama Krishna, Gopi mencintai Krishna tapi dewa Krishna hanya mencintai Radha".., bukankah itu maksud mu, Vanndana?". Janki hanya diam menatap Vanndana.
Nenek berkata " Janki kau harus menyiapkan pakiannya, kami akan pergi untuk persiapan pemujaan". Nenek, Savita dan Vanndana meninggalkan Janki sendirian. Harsh datang menemui Janki dengan kartu ditangannya. Harsh memanggil "Boneka dengarkan aku". Janki tidak menghiraukannya, Harsh menimpuki Janki berkata" boneka dengarkan aku.., dia pasti tidak akan mendengarkan ku". Janki datang lebih dekat dan Janki mengusirnya "apa yang kau lakukan?".. Aku tidak akan bicara dengan mu, kami harus melakukan ini".., apa yang kau lakukan" Harsh  berkata"  membuatnya terjatuh di sofa "bagaimana kau bisa terjatuh".., bagunlah".., lihat ini, ia memaksa agar Janki melihat kertas ditangannya, Janki memberontak dan kertas itu terjatuh di air. Janki berteriak marah pada Harsh" kenaoa kau tidaj pernah mengerti aku".., apa yang akan kau lakukan?".., tidak". Harsh bilang "aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu". Janki menolaknya dan meminta Harsh pergi kekamarnya. Savita dan nenek datang dan melerai. Savita bertanya"apa yang terjadi?". Savita mencoba berbicara fengan Harsh, Harsh mengadu padanya" ibu, aku hanya ingin memberitahu beneka ku". Savita berkata pada Harsh" sudah selesai, kau pergi dan tidurlah". Vanndana berfikir" ini belum selesai Harshvakan pergi, derama Harsh, aku yang akan mengakhiri dramanya".
Saat Harsh kembali mendekati Janki, Vanndana menghalanginya" tunggu".., kau pergi saja". Harsh bertanya " kenapa begitu?". Vanndanna berkata pada Harsh" Janki tidak akan mendengarkan mu". Harsh berkata tapi dia boneka ku". Vanndana berkata" kau sudah membuat boneka mu takut, menjauhlah!". Harsh marah bertanya pada Vanndana"kenaoa kau memarahi aku?". Nenek mencoba menenangkannya, Harsh kesal pada Vanndana berkata" dia selalu memarahi aku". Harsh bertanya" ibu apa dia". Ram datang saat itu kehadapan mereka " hentikan Harsh, apa yang kau lakukan?". Harsh menjawab "aku tidak melakukan apa-apa". Harsh ketakutan dan memberitahu bahwa ia tidak melakukan apa-apa. Janki bertanya pada Vandanna" adik ipar, apakah kau tidak terluka?". Vandanna berkata" tidak, aku baik-baik saja". Semua orang terdiam.
Seorang pria, mengintai diluar dan berbicara diponselnya berkata" keamanannya benar-benar ketat, disana ada banyak penjaga, tidak mungkin aku bisa masuk.., orang itu tidak keluar.., aku tidsk berfikir bahwa kita akan menculiknya".
Janki duduk sendirian di deoan parung Banke  Bihari, ia bertanya-tanya tentang nasibnya" kau  wujud dari Radha dan Krishna, tapi kau hanya muncul kedunia hanya dalam satu bentuk".., tapi apa yang harus ku lakukan?".., aku tidak bisa bersana Harsh atau aku harus menjauh darinya?".., jadi apa yang harus ku lakukan?".., "aku sangat bingung tentang hal ini".., saat ini aku dalam dilema, aku tidak tahu, harus bagaimana  mengatakan apa dengan keluarga ku".., " aku tidak tahu apakah kami bisa bersama atau tidak, aku hanya berharap kau bisa membantu ku dan mengeluarkan ku dari dilema ini, tolong aku". Pinsel Janki berdering, ia mengusap air matanya dan mengambil cherry berry lalu selfie, ia menlis status "jangan Khawatir, aku ajan baik-baik saja".., Cherry berry ini untuk ku". Janki mengirim status itu, ia tersadar dan melihat kertas milik Harsh yang terendam air dan membacanya. Janku terkejut "Ya dewa, Harsh tidaj ingin menyakiti ku".., Harsh hanya ingin memberikan kartu permintaan maaf, Harsh ingin meminta maaf pada ku dan aku salah padanya". Janki menangis.
Harsh berjalan keluar rumah, beberapa orang penjaga keamanan memintanya untuk kembali masuk, Harsh berlari menghindari mereka, pria mata-mata melihatnya. Harsh berguam sendirian" apa yang ku lakukan selalu salah, aku hanya pergi meminta maaf!".., "aku mulai marah". Harsh menendangi semua barang, ia berguam" tidak ada yang mencintai ku!".., saat nanti aku masuk, mereka pasti akan memarahi aku lagi dan diluar sini,  kau bilang masuk".., kenapa harus melakukannya". Penjaga keamanan mendekatinya, tapi Harsh menyuruhnya pergi, Harsh berkata" aku tidak akan datang". Penjaga keamanan berkata" ibu mu mencari mu". Harsh bilang"aku sangat marah". Harsh menendang bola dan mengenai kepala pria mata-mata. Harsh berjalan masuk.
Keesokan paginya, Harsh bangun dari tidir nyenyaknya, ia melihat kejutan dan bertanya-tanya"apa itu?". Harsh mengambil boneka teddy bear merah muda dan surat, Harsh tertawa senang saat mendapat surat dari Janki dan memanggil Roohi.
Roohi bertanya pada Jarsh"apa yang terjadi?".."kenapa kau terlihat bahagia?". Harsh senang mendapat hadiah ayunan baru, ia duduk diayunan, Harsh senang berkata pada Roohi bahwa ayunanya sangat bagus, Harsh meminta Roohi  berkata " ini surat ku, dan aku meminta maaf dan memberikan surat permintaan maaf ku dan boneka ku memberi ku semua ini". Harsh memberitahu Roohi bahwa bonekanya jg memberikan gelang persahabatan dan menunjukkan boneka teddy bearnya. 
Semua keluarga bersiap untuk perayaan Banke Bihari, nekek memberitahuvbahwa Janki sudah membuat pakaian  dan memintanya untuk menaruh ditempatnya. Rooh meminta Harsh untuk pergi mandi dan datang untuk pemujaan. Harsh menolaknya dan berkata pada Roohi"aku tidak akan mandi, kayakan saja pada mereka aku sudah mandi". Roohi berkata" Harsh, nantu dewa akan marah pada mu.., ayolah, kami akan pastikan kau akan dimarahi!" ayolah mandi" . Nenek.meminta Harsh di bawa turun, mereka dikejutkan dengan kedatangan kedua orang tua Vanndana. Ram Shastri memaksakan senyum diwajahnya, Vandana menyambut kedua orangtuanya. 
Rajesh bertanya pada Ram" kenapa mereka datang kesini?". Rajesh bertanya " mengapa kalian tidak mengatakannya, maksud ku jika kau punya". Ayah Vanndana berkata" apa yang harus ku katakan?".., disini ada pemujaan, kami berfikir untuk datang menemui mu untuk membwrikan patung banke bihari".., dan juga hadiah ini". Ayah vanndana memberikan hadiah pada Rajesh. Vandana meminta agar kedua orang tuanya memberkan salam pada yang lainnya. Rajesh menarik Vanndana dan bertanya " mengapa mereka datang?".., aku sudah bilang tidak ada orang lain yang boleh masuk". Vanndana bwrkata pada Rajesh" aku sama,sekalu tidak menelpin mereka".., "dengarkan aku, karena mereka ada disini, maka tanganilah situasi ini.., tolong bersikap baiklah pada mereka". Rajesh pergi.
Semua berkumpul duduk diruang tamu bersama-sama, kedua anak Vanndana datang untuk menyapa kakek dan nenek mereka dan menanyajab kabar, anak-anak berlari dan pergi, Vanndana menggoda "dasar nakal".
Ibu Vanndana bertanya"tapi demanakah Harsh?".., saudara ipar Vanndana?". Savita dan nenek tercengang. Janki yang berdiri dan menjauh bertanya-tanya dalam rasa Khawatir " bukankah Sikhar pergi untuk membawa Harsh, jika Harsh datang di depan semua orang, itu akan menyebabkan kekacauan besar.., mereka akan mencari tahu tentang Harsh dan rahasia akan terungkap, kalau begitu ayah ku juga akan mengetahuinya, lalu apa yang akan terjadi dengan ayah ku jika dia tahu?".., tidak.. Tidak".., "aku tidak akan membiarkannya terjadi, aku harus melakukan sesuatu". Janki bergegas pergi, dan saat itu Harsh berlarian di lantai atas, Janki datang untuk mengalihkan perhatiannya, mereka berjongkok diatas. Janki berkata pada Harsh" bagimana jika kita bermain petak umpet?". Sikhar dan Roohi yang juga betada dilantai atas terkejut saat melihat kedua orangtua Vanndana yg duduk di ruang tamu.
Janki memcoba kembali mengalihkan perhatian Harsh" nenek pasti tidak tahudimana kita berada, jika nenek tidak bisa mengetahuinya maka kita akan memenangkan permainan dan mendapatkan ladoo". Harsh berteriak sebangvakan hal itu, Janki bertanya "apakah kau akan tetap diam?".., jangan biarkan siapaun melihat mu". Janki mengajak Harsh untuk tetap bersembunyi. 
Ayah Vanndana berkata bahwa orang tua perempuan memberikan patung Banke Bihari pada menantunya, sehingga kedua pasangan akan selalu bersama seperti Radha dan Krishna. Ibu Vanndana menimpali bahwa kemudian mereka tidak akan pernah berpisah. 
Janki dan Harsh tetap bersembunyi,  Roohi dan sikhar datang untuk membantu Janki menangani Harsh bahwa mereka akan menonto dari tempat persembunyiannya, Roohi berkata bahwa mereka akan tetap duduk menonton pemujaan dari tempat mereka. Harsh sangat senang.
Vanddana berkata pada kedua orang tuanya"karena kalian berdua ada disini, silahkan makan siang dan pergi". Ram tersentak kaget" apa?".
Savita ikut menimpali" maksud ku hari ini Bihar Pancari.., akan dianggap sebagai pertanda buruk".., Vanndana jika  kau ingin mengundang ayah dan ibu mu untuk makan siang, hubungi mereka kembali dilain hari".
Ibu Vandana memahaminya, ia berkata" ibu Savita benar,  karena ini akan menjadi hal yang buruk, kita bisa datang dilain hari.., lakukanlah pemujaan dengan damai, kami akan pergi". Orang tua Vanndana pergi.
Harsh lari menuruni anak tangga dan melompat, ia memberantakkan semua hadiah dimeja dan ingin mengambil hadiahnya. Nenek berkata bahwa mereka akan membawajan hadiah, Savita menjanjikan hadiah untuk Harsh akan datang. Harsh bertanya" kapan itu akan datang?". Harsh bertanya pada Janki" apakah ayah dan ibu Vanndana datang begitu saja?".., kapan orang tua mu akan f?datang?". Roohi mencoba untuk menhalihkan.perhatian dan membawakan hadiah yang lainnya, Harsh menolaknya bahwa itu bukanlah hadiahnya.
Rajesh marah pada Harsh " hentikan detama ini, kau selalu saja bersih keras untuk sesuatu yang baru, hadiahnya akan segera sampai disini". Harsh tetap ingin hadiah dari orang tua Janki.
Nenek berkata pada Harsh" tunggu, nerua mu tinggal jauh". Harsh berkata" tapu mereka kan tidak tinggal di bulan". Nenek berkata pada Harsh" itulah sebabnya mereka tidak busa datang, mereka sudah membelikan hadiah untuk mu, saat nantu kau datang ketempat mereka, mereka akan memberikan mu jadiah dan memperlakukan mu dengan hangat, kau kan menantu mereka?". Harsh berkata" iya, tapi kapan aku akan sampe dirumah mereka?". Nenek menjawab"kau pasti akan pergi kesana".., kau akan kesana tapu mari kita,selesaikan pemujaab, setelah itu pergi". Harsh bertanya"apa kita,akan menyiapkan mobil besar setelah pemujaan?".., ayo kita lakukan pemujaan".
Nenek dan savita mengajak Harsh untuk puja. Rajesh berkata" putra mu semakin dramatis,  Janki hanya terdiam dan menangis.
Semua keluarga melakukan pemujaan dan setelah selesai, Harsh berkata pada Ram" ayah, ayo ambil kunci mobilnya".., kita akan mengambi hadiahnya". Savita berkata pada Harsh" kita tidak bisa pergi hari ini karena masih ada pemujaan". Harsh merengek " tidak ibu,nenek bilang setelah kita melakukan pemujaan, kita akan pergi untuk mengambil hadiahnya". Nenek berkata" tapi cucu ku". Harsh berkata" kita juga aka datang menemui Rajesh, aky juga akan bertemu dengannya". Nenek muminta pada Harsh bahwa dia harus mengeti. Harsh mulai kesal dan terus merengek bahwa ia ingin mengambil hadiahnya. Ram berteriak marah meninta Harsh untuk menghentikan omong kosongnya dan meminta Rajesh untuk menjaga Harsh. Nenek miminta untuk meyakinkan Harsh, tapi Harsh teyap merengek meminta hadiahnya. Rajesh bilang pada Harsh bahwa dirinya punya begitu banyak hadiah. Harsh berkata" aku ingin hadiah dari orang tua boneka ku,jika kita tidak mendapatkannya, bagaimana bisa bersatu"
Rajesh kesal betkata pada Harsh"apakah kau juga ingin tinggal bersamanya untuk selamanya?".., bahkan kau tidak pantas bersananya selama tujuh menit".., kau memukulnya, kau menguncinya dilemari".., anak-anak seperti mu tidak pantas mendapatkan hadiah".
Harsh mengamuk dan melempar semua barang. Rajesh meminta agar Harsh menghentikannya. Harsh berteriak marah berkata" aku tidak gila".., aku hanya mengunginkan hadiah!". Rajesh bertanya pada Harsh"'apakah kau ingin hadiah itu?".., pergilah".., dengarkan aku, kai ingin hadiah dari mertua mu?".., dengatkan aku dengan baik pergilah ke jalan Sakti 10, Darbhanga dan ambil hadiah mu".., aku tidak akan pergi dengan mu". Nenek berteriak" tidak", Rajesh pergi. 
Nenek memeluk Janki, Harsh pergi kekamarnya, ia berulang kalu mengucapkan alamat Janki di jalan Sakti 10 Dharbanga. Nenek dan Janki berdiri didepan kamar Harsh dan menghawatirkannya. Nenek berkata" saat Harsh mengalami suasana hati yang buruk, aku tidak tahu harus berbuat apa". Vanndana datang menemui mereka berkata pada nenek" biarkan aku yang melihatnya". Vanndana berjalan masuk ke kamar Harsh dan bertanya padanya dengan membawa sepiring ladoo" bolehkah aku masuk?". Harsh menolaknya, ia berkata pada Vanndana" aku tidak akan berbicara dengan penipu". Vanndana duduk didampingnya, Harsh berkata" tapi kai penipu besar". Vanndana bertanya" aku?"..,  bagaimana itu bisa?". Vanndana  berkata" kau sudah menipu ku". Harsh bertanya" kapan aku menipu mu?". Vanndana berkata"kau memukul ku dengan apa saja yang ada ditangan mu, tapi Harsh kau bisa membidik dengan baik". Harsh tertawa. Vanndana berkata" kau harus mendapatkan hadiah itu, dengarkan aku".., aku tahu kau kesal karwna orang tua ku datang, kau tidak mendapatkan hadiah". Harsh berkata" aku sangat sedih". Vanndana berkata" aku tahu itu". Harsh berkata aku sangat kesal".
Vanndana mengajak Harsh untuk duduk dan betkata" Harsh apa kau tahu hadiah itu seperti ladoo".., seseorang ditakdirkan untuk memilikinya dan beberapa diantaranya ditakdirkan tidak memilikinya".., ku kira kau tidak ditakdirkan untuk memilikinya, itu sebabnya kau tidaj mendapatkannya".., tapi aku berjanji kali ini kau akan mendapatkannya!". Harsh bertanya"apakah kau berjanji?". Vanndana melirik tajam pada Janki, ia menyatukan kelingking dan membuat janji. Vannfana berkata pada Harsh" sekarang kau tidak bisa pergi ke Dharbanga untuk mendapatjan hadiah mu".., ketempat orang tua boneka mu".., kau tidak akan melakukannya, kan?".., kau anak yang baik". Harsh meminta untuk menambah ladoo" bolehkah aku mengambilnya lagi?". Vanndana berkata"baiklah". Harsh mengambil beberapa Ladoo. Harsh meminta maaf pada Vanndana karena telah memukulnya, Vanndana betkata" itu tidak masalah".
Vandanna kembali menemui Janki dan nenek diluar berkata bahwa Harsh baik-baik saja.  Nenek berterima kasih pada Vanndana katena telah mengembalikan suasana hati Harsh. Vanndana berkata bahwa sejaj lina tahun drama itu hanya berputar-putar saja. Vanndana berkata pada nenek" aku harus berdoa, drama ini harus segera berakhir, itu akan baik untuk mu dan juga kami". Vanndana menyeringai dan mengjak Janki pergi.
Harsh berguam berkata" itu artinya jika aku pergi ke Darbhanga, mereka akan memberikan ku hadiah". Harsh mengingat kembali alamat rumah Janki di jalan sakti 10, Darbhanga. Harsh mengambil cemilan dan memasukkan beberapa cemilan ketasnya, ia akan pergi dari rumah diam-diam.
Penjaga keamanan berkata pada Mannu nahwa ia lapar dan mengajak temannya untuk makan, Harsh bersembunyi saat penjaga keamanan pergi. Harsh berfikir" aku ingin tinggal dengan boneka ku, aku harus pergi ke Darbhanga dan mendapatkan jadiah.., saat itulah kami bisa bersama untuk selamanya".








Comments