PREM BHANDAN EPSODE 3 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
|
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI SINOPSIS BY MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Prem Bandhan Full Episode – 03
Nisha mencoba bunuh diri karena takut pernikahannya dengan Ktishu akan di batalkan, tetapi Nitin menyelamatkannya dan Janki memintanya untuk memperbaiki semuanya. Asha meminta Nisha untuk tidak melakukannya, Nisha meminta Janaki untuk menjual perhiasannya. Asha ingin agar Janki memenuhi permintaan calon mertua Nisha. Janki setuju untuk itu. Janaki pergi ke kantornya sebentar untuk menyelesaikan pekerjaannya, tetapi pada saat yang sama, Manager senior Janki, Shyam, mencoba memaksakan diri dan nafsunya pada rekan kerja Janki, Pallavi. |
Nisha mengunci dirinya di kamar dan mencoba untuk meminum racun ia berusaha keras untuk membuka segel, semua keluarganya mencoba untuk menyelamatkan nyawa Nisha, mereka berdiri didepan pintu yang terkunci, semua keluarganya meminta agar Nisha membukakan pintu namun Nisha tidak mempedulikannya. Janki meminta pada Nihsa untuk membicarakan semuanya, namun Nisha menolak dan tidak akan mau mendengarkan siapun bahkan menyuruh semua keluarganya pergi dari sana. Nisha mengatakan pada ibunya dia akan mati, dan meunjuk pada arah Janki berkata “Aku bersumpah pada mu.., aku akan mati!”. Keluarganya meminta agar Nisha keluar dan membicarakan masalah itu, namun Nisha mengatakan “aku tidak akan menikah”.Nithin mengatakan “apa yang sedang kau bicarakan, apakah kau sudah gila?”. Janki mengatakan “Jangan lakukan itu, dengarkanlah.., semuanya akan baik-baik saja”. Nisha marah dan berkata “Tidak akan ada yang akan berhasil”. Nitihin mengatakan “apa yang kau katakana, apakah kau sudah gila?”. Janki meminta Nisha untuk berbicara. Nisha marah pada Janki berkata “kau tidak akan mengatakan sepatah katapun, kak!”.., ini semua terjadi karena mu, kau yang membuat semua kekacuan ini!”.., “kau yang menghancurkan pernikahan ku dan juga rumah ku!”. Nisha menangis dan kembali berusaha membuka botol racun, Nithin memcahkan kaca dipintu kamar nisha untuk bisa membuka kunci pintunya, mereka semua masuk dan menyelamatkannya, Nisha meminum sedikit racun namun Nithin merampas botol dan membuangnya. Asha meminta Nithin untuk mengambilkan air minum, Janki dan Ibu tirinya meminta agar nisha duduk, Nisha mulai tidak sadarkan diri. Janki bertanya “Nisha apakah kau baik-baik saja?”. Nithin datang bertanya pada Nisha “ kau memang sudah kehilangannya, kenapa kau mau meminum racun?”. Asha meminta Nisha untuk meminum air, asha berkata pada Nisha “apa yang sudah kau lakukan?”..”Bukankah kami semua ada disini?”. Janki mengatakan pada Nisha “Kami semua ada disini, semuanya akan baik-baik saja”. Asha marah dan mendorong Janki berkata “Ini semua salah mu, Nisha benar”..”pertama kau telah membatalkan pernikahannya, selain itu kau menelpon Ashok untuk menghina kami semua, kau telah mempermalukan kami semua”. Ayah janki mengatakan pada Asha “lalu kenapa kau memanggil namanya?”.., berkat pekrjaannya kita semua bisa membangun rumah ini, kita semua bisa membayar pernikahan Nisha karena pekerjaannya!”. Asha berkata “akankah dia membalsakan dendam atas bantuan yang telah dia lakukan dengan melakukan suatu pekerjaan?”,,”Jika aku tahu aku akan menderita seperti ini karenanya aku akan kembali mengambil pekerjaan lama ku dan tidak akan mengambil bantuan darinya”.., Ya Janki, kau telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dengan menyebabkan pernikahannya akan di batalkan, sungguh menabjubkan”. Janki menangis mengatakan “Ibu, kau salah.., aku tidak melakukan hal itu, aku hanya ingin memberitahu pada mu, percayalah pada ku sedikit saja”. Janki berkata pada Nisha “dengarkan, jika kau berfikir pernikahan mu akan dibatalkan karena aku maka itu tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan pernikahan mu dibatalkan, kau akan menikah dengan Krishu dan aku akan mewujudkannya.., aku akan melakukan apapun”. Nisha menangis dengan menolaknya “Tidak”. Janki meyakinkan Nisha “aku akan melakukan apapun untuk memastikan kau menikah”. Asha berkata “Tidak sayang ku tidak”.., bukankah aku disini?..,”aku yang akan membuat semuanya menjadi lebih baik.., Asha meminta Janki agar jangan sentuh Nisha, Asha Nisha dengan sangat erat dan memelototi Janki. Janki bersama dengan Ayahnya. Srivastav bertanya-tanya “aku betul-betul tidak mengerti.., kita telah mengabiskan begitu banyak uang, sekarang setelah semua itu terjadi kita harus mendapatkan hadiah baru, cincin baru”.., bagaimana kita bisa mendapatkan semuanya?”.., bagaimana cara kita untuk membelinya?”. Janki berkata“ayah aku juga tidak mengerti dengan semua itu, aku telah banyak mengambil pinjaman di kantor dan sekarang mereka pasti tidak akan memberikan ku pinjaman lagi dan jika aku memgambil pinjaman pribadi di bank bunganya akan sangat tinggi, aku tidak akan bisa untuk membayarnya, jadi bagaimana aku harus mengatur semua ini?”.., aku tidak bisa menemukan jalan keluar dari ini semua, ayah”. Asha berkata “aku punya jalan keluarnya”. Janki bertanya “Ibu, mengapa kau tidak memberitahu aku apa itu.., bagaimana kita bisa mengaturnya (menyiapkan)?”. Asha pada Janki “pikirkan saja baik-baik.., nanti kau tidak akan bisa mundur”. Janki mengtakan “ tidak perlu bagi ku untuk berfikir, karena tidak ada yang lebih penting bagi ku untuk menikahkan Nisha”.., katakan pada ku apa solusinya?”. Asha menunjukkan seluruh perhisan pada Janki. Ayah dan Janki terkejut. Stivastav bertanya pada istrinya (Asha) “Apa semua ini Asha?”. Asha mengatakan “aku tahu semua ini adalah perhiasan milik ibu kandung Janki.., aku dan juga ibunya, sejak aku menikah dan datang kerumah ini, aku telah memeprlakukan janki seperti anak kandung ku sendiri.., Nisha dan Janki bagi ku sama, hari ini aku ingin melihat jika janki menganggap ku sebagai ibunya sama seperti ibu kandungnya, katakan pada ku Janki bisakah kau memberikan pada ku perhiasan ini?”. Janki tidak bisa berkata apa-apa, Srivastav berkata “Apakah kau sudah kehilangannya?”.., kau tahu betul bahwa ibu janki membuatkan ini untuk pernikahan Janki, aku tidak akan menjualnya.., apakah kau mendengar ku?”.., jangan bertingkah terlalu banyak, aku bisa merendahkan diri ku untuk calon mertua Nisha?”. Asha bertanya pada Srivastav “Bagaimana kau bisa merendahkan diri mu?”.., kau bisa mencekik ku dan juga Nisha, itu yang seharusnya terjadi untuk mengakhiri masalah ini”. Janki mengatakan pada Asha “Ibu apa yang kau katakan?”. Asha mengatakan pada Janki “mengapa aku tidak bisa mengatakan hal ini?”.., sejak aku datang dirumah ini kalian berdua selalu saja menganggap ku sebagai orang lain, aku ibu kedua mu dan istri kedua ayah mu, aku tidak pernah membedakan antara Nisha dan juga Janki, lalu mengapa kau harus melakukan ini?”..,”katakan pada ku bukankah Nisha juga puri mu juga?”. Janki dan Ayahnya tediam kehabisan kata-kata, Asha berkata “aku mengerti.., aku mengerti segalanya”.., ambilah dan pegang ini, aku yang telah membuat kesalahan karena menganggap perhiasan mu ini juga milik ku”. Janki berkata pada Asha “Ibu apa yang kau katakan?”. Janki berkata pada Asha “Ini semua kesalahan ku, aku hanya butuh waktu yang lama untuk mengatakan ya pada mu.., kau juga ibu kau, kau juga memiliki hak atas apa yang aku miliki”. Asha melirik Ayah Janki. Janki berkata “sama seperti dewa mendapatkan persembahan dihadapan para penyembah maka dengan cara yang sama kau menjadi yang pertama dalam keluarga.., ibu memiliki prioritas utama”.., lagi pula ini bukanlah perhiasan ku, itu perhiasan mu, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan”. Asha berkata pada Janki “Janki, aku baru saja mencoba untuk membuat adik mu menjadi tenang, aku tidak memiliki keterkaitan dan keserakahan lainnya”. Janki mengatakan “aku tahu itu”.., Ibu kau jangan kahwatir, aku pasti akan menjual semua perhiasan ini, aku akan mendapatkan hadiah yang baru untuk calon mertua Nisha”. Ayah Janki (Srivastav) kesal dan hanya terdiam dan gelisah. Janki mengatakan pada Asha “aku akan mendapatkan cincin baru untuk Krishu”. Asha hanya melirik wajah ayah Janki. Janki meyakinkan Asha (ibu tirinya ) “besok semua akan baik-baik saja, mereka berdua pasti akan bahagia dan kau sudah tidak punya alasan lagi untuk mengeluh, pergi dan beristirahatlah”. Asha berkata pada Janki “baiklah jika kau berkata begitu”. Asha memberikan semua bungkusan perhiasan milik ibu kandung Janki, ia berbalik pergi dan tersenyum puas. Janki tersenyum meskipun menangis memandangi perhisan itu, ia bersedih dan Ayah Janki membelai kepalanya, Janki tersentak kaget dan berusaha untuk tersenyum dan memeluk ayahnya, Janki menitihkan air matanya dipelukan ayahnya. Keesokan pahinya, Janki datang ketoko perhiasan bersama Nithin. Janki berkata pada penjaga toko pethiasan “cincin ini benar-benar buatan dari pabriknya.., apakah kau punya cincin yang bagus?”.., kualitas yang terbaik”. Penjaga toko berkata pada Janki “Kami punya banyak modal / desain”. Janki mengatakan “tolong tunjukkan pada ku”. Penjaga toko mengatakan bahwa ia akan membawakannya. Nithin mengatakan pada Janki “Ngomong-ngomong, Nisha akan mengirimkan mu ke inggris dari Darbhanga untuk mendapatkan mangal sutra (Kohinoor) diatas ring / cincin”. Janki hanya tersenyum, Nitin bertanya “Kak apakah kau berfikir dengan keras untuk mendapatkan cincin yang cocok dengan gambar yang dikirmkan Nisha pada mu?”..seberapa penting?”. Janki menjawab “Itu sangat penting, Nithin”..”cincin ini tentang kenangan antara Krishu dan Nisha jadi itulah sebabnya mereka harus cocok”. Penjaga toko kembali, Janki mengatakan padanya “Tunggu sebentar, lihatlah gambar ini”. Janki menunjukkan gambar pada penjaga toko dan berkata “aku kira, kau bisa menunjukkan sebuah cincin, jika kau punya ide”. Penjaga toko bertanya “apakah itu jenis cincin yang kau inginkan?”. Janki menjawab “Iya”. Penjaga toko berkata “aku memilikinya”. Janki meminta pada penjaga toko “Tunjukkan cincin itu pada ku”. Penjaga toko mengambilannya dan Janki berkata “aku tidak keberatan jika memang cincin itu berharga agak mahal”. Nithin tersenyum, penjaga toko menunjukkan cincin yang diinginkan Janki berkata “Lihatlah!”.., cincin ini cocok dengan gambar”. Janki mengambil cincin itu dan mencocokan dengan gambar yang nisha berikan padanya dan kemudian mencocokannya bersama dengan Nithin “Nithin, cincin ini cocok dengan gambar”. Janki mengatakan “Bukan”.., pak bantulah aku, ambilkan aku yang ini”. Penjaga toko hanya tersenyum, Janki mengatakan “Pak aku punya beberapa perhisan tua, aku juga perlu untuk menjualnya, aku ingin kau menyesuaikan harga perhiasan itu dengan cincin ini dan kemudian kembalikan sisa uangnya kepada ku”. Penjaga toko perhiasan setuju kemudian Janki mengeluarkan semua perhiasan milik ibu kandungnya lalu menyerahkannya pada penjaga toko, Janki menangis dan nithin menguatkannya. Dijalan, Nithin bertanya pada Janki “Kak sebenarnya apa yang sedang terjadi?”..”kami akan pergi kencan dengan gaya masa kecil kami hari ini”. Janki mengatakan “kencan gaya kanak-kanak?”. Nithin mengatakan pada Janki “ulurkanlah tangan mu”. janki bertanya “kenapa?”.Nithin mengatakan pada Janki “ Berikan saja pada ku”. Janki mengulurkan tangannya dan Nithin memberikan sebungkus cemilan kesukaan Janki “Ambilah ini, ini penguat mood (suasana hati mu)”. janki tersenyum senang saat melihatnya berkata “Cerry berry?”. Nithin tersenyum “Iya”. Janki mengatakan “aku sangat menyukainya”. Nithin mengatakan pada Janki “apakah kau ingat saat suasana hati mu buruk kau bisa memakannya di pojokan?”.., dan kemudian kau akan kembali bahagia lagi?”. Janki berkata pada Nithin “Luar biasa!”.., kau masih mengingatnya, tapi dimanakah kau membelinya?”. Nithin mengatakan “ selamat menikmati cemilan / suguhan itu!”.., Lupakan bagaimana aku mendapatkannya”.., kita punya jenis ponsel yang baru, kita juga memiliki bandara baru”. Janki mengatakan “iya”. Nithin mengatakan “kita harus merayakannya dengan memakan Cherry berry ini!”. Janki memahaminya dan berkata “Aku bisa melihatnya!”.., itulah sebabnya aku mendapatkan Cherry berry ini”. Nithin tersesyum dan Janki berterima kasih padanya. Janki bertanya pada Nithin “saat aku sudah melihat bungkusan cemilan ceri betty ini apakah aku harus memakannya?”. Nithin menjawab “Iya tentu saja”. Janki tertawa dan memberikan bungkusan belanjaannya pada Nithin berkata “jadi peganglah ini”. Janki menyobek bungkusnya dan memakannya serta membagikannya pada Nithin dan berkata padanya “kau telah membawa ku kembali ke masa kecil ku itu, lalu dimanakah kau memarkirkan sepeda motor mu?”. Nithin menunjuk “Itu disana, tapi kita harus berjalan kesana”. Janki setuju berkata “ayo jalan”. Janki memakan Cerry berry di sepanjang jalan dan membuat Nithin tersenyum, Nithin berkata pada Janki “kak, kau masih memakan biscuit seperti anak kecil”. Janki tidak menyangkalnya menjawab “iya, karena itulah cara yang paling menyenangkan.., apa gunanya memakan dengan cara yang biasa”.., dengarkan aku, makanlah bagian terakhir yang masih terisa”. Nithin menolaknya dan berkata pada Janki “cobalah kau menjadi egois untuk beberapa waktu”.., “bukankah itu makanan kesukaan mu?”.. kau saja yang memakannya, lagi pula aku sudah banyak memakannya” Janki bertanya pada Nithin “ akan aku lihat”.., jadi siapakah yang lebih muda, bukankah itu kau?”. Nithin tetap menolaknya namun Janki tetap mau memberikannya, Nithin mengalihkan Janki berkata “Ayo kita lakukan satu hal.., ayo kita balapan ke motor itu.., yang menang akan mendapatkan biscuit terakhir”. Janki setuju “Baiklah, ayo kita pergi”. Mereka berlari saat sama-sama menghitung hingga hitungan ketiga, Janki terhenti ketika ia melihat Harsh dari kejauhan sedang bermain dan memerikan makan pada beberapa ekor anak anjing. Seorang pria mengatakan pada Rajesh “Pak, Harsh memberikan makan pada anak anjing”. Janki masih diam dan terpaku ketika melihat Harsh di kejauhan dan tidak menyadari ketika Nithin telah menjemputnya dengan sepeda motor, pikiran Janki masih tertinggal saat ia melihat Harsh. Nithin menyadarkan lamunannya berkata “Ayo pulang atau Nisha akan membuat keributan lagi dirumah”. Janki naik kemotor dan Nithin menacap gas. Disisi lain, Rajesh datang menemui Harsh yang masih bermain bersama anak-anak anjing kemudian mengajaknya pergi. Rajesh mengatakan pada Harsh “apa ini, kau ma uterus pergi kemana?”.., “mengapa kau repot memberikan makanan pada anak anjing?”. Harsh hanya terdiam menatapnya kesal, dan Rajesh membukakan pintu berkata pada Harsh “ mari kita pulang”. Namun Hrash menonjok wajah Rajesh hingga ia terjatuh, Rajesh menahan amarah dan mereka berdua kembali masuk kemobil. Dalam perjalanan Janki dan Nithin yang mengendari motor, Janki memberitahu pada Nithin bahwa ia mendapatkan telepon dari Ashok, Janki mengangkat ponselnya “Ya Ashok, aku hampir saja sampai kantor, baiklah aku akan sampai dikantor dan akan menyelesaikan pekerjaan hari ini”. Janki mematikan sambungan teleponnya. Nithin bertanya pada Janki “Jadi bisakah aku mengantarkan mu kekantor hari ini?”. Janki menjawab “iya kau bisa melakukanny, tapi serahkan semua ini pada ibu dan Nisha dan jangan menjatuhkan apapun”. Nithin mengatakan “tapi ada satu syarat”. Janki menjawab “baiklah sekarang apa yang kau inginkan ?”. Nithin menghentikan kemudinya dan berkata pada Janki “tidak, kali ini aku yang akan melakukan seuatu untuk mu bukan kau yang akan melakukan sesuatu untuk ku. Aku akan datang untuk menjemput mu dikantor saat malam hari, setelah itu hubungi aku.., maka aku akan datang kesana, aku tidak akan mengijinkan mu untuk berpergian sendirian”. Janki tersenyum dan tersentuh dengan apa yang nithin katakana “Luar biasa, adik ku sudah dewasa!”..”bisakah kita pergi?”. Nithin mengatakan “ayo kita pergi”, Nithin dan Janki kembali melanjutkan perjalanan mereka. Malam hari, Janki melanjutkan semua perkerjaan dikantornya, dan ia bertanya-tanya saat printer tidak mau berfungsi mencetak dokumen. Janki mengecek printer dan mengeluarkan cartridge printer dan memasukannya kembali, Janki mencoba untuk melakukannya lagi dan saat itu Pallavi datang kesana membawakan makanan. Pallevi mengatakan “Jadi kau ada disini, ini makanlah beberapa samosa”. Janki mengatakan “tolong taruh saja dimeja”. Pallevi mengatakan pada Janki “baiklah aku meminta maaf pada mu”. janki bertanya “kenapa?”. Pallevi menjawab “aku tidak bisa menangani tuan Ashok, dia terlalu pintar, dia tahu kalau aku berbohong”. Janki tersenyum “Itu tidak masalah, kenapa kau ada dikantor pada jam segini?”.., apakah Ashok yang telah meminta mu untuk tinggal?”. Pallevi menjawab “Tidak, bahkan dia menyuruh ku untuk pulang”.., tuan shyam menginginkan sesuatu untuk dilakukan, jadi dia meleponku”.., “apakah kau tahu, Tuan Shyam menyukai cara ku bekerja, aku akan mendapatkan lebih banyak dari pada yang didapat dari tuan Ashok”. Janki hanya menatapnya dan tersenyum”.., “baiklah ini makanlah samosanya, bagaimanapun juga kantor yang telah membayarnya, karena ini Shift malam!”.., dan apa kau tahu aku juga akan memesan mie dari Nathuram, haruskah aku juga memesankannya untuk mu?”. janki menolaknya “Tidak, jangan pesankan apapun untuk ku”. Pallevi bertanya “kenapa?”. Janki mengatakan “Tidak, pesan saja untuk diri mu sendiri”. Janki heran dan berkata “Oh tidak mengapa printer tidak mau berfungsi”. Pallevi mengatakan pada Janki “Mungkin printernya muak untuk bekerja seperti kita”..,”baiklah kau perbaiki saja, aku akan pergi kekantor tuan Shyam, sekarang dengarkan aku akan pergi dan menawarkannya samosa”. Janki tertawa dan berkata “kalau begitu aku akan menyusul”. Pallevi pergi dari sana. Di sebuah rumah mewah, seroang wanita yang merupakan ibu dari Harsh dan Rajes memerintahkan pelayan “Tuan Birju, tolong bersihkan itu dengan baik itu pot kesukaan harsh dia akan sangat kesal jika menemukan sesuatu yang kotor”. Ibu Harsh menuruni anak tangga bersama dengan seorang wanita berkata “dan kau?”.., “ sekarang mengapa kau mengelap?”.., aku sudah menyuruh mu untuk melakukannya dipagi hari, Harsh akan datang, bagaimana jika dia terpeleset dilantai yang basah?”. Dan nyonya rumah meminta pada pelayannya untuk cepat melakukan pekerjaan mereka dan berjalan menuju kesebuah ruangan namun kemudian Harsh dan Rajesh datang. Rajesh mengatakan “tidak ada yang menyambut kami sebanyak kau diseluruh dunia”. Ibu mereka tersenyum dan mengambilak piring aarti, Rajesh berkata “bukankah putra-putra mu bukanlah dewa?”..,”mengapa kau harus menyiapkan semuanya dengan sangat teliti?”. Ibu berkata “Harsh ku sama baiknya dengan dewa untuk ku”. Harsh dan Rajesh meminta berkah pada ibu mereka. Ibu Harsh memberikan tanda hitam di bawah telinganya dan berkata “aku berharap kau tidak menatik mata jahat”. Rajesh bertanya pada ibunya “Lalu bagaimanakah dengan aku?”.., “maukah kau memberikan rasa cinta mu untuk harsh atau kau membagikan/ menyisihkan sebagian untuk ku?”. Ibunya hanya terenyum menjawab “jika dia Laksman, maka kau seperti Rama bagi ku”..”ayah mu dan juga aku hidup dengan damai hanya kerana mu!”..,”sebenarnya kami sangat tegang sejak harsh pergi ke Darbhanga”. Harsh hanya rerdiam dan berjalan pergi, Rajesh dan ibu mengamatinya, Rajesh mengatakan “ ibu aku belum bisa untuk mulai memberitahu mu betapa tegang situasinya / keadaannya, harslah sumberketegangan tersebsar, agresinya tumbuh dari hari kehari dank au tidak tahu apa yang harus ku tahan”..,”ibu aku telah memutuskan, aku tidak akan pergi bersama dengan Harsh dan hanya mau hal itu”. Ayah harsh dan Rajseh datang berkata”kau tidak akan memutuskan hal itu, aku akan..”. Rajesh datang menemui ayahnya berkata “ayah kau tidak tau adegan/ timngkah macam apa yang dia lakukan dan media..”. ayah mengatakan “aku tidak mau mendengarkan satu kata pun yang akan menentang Harsh”. Rajesh meminta berkahnya, dan Ayah mengatakan pada Rajesh “bukankah itu urusan kita”..”aku yang akan membuat keputusan, jangan lupa yang telah Harsh berikan semua yang dia miliki itu untuk meningkatkan bisnis, itulah mengapa kau tidak boleh mengucapkan sepatah kata pun yang dapat menentangnya”..”Apakah kau mengerti?”. Rajesh menyetujuinya “iya”. Ayah menepuk pundak Rajesh dan berkata “aku tidak mengulangi kata bahkan untuk diri ku sendiri”. Ayah pergi Rajesh hanya terdiam. Pallevi datang membawakan Samosa untuk Sham yang sudah duduk menunggunya, dengan sangat bahagia Pallevi memeriksa berkas namun tanpa ia sadari Shyam memeluknya dari belakang dan membuatnya terkejut dan menjatuhkan semua berkas File ditangannya, Shyam memperbaiki sikapnya dan mengambilkan segelas minuman untuk Pallevi, ia menyentuh bagian dada Pallevi dan memaksanya meminum air yang sudah disediakan, namun pallevi mengehempaskannya dan gelas itu pun terjatuh dan Janki akhirnya berhasil mencetak dokumennya dan mendegar suara gelas pecah. Janki bertanya-tanya “suara itu berasal dari ruangan tuan Shyam. Shyam memeluk Pallevi dan berusaha untuk mendodainya, Janki berlari untuk menyelamatkan Pallevi dan mengintip dari celah jendela dan Janki berlari masuk, Shyam terkejut dan berpura-pura berkata “Ya, filenya ada disana, katakana pada ku apa yang kau inginkan?”. Janki berfikir “Bapak Shyam, tidak aka nada gunanya itu”..”pertama entah bagamana aku aku harus mengeluarkan Pallevi dari sini”. Janki mengatakan “apa tidak apa-apa?”, shyam berkata “kalau begitu pergilah dari sini dan selesaikan perkejaan mu, kami baru saja rapat!”. Janki mengatakan “Naah itu dia paak”. Janki menunjuk pada lantai yang telah berserakan dengan kertas dan atk, Janki mengatakan “tapi semuanya berantakan”. Shyam menyangkalnya dan berkata pada Janki “Maaf, itu semua terjatuh, aku yang telah menjatuhkannya, itu tidak masalah aku yang akan mengurusnya.., pergi saja.., pergi saja” pergilah dan lakukan saja pekerjaan mu”. Janki menatap Pallevi dan mengalihkan perhatian Shyam “Tapi pak ruangan mu sangatlah kotor, biarkan aku yang membersihkannya”. Shyam kesal dan menegur Janki “Sekarang kau menganggu kami”. Janki menolaknya dan berkata “tidak pak aku tidak akan membiarkannya, biarkan aku yang melakukannya”. Janki meloctai semua file yang telah hancur berantakan karena air dan untuk sampai lebih dekat pada Pallevi dan berfikir “biar aku coba untuk memanggilkan satpam”. Janki sengaja menjatuhkan vas bunga dan Shyam marah membentaknya “apa yang telah kau lakukan?”. Seorang satpam datang keruangan Shyam dan bertanya “ada apa pak?”. Shyam mengatakan pada satpam “tidak ada apa-apa, kau bisa pergi “. Janki mencoba untuk mengulur waktu dan menghentikan satpam “Tidak pak, apakah kau tidak melihatnya semuanya berantaka, tolong bersihkan ini”. Satpam menyetujuinya “baiklah bu kau bisa pergi, aku akan membersekannya”. Janki mengatakan “baiklah.., lakukan sekaramg juga”. Dan ketika Janki menghampiri Pallevi yang sudah kusut “ayo Pallevi ikut dengan ku”, namun Shyam menolak dan menghentikan Janki. Shyam mengatakan “Pallevi dan aku sedang rapat”. Janki menjawab "Pa“, tapi aku juga melakukannya untuk melakukan sesuatu”. Janki mengajaknya pergi dan menyelamatkannya “kau ikutlah bersama dengan ku” Janki dan Pallevi pergi dari sana. Shyam kesal karena rencananya gagal, dan menyuruh satpam untuk memberskan semua barang yang telah berserakan dilantai. Janki membawa Pallevi pergi, Pallevi menangis dan mengatakan pada Janki “ayolah, aku sangat takut!”. Janki mengatakan pada Pallevi “kau jangan takut, aku bersama dengan mu, ayo kita pergi dari sini.., cepatlah”. Pallevi mengatakan pada Janki tentang kekhawtirannya “Janki, aku harap tidak terjadi apa-apa”. Janki meyakinkan Pallevi “aku ada bersama mu.., aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada mu”..,”apakah kau percaya pada ku?”. Pallevi terdiam dan Janki bertanya “ada apa ?”.., tuan shyam pasti sedang mengikuti kita, ayo cepat kita harus segera pergi”. Pallevi menangis sedih. Janki bertanya pada Pallevi “mengapa kau menangis, aku bersama dengan mu”. pallevi mengatakan pada Janki “aku tidak melakukan kesalahan apapun”. Janki mencoba untuk memahaminya berkata “ iya aku tahu itu”. Pallevi mengatakan tujuan Shyam bahwa dia hanya berkata untuk melakukan sesuatu dikantor, shyam bilang bahwa dia harus mendapatkan email yang harus diketik dan aku fasih dalam bahsa inggris”..,”aku bisa gila, mengapa aku pergi?”.., seharusnya aku tidak pergi”. Janki mengatakan “aku tahu”. Pallevi berkata “itu semua bukan salah ku”. Janki meyakinkannya “Pallevi, aku percaya pada mu”. pallevi memeluk janki dan mereka panic saat suara Shyam memanggil Pallevi dan Janki meminta agar mereka pergi dari sana, Janki mengatakan pada Pallevi “Shyam mengikuti kita”. Pallevi dan Janki pergi memasuki area truk yang terparkir, Janki mengatakan pada Pallevi “cepat berlarilah kekanan, bersembunyilah”. Shyam datang kesana mencari Pallevi berkata “diamanakah dia bersembunyi?”. Janki meminta Pallevi untuk tenang ketika Shyam berada di truk yang sama saat mereka bersembunyi. Seroang supir datang memberi tahu pada Shyam bahwa ia telah dipanggil untuk segera datang kerumah Harsh. Shyam kesal menghentakkan kakinya dan berkata “aku akan memberikan mereka berdua pelajaran”. Shyam pergi bersama dengan supir, Janki dan Pallevi terselamatkan, mereka berdua keluar dari tempat persembunyiannya ketika situasinya telah aman, janki mengatakan pada Pallevi “Dia (Shyam) telah pergi dan kemudian Janki menelpon Nithin untuk menjemputnya, dan memberitahu pada Nithin bahwa Janki telah menunggunya diluar kantor. Janki mengatakan pada Pallevi “tidak aka nada yang akan terjadi, baiklah aku akan berbicara dengan Ashok secara pribadi, Nithin sedang dalam perjalanannya kesini. Janki menelpon Ashok yang saat itu sedang tertidur pulas dan memberitahu padanya tentang hal yang sebnarnya dikantor yang terjadi pada hari ini tentang Pallevi, namun Ashok menolaknya bahwa ia tidak mau mendengar apapun tentang pallevi dimalam hari, ashok bertanya pada Janki “apakakah itu perkerjaan resmi atau aku akan memutuskan kontrak kerja”. Janki mengatakan “Iya Ashok, dengarkan aku dulu”. Ashok telah tertidur pulas dan memutuskan sambungan telepon janki. Janki bingung “Ashok telah memutuskan telepon”. Janki kebingungan berkata “aku tidak tahu apa yang harus ku perbuat”.., seharusnya aku melakukan sesuatu tentang hal ini. Janki telah bersiap untuk berangkat kekantor, Asha memanggilnya dan mengingatkan pada Janki segera untuk datang dan tidak terlambat seperti kemarin, Nisha berharap agar janki tidak membuat masalah pada hari ini, karena ibu Krishu hanya memberikan pada mereka satu kesmpatan terakhir untuk keluarga mereka dan jika kita mengacaukannya itu berati semua kesalahan terjadi hanya pada Janki. Janki hanya menganggukan kepalanya. Dadima (nenek Harsh dan Rajhes) sedang melakukan puja bersama dengan semua keluarganya, nenek tersenyum senang bahwa harsh akan turun untuk ikut pemujaan bersama dengan meraka, harsh datang dan ayah memberi tahu bahwa Harsh telah datang, harsh meminta berkah pada nenek, ayah dan juga ibunya, ia berlutut dan melakukan pemujaan. Ibu harsh mengatakan pada suaminya “Dunia mungkin saja akan terbalik, tapi Harsh tidak akan pernah merindukan pemujaan untuk dewa Ram”. Disisi lain, Janki memohon perlindungan dikuil
“Dewi durga berikan aku kekuatan agar aku bisa mendapatkan keadilan untuk
Pallevi dan ia tahu bahwa semua itu tidaklah mudah untuk semua orang dan
bahkan untuk keluarga pallevi yang mungkin saja tidak akan mau mendukungnya,
dan ia memohon agar dewi durga selalu mendukungnya. Janki berkata “Ibu
bantulah aku lagi kali ini, sehingga aku bisa menghukum pelakunya
|
Comments
Post a Comment