PREM BHANDAN EPSODE 4 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Prem Bandhan Full Episode - 04
Nisha berhasil bertunangan, tetapi calon mertuanya kembali menuntut dibelikanbsepeda motor sebelum pernikahan Nisha harus sudah disiapkan. Di sisi lain, Janki mendukung Pallavi dan memintanya untuk menentang Shyam, namun Janki dipecat dari pekerjaannya.
Janki datang menemui Pallavi dan berkata padanya “Kenapa kau takut?”.., bukankah kau tidak melakukan kesalahan apapun”. Pallevi menjawab “ orang akan beranggapan (berasumsi) bahwa akulah yang telah melakukan suatu kesalahan, lagi pula bukankah aku memang pulang tengah malam?”. Janki mengatakan pada Pallevi “Orang bisa beranggapan (berasumsi) apa saja kau jangan kahwatir tentang hal itu”. Pallavi mengatakan kekhawatirannya “ aku justru harus menghawatirkannya, bukankah kau tahu begitu satu orang saja mengetahuinya maka seluruh kota akan mendengarnya.., aku akan dipermalukan, kesedihan akan membunuh ayah ku.., aku tidak akan melakukannya .., aku tidak punya keberanian seperti itu “. Janki mengatakan pada Pallavi “ Jika kau tidak mau melakukannya pada hari ini maka orang seperti shyam akan merasa lebih berani, dia akan berbuat jahat lagi dengan mu suatu hari nanti”.., mungkin di masa depan dia akan melakukannya lagi pada orang lain karena dia tahu bahwa itu kehormatan pribadi kita, tidak akan pernah lebih penting dari kehormatan keluarga bagi kita”.., apakah kita tidak akan angkat bicara, kau tidak salah, yang salah adalah Shyam”.., dia harus di hukum karena perbuatannya”. Pallavi bertanya pada Janki “Katakan pada ku.., bagaimana kita akan membuatnya dihukum?”.., haruskah kita pergi ke kantor polisi?”.., bahkan jika kita pergi kekantor dan memberitahu mereka disana tidak aka nada yang mempercayai ku, aku akan kehilangan pekerjaan ku, semua orang akan mengira bahwa akulah yang telah menjebaknya”.
Janki mengatakan pada Pellavi “apakah kau akan membiarkan rasa takut kehilangan pekerjaan dan juga penghujatan lalu mengizinkan sesoarang untuk mengambil kebebsan dengan mu?”. pallavi mengusap air matanya, Janki mengatakan “Pallavi !..,” bagi sorang gadis tidak ada yang lebih penting dari pada harga dirinya, mendukung seuatu yang salah juga akan menjadi salah, kau akan melakukannya hari ini, lalu apa yang kau takuti?”.., aku ada bersama dengan mu karena aku yang telah melihat semuanya!”.., aku yang telah melihatnya sendiri!”.., aku akan mendukung mu dalam pertempuran ini.., jika aku memberi tahu Ashok tentang hal ini maka dia juga akan mendukung ku dlaam pertarungan ini”.., Pallavi, kau harus percaya pada ku”. Pallavi bertanya pada Janki “Tapi bagaimana dengan ayah ku?”. Janki meyakinkan Pallevi “Ayah mu juga akan mendukung mu”..”untuk ayah dan keluarga, tidak ada yang lebih penting dari pada kehormatan putri mereka”. Pallevi menundukkan kepalanya dan berkata pada Janki “Jika kau berkata demikian maka aku akan mengajukan keluhan (pengaduan).., tapi sejujurnya aku sangat takut”. Janki tersenyum dan memeluk Pallavi.\
Janki datang menemui Ashok, Ashok kebingungan dengan semua yang telah terjadi “Apa?’.., bagaimana dengan Pallevi?”. Janki mengatakan pada Ashok “Pallevi sangat merasa ketakutan”..”Ashok, kita harus melakukan sesuatu untuknya”. Ashok mengatakan pada Janki “Iya aku akan melakukan seuatu .., jangan kahwatir tentang hal itu”.., tuan Shayam akan segera datang, aku akan berbicara dengannya secara pribadi”. Janki menganggukan kepalanya “Baiklah”. Ashok berjalan pergi dan ia kembali lagi bertanya dengan Janki karena kergauannya “Tapi Janki.., apakah kau yakin?”. Janki menatap Ashok dan bertanya padanya “Pertanyaan macam apa itu?”.., aku telah melihat semuanya sendiri!”.., aku tidak berbohong”. Ashok pergi mengatakan “Ya”.
Dirumah Harsh, para pelayan sedang sibuk memeprsiapkan kanvas dan mengeluarkan kanvas tersebut ditempat yang diinginkan oleh Harsh, seorang pria datang dan merekam kegiatan yang Harsh lakuakn dengan ponesl miliknya, Rajesh datang dan menceruigai pria itu dan bertanya padanya “Hei lau siapa?”. Rajesh melihat pria itu akan melarikan diri dan meminta keamanan untuk menangkapnya. Rajesh berlari dan berusaha keras untuk menangkapnya. Namun Rajesh mendapatkan telepon dari tuan shyam dan mengatakan pada Rajesh bahwa ada seorang gadis daru Dharbanga bernama Janki telah mengajukan pengaduan / keluhan terhadap dirinya. Rajesh engatakan pada Shyam “Dharbanga wilayah tempat ku tinggal lalu kenapa kau saja yang menanganinya, baiklah jangan menelepon ku hanya untuk omong kosong seperti itu untuk selanjutnya”. Rajesh kehilangan jejak pria mata-mata tadi dan ia sangat kesal. Rajesh berguam kesal “aku telah kehilangan pria itu karena gadis sialan dari Dharbanga itu”.
Ashok bertemu dangan Janki, Janki mengatakan pada Ashok “apakah kau sudah berbicara dengannya (Shyam)”. Ashok mengatakan pada Janki “Iya, aku sudah berbicara dengannya:, janki bertanya “apa yang Shyam katakan pada mu?”. Ashok menjawab “Shyam mengatakan bahwa kau dan Pallavi sedang berbohong dan meninggalkan semua pekerjaan kantor sampai menunggu keputusan dan pulang kerumah”. Janki mengatakan pada Ashok “apa Shyam mengatakannya begitu pada mu?”. Ashok mengatakan pada Janki “Shyam juga mengatakan bahwa ketika dia pergi menelepon mu kau membuat alasan dan pergi kerumah, terlebih lagi kau telah menuduhnya melakukan hal itu". janki ”engatakan pada Ashok “Shnyam telah berbohong”.., semuanya telah terjadi dihadapan ku, aku telah melihatnya”. Ashok berjalan pergi dan Janki mengejarnya “Ashok, dengarkan aku”.
Ayah Rajesh memarahinya berkata “ kau adalah orang bodoh kelas satu”.., bagaimana kau membiarkan pria itu pergi ?”.., mengapa kau tidak menangkapnya?”.
Rajesh mengatakan”ayah aku telah mengejar untuk menangkapnya, ketika aku mau menghampirinya dab tiba-tiba Shyam menelepon ku dari Darbhanga, seorang gadis bernama Janki, dia mengatakan dan mengeluhkan seusatu dan tawar-menawar dengannya lalu kemudian aku kehilangan pandangan dan juga jejaknya”. Ayah Rajesh 9Ram Shatri) bertanya pada Rajesh “Lalu apa yang membuat itu begitu mendesak, bukankah Shyam memang harus tetap menelpon mu karena gadis itu?”.. Rajesh menjawab “aku tidak bertanya”. Ram mengatakan pada Rajesh “kau sangat tidak berguna!”.., benar-benar sangat tidak berguna”.., “kau tidak bisa merawat Harsh dengan benar”, kau bahkan tidak bia mengurus kantor Dahrbhanga”.
Janki berusaha untuk mengejar Ashok dan mengajaknya berbicara “ashok apa ini, setidaknya dengarkan aku”.., aku tidak tahan dengan semua ini”. Ashok mengatakan pada Janki “Jangan menahannya dengan hal itu”.., “aku mengerti dengan apa yang kau katakan, tapi apakah kau memiliki bukti?”. Janki menjawab “aku punya bukti, aku juga punya saksi”. Ashok mengatakan “Janki.., Shyam bos kita”..,”Jika memang benar ada yang tidak berese, kita berdua akan kehilangan pekerjaan”..,”Ayo katakanlah, aku akan pergi kekantor pusat, apa yang akan terjadi?”..”aka nada keributan besar dan kita berdua yang telah melakukannya.., dan kita harus tetap berada disini sampai masalah itu mereda, bisakah kau meinggalkan adik mu sementara dia punya jadwal untuk menikah”..”dan itulah kenapa aku meminta mu untuk mendengarkan aku”. Janki mengatakan pada Ashok “aku akan memastikan Shyam akan dihukum, aku tidak akan tinggal diam!”. Ashok menjawab “Ya, tentu saja.., tentu saja!”..”kita berdua pasti akan menghukumnya, tapi ini bukanlah waktu yang tepat.., kau harus mengerti dengan apa yang kau katakan”. Janki hanya memurungkan wajahnya, Ashok memintanya untuk tersenyum. Janki mengangguk dan memaksakan senyum di wajahnya.
Dirumah Janki, semua orang datang untuk melakukan acara perunangan antara Nisha dan Krishu. Nisha tertawa senang, Janki tersenyum dan tiba dirumahnya, Janki datang menemui Nisha dan memeluknya, Asha datang menemui Janki “aku senang kau datang lebih awal, upacara cincin akan segera berlangsung”. Nisha dan Krishu saling menukar cincin satu sama lain, semua orang sangat senang kedua calon mempelai memberi hormat pada orang tua. Tuan Mishra mengatakan pada Ayah Janki “Sungguh luar biasa, aku tidak bisa mulai untuk memberitahu pada mu, aku pikir Janki tidak bisa melakukan apapun dalam sehari, tetapi dia telah memperbaiki suasana hari dalam sehari!”.., ini sangat sempurna”. Asha mengatakan “ tentu saja kenapa tidak”. Asha mengatakan pada ayah janki “Bukankah dia putri kita, ya kan?”.., Janki kami”.
Krishu mengatakan pada ayahnya botak Mishra “ayah”. Krishu mengisyaratkan ia mengendarakan motor dan membuat ayah Janki dan Asha tersentak kaget. Botak Mishra mengatakan pada Krishu “Ya, aku masih harus memilih pesta pernikahan, aku pasti akan memberitahu mereka, Botak Mishra mengatakan pada Ayah Janki “jadi dengarkan karena kau telah menghabiskan begitu banyak, aku merasa jika kau menghabiskan irang itu seperti air yang menalir.., pastikan segalanya akan berjalan dengan sangat baik bahkan nanti sampai dopesta pernikahan”. Ayah Janki hanya tersenyum, namun tuan botak Mishra mengatakan tentang semua ide yang ada di dalam kepalanya, ia pun mengisyaratkan tentang mengendari sepeda motor. Ayah Janki dan Asha bertambah terkejut. Botak Mishra bertanya pada Ayah janki dan Asha “Lalu bagaimana dengans epeda itu?”. Janki mendengar pembicaraan itu dan ia pun terkejut, senyumnya hilang dari wajahnya.
Ayah janki akan mengatakan sesuatu namun Asha memelototinya, Janki menatap Nisha yang hanya menudndukkan kepalanya. Ayah Janki mengatakan “Sepeda!”. Botak Mishra mengatakan pada Ayah Janki “Yamng kami minta hanyalah sepeda!”.., bukankah kami tidak meminta mobil?”.., katakan pada ku?”. Bibi krishu menimpai permintaan Botak Mishra “Ya, kakak ipar ku benar!”.., kau telah memebrikan kami hadiah mahal untuk pertunangan , lalu kenapa kau tidak bisa memberikan kami sepeda?”. Saroj juga menimpali “Ngomong-ngomong kantor Khrisna berada di kota Patna”.., bukankah akan mudah baginya untuk berpergian ?”.
Dengan rasa rendha hati Ayah Janki mengatakan pada Saroj “Bu.., kami baru saja memberikan hadiah mahal seperti itu, kau meminta lagi”. Saroj mengatakan “Pak, ketika datang kepernikahan siapa yang akan melihat biaya yang dikeluarkan?”.., selain itu menantu laki-laki mu menghasilkan uang yang banyak!”. Mishra menimpali dan tertwa berkata “selain itu menantu laki-laki mu menghasilkan uang yang banyak dan kau tidak akan bisa untuk mengantonginya dengan sama sekali tidak mengeluarkan uang!”. Ayah janki mengatakan “aku tidak bisa menghabiskan uang lebih dari pada ini”. Saroj mengatakan pada Asha “dengarkan aku sekarang, bukankah Nisha putri kandung mu sendiri bukan putri tiri mu?”.., lalu kenapa kau masih saja berfikir dengan keras?”.., dimasa depan ketika ada orang lain yang akan meminta sepeda dipernikahan Janki, tidakkah kau akan memberikannya?”. Asha hanya mengangguk mengatakan “Iya, tentu kami akan memerikannya”. Ayah dan Janki tersentak kaget.Asha mengatakan “tentu saja kamu akan memberikannya”. Saroj mengatakan “Nisha putri kandung mu sendiri”. Bibi Krishu menimpali dan mengatakan pada Asha “mengapa kau tidak melakukannya untuk Nisha?”.
Asha menjawab “Aku memperlakukan Nisha dan Janki sama, semua yang bisa di lakukan oleh Janki juga akan di lakukan oleh Nisha”. Asha bertanya pada Janki “ semua itu benarkan, Janki?”. Janki menatap Nisha dan menjawab Asha “Ya bu”. Ayah Janki terkejut dan menggelengkan kepalanya. Saroj, Mishra dan sudara perempuannya tersenyum puas. Asha mengatakan “Jangan kahwatir, tidak aka nada masalah apapun. Kau akan memiliki sepeda dirumah sebelum Nisha mengambil sumpah pernikahan”. Krishu merasa sangat girang, Saroj dan saudra perempuannya (Bibi khrisu) saling menatap satu sama lain dan berpelukan, namun wajah Janki terliah begitu sangat murung. Bibi Krishu memuji “Janki sangat mencintai adik perempauannya, hanya untuk mendapatkan sepeda tidak aka nada masalahnya (menganggunya)!”. Mishra botak panjul tertawa dengan sangat mengejek dan berakata pada ayah Janki lalu memeluknya “Pak, acara hari ini telah selesai”..”hadiah untuk sumpah pernikahannya sebuah sepeda”..”ayo semua pergi”. Semua orang dari pihak laki-laki bergegas pergi.
Janki menangis dan begitu cemas mengatakan dalam hatinya “Ya dewa, kenapa kau terlalu sering untuk menguji lu?”.., “uang untuk mendapatkan sepeda, berjuang untuk Pllavi, bagaimana aku bisa untuk melakukan semua ini?”. Ayah Janki menegur Asha berkata “seharusnya sebelum kau memikirkan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan “..” bagaimana Janki bisa menyiapkan sepeda baru?”. Nithin mencoba menenagkan Ayah Janki, Asha menatap Janki berkata “mengapa Janki tidak bisa mendapatkannya?”.., Bukankah dia bekerja diperusahaan yang sangat penting?”.., Janki bisa kembali untuk mengambil pinjaman”.
Janki mengatakan pada Asha “Bu, aku sudah terlalu banyak mengambil pinjaman dari kantor, aku telah menggunakan uang yang telah ku pinjam dan menjual perhiasan ibu untuk bisa mendapatkan hadiah dan juga cincin itu, lalu bagaimana aku bisa mendapatkan uang untuk membeli sepeda?”. Asha marah dan membentaknya berkata “lalu kenapa kau memberi tahu ku tentang itu?”. Janki menjawab “Ibu aku tidak sedang memberitahu pada mu, aku hanya mencoba untuk menjelaskannya, bagaimana aku bisa mendapatkan pinjaman lagi?”.., “aku tidak mengerti selain itu aku juga tidak punya waktu”.
Nisha mengatakan pada Janki “Jadi bagaimana jika kau tidak punya waktu?”.., kau masih punya uang untuk sebuah token dengan uang muka, ayah siapapun bisa mendapatkan token itu, kau bisa melunasi pinjaman itu nanti, benarkan bu?”. Asha hanya berpihak pada Nisha menyetujuinya “Iya, Nisha benar sekali, siapakah pengelola bengkel motor?”.., katakan padanya aku akan kesana besok, dia juga mengenal ku, aku punya ide.., besok Nisha dan aku kesna, kami akan mendpaatkan sepeda motor itu, kau nanti bisa untuk menangani pembayarannya”.., itu brenarkan Nisha?”. Nisha menimpali Asha “Ya bu, itu benar-benar sangat tepat”. Ayah Jani pergi dan sangat marah. Janki hanya terdiam dan ia pergi meninggalkan Asha dan Nisha.
Seorang pria reporter yang saat itu sedang mencoba mengambil gambar Harsh sedang berjalan kaki dan menerima panggilan telepon dari sesorang, pria reporter mengatakan “aku punya kabar baik, apa kau akan menawarkan pereman!”.., berita ini akan menempatkan saluran kami dalam posisi teratas, Taipan bisnis terkenal Hrash Shastri akan benar-benar ..”. sebuah truk besar menabraknya dan pria reporter terpental dan ia tewas dan semua orang mengerumininya, ponselnya telah hancur terlindas ban truk.
Nithin menunjukkan model dari sepeda motor pada Nisha dan Asha, ia berkata “Nisha, lihatlah ini aku telah memilih banyak sepeda motor disini, dan pilihlah salah satu”. Nisha meminta agar Nithin menunjukkan gambar itu kepadanya, dan Asha juga inginj Nithin menunjukkannya padanya namun Janki hanya gelisah mendengarkan pembicaraan mereka semua. Nisha mengatakan pada Nithin “kakak bukankah aku tidak tahu banyak tentang sepeda motor?”.., tolong beri tahu pada ku sepeda motor mana yang terbaik?”. Nithin mengatakan pedanapatnya “aku suka dengan yang hitam ini”.., “aku telah memberitahu pada mu Nisha.., Ibu”. Asha dan Nisha setuju dengan pilihan itu bahwa sepeda motor itu sangat bagus. Nisha mengatakan “Kirshu ku pasti akan Palawan sejatui dengan salah satu sepeda motor ini, bukankah akan persis dengan Hritik Roshan?”. Janki hanya terdiam dan menangis, Ayah Janki datang menemuinya dan duduk di samping Janki. Sentuhan ayahnya membuat Janki tersadar dari lamunannya. Ayah Janki berkata padanya “Sayang ku, bolehkah aku mengatakan sesuatu?”. Janki hanya terdiam dan memkasakan senyuman di wajahnya. Ayah Janki berkata “Jika kau telah mengentikan kesalahan pertama maka kau akan membuat ribuan kesalahan”..,”Lihatlah calon mertua Nisha”.., kemarin hanya karena masalah cincin dan hari ini sepeda motor.., diamasa depan mereka akan meminta lebih banyak lagi”.,, sampai berapa lama lagi kau akan memberikan semua hal yang mereka minta?”.., “belajarlah untuk melawan mereka yang salah, menjadilah kuat untuk sekali saja dan katakanlah tidak, sayang”.., katakan tidak”.., “aku yang telah melakukan keslaahan, aku yang tidak pernah mengerti Asha, itulah sebabnya semua ini terjadi, tetapi kau tidak boleh membuat kesalahan ini, jangan pernah melakukan apapun yang salah, selalu berjuang untuk apa yang benar, jangan pernah melihat sesuatu saat terjadi sesuatu yang salah, lakukanlah sesuatu untuk menghentikannya”. Ayah Janki meminta Janki untuk melakukan seusatu lalu pergi meninggalkan Janki. Janki hanya terdiam.
Harsh sedang melukis, neneknya datang dan tersenyum. Harsh tersentak kaget saat nenek menyentuhnya. Nenek mengatakan pada Hrash “semua pelukis di dunia gagal dalam hal kesian mu, cucu ku”.., kau harus meluangkan waktu untuk nenek mu, biarkan aku juga bersenang-senang”. Harsh tersenyum memeluknya lalu mengambilkan tempat duduk, nenek membelai rambutnya dengan kasih sayang dan mengecupnya.
Janki melihat semua pidato Harsh di poneslnya tentang rahasia kesukesan bahwa ia percaya akan pemberdayaan perempuan dan cukup hanya diberikan satu kesempatan sekali saja maka mereka akan melakukan apa saja, kerana dimana wanita disembah itu adlaah tempat tinggal tuhan. Setelah mendengar hal itu Janki berfikir “Tidak aku tidak akan diam.., aku harus memberitahu Harsh tentang pallavi, bapak Harsh sangat menghormati wanita dan dia pasti akan mendapatkan keadilan untuknya (Pallavi)”.
Keesokan pagimya, Janki datang kekantor dan meliahat semua orang sedang sibuk membicarakan tentang Rabel (Janki)m, dan seorang pria menimpali “mari kita lihat apa yang akan selanjutnya terjadi”. Temannya mengatakan “apa menurut mu?”.., apa yang akan terjadi?”. Seorang wanita mengatakan “apa yang bos inginkan maka itulah apa yang akan terjadi”. Janki bertanya pada Rashmi tentang keberadaan Ashok. Ashok datang dengan sangat marah menegur Janki”beraninya kau mengirimkan surat itu?”.., beraninya kau mengeluh kekantor pusat?”. Janki menjawab Ashok”Bukankah sesorang harus memiliki keebaranian untuk melakukannya”.., aku melakukannya ini bukan hanya pertarungan Pallevi tapi ini pertarungan untuk semua gadis yang bekerja dikantor ini”.., jadi bagaimana menurut mu?”.., apa yang telah dilakukan tuan Shyam pada Pallavi tidak bisakah dia melakukan hal yang sama pada gadis lain yang bekerja di kantor ini?”..”Ashok kita harus menghentikannya”. Ashok melihat Shyam sedang memperhatikan mereka dri belakang. Ashok marah mengatakan pada Janki “Kita tidak harus menghentikannya.., Janki kaulah yang harus dihentikan dan ini surat pemecatan mu.., kau telah dipecat”. Janki tersentak kaget, Ashok mengatakan “Inilah perintah dari tuan shyam. Ashok memberikan suratb itu dan Shyam tersenyum sangat puas dan mengejek Janki, semua karyawan bubar dan Janki masih tediam membisu menitihkan airmatanya dan menangis.
Ram Shatri bertanya pada istrinya tetang keadaan rumahnya yang sangat gelap “mengapa semua gelap disini?”.., “aku juga tidak melihat ada pelayan”. Ram Shatri mengatakan “diamanakah semua orang?”. Lampu telah dinyalakan, semua orang memberikan sambutan untuk hari jadi mereka berdua. Vannadana dan Rajesh datang menyambut mereka mengatakan “kami mengucapkan selamat hari ulang tahun pernikahan untuk kalian berdua!”. Rajesh mengatakan “selamat ulang tahun”. Ayah dan ibunya mengucapakan terima kasih padanya. Vanndana mengatakan bahwa mereka memiliki hadiah kecil untuk ulang tahun pernikahan yaitu lukisan sepasang angsa yang sama seperti mereka berdua. Ibu melihat hadiah itu dan berkata”sebuah lukisan”. Saat Rajesh dan Vanndana akan memberikannya namun ibu Rajesh pergi dan tidak menghiraukannya. Ibu membuka lukisan di bawah dan tersenyum saat melihat lukisanmilik harsh. Ram juga turun dan menyusul istrinya. Istrinya mengatakan pada Ram “apakah kau lihat itu?”..”dia kesal dengan mu dan tidak adatang untuk mendoakan kami, tapi Harsh telah meluksinya, lukisan yang indah untuk kita”. Rajseh dan Vannadana sangat kesal. Ram mengatakan pada Savitri (istrinya)”kau tahu dia kesal dengan hal-hal yang sepele.., aku baru saja menyuruhnya keluar untuk pekerjaan resmi, hanya itu saja dan tidak lebih”.., “itu perusahaannya siapa lagi yang akan pergi jika bukan dia?”. Vanndana dan Rajesh terkejut.
Dikantor, Ashok mengemasi semua barang-barang milik Janki yang telah dipecat, Janki datang menemui Ashok mengatakan “aku hanya membantu Pallevi, lalu kenapa ku memecat ku dari pekerjaan?”. Ashok menjawab “bukanlah aku yang memecat mu, tapi Tuan Shyam, bos kami”.., dialah yang telah memerintahkan ku untuk melakukannya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa”. Janki mengatakan pada Ashok “aku memiliki tanggung jawab terhadap keluarga ku, apa yang akan aku lakukan?”.., “Nisha Akan menikah sekarang lalu bagaimana aku bisa menangani semua ini ?”. ashok mengatakan pada Janki “karena itulah sebabanya aku memberitahu begitu!”.., aku sudah katakan jangan terlibat dalam kekacauan ini, lalu mengapa kau pergi dan mengeluh?”. Janki bertanya pada Ashok “jadi apakah aku telah dihukum karena telah mengatakan hal yang sebenarnya?”. Shyam datang dan mengatakan pada Janki “kau telah dihukum kerena terlalu jujur.., kau telah mendpaatkan kosekunasi (akibat) dari semua kebohongan”.., apa ini?”.., apakah ini cara mu untuk menangai akun?”. Shyam memberikan semua berkas file pada Janki dan mengatakan “Ini tidak ada lamporan triwulan”.., dan itu ada sisa file yang tidak lengkap”. Shyam marah dan membanting semua file “apakah ini cara mu bekerja?”. Janki mengatakan pada Shyam “Tidak pak, aku akan meyelesaikannya tapi sementara itu masalah mu dengan Pallavi”. Shyam sangat marah dan meminta Janki “Diam.., kau yang tidak bisa bekerja dank au malah menuduh Pallevi!”.., “Seorang gadis seperti mu bisa melakukan apa saja untuk semuanya dengan bosnya untuk mendpaatkan promiso, aku tahu itu”. Janki mengatakan pada Shyam “Kau berbohong”.
Janki bertanya pada Ashok “mengapa kau tidak berbicara?”, shyam mencoba membela dirinya dan memfitnah Janki “sekarang apa yang akan Ashok katakan?”.., kau telah mengirimkan surat kekantor pusat untuk melawan ku, kan?”.., dank au telah mengeluh.., dan sekrang kantor pusat yang sama akan melakukan penyelidikan terhadap mu atas perintah dari ku, untuk menuduh pria yang baik”.., teman mu itu, Pallavi dimanakah dia?”.., mengapa dia tidak datang untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada semua orang?”.., telepon dia”. Janki hanya terdiam, Shyam mendesaknya “Ayo telepon dia”. Janki hanya diam, Shyam bertanya “mengapa kau tidak menelponnya?”.., aku telah melihat rencana dari ibu ini telah gagal!”.., inilah dari nyonya Janki kalian”.., bukankah dia telah menuduh ku dihadapan umum?” dan sekarang kau akan meminta maaf pada ku didepan umum”.., kalu masih mau gaji bulanan ini.., lakukanlah”. Ashok terkejut, Shyam mengatakan “Ayo.., yo.. ayo lakukanlah, katakan maaf”.., kalau tidak aku akan melupakan gajinya”. Ashok mendesak Janki “Katalkanlah maaf untuk ku”. Janki mengatakan pada Ashok “Kau tahu aku sedang tidak berbohong, aku telah melihat semuanya sendiri” lalu bagaimana aku bisa meminta maaf?”. Ashok mengatakan “aku tahu itu”. Ashok mengatakan pada Janki “Tolonglah kau kau harus mencoba untuk memahami ini sedeikit”. Janki mengatakan “Bukankah aku disini telah di jebak?”.., aku telah memiliki tanggung jawab atas keluarga ku, Nisha” atas pernikahannya, atas permintaan calon mertuanya bahkan setelah aku melihat semua itu aku harus tetap berbohong”. Ashok mengatakan “aku memohon pada mu, silahkan lakukanlag, untuk ku”.
Janki menghapus airmatanya dan ia berbalik, janki mencoba untuk meminta maaf pada Shyam. Namun Shyam bertanya pada Janki “ untuk apa kau berdiri dan melihat?”.., kemasi semua barang mu dan keluarlah kau dari kantor ku”. Shyam meminta pada Ashok untuk segera menghubungi satpam untuk membuang semua barang milik janki dari kantor. Ashok hanya menganggukan kepalanya, Shyam berjalan pergi. Janki hanya menangis dan Ashok memberikan kardus bersisi semua barang milik Janki.
Comments
Post a Comment