PREM BHANDAN EPSODE 5 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd


 PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SP,d
DANGAL TV CHENNEL

Prem Bandhan Full Episode - 05

Semua Reporter  ingin bertemu dengan Harsh tetapi keluarga Harsha selalu menjauhkannya dari media.

Di sisi lain Janaki hati Janki sangat jancur  karena pergi dari pekerjaannya, tetapi Ashok lebih mengkhawatirkan promosinya dari pada kesedihan Janaki.

Janaki gagal menyiapkan sepeda untuk pernikahan Nisha setelah itu calon mertuanya marah dan pergi dari sana. Setelah itu, Nisha memutuskan untuk meminum racun untuk bunuh diri..

 

Savitri sangat senang dengan hadiah lukisan dari Harsh dan berkata pada suaminya Ram Shatri “Apakah kau melihatnya?”.., Harsh kesal dengan mu tapi telah membuatkan kita lukisan yang sangat indah, lukisan kita secara pribadi untuk kita”..”Harsh telah melakukannya”. Vanndana dan Rajesh tersentak kaget dan kesal  saat mendengarkan pujian untuk Harsh. Ram berkata pada Savita “ kau sudah tau itu, Harsh kesal hanya kerana masalah yang sepele.., “Yang harus ku lakukan hanyalah menyuruhnya keluar untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kantor, itu saja!”. Savita tersenyum, Ram mengatakan pada Savita “itu perusahaan milik Harsh.., dia harus pergi!”.., siapa lagi yang akan pergi kalau bukan dia sendiri?”. Vandanaa dan Rajesh kesal dan saling menatap satu sama lain. Namun Vanndana mengalihkan kekesalannya dan mencoba untuk menawarkan pemujaan untuk Ram dan Savita, Vannadana mengatakan pada Savita dan Ram  “Ini hari yang sangat membahagiakan, aku telah menyiapkan pemujaan /penghormatan untuk kalian berdua.., mohon untuk menerima persembahan ini”. Seroang pelayan wanita datang dengan membawakan sepring ladoo, dan ketika akan menyuguhkannya pada Savita, Vanndana hanya tersentak kaget saat Savita mendiamkannya dan berjalan pergi membawa lukisan milik Harsh, Vannadana kemudian meyuguhkan ladoo pada Ram namun ia hanya mengambilnya sedikit dan berjalan pergi dan mengabaikan Vandanna. Vandanna hanya terdiam menahan semua kekesalannya.

Rajesh bersmaa dengan Ram (Ayahnya), ia melihat suart kabar dan berkata pada Ram “Ayah..,”ini dari jurnalis yang sama yang telah melarikan diri dari rumah kemarin”. Ram membaca surat kabar itu dan berkata “Iya, aku sudah melihat setiap item beritanya, kita tidak bisa memperlakukannya secara baik-baik dirumah ini”.., ayo lakukan itu dirumah sakit, urus semua tagihan rumah sakitnya”. Rejesh mengatakan pada Ram “Tapi ayah, hari ini wartawan sudah datang , semua media pasti akan bertanya apakah Harsh akan menghadiri pesta atau tidak”. Ram mengatakan pada Rajesh “ Harsh tidak akan hadir di pesta itu.., beritahu pada mereka untuk tidak mengajukan pertanyaan apapun tentang Harsh.., aku telagh mengirimnya untuk rapat zoom!”. Rajesh mengatakan pada Ram “Aku mengerti”.

Ashok mengejar Janki di kooridor kantor, namun Janki hanya terdiam dan tetap berjalan membawa semua kerdus barang bawaannya. Ashok berhenti di hadapannya berkata pada Janki “aku sungguh minta maaf, aku tidak bisa melakukan apa-apa, meskipun aku menginginkan sesuatu maka aku akan kehilangan promosi ku dan aku juga akan kehilangan pekerjaan ku.., sekarang situasinya seperti ini, ini jauh lebih penting untuk ku mendaptkan promosi”. Janki menatap Ashok dengan sangat marah. Ashok mengatakan pada Janki “maksud ku untuk kita berdua”. Janki berkata pada Ashok “aku sangat mengerti jika kita berdua masih tetap bersama, bukankah kita bisa melakukan pekerjaan dimana saja?”. Ashok marah pada Janki “apa kau masih saja tidak mengerti, mereka memiliki begitu banyak kotra kerja di Darbhanga, tidak aka nada yang mempekerjakan kita, singkirkan semua pikiran yang tidak berguna ini”. Janki mengatakan “ Tapi Ashok.., kau “. Ashok mengatakan pada Janki “ Tolong hentikan, cobalah untuk memahami sesuatu, taukah kau betapa pentingnya promosi ini?”.., kau juga telah kehilangan pekerjaan mu bersama dengan itu, dengan membawa semua hal dan yang lainnya.., beban mu juga pasti akan menjadi beban ku .., jangan hanya mengerti secara emosional saja dan jangan membuat ku menjadi emosional;.., sekarng kau pulang saja.., pulanglah kau kerumah!”. Janki hanya menangis dan terdiam. Ashok kesal melemparkan kerdus dan sebuah foto mereka berdua terbanting dan pecah di tanah, Ashok berjalan pergi dan menginjak pecahan kaca foto mereka, Janki menangis memandangi foto itu.

Harsh sedang merapikan pakian dikamarnya, seluruh pakiannya dan barangnya berserakan dilantai, Savitri (ibunya) datang kesana membawakan lukisan yang telah dilukis oleh Harsh. Savitri mengatakan pada Harsh “Harsh apa ini?”.., kemana kau mau pergi”.., “Harsh dengarkan aku, dengarkan hari ini adalah hari jadi ayah mu dan juga pernikahan kami”. Harsh mengatakan pada Savitri “selamat hari jadi”. Harsh masih bebenah pakiannya. Savitri mengatakan pada Harsh “hentikan semua ini.., apa yang sedang kau lakukan?”. Harsh berkata “ayah menyuruh ku untuk pergi.., jadi aku akan pergi”. Savitri mengatakan “Anaak ku jangan memaksa”. Harsh hanya diam dan pergi meninggalkan Savitri dikamarnya.

Janki membaca surat yang telah Pallevi buat. Pallavi mengatakan pada Janki “Aku harus melakukan ini, sekarang aku butuh pekerjaan bukan keadilan, perusahaan mengirim ku ke Ranchi itu juga dengan gaji dua kali lipat dank au mengenal aku.., bagi ku tidak ada yang lebih penting dari pada keluarga ku”.., maaf aku harus menerima tawaran ini”. Janki bertanya pada Pallavi “apa yang sedang kau bicarakan?”.., aku kehilangan pekerjaan ku karena tawar –menawar!”. Pallavi mengatakan pada Janki “dengarkan aku.., aku tahu kau ingin mendapatkan keadilan untuk ku, tapi lihatlah apa yang kau peroleh darinya?”..”Finah.., tuduhan palsu?” dank au telah kehilangan pekerjaan karena semua masalah mu.., kami orang kelas menengah .., hidup kita tidak dimaksudkan untuk memperjuangkan keadilan.., mereka menginginkan  untuk bertanggung jawab atas tanggung jawab kita.., jadi lupakan saja yang telah terjadi”.., “Lihatlah aku juga sudah melupakannya.., maaf janki”..,”tapi aku harus menerima semua ini”. Janki hanya menangis dan terdiam, ia kembali mengambil semua barangnya dan pergi dari rumah Pallavi. Janki melihat semua tindakan tidak senonoh syam pada Pallavi dengan mata kepalanya sendiri dan mengingat semua ucapan Shyam padanya bahwa seorang gadis seperti dirinya bisa melakukan apa saja dengan bosnya untuk mendapatkan promosi. Dan saat itu Janki menerima surat pemecatannya.

Janki melihat pster Harsh dan semua ucapannya dalam pidatonya  bahwa perusahaannya dulu telah banyak mmeberikan begitu banyak terhadap perempuan karena telah memberikan rasa hormat dan akan terus melakukannya, kerena secara pribadi Harsh sangat menghormati perempuan bahwa dimana perempuan di puja maka itu adalah tempat tinggal dewa. Janki berfikir “hari ini aku telah menyadari bahwa kata-kata Harsh Shatri  dan juga perbuatannya sangatlah berbeda”.

Janki sampai dirumahnya dimana keluarga dari botak Mishra telah datang. Ayah Janki mengatakan pada Saroj dan Mishra kepala botak  “Bu, cobalah untuk mengerti, bagaimana kami bisa melakukan semua dengan secepat itu?”.., maksud ku..”. Janki pergi membawa semua kerdus barang miliknya. Saroj berkata “Kau tahu.., seperti apa yang telah mereka katakan jangan menunda-nunda.., kalo tidak simpan saja”..”ngomong-ngomong kau akan memberikan sepeda motornya, kan?”.., jadi sebaiknya berikan pada sumpah pernikahan pemberian pada acara  Tilak”. Semua keluarga Janki tersentak kaget, Asha melihat Janki datang dan berkata pada Saroj dan Mishra botak “Ya bu.., tentu saja”..”kau akan mendapatkan sepeda motor pada acara tilak”. Janki terkejut. Ayah menatap Janki. Asha mengatakan dengan merendahkan dirinya di hadpaan Saroj dan Mishra botak “Bu.., apakah kau sekrang senang?”.

 Saroj mengatakan “Iya tentu saja senang”. Saroj mengatakan “Baiklah kami akan pergi dan kalian bisa menyipkan sepeda motornya.., sementara kami akan menyipkan upacara tilak”. Mishar memperjelas keinginannya dan berkata  “tapi motornya haruslah berwarna merah “.  Asha menyetujuinya “Iya”. Saroj dan Mishra Botak berpamintan “baiklah kalau begitu sekarang kami pergi .., selamat tinggal”.

 Asha menatap tajam Janki dan berjalan pergi. Janki berfikir “untuk satu hal aku telah kehilangan pekerjaan  dan disisi lain ada sepeda motor”.., sekrang bagaimana aku bisa menyiapkannya?”..,”sebelum ada hal yang lainnya yang salah”.., haruskah aku memberitahu pada ibu tentang segalanya?”. Asha sedang menumbuk kunyi dan Janki datang menemuinya “Ibu”..bu.., seharusnya kau tidak mengatakan ya pada sepeda motornya, karena aku masih belum menyipkan apapun”. Asha tidak peduli dan mengatakan pada Janki “dengarkan aku Janki.., kunyit akan pecah saat sudah kering.., jadi semua imian Nisha juga harus seperti itu?”.., mimpinya untuk sementara tidak boleh hancur karena menunggu mu untuk mengatur semuanya”.., katakan sesuatu pada ku, kau pasti akan mendapatkan pinjaman cepat atau lambat, kau masih punya pekerjaan lalu apa yang kau kahwatirkan?”. Ayah Janki dan Nithin datang. Asha mengatakan pada Janki “hanyalah ini satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan kehormatan keluarga kita dan untuk menyelamatkan pernikahan Nisha”.., hanyalah kau yang bisa melakukannya”. Asha menatap Ayah  Janki dan Nithin dan bertanya pada Janki “lalu pada siapa lagi yang bisa aku ajak bicara?”. Janki hanya terdiam.

Malam hari, pesta perayaan pesta pernikahan dan hari jadi antara Ram dan Savita akan dilaksanakan, semua pelayan sedang sibuk menata gelas minuman. Rajesh mengatakan pada seorang pria pelayan  “apa ini?”.., kacamatanya masih belum dipasang, pestanya akan segera dimulai”.., jangan sampai terlambat”..” dengarkan cepatlah pindahkan semuanya dari sini”. Rajesh mengatakan pada pelayan lainnya yang akan meletakkan karangan bunga “semuanya harus dilakukan dengan baik.., semuanya haruslah sempurna”..”jangan biarkan ada yang salah jika tidak reputasi ku akan dipertaruhkan disini”.., baiklah letakkan disana..”ayo cepat”. Vanndana mengatakan pada Rajesh “Bicaralah pada bagian Cattring sekaligus”. Rajesh mengatakan “baiklah aku akan melakukannya”. Vannadana mengatakan pada Rajesh “ingatkan dia”. Vanndana menegur pelayan lainnya yang saat itu memegang beberapa buah kado  “apa yang kau lakukan disini?”..”sudah kubilangkan ?”..”bagaimana kau memasang lampu gantung ini?”..”pasanglah dengan baik”.., letakkan itu disini”.

Savitri mencoba untuk mencegah Harsh yang sudah siap akan pergi dengan membawa kopernya. Rajesh dan semua pelayan melihatnya Harsh meminta berkah pada neneknya, nenek bertanya “Harsh, kemana kau akan pergi?”. Savitri meminta pada nenek “Ibu cobalah untuk meyakinkan dia.., dia selalu kesal dengan sesuatu yang sepele.., ayah yang telah mengatakannya dank au mau langsung meninggalkan rumah!”.., ayah mu yang telah menyuruh mu pergi ke rapat sebagai alasan untuk kau tidak hadri dipesta pada hari ini”. Nenek mencoba bicara dengan Harsh “bukankah ada nenek yang mencintai mu?”.., apakah tidak akanada yang akan mendengarkan aku?”. Savitri mengatakan “Harsh tidak akan mendengarkan siapapun!”.., dia sangat keras kepala”. Nenek mengatakan pada Harsh “jangan bersikap seperti anak kecil.., dengar kan aku, jika kau pergi aku akan pergi karena kesedihan”. Harsh memberontak dan berpaling, nenek mengatakan pada Harsh “maukah kau tinggal bahkan untuk ku?”.., maukah kau mendengarkan nenek mu?”. harsh memeluk neneknya, nenek mengatakan “Ayolah cucu ku, jangan memaksa”. Harsh tetap berjalan perg9i, savita dan nenek masih mengejarnya namun ia tetap keras kepala, Harsh berjalan keluar dan melempar kado dan bingkisan. Semua reporter yang telah menunggu mengambil fotonya.

Janki membeli motor dan seorang pedagang mengatakan “ini motor mu dan ini kuncinya”. Janki mengatakan pada pedagang “biarkan aku panggilkan adik ku kesini, dia juga harus naik sepeda untuk bisa keluar kesini”. Pedagang sepeda motor menyetujuinya “Ya tentu saja”. Ketika Janki akan menelpon Nisha, pedagang lainnya datang “tunggu, berikan aku kunci sepeda motor itu.., kami tidak bisa meminjamkan sepeda motor mu.., maafkan aku”. Janki terkejut.

Ram dan Savita sedang melangsungkan pesta pernikahan mereka dan akan memotong kue, mereka berdua meminta berkah pada nenek namun nenek terlihat sangat sedih, semua orang berpesata. Vanddana dan Rajeseh menari dipesta. Semua reporter masuk dan mengucapkan selamat hari pernikahan kepada Ram dan bebrapa dianatara mereka memberikan bingkisan bunga dan Ram berterima kasih kepada mereka. Ram mengatakan “sebenarnya aku akan membuat pengumuman.., hari ini kami telah berhasil sampai titik saat ini ini semua berkat dukungan dari Savita yang sangat signifikan .., savita yang selalu mendukung ku, dia yang telah merawat ku, dia yang selalu berdiri di sisiku dalam suka dan juga duka”hadirin sekalin bertepuktanganlah untuknya”. Semua tamu undangan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk Savita.

Seorang reporter pria bertanya pada Ram “ Pak putra mu harsh telah pergi sebelum pesta ini di mulai, apakah ada alasan untuk kepergiannya?”..,”maksud ku pergi tanpa menghadiri peseta?”.

Ram menjawab “ada pertemuan yang sangat mendesak jadi dia harus pergi,  savita menjadi sangat gelisah, Ram mengatakan “pertanyaan selanjutnya?". Reporter lainnya bertanya “kemanakah Harsh akan pergi?”..”apakah dia akan memulai usaha baru?”. Ram mengatakan “dengarkan jika itu maslaahnya, maka kau akan segera mengetahuinya hanya dalam bebrapa hari, aku mempunyai sebuah permintaan, ini acara keluarga karena itulah  tidak aka nada pertanyaan bisnis untuk hari ini dan lagi pula Harsh sedang tidak ada disini.., dan itulah sebabnya jangan tanyakan apapun aku tentang Harsh  jadi sekarang silahkan nikmati pesta kalian.., ayolah”. Reporter lainnay mengatakan pada Ram “Tapi pak, ada banyak rumor tentang putra mu Harsh.., kami ingin tahu tentang kebenarannya?”..,

Seroang reporter lainnya mengajukan pertanyaan “dan salah satu reporter kami telah melihatnya kemarin”, ia muncul diantara barisan para reporter yang datang kepesata, sebelum dia bisa datang menemui ku.., dia (reporter) itu kecelakaan, dan dia juga punya bertita ekslusif tentang Harsh”..”jadi bisakah kau memberitau kami apa hubungannya antara kedua hal itu, Tuan Shartri?”. Reporter lainnya menimpali dan mendesak Ram “beritahu pada kami tentang kebenarannya?”.., “bagaimana kau bisa terhubung dengan kecelakaan itu?".., bicaralah dengan kami”. Semua reporter mendesak agar Ram memberikan semua penjelasan. Ram hanya terdiam dan Rajesh hanya mengamati dari kejauhaan.

Janki bertanya pada penjual sepeda motor “Tapi kenapa?”. Penjual mengatakan pada Janki “Uang untuk deposit mu masih belum diterima”. Kedua penjual pergi dan Janki mengatakan kepada mereka “Tunggu sebentar, tolong dengarkan , inilah yang bisa aku lakukan  tapi jangan batalkan pengiriman sepeda motornya”. Janki menunjukkan rantai kalung emas miliknya kepada para pedagang. Janki mengatakan “simpanlah ini sebagai deposit dan segera setelah kantor ku menyetujui untuk pinjaman tersebut, pasti aku juga akan membayar sisa uangnya”. Pedangang mengatakan pada Janki “aku tidak bisa memberikan sepeda motor itu dengan setatus pinjaman dan beresiko kehilangan pekerjaan”. Janki meyakinkan mereka “Inilah yang hanya bisa kami lakukan!”.., beri aku waktu dua menit”. Janki menelpon Ashok yang pada saat itu masih dalam perjalanan. Ashok terlihat sangat kesal ketika mendapatkan panggilan telepon dari Janki.

Ashok mengatakan pada Janki “sudah aku bilang tidak bisa, bagaimana aku bisa mendapatkan pekerjaan mu kembali, apa yang bisa aku lakukan?”. Janki mengatakan pada Ashok “aku tidak memanggil mu karena pekerjaan itu, bukankah kau tahu jika calon mertua Nisha menginginkan sepeda motor, dan orang-orang ini tidak mau memberikan sepeda motor ini dan membatalkan pengirman.., tolong lakukan sesuatu untuk ku ambilkan pinjaman di kantor.., aku akan membayar mui secara bertahap”. Ashok menagtakan pada Janki “Bukankah kau perlu memiliki penghasilan  untuk mengambil pinjaman ?”.., “Bukankah kau tahu berapa penghasilan ku.., apapun yang sudah aku dapatkan digunakan untuk melunasi EMI yang sudah aku miliki”…,”separuh dari gaji ku sudah habis untuk EMI”..”sekarang beritahu pada ku bagaimana aku bisa melakukannya?”.., bank mana yang bisa memberikan aku pinjaman?”..”aku tidak bisa membantu mu bahakan jika aku mau, aku sungguh minta maaf”. Janki mengatakan pada Ashok “aku tidak bisa membatalkan sepda motor itu, tolong dengarkan aku”, namun Ashok telah memutuskan sambungan telepon dari Janki. Janki kebingungan.

Ram mengatakan di depan semua reporter “baiklah aku akan memberitahu pada kalian semua.., bersantailah”..”Harsh tidak ada dikota ini dan aku sangat menyesali apa yang telah terjadi pada rekan reporter mu”. Rajesh mengatakan pada Savita “Bu aku sudah bilang Harsh akan menciptakan masalah besar untuk kami .., lihatlah itu yang sekarang  terjadi?” .

Savita mengatakan pada Rajesh “Lakukanlah sesuatu putra ku atau semua orang akan tahu”.

Ram mengatakan “bebrapa orang telah merubahnya menjadi drama!”. Rajesh datang dan berkata “Itu saja yang bisa kami jawab.., hari ini kami tidak bisa menjawab begitu banyak pertanyaan”.

Reporter pria itu menuntut atas semua jawaban pada Ram Shatri “sampai kami mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan  maka kami semua tidak akan pergi dari sini”. Semua rekan reporter mendukungnya bahwa mereka semua menginginkan kebenaran. Rajseh meminta agar mereka semua pergi dari rumahnya. Rajesh membawa Ayahnya (Ram Shatri) pergi dari reporter  namun semua reporter masih menuntut jawaban. Reporter lainnya mengatakan “apakah misteri itu dan mengapa kau menyembunyikan Harsh?”. Ajudan dirumah Shatri menghalangi semua reporter.

Ram Shatri berfikir “aku harus menghentikan semua yang telah terjadi berhubungan dengan Harsh.., kalau tidak semuanya akan lepas kendali”. Janki menangis dan putus asa sementara ia melihat panggilan video bahwa Saroj terus menuntut Ayah dan ibu tirinya. Saroj bertanya “Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini?”..”berapa lama lagi kalian akan meminta kami menunggu?”.., dimanakah sepeda motornya?”. Ayah janki mengatakan pada Saroj “janki akan datang dengan membawakan sepeda motor itu, sementara itu biarkan upacara tilak berlangsung”..,”tolong jangan hentikan ini”.

Saroj marah berkata “kami sudah terlalu lama menunggu disini”. Janki menangis berjalan sendirian dikegelapan malam saat mengingat pedagang berkata bahwa sepeda motornya tidak bisa dikirimkan dan pedagang tidak bisa memberikan sepda motor itu dengan status barang pinjaman kerana akan berseiko atas pemecatan pedagang dan mengingat kata-kata Ashok bahwa ia juga tidak bisa membantunya meskipun dia menginginkannya lalu mekudian Ashok meminta maaf pada Janki. Janki menangis sedih.

Semua wartawan diusir keluar dari rumah keluarga Shatri, wartawan pria itu tetap mengotot untuk diberikan waktu selama satu menit dan para penjaga meminta mereka untuk bergegas pergi dari rumah keluarga itu, dan Nenek Harsh saat itu melihat dari kejauhan dan Harsh datang menemuinya dan memeluk neneknya. Nenek mengatakan “Cucuk ku, kau tetap tinggal untuk ku?”. Harsh mengatakan pada nenek “aku sangat merindukan mu, karena itulah aku kembali”. Harsh melihat kerumunan reporter dan bertanya “siapakah itu?”. Pria wartawan yang sengaja akan mengeksposnya mengatakan “Hrsh Shatri ada disana.., diruangan itu”. Nenek membawa harsh pergi dari sana.., aku telah melihatnya sendiri!”. Semua wartawan berlarian masuk kembali kedalam rumah itu.

Janki datang kerumah, Saroj dan Mishra menatapnya. Saroj mengatakan “akhirnya janki ada disini”.., “kau telah membuat kami telah menunggu begitu lama”.., ayolah cepat”. Saroj mengambil piring puja dan meminta pada Janki untuk menaruh kunci motor itu di sana. Saroj mengatakan “bukankah kami telah kehabisan waktu  untuk ritual tilak?”. Janki hanya terdiam dan menatap ibu tirinya, Saroj meminta agar janki mau melakukannya”ayolah cepat”..”ayolah apa masalahnya?”. Janki mengatakan pada Saroj “aku tidak bisa menyiapkan sepeda motor itu”.

Semua orang terkejut, Krishu marah dan meminta pada ibunya (Saroj)”ibu ayo kita pergi dari sini.., kau memang benar kita harus menjalin hubungan dengan yang sederajat”. Nisha bertanya pada Krishu “apa yang sedang kau katakan?”. Krishu mengatakan pada nisha “apa yang aku katakan benar”..”kau tidak akan mengadakan pernikahan..” kau yang selalu membuat keributan, aku tidak tahan melihat keluarga ku dihina dengan cara ini”. Nisha terkejut, Krishu meminta Saroj dan semua keluarganya untuk segera pulang. Mishra mengatakan dengan nada sangat marah pada ayah Janki “Tuan Srivastav.., karena kau tidak mampu untuk membelinya lalu kenapa kau membuat janji?”.., hari ini putri mu telah mempermalukan kami semua di depan umum”. Janki hanya diam dan tertunduk.

Ayah janki (Srivastav) memohon kepada tuan Mishra botak “pak.., tolong dengarkan aku”. Saroj mengatakan “apa lagi yang harus kami dengarkan lagi?”..”bukankah kami telah mendengarkan mu setiap saat?”.., kau tidak memeprmalukan kami sekali tapi dua kali, ketika menantu mu hanya mengungkapkan keinginan kecil  dan abahkan kau tidak bisa memnuhi semua itu!”..”kamui tidak ingin menjalin pernikahan dengan keluarga yang seperti itu”. Saroj meminta Krisna (krishu) pergi dari rumah keluarga srivastav. Nisha menangis sedih saat semua keluarga calon suaminya pergi dari rumah mereka. Nisah hanya menatap marah Janki.

Ram sangat terkejut saat mendengar Suara wartawan mengatakan “Harsh Shatri ada disini.., dia ada disini”. Semua keluarga Shatri terkejut, semua reporter mempertanyakan keberadaan Harsh bahwa ia ada dirumah mereka dan seorang reporter telah melihat keberadaannya dan menuduh bahwa Ram Shatri telah membohongi semua reporter dan reporter itu bertanya “mengapa kau menyembunyikan Harsh dari kamis emua?”..”aku telah melihatnya dirungan itu!”. Ram mencoba untuk menyangkalnya “kau salah!”.., harsh tidak ada dirumah!”. Reporter tetap mengatakan “harsh ada dirumah ini, buka ruangan itu dan tunjukkan pada kami.., tunjukkan ruangan itu”.., kami ingin melihatnya baru setelah itu kami akan pergi”. Ram marah dan mengatakan “aku sudah sangat muak dengan semua ini, aku akan menelpon polisi”. Reporter itu menghentikan Ram “Kau tidak bisa memanggil polisi, ia melemparkan posnel milik ram. Rajseh kesal dan mendorongnya “menjuhlah”Nisha sangat kesal, ia masuk kekamar dan mengunci pintu. Asha terkejut dan memanggilnya “Nisha, apa yang akan kau lakukan?”.., bukalah pintunya”. Nisha mengatakan “aku tidak akan mendengarkan satu patah katapun!”. Nisha menyalahkan Janki atas semua yang telah terjadi dan berkata “aku pasti akan mati karena tidak menikah dengan krishu!”.., dan janki yang akan menjadi orang satu-satunya yang akan disalahkan”. Nisaha mengambil botol racun, asha memanggil Nithin “dimana kau sekarang?”. Nisha telah meminum semua racun dan saat itu Nithin datang dan meminta agar ia membukakan pintu. Nisaha telah tidak sadarkan diri, Asha meminta untuk segera memanggil ambulan. Nithin membawa Nisha pergi namun Asha marah dan menampar Janki dan melarangnya untuk ikut. Asha mengatakan pada Janki “aku akan melakukannya untuk mu, apa yang telah membuat Nisha menderita hari ini”. Asha mengunci Janki dirumah dan berkata “aku tidak akan memaafkan mua atasa pa yang telah terjadi.., semua karena mu”. tetaplah kau terkunci disini, jangan datang!”. Janki berlutut didepan patung dewi “kerluarga ku dan dunia ku telah hancur berantakan.., sekarang kau beritahu pada ku apa yang harus aku lakukan?”

 


Comments