PREM BHANDAN EPSODE 7 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd

Prem Bhandan

 

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY

MADE TITIS MAERANI, SPd

DANGAL TV CHENNEL

 

Prem Bandhan Full Episode – 07

Janki ingin sekali berbagi tentang pembicaraannya dengan Ram Shartri kepada Ashok, tapi Ashok memintanya untuk merahasikan hubungan diantara mereka berdua karena lebih tertarik dengan promosi, ia tidak mau mendengarkan apapun. Disisi lain, Asha sebagai ibu tiri Janki akan membawa Janki keluar dari rumah dan mengusirnya, namun Mishra dan istrinya Saroj  (Ibu calon mertua Nisha) datang dan memberitahu kepada mereka bahwa putra mereka telah mendapatkan pekerjaan diperusahaan milik Ram Shastri dan telah menanggung semua biyaya pernikahan Nisha. Asha datang menemui Janki untuk meminta Maaf padanya dan Upacara pernikahan Nisha telah dipersiapkan dengan kemeegahan, namun tanpa di duga saat itu Ashok datang kerumah Janki sereta mempermalukannya di hadapan semua dengan menuduhnya merebut promsi diperusahaan tempat dimana Janki juga bekerja.

Ashok datang mengejar Janki saat hujan masih sangat deras, Janki terus melangkakhkan kakinya dengan memayungi dirinya. Janki menghentikan langkah kakinya, ia berbalik menatap Ashok dan berkata “Aku senang bisa bertemu dengan mu”.., aku perlu berbicara dengan mu tentang sesuatu yang sangat pentin.., tuan ram meminta ku..”. Ashok mengatakan pada Janki “Lupakan saja semua itu jika kau memberitahu ku, aku harap kau tidak memberitahu apapun pada tuan Ram bahwa kita berdua memiliki hubungan dan saling terlibat”. Janki menjawab “Tidak”. Ashok lega setelah mendengarnya, ia berterima kasih pada dewa. Janki mengatakan pada Ashok “Tapi dengarkan apa yang akan aku katakan!”. Ashok berkata “Ingat saja hal itu, jangan pernah menyebutkan hal itu jika ada yang bertanya jika kita saling terlibat, bahkan bukan karena kesalahan.., kau katakan saja tidak”. Janki terkejut. Ashok mengatakan “Jika ada yang bertanya tentang hubungan kita  aku sendiri akan mengatakan bahwa aku tidak terlibat”. Janki bertanya “Tapi kenapa?”. Ashok berkata “Ini akan menciptakan pemandangan yang sungguh luar biasa.., promsisi ku akan dihentikan.., tolonglagh berusaha untuk mengerti.., bagaimanapun juga kau tahu kita tidak pernah tinggal bersama, baik dikantor dan dimana pun.., kita berdua tidak berada dalam hubungan secara langsung tolong cobalah untuk mengerti.., tolonglah sekali lagi jika ada yang bertanya tolong katakan tidak dan itulah yang akan aku lakukan. Janki hanya terdiam dan kecewa manatap Ashol. Ashok mengatakan pada Janki “Tolong urus saja hal itu, sekarang aku akan pergi”. Janki mencoba untuk mengatakan sesuatu, namun Ashok tidak mau mendengarkannya, Ashok mengulangi kata-katanya “tidak ada yang terjadi secera resmi dianata kita berdua”. Ashok pergi meninggalkan Janki. Janki menangis sedih, ponselnya bordering. Janki berfikir “ bahkan Ashok tidak mau mendengarkan apa yang ingin aku katakan, aku tidak tahu bagaimana aku harus menangani situasi ini?”.

Ram meminta agar Shyam datang keruangannya dan membentaknya “Diam.., aku tidak mau mendengarkan apapun lagi”. `Shyam mulai berbicara, tapi Ram Shastri berkata " tidak ada alasan apapun.., orang yang tidak bisa mengormati wanita bukankah orang yang bisa bekerja di kantor ku.., apakah kau bisa mengerti?"..,kau telah di pecat Shyam, kau bisa mengambil gaji terakhir mu dari akun". Ram meminya Ashok untuk mengusir Shyam dan hadapannya "pergi kau dari sini". Ashok mengajak Shyam keluar dan ia kembali keruangan Ram. Ram bertanya pada Ashok" karena Syam bukannya kau yang telah memecat janki?. Asok menjawab "aku minta maaf, tapi itu senua bukanlah keinginan ku.., Shyam yang telah memberikan perintah, lalu apa yang bisa ku lakukan?". Ashok memuji Shyam di hadapan Ram" shyam pekerja yang baik, dia bekerja ,sangat baik dia lekerja keras!".., bahkan dia belajar akutansi dari ku dan mulai menangani akun sendirian". Ram berkata pada Shyam" aku mengerti, bukankah promosi mu sudah jatuh tempo?". Ashok menjawab "iya pak, aku telah bekerja keras untuk itu".., tuan Shyam yang akan mempromosikan ku dan memudian semua ini terjadi". Ram memberikan amplop pada Ashok " ini untuk mu". Ashok bertanya" apakah ini promosi ku?". Perasaan Ashok bercampu aduk antara senang sekaligus terkejut, ia membuka amplop dan terkejut saat membacanya. Ram hanya tersenyum padanya.

Asha mengusir janki dan telah mengemasi barangnya " ambil tas mu.., biarkan aku uang mengantarkan mu keluar, Srivastav mencoba untuk menghentikan Asha agar jangan mengusir Janki, Asha sangat marah, ia tetap menuntun janki keluar dr pintu rumah mereka "jika itu menyangkut keluarga ini.., kau.."

Botak Nishra dan Sharoj datang lengkap dengan bingkisan untuk keluarga Janki, Mishra meminta Srivastav dan semua keluarganya masuk kedalam rumah dan memuji janki sebagai wujud dari dewi kekayaan, Sribastav dannsemua keluarganya bingung, Asha menatap Janki dengan sinis, lalu bertanya pada Mishra dan Saroj" apakah kalian berdua baik-baik saja?". Mishra menjawab" ya kami baik-baik saja". Mishra berkata pada Stivastav" kenapa kau masih berdiri saja?" kemudian mempersilshkan srivastav untuk duduk. Asha dan Janki keheranan dengan sikap mereka. Saroj menyesali semuanya" bu, kami sangatlah bodoh!.., bahkan kami yang tidak mengerti Janki yang tidak bisa membawakan sepeda motor karena dia akan memberikan hadiah sebesar itu pada adiknya!".., janki, apakah aku benar?". Stivastav dan semuanya menatap heran pada wajah Janki, namun janki hanya tertunduk diam.

Satoj betkata untuk memuji Janki "kau telah mendapatkan jabatan tertinggi untuk krishu kami diperusahaan mu sendiri!. Janki terkejut, Saroj mengatakan "itu juga referensi dari tuan Ram shastri. Janki dan keluarganya bertambah bingung. Asha berkata pada Saroj” Bu kami tidak begitu mengerti”. Saroj mengatakan pada Asha “Aku sendiri juga tidak mengerti”.., apakah kau tahu tuan Ram sendiri yang telah memberitahu ku bahwa janki tidak peduli dengan pekerjaannya, ia mengeluh tentang bosnya sejak pria itu menganiayaya temannya”. Saroj memuji Janki “Kau sangat berani.., Tuan Ram Shastri sangatlah senang, ia mengatakan bahwa kau tidak mempertimbangkan / berkompromi tentang diri mu dengan kehormatan teman mu saat berhubungan dengan pekerjaan”. Asha terkejut dan melirik Janki.

Botak Mishra emnimpali “Pak kami akan menikahkan putra kami.., kedalam keluarga tempat seseoang sebaik Janki telah dibesarkan.., ia seperti penjelmaan dari dewi Laksmi”. Asha tersenyum dan cembertut. Botak Misha mengatakan pada Asha “baiklah bu sekarang dengarkanlah, lupakan semua apa yang telah terjadi.., sekarang berti tahu aku jam berapa kami harus tiba dengan pesta pernikahan?”. Asha bingung dan bertanya-tanya “pesta pernikahan?”. Asha mengatakan pada Saroj dan memandangi Janki “Kapan pun kau mau”. Janki masih tertunduk diam.

Rajesh mengatakan pada Savita “Apakah kau sudah gila?”.., apakah kau akan mendapatkan gadis yang tidak berharga dari kantor kami untuk menikah dengan Harsh?”.., apakah kau mau menjadi nyonya dirumah ini!”. Vanndana menimpali dan berkata pada Savita “Bu apa semua ini?”.., apakah tidak ada gadis lain  yang tersedia didunia ini sehingga kau harus memilih gadis itu untuk menikah dengan Harsh?”. Savita kesa, ia duduk dan menghela nafasnyadan berkata kepada mereka berdua “ Ayahnya Harsh yang telah membuat keputusan ini, dia sudah mempertimbangkannya sebelum melakukannya”. Rajesh mengatakan pada Savita “ Tolonglah bu!.., keputusan itu juga akan ku buat dengan kaki ku, cukup hanya katakan satu kata untuk Harsh dab ayah tidak bisa untuk menahan amarahnya”. Vandanna setuju dengan apa yang Rajseh katakan “ Dia benar sekali.., ayah tidak akan menganggap siapapun berharg.., siapapun dibandingkan dengan Harsh”.., bahkan faktanya, reputasi keluarga ini.., bu bukankah kau tahu tentang segalanya?”.., dan bagaimana kita akan menjawab pertanyaan media (wartawan)?.., ya dewa, aku sangat stress!”.

Pelayan wanita datang membawakan minuman untuk Vanndan, Vandanna mengambil dan meminumny, ketika pelayan akan pergi Vandanna kembali memanggilnya dan bertanya pada pelayan Radha”Bukankah kau dari Darbhanga?. Savita terkejut. Radha menjawab “Iya bu”. Vanndana tersenyum. Radha bertanya “tapi kenapa kau bertanya?”. Vandanna mengatakan “Tidak hanya itu saja.., lanjutkanlah”. Rahda tersenyum dan berjalan pergi.

Vandanna mengatakan pada Savita “ibu coba pikirkan lagi, antara pelayan dan menantu dirumah keluarga ini.., keduanya menjadi penduduk asli dari Darbhanga dan jika saja kau masih ingin menantu dari kota kecil ini.., lalu apa yang salah dengan Radha, pelayan kita?”. Savitta kesal dan menegur Vandanna. Vandanna mengatakan “Tapi bu”. Nenek datang berkata “Dalam lima tahun terakir  aku telah melafalkan manik-manik ini sebanyak 108  kali untuk Harsh dan aku yakin 108 % bahwa Harsh akan menyetujui perjodohan ini”. Nenek menatap Savita. Savita yakin bahwa gadis itu juga pasti akan setuju, Savita tersenyum. Mereka semua melihat Harsh sedang berjalan pergi.

Janki hanya melamun, ia memikirkan ucapan tuan Ram Shastri bahwa ia tidak ingin kehilangan calon menantu yanb baik sekaligus karyawan yang baik di hari yang sama dan meminta Janki untuk memikrikan apa yang telah dikatakannya kepada dirinya. Janki juga meikirkan ucapan Satoj bahwa ia sebagai wanita pemberani yang tidak berkompromi dengan kehormatan temannya demi pekerjaannya. Janki berfikir dalam lamunannya “Jika Tuan Ram yang telah melakukan semua ini, maka aku yang harus menghentikannya.., aku tidak menginginkan bantuannya”. Asha datang kekamarnya dan membawa pakian merah muda, Janki mengatakan pada Asha “Ibu, aku ingin berbicara dengan mu”.  Asha menolaknya “Tidak.., jangan ucapkan sepatah katapun.., itu sudah cukup lebih baik, sekarang lihatlah!”.., tuan Shastri yang telah membayarkan seluruh biaya pernikahan, kau yang telah meminta agar calon menantu kami mendapatkan pekerjaan yang bagus!”.., dan persiapannya sangatlah mewah.., kau yang telah mengatakannya tanpa bicara sepatah katapun, lalu apa lagi yang harus aku minta?”. Asha membawakannya gain”Lihatlah Janki.., Aku punya sesuatu untuk mu “.., Lehenga”. Janki mengatakan pada Ahsa “ Ibu, ini sangatlah indah!”.., terima kasih karena kau telah memikirkan aku, tapi aku tidak bisa menerimanya. Asha bertanya “mengapa kau tidak mau menerimanya.., janki maafkanlah aku”.

Janki mengatakan pada Asha “Ibu, komohon jangan lakukan ini”. Asha merasa bersalah pada Janki “pernikahan Nisha dibatalkan aku pasti sudah gila”.., aku menjadi gila dan berbicara kasar dengan mu, kau putri ku yang merupakan perwujudan dewi yang hidup.., aku akan membuang keberuntungan untuk keluarga, izinkan aku untuk menebus dosa-dosa k, jika tidak aku tidak akan menemukan tempat peristirahatan di neraka, aku tidak tahu kau punya niat baik seperti itu pada ku dan juga pada Nisha.., aku hanya memiliki gelar sebagai ibu, tapi kau yang sudah melakukan tugas seorang ibu.., aku berharap kau menjadi putri ku disetiap kehdiupan”.

Asha tersenyum, ia mengecup kedua tangan Janki dan mengusap air matanya sendiri. Asha mengatakan pada Janki “aku benar-benar bingung”. Asha berbalik dan raut wajah kesedihannya berubah menjadi sangat marah, ia berfikirt “nah aku bahkan harus bersujud pada orang bodoh, jika memang itu diperlukan.., tapi setidaknya Janki juga putri ku”. Asha tersenyum puas dan berjalan pergi dari kamar Janki. Janki berfikir “ bagaimana aku harus membalas kebaikan Tuan Ram?”..dia ingin aku menjadi menantunya dan itu tidak akan terjadi.., aku tidak bisa menerima bantuannya dan tidak akan melakukan papun untuknya, semua itu tidak benar!”.., apa yang harus aku lakukan?”.., biarkan aku berbicara dengan Ashok tentang semua ini, mungkin saja dia punya ide”. Janki mengambil ponselnya dan menghubungi Ashok namun panggilan sibuk. Janki gelisah.

Pesta pernikahan Nisha dan Krishu sedang berlangsung, Mishra botak sangat senang dan bahagia, ia menari bersama dengan Srivastav, Janki datang kesana dan terlihat heran ketika Sraoj dan keluarganya membawakan perhiasan dan banyak hadiah  untuk Nisha. saroj mengatakan pada Nisha “Ini kalung untuk mu, apakah kau menyukainya?”. Nsiha tersenyum bahagia, Asha datang menemui mereka. Srivastav mengatakan pada Saroj”mengapa kau memberikan perhaisan yang mahal, apa kebutuhannya?”. Bibi Krishu menjawab “Itu sangatlah diperlukan, tuan Ram Shastri juga harus tahu  bahwa dia telah menghabiskan banyak uang untuk kita dan kami tidak akan ragu jika itu menyangkut Nisha kami!”. Mishra botak memuji Saroj bahwa istrinya sangatlah bijaksana untuk menangani setiap detail yang paling terkecil.

Bibi krishu mengatakan pada Janki “bukankah tuan Ram akan datang kesini?”.., jika dia datang sekali lagi kami akan berterima kasih padanya”.., untuk semua persiapan yang sungguh luar biasa”. Janki mengatakan “Sebenarnya..”. saroj mengatakan “ dia terlalu kaya (elit) untuk orang sekelas kita, selain itu dia juga telah memberkati kita dengan semua hadiah ini, apakah aku benar Janki?”. Janki kebingungan, Saroj memanggilnya, Janki berkata "Iya". Saroj bertanya pada Janki “apa yang membuat mu begitu termenung?”. Janki mengatakan “aku akan segera kembali”. Janki berjalan pergi dan bertabrakan dengan Harsh. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain. Semua orang sangat senang.

Janki berkata pada Harsh “Pak, kau ada disini?”. Harsh mengatakan pada Janki “Tidak bolehkah aku datang kesini?”. Harsh memberi salam pada Srivastav dan menyebut ayah Janki sebagai paman, Harsh bersikap normal memperkenalkan dirinya bahwa dirinya adalah Ram Shastri dan Harsh mengungkapkan bahwa ia ingin menikahi putri Srivastav (Janki). Asha dan Srivastav terkejut, Saroj hanya tersenyum. Harsh mengatakan “masalahnya adalah dia (Janki) yang telah menolak ku, ngomong-ngomong semua orang telah membicarakan putri mu dikantor”.., dia adalah pekerja/ karaywan yang sangat baik, aku rasa ia ingin membangun bebrapa jenis rekor dunia dengan mengatakan tidak.., apakah semua itu benar Janki?”.., bukankah sesoarng bisa membuat rekor dengan berbagai banyak cara?”.

Harsh meminta maaf pada Krishu dan mengucapkan “selamat kau memiliki kehdupan pernikahan yang hebat”. Krishu berterima kasih pada Harsh.

Janki mengatakan pada Harsh “Pak ini..”. harsh bertanya pada Janki “apakah kau ingin mengatakan sesuatu?”. Janki mengatakan “sebenarnya..”. harsh mengatakan pada Janki “Bukankah kau bisa bertemu dengan ku sekali saja sebelum mengatakan tidak”.., kau bisa saja mengenal ku menerima ku apa adanya, aku tidak akan keberatan jika saat itu kau menolak ku”. Srivastav bertanya pada Janki “Apa ini?”.., apa yang sedang dikatakannya?”. Janki mengatakan pada Srivastav “ayah aku rasa dia (harsh) tidak tahu tentang Ashok”. Harsh mengatakan “aku memang ingin bertemu dengan Ashok”.., siapakah Ashok?”. Janki mengatakan “sejak lima tahu, Ashok..”. harsh mengatakan “Raut wajah mu telah memberitahu ku bahwa Ashok memang tidak ada disini”. Janki menundukkan kepalanya, Harsh bertanya sekali lagi pada Janki tentang Ashok “Dia sedang tidak ada disini, kan?”. Janki hanya terdiam, Harsh mengatakan “seharusnya memang Ashok ada disini, sama seperti halnya aku ada disini”.., aku ingin menikah dengan mu”. janki menatap Harsh, Asha dan Srivastav terkejut.

Harsh mengatakan “dengan gadis seperti mu”.., orang yang memiliki hati yang tulus dan jujur dan tahu bagaimana menghormati orang yang lebih tua”.., dia berjuang untuk mendapatkan kebernaran, dia juga berjuang untuk keluarganya”. Harsh mendekati Janki dan mengatakan “Kau sangat istimewa”. Janki hanya menatap Harsh yang berdiri di hadapannya, Harsh mengatakan pada Janki “Kau sangatlah istimewa”. Janki bertanya pada Harsh “kenapa harus aku?”.., maksud ku untuk mengatakan kau bisa memilih gadis manapun didunia ini”.., selain itu aku hanyalah gadis biasa dari kota kecil, lalu aku..”. janki terkejut dan melihat disekelilingnya. Janki berfikir” apa yang aku pikirkan?”.., bagaimana tuan harsh bisa datang kesini?”.

Ashok datang memanggil Janki, Ashok terlihat sangat kesal berkata “apa yang sedang kau cari?”.., heh sialan lihat aku!”.., lihat aku”. Janki terkejut dan bertanya “ada apa Ashok, kenapa kau sangat marah?”. Ashok mengatakan “kau yang telah menghancurkan seluruh hidup ku!”.., kau yang telah menghancurkan semua mimpi ku!”.., kau telah merebut promsi ku tepat dibawah hidung ku!”.., dan kau bertanya pada ku ada apa?”.

Janki mencoba untuk menengkan Ashok “apa yang kau katakan, apakah aku yang dipromsikan?”.., tidak Ashok kau pasti salah”. Ashok membuka surat dari Ram dan menunjukkanya pada Janki “Kau bilang aku salah?..,”kenapa kau melakukan ini?”. Janki mengatakan pada Ashok “Ayo lakukan satu hal.., ayo pergi ketempat lain dan bicara”. Ashok menolaknya dan bertanya pada Janki “kenapa kita harus keluar dan berbicara?”.., hari ini aku akan memberitahu semua orang betapa berharganya gadis ini”.., gadis ini telah menipu ku, dia akan menikah putra Ram Shastri”. Semua orang terkejut.

Saroj sangat bangga dan berkata “akan menikahi keluarga Shastri?”. Bibi krishu mengatakan pada Saroj “sekarang aku bisa melihatnya itulah mengapa tuan Shastri snagat baik hati”. Saroj tersenyum dan mengatakan pada Mishra “Janki sangat beruntung”. Mishra mengatakan pada Saroj “bukankah aku selalu bilang begitu”.., janki gadis yang sangat beruntung dan sekarang kita juga mempunyai hubungan dengan Ram Shastri!”. Janki menyangkalnya “itu semua tidak benar”. Janki mengatakan pada Ashok “Pak Ram memang datang pada ku dengan lamaran pernikahan, tapi aku telah menolaknya”. Ashok mengatakan “Ram Shastri pemilik perusahaan besar.., dia mendekati mu”. janki menganggukan kepalanya. Ashok bertanya pada Janki “apakah kau miss universe?”.., bukankah kau bisa pergi dan memberikan orang lain omongan itu disemua Dahrbanga dia satu-satunya..”. srivastav mencoba untuk menghentikan Ashok dan memintanya mendengarkannya dan meminta Nithin untuk mengambilkan air minum.

Srivastav mengatakan pada Ashok “Janki tidak pernah befikir buruk tentang mu, dia bernar-benar sangat menghormati mu”. Ashok dengan emosi bertanya pada Srivastav “apakah dia memang sangat menghormati ku?”.., dia sama sekali tidak menghormati aku!”. Ashok mendorong Nithin sehingga gelas ditangannya terbanting dan pecah. Nisha terkejut. Janki mengatakan pada Ashok “Ashok dengarkan, kau harus bicara”.., Ashok kau sangat berarti bagi ku”. Ashok mengatakan “Ia”. Ashok bertanya pada Nithin “apakah aku memiliki sesuatu disini yang tertulis?”.., aku akan mengungkapkannya pada semua orang hari ini, di hadapan/depan Umum!”. Ashok berdiri di depan Janki mengatakan “gadis ini selalu membodohi ku, dia mengatakan pada ku bahwa dia penggemar Harsh Shastri, dialah seorang dari penggemarnya!”.., dia telah memdodohi aku untuk semua yang telah dia hargai!”.., aku selalu menyuruhnya untuk datang kekantor, aku memohon kepadanya.., tapi tidak mungkin dia tidak akan datang, ketika dia mendengar aku menyebutkan nama Harsh Shastri dia langsung mendarat (datang) ke kantor!”.., jujur saja kau pada ku, apa yang sebenarnya sedang terjadi?”. Janki meminta Ashok untuk menghentikannya. Janki berkata “tolong, ku mohon diam dan tenanglah”. Ashok bertanya pada Janki “akankah diam akan mengubah kebenaran?”.., tidak kan?”. Ashok mengatakan pada Srivastav “kau telah mengantongi ikan besar, sekarang lautan adalah lubang berairnya”. Janki marah mengatakan pada Ashok “Bisakah kau lebih berhati-hati?”. Ashok mengatakan “Jadi kau ingin aku berhati-hati dengan segalanya?”.., gadis yang menyerahkan semua rasa malunya dengan berkencan dengan dua pria pada saat bersamaan.., satu untuk bersenang-senang dan yang lainnya untuk pesta pora.., pria bejat itu punya banyak uang”.., jadi bukankah dia akan menikah dengannya?”. Ashok menghina Janki di hadapan semua orang berkata “aku belum pernah melihat gadis yang tidak berharga diseluruh Dahrbanga. Srivastav dan Nithin memegangi Ashok, Janki marah dan akan menampar Ashok, namun Ram Shastri datang menghentikannya. Ram mengatakan pada Janki “jika kau menyentuh pria jelek seperti dirinya maka kau akan memeprmalukan diri mu sendiri”. Asah dan Srivastav heran, Ram mengusir Ashok keluar. Ashok tersenyum dan berjalan menghampiri Ram dan meminta maaf pada Ram.

Ram mengatakan pada Ashok “dengarkan aku.., aku bersikap baik karena kau tunangan Janki”. Ashok mengatakan pada Ram “Pak aku benar-benar minta maaf”. Ram bertanya “apakah kau ingin diusir?”. Ashok mengatakan “Aku tidak..”. Ram meminta Ashok untuk keluar dari rumah Janki. Ashok pergi dari rumah Janki, janki menangis. Janki menghampiri Ram berkata padanya “pak, aku tidak ingin promosi dan aku juga tidak menginginkan uang”. Ram mengatakan pada Janki “aku tidak mempromosikan mu karena aku menginginkan mu menjadi menantu ku, tapi faktanya aku memberikannya pada mu karena kau memang pantas untuk mendapatkannya.., tidak aka nada yang bisa melakukan apa yang sudah kau lakukan”. Nisha mengatakan “Tapi Janki dan Ashok sudah bersama sejak lima tahun”. Janki mengatakan pada Srivastav “Ayah, sekarang aku harus pergi menemui Ashok”. Ayahnya srivastav mengatakan “ayolah”. Janki berlari keluar mencari Ashok yang sudah naik ke sepeda motornya di saat hujan dan meminta agar ashok menunggunya. Janki mengatakan “Ashok aku mengatakan tidak pada tuan Ram dipagi hari dan kemudian kau yang memberitahu ku untuk menyangkal bersamanya, kan?”.., mengapa kau tidak ingin ada yang tahu jika kita menjalin hubungan.., katakan pada ku apakah kau malu tentang hal itu.., bukankah kita memang sedang menjalin hubungan?”. Ashok hanya terdiam ia berusaha untuk menyalakan motonya. Janki beranya “Ashok, kenapa kau menghindari ku?.., bicaralah pada ku”. Ashok mengatakan pada Janki “Kau bisa pergi keneraka bersama dengan seluruh keluarga mu!”. janki tersentak kaget, motor Ashok menyala dan ia pergi menancap gas, Janki tediam ditengah hujan, ia menangis berjongkok dan berfikir “Hubungan ku telah runtuh dalam beberapa saat.., malam badai ini telah mengubah hidup ku tanpa bisa di kenali”.., semuanya telah berakhir, segalanya sudah berakhir”.

 

 

 

 

 

Comments