PREM BHANDAN EPSODE 8 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd

Prem Bhandan

PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI

SINOPSIS BY

MADE TITIS MAERANI, SPd

DANGAL TV CHENNEL

 

Prem Bandhan Full Episode – 08

Ram Shastri memberikan lamaran di depan Janki, dan memberitahu pada Srivastav untuk menikahkan Janki dengan Putranya Harsh. Ram meminta pada Srivastav untuk meyakinkannya. Ram Shastri menyelesaikan Chheka Ceremony. Ram Shasti sampai disana bersama denga anggota keluarganya, namun Harsh menhilang dan Janki bertanya tentang hal itu, mereka memberitahu bahwa Harsh sibuk untuk pertemuan mendesak. Akankah Janki puas dengan jawaban mereka?.

 

Srivastav (Ayah Janki) menyambut Ram Shastri dan mempersilahkannya untuk masuk, Mishra botak berlari untuk mengambilkan air ketika Srivastav memintanya, Mishra berlari “biarkan aku mengambilkannya, aku akan mengambilkan sesuat yang dingin”. Ram hanya terdiam ketika Mishra botak datang membawakan minuman dingin. Ram meminta agar Srivastav ikut dengannya keluar.

Ram dan Srivastav berbincang diluar ketika hujan deras turun mengguyur tanah dimalam hari. Ram mengatakan pada Srivastav “Aku benar-benar minta maaf, aku menerobos masuk kedalam rumah mu seperti itu dan..”. Srivastav mengatakan pada Ram “Tidak pak, itu sama sekali bukanlah masalah”.., kau bos Janki tentu kau bisa berkunjung kapan saja”. Ram mengatakan pada Srivastav “Kau tidak perlu mengatakan hal itu, aku akan pergi sekarang”. Saat Ram akan pergi, ia lama terdiam lalu mengatakan pada Srivastav “aku ingin berbicara dengan mu”. srivastav mengatakan “Iya”. Ram mengatakan pada Srivastav “aku ingin Janki menikah dengan putra ku Harsh”. Srivastav terkejut, Asha melihat mereka dari balik kaca begiti cemas., Ram mengatakan pada Srivastav “itulah mengapa aku melakukan semua ini”. Srivastav mengatakan pada Ram “Tuan kau.., kami sangat..”. Ram mengatakan “kau orang yang baik”.., kalian semua akan baik-baik saja dan yang paling terbaik dari kalian adalah putri mu, Janki”.., Tuan srivastav Janki memiliki semua kawalitas yang sangat ingin aku lihat pada menantu perempuan ku.., dia pemberani, dibesarkan dengan baik, memiliki nilai-nilai yang baik, dia jujur.., siapa yang tidak menginginkan memantui seperti dia?”. Asha masih melihat dari kejauhan.

Ram mengatakan pada Srivastav “dengan, aku bisa mengerti itu.., Janki menolak lamaran itu karena Ashok.., tapi sekarang Ashok memiliki Tuan Srivastav..” kaulah orang satu-satunya yang bisa memberikan jalan keluar”. Srivastav mengatakan “Iya”. Ram Shastri pergi dan menaiki mobilnya. Srivastav sangat kebingungan. Janki berlari di tengah hujan, ia basah kuyup. Janki bertanya pada Srivastav “ayah, dimana tuan Ram?”. Srivastav menjawab “Dia baru saja pergi, sayang ku”. Janki berbalik pegi dan mengejar mobil Ram serta menghentikan mobilnya. Ram turun dari mobilnya, ajudan memayunginya dan meminta agar memayungi Janki. Ram bertanya “ada apa Janki?”. Janki mengatakan pada Ram “Pak tolong dengarkan aku.., tolong kembalikan pekerjaan itu pada Ashok, aku tidak ingin menikahi putra mu.., aku tidak ingin menikah dengan siapapun, aku juga tidak menginginkan promosi”. Ram mengatakan pada Janki “Ayolah!.. , Janki kau pantas untuk mendapatkan promosi itu”. Janki mengatakan pada Ram “Tapi pak.., aku tidak mau apa-apa!.., aku hanya ingin melakukan pekerjaan yang sederhana dan menjalankan rumah tangga ku”.., tolong pak.., tolong cobalah untuk mengerti aku tidak menginginkan apa-apa”. Ram meminta Janki untuk tenang.

Srivastav (Ayah Janki) datang mengatakan “Tapi lebih dari pekerjaan ku, aku ingin kehidupan yang jauh lebih baik untuk putri ku”.., seorang ayah tahu apa yang terbaik untuknya”. Janki terdiam menatap Srivastav, ia mengatakan “Ayah”. Srivastav mengatakan “Ya sayang ku.., sejauh ini kau telah melakukan segalanya untuk kami semua, sekarang biarkanlah aku melakukan sesuatu untuk mu”. Janki hanya terdiam. Srivastav mengatakan pada Ram Shastri “aku menerima lamaran ini”. Ram Shastri tersenyum senang. Srivastav mengatakan pada Ram “Janki pasti akan menjadi menantu keluarga mu”. Janki hanya terdiam dan menangis.

Harsh bersama nenek yang memijat kepalanya, Nenek mengatakan pada Harsh yang asik bermain game di ponselnya. Nenek mengatakan pada Harsh untuk melepaskan ponselnya dan meminta agar Harsh berbicara dengannya sesekali.., apakah kau ingat cucu ku?”.., ketika kau masih kecil kau selalu mendapatkan pijatan dari ku”. Harsh menjawab “Iya”. Nenek mengatakan “Dulu aku membacakan mu cerita, taukah kau cerita mana yang menjadi favorit mu saat itu?”.. cerita tentang pangeran”. Harsh mengatakan “Iya”. Nenek mengatakan “pernah ada seorang pangeran dia memiliki hati yang sangat baik tetapi dengan beberapa alasan orang lain mengira bahwa ia jahat, kemudian suatu hari seorang gadis datang kedalam  hidupnya.., dengan kedatangan putri itu secara tiba-tiba kehdiupan pangeran berubah”. Harsh mengatakan pada neneknya “aku tidak mau mendengarkan cerita  tentang seorang putri, aku hanya ingin mendengarkan cerita seorang pangeran saja". Harsh bangun, ia berjalan pergi dan melemparkan ponsel. Nenek bertanya-tanya “dia kesal hanya karena menjatuhkan topinya”. Ponsel nenek bordering, nenek mengangkatnya, Ram menelpon dan memberitahu “Ibu aku punya kabar baik.., aku telah menyiapkan pernikahan Harsh”. Nenek sangat senang dan mengatakan “itu sangat bagus!”. Nenek memejamkan matanya dan berdoa “Ya dewa, akhirnya kau mendengarkan doa ku”.., sekarang Harsh ku akan memiliki putri dalam hidupnya.., dia akan membuat hidupnya menjadi lebih baik, dia pasti akan sangat mencintainya dan Harsh ku  akan kembali seperti sebelumnya.., ya dewa!”.., itu akan membuatnya percaya pada cinta lagi!”.

Srivastav dan keluarganya membuat foto keluarga bersama dengan Nisha, Nithin dan Asha mengantar Nisha pergi. Srivastav berdiri disamping Janki. Janki mengatakan”ayah, ada apa?”. Srivastav mengatakan pada Janki “Sayang ku, hari ini Nisha akan pergi, sekarang kau telah bangun”. Janki mengatakan “ayah selalu saja begitu jika memungkinkan berikan aku kebebasan untuk menjalani hidup ku sesuai dengan pikiran ku lalu kenapa kau tidak mengizinkannya kali ini?”.., aku tidak ingin menikah dengannya dank au harus memahami hal ini, aku sudah mengatakan tidak kepadanya tentang lamaran itu..., setelah semua yang terjadi dengan Ashok bahkan aku tidak bisa berfikir!”.., cobalah untuk mengerti dengan apa yang aku katakan.., aku tidak suka dengan perjodohan ini”. Srivastav mengatakan pada Janki “ lupakan saja apa yang sudah terjadi di masa lalu dan lanjutkan, itulah arti hidup”.., dengar hidup baru menunggu mu”. Janki mengatakan pada Srivastav “tapi aku tidak mengenal tuan Harsh Shastri”.., bagaimana aku akan menyesuaikannya?”.., lalu bagaimana aku bisa menerima perjodohan ini?”. Srivastav mengatakan pada Janki “Bukankah kau sudah tau Ashok?”. Janki mengakuinya, Srivastav mengatakan “sudah lima tahun, bahkan dia hanya membutuhkan waktu lima menit untuk mengakhiri hubungan”. Janki tertunduk, Srivastav mengatakan “Lupakan saja hal itu, seperti  yang mereka katakan dewa telah membuatkan pasangan disurga, mungkin dialah yang telah membuat kau dan Harsh sebagai pasangan”.., mungkin Harsh orang yang telah ditakdirkan  untuk semumur hidup mu itu mungkin saja”.

Srivastav mengatakan pada  “aku tahu jika aku tidak bisa memenuhi kewajiban ku, aku tidak bisa memberi mu sebanyak yang aku ingin berikan kepada mu”. Janki menjawab “Tidak ayah.., tidak seperti itu”. Srivastav mengatakan pada Janki “ aku telah berfikir dan mempertimbangkan untuk menerima Harsh untuk mu”.., pada ritual pernikahan  hal ini tidak boleh terlihat seolah-olah kau melakukan semua ini dibawah tekanan ku”.., tampaknya kau sudah menerimanya untuk diri mu sendiri, aku tidak mempedulikan perjodohan dengan keluarga Shastri mereka keluarga yang elit atau karena mereka kaya, tapi yang sebenrnya karena mereka melihat kebaikan mu dan memahami integritas mu, mereka menguji mu dan kemudian mereka memilih mu”. Asha memanggil Srivastav “Kau dimana upacara akan segera dimulai”. Srivastav mengajak Janki “Ayolah,

Savita datang bersama nenek untuk menemui Harsh yang sedang tertidur pulas dengan memasng Hadset ditelinganya. Savita mengatakan “matanya terpejam, tapi sepertinya dia tidak tertidur”.., dia akan mendengarkan kita berbicara”. Nenek tersenyum, Savita mengatakan “Hars anak ku aku ingin kau untuk menikah” .., dengarkan aku anak ku masalalu mu tidak boleh dibiarkan merusak masa depan mu jadi kau harus mendengarkan ku dan menikah saja.., percayalah pada ku!”.., semuanya akan baik-baik saja”.., lihatlah semua orang sangat menghawatirkan diri mu”.., kami menunggu mu untuk mengatakan ya”. Harsh hanya diam saja, Savita bertanya “Harsh, apakah kau tidak mendengarkan aku”. Savita menartik Hadsat dan menunjukkannya pada nenek. Nenek mengatakan pada Savita “Jangan kahwatir persuiapkan saja pernikahan.., Harsh pasti akan setuju untuk menikah”. Savita berharap pada dewa bahwa perkataan nenek semoga menjadi kenyataan. Nenek berkata pada Savita “katakan saja padaku, keapan kita harus mengunjungikeluarga gadis itu. Savita mengatakan pada nenek “hari ini adiknya sedang menikah”.., besok kita akan berangkat ke Dharbanga “. Nenek dan savita pergi

Janki duduk sendirian dimalam hari, ia bertanya-tanya “aku tidak mengerti kenapa tuan Harsh setuju untuk menikah dengan ku, dia adalah inspirasi untuk semua orang.., dia sangat ideal, maksud ku.., secara pribadi aku penggemar beratnya!”.., lalu mengapa dia setuju untuk menilah dengan ku?”.., bahkan aku sampai tidak bisa membayangkan sampai harus menikah dengannya”.., maksud ku sampai dia datang melakukan ritual pernikahan, apa yang harus kutanyakan padanya?”.., aku hanya tidak tahu.., tapi aku pasti akan bertanya padanya apa yang ada dipikirannya”..meskipun dia pikir aku benar untuk menanyakan hal itu atau aku salah tapi aku yakin itu semua benar”. Vannadana melihat foto Janki melalui ponselnya dan berkata pada Rakesh “Dari ini nona dari Dharbangha?”.., tipikal pasar/ kelas bawah, tipe yang tidak berpendidikan dengan memnatangkan dia akan menikah dan datang kesini kita harus melihat wajahnya pagi-pagi sekali, lalu bagaimana kita bisa memulai hari dengan baik?”.., ini sangat buruk”. Rajesh mengatakan pada Vannadana “kita harus terimakasih pada ayah tersayang kita, dia ingin menjalankan bisnis secara global, tapi dia menginginkan menantu perempuan setempat, sudah selesai dilakukan dengan baik”. Rajesh bingung saat melihat tangan pelayan yang gemetaran saat menyerahkan roti, bahkan Vandanna menatapnya aneh. Rajesh bertanya “ada apa?”. Ram Shastri berdiri di belakang Rajesh dan Vanndana dengan wajah tersenyum. Rajesh mengatakan “oh ayah!”.., selamat datang ayah sarapanlah bersama dengan kami”. Ram mengatakan “Kau bisa memakannya, kau lebih banyak membutuhkan energi ritual pernikahan Harsh sudah dijadwalkan.., bukankah kau harus mempersiapkan semua itu?”.., jadwal pernikahan akan dilakukan selama dua hari!”. Savita dan nenek tersenyum senang. Ram berkata “selesaikan dengan cepat!”.., dan hal yang lainnya istri Harsh mungkin orang lokal tapi pernikahannya pasti pernikahannya akan berlangsung dengan gaya global/moderan”. Savita dan nenek menyetujui Ram Shastri.

Asha menangis datang kekamar nisha “aku tidak akan tahan untuk tinggal dirumah ini tanpa Nisha, saat dulu dia ada disini, ia bisa berbicara banyak dengan ku!”.., dia bisa membawa ku pergi keluar, dia mengajak ku berbelanja.., dia banyak berbicara, aku sangat sedih!”. Janki datang menemui Asha “Ibu!”.., ibu tolong jangan menangis, aku sangat mengerti kau sangat merindukan Nisha, kita semua juga sangat merindukannya”.., tetapi kenapa kau tidak melakukan satu hal?”.., pergi dan temuilah Nisha dan kembali”.., Patna tidaklah jauh, baiklah aku akan ikut dengan mu, sejauh membawa mu keluar, mengajak mu berbelanja dan berjalan baiklah aku ada disni”. Asha senang berkata “belanja”. Janki mengatakan “Iya berbelanja”.., aku akan mengajak mu berbelanja, kita juga akan banyak mengobrol satu sama lain!”.., tolong jangan bersedih!”.., kau terlihat baik saat kau tersenyum. Srivastav nebunjukkan perhiasan pada Asha dan Janki. Asha mengatakan “Ya dewa, ini sangat indah!”. Srivastav memperlihatkan perhisan yang lainnya “dan lihatlah yang ini”..,  ini untuk Janki”. Asha mengatakan “Wow.., ini sangat sangat indah, ini pasti mahal.., tuan Shastri telah mengirimkan barang yang sangat berharga dan mahal!”.., pikiran dan mata ku benar-benar sangat terpesona!”.., Janki aku sangat senang untuk mu karena kau menikah dengan keluarga elit dan kaya, kau benar-benar beruntung!”. Janki hanya terdiam.

Nenek dan Ram datang menemui Harsh saat ia sedang Shut up. Ram memuji Harsh “baik sekali”.., berolah raga di pagi hari membuat hari akan lebih baik dan hari ini pasti hari yang baik”.., hari ini putra ku harsh Shastri akan menemui calon istrinya”. Harsh bangkun dan menyebutkan angka 61. Harsh hanya memeluk neneknya dan acuh pada Ram. Nenek mengatakan pada Ram”Harsh harus ada pada ritual pertunangan”.., apakah Harsh akan ikut dengan kita?”. Ram terdiam.

Nisha datang kerumahnya dan memberikan selamat untuk Janki asha sangat menyukai semua perhiasan. Nisha mengatakan pada Janki “wah kak biarkan aku melihat mu!”.., wow lengeha yang luar biasa, aku yakin pasti calon mertua mu yang mengirimkannya”. Asha mencoba menggantungkan anting dan menatap dirinya di cermin. Nisha mengatakan bahwa hadiah token Janki adalah lengha yang sangat mahal dan Nisha yakin jika pernikahan Jani berniali jutaan. Srivastav sangat senang, Nithi mengatakan “Inilah dia!”.., diucapkan seperti orang rendahan sejati, sejak Nisha menikahi keluarga kelas menengah dan Nisha juga berpikiran seperti mereka “.., dia hanya  terbatas dengan nilai jutaan saja”.., sayang ku  sekarang kita sedang tidak membicarakan nilai jutaan .., sekarang Janki tercetak untuk menghasilakan nilai Milliyaran”. Nisha hanya terdiam, Nithi berkata “dan nukan hanya gaun ini saja, Janki bisa membeli seluruh ruang pameran.., itu benarkan Nona Janki Harsh Shastri, apakah akan mengatakan hal yang benar?”. Janki menepuk Nithin dan menggelengkan kepalanya”. Nisha hanya diam, Srivastav mengatakan pada mereka jika ia berfikir orang-orang telah datang, Srivastav mereka semua untuk cepat dan bersiap untuk menyambut.

Srivastav, Nithin, Nisha keluar dan Janki menunggu dikamar. Janki berfikir “Ini tidaklah mungkin  seorang pengusaha kaya seperti Harsh punya masa lalu.., mungkah keputusannya untuk menikah dengan ku terkait dengan masa lalunya?". Janki sangat cemas.

Seorang wanita muda (Swetta) datang di bandara, ia mendorong Trolly, ia mengangkat panggilan ponselnya dan mengatakan bahwa dirinya telah sampai di Darbhanga, dan ia akan pergi kerumah Janki untuk ritual pertuangannya dan meminta untuk tidak kahwatir karena ia memiliki alamat rumah Janki, Swetta mengatakan bahwa ia akan berbicara dengannya nanti dan kemungkinan dia akan datang terlambat lalu mematikan sambungan ponselnya. Swetta mengatakan pada supir taksi “pak maukah kau membawa ku ke Krishnapuri?”.

Keluarga Shastri telah datang kerumah Janki. Srivastav, Asha, Nithin dan Nisha menyambut kedatangan mereka. Srivastav mengucapakan selamat datang dan mempersilahkan mereka masuk kedalam. Ram peristes pada Srivastav bahwa hari ini Srivastav tidak boleh memanggilnya sebagai tuan dan memintanya untuk memanggilnya sebagai ayah mertua dari putrinya Janki. Srivastav dan Ram Shastri tersenyum dan berpelukan satu sama lain. Ram mengatakan pada Srivastav “aku datang kesini untuk menjadi bos Janki, aku datang untuk menjadi ayah mertuanya”. Srivastav mengatakan dengan rendah hati  bahwa Ram sangatlah murah hati, Srivastav memperhatikan mobil. Rajesh mengatakan pada tuan Srivastav “kuras kau sedang mencari Hrash?”. Rajesh mengatakan bahwa Harsh tidak datang. Srivastav dan keluarganya terkejut. Nithi mengatakan “Permisi, tapi bukankah ini pertunangannya?”.., Bukankah seharusnya Harsh ada disini kan?”. Asha menggenggam tangan Nithin untuk menghentikannya Nitih berbicara.

Nenek Harsh mengatakan pada Asha agar tidak menghentikan anaknya untuk berbicara bahwa Nithin telah mengajukan pertanyaan yang benar”. Nenek mengatakan  bahwa seharusnya memang Harsh ada dan datang kerumah Janki karena tidak bisa untuk meluangkan waktu dari semua hal yang berhubnyan dengan Bisnis karena Harsh mengurus bisnisnya sendirian dan selain itu Harsh juga harus melakukan pertemuan yang sangat penting sehingga Harsh harus pergi ke Paris.

Srivastav mengatakan pada nenek Hrarsh bahwa dirinya sangat mengerti dengan apa yang dikatakan nenek Harsh, tapi sangat penting untuk Hrash datang ke acara pertunangannya dengan Janki dan berada bersama datang bertenu dengan Janki dan keluarganya. Savita mengatakan pada tuan Srivastav “Maafkan kami tuan, Harsh tidak bisa untuk membatalkannya dan terpaksa harus pergi”. Srivastav berkata “baiklah”, lalu kemudian meminta mereka untuk masuk kedalam rumah mereka dan menyambutnya.

Vanndana berfikir “Ya dewa, rumah yang norak ini.., orang-orang kelas menengah ini!”.., ini jerami yang terakhir”. Srivastav meminta agar semua anak-anak yang datang kerumah mereka keluar. Srivastav mengatakan “jadi aku hanya ingin mengatakan kita bisa menjadwalkan acara pertunangan di hari yang lain kapan pun Harsh sudah bisa meluangkan waktunya”. Semua keluarga Shastri tersentak kaget, Pandit ji mengatakan “Pak, hari ini adalah hari yang sangat baik”.., dan akan menjadi alasan / ide yang buruk untuk menunda ritual.., jika pengantin pria belum bisa datang maka fotonya bisa digunakan untul melengkapi ritual .., dan itu sebabnya aku menyarankan untuk menunda ritual ini”. Srivastav meragukan hal itu, nenek Hrsh mengatakan “dengarlah, aku bisa menebak apa yang sedang kau pikirkan, tapi sama seperti ritual yang harus dilakukan hari ini!.., dengan cara yang sama maka pertemuan Harsh juga tidak bisa di batalkan”. Ram tersenyum. Rajesh mengatakan “ Mungkin kami bisa mengatasinya jika itu masalah yang kecil , tapi ini bisnis dengan nilai milliyaran  dan aku yakin kau pasti juga akan mengerti”. Ram mengatakan pada Srivastav “ aku ingin meminta maaf pada mu”. Asha keluar dan berkata pada semua anggota keluarga Shastri “Tidak apa-apa.., apa yang kau katakan?”.., bisnisnya sangatlah luas, Harsh pasti sibuk .., silahkan lakukan apa yang menurut kalian terbaik . cocok, kami pasti akan siap”. Savita dan Ram memaksakan senyum mereka.

Nenek mengatakan “Nah, kalau begitu apa lagi alasan keterlambatannya?”.., panggilah Janki”. Asha berkata bahwa dia akan memanggil Janki sekarang juga. Asha memanggil Janki. Vanndana kegerahan dan mengipas dirinya dengan tangannya. Jani datang membawakan beberapa cangkir minuman bersama dengan Nisha membawakan Samosa dan meletakkannya di meja tamu. Janki meminta berkah pada nenek Hrash. Nenek mengatakan pada Janki bahwa Rama begitu sangat memujinya, dan nenek berfikir bahwa apa yang diucapkan oleh Ram tidaklah salah. Nenek mengatakan pada Janki “seharusnya dia yang lebih banyak memuji mu!”. Ram tersenyum bahagia namun Rajesh tidak menyukai Janki. Nenek memuji kecantikan Janki “Keluarga kami dan Harsh kami akan sangat beruntung untuk memilki menantu sepert mu!”. Janki meminta berkah pada Savita dan Ram, Savita memperkenalkan tentang kakak dan ipar Harsh dan meminta Janki untuk datang menermui mereka,   namun saat akan meminta berkah pada Vanndana, Vanndana menolaknya  “Aku tidak terlalu tua sehingga kau harus menyentuh kaki ku”. Rajesh juga menolaknya. Janki menyugguhkan cangkir minuman pada semua keluarga Shastri. Nenek Harsh meminta Janki untuk datang dan duduk disampingnya, Janki bertanya tentang calon tunangannya “dimanakah tuan Harsh?”.., maksud ku bukankah Hrash seharusnya datang untuk ritual ini?”. Semua keluarga Shastri kembali terkejut ketika mendengarnya. Nenek mempersilahkan agar Janki duduk dan berkata “memang pada kenyataannya  Harsh harus pergi untuk pertemuan yang sangat penting”.., keparis, jadi itulah sebabnya dia tidak bisa untuk datang”. Janki terdiam, Ram Shastri menimpali nenek harsh “ Ini npertemuan yang sangat penting, tidak mungkin akan mengadakan pertemuan tanpa Harsh.., “aku harap kau bisa mengerti”. Janki menganggukan kepalanya.

Janki berfikir “sebenarnya apa yang lebih penting dari ritual pertunangan ini?’.., “apakah disini ada semacam misteri?”..”apakah ada yang mereka semua sembunyikan?”.., “firasat ku tidak bagus tentang hal mini”. Janki mendapatkan panggilan ponsel dari swetta namun Janki hanya terdiam.

 

Comments