PREM BHANDAN EPSODE 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 PENULIS SINOPSIS DAN INTERPRETASI MADE TITIS MAERANI, S. Pd
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Prem Bandhan Full Episode – 09
Janki meragukan Harsh, karena Harsh tidak hadir. Janki berdiskusi dengan ayahnya dan memberikan syarat untuk berbicara dengan Harsha sekali sebelum menikah, dan ayah Harsh memanggilnya untuk hal yang sama. Harsh setuju untuk berbicara dengan Janki dan Janki puas dengan jawabannya dan setuju untuk menikah, tapi Swetta datang dan tidak menginginkan harsh tidak menikah dengan Janki
Janki berfikir “apa yang lebih penting dari pada ritual pertunangan?”.., apakah ada rahasia yang mereka sembunyikan?”. Ponsel janki bordering, sewetta memanggilnya namun ketika Janki akan mengangkatnya, Nithi menghentikannya. Nithin berkata pada Janki dengan apa yang akan dilakukannya, bahwa puja Shatyanarayan akan di lakukan tapi Janki malah akan mengangkat ponselnya, dan Nithi bertanya pada Janki tentang apa yang akan di pikirkan oleh mertuanya, lalu meminta Janki pergi. Nithi menerima panggilan ponsel dan Swetta sangat ingin berbicara dengan Janki, namun Nithin berkata bahwa dirinya akan kembali menelponnya dalam beberapa waktu karena Janki sedang sangat sibuk. Swetta sangat kesal . Swetta meminta pada supir untuk mengemudi lebih cepat karena dirinya telah terlambat.
Harsh melukis dikanfasnya, ia melukis seorang wanita dengan gaun penganten berwarna merah, Harsh mengamuk dan menghancurkan lukisan itu, ia duduk diam dan terlihat begitu kacau, emosinya tidak terkendali.
Savita menaruh foto Harsh disamping Janki, Savita berkata pada Janki “karena Harsh tidak ada disini maka kita akan melakukab ritual ini dengan foto Harsh. Janki hanya tersenyum dan mengangguk, Vanndana berfikir bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk mengambil kesempatan dan bergerak dengan cepat. Vanndana datang dan duduk di samping Janki berkata “Janki kau tampaknya sangat senang.., dan mengapa tidak?”.., segala seusatu yang tidak pernah kau bayangkan dalam mimpi dan hari ini akan terjadi, itu sama saja seperti mimpi yang akan menjadi kenyataan.., aku harus tetap untuk menghargainya .., seorang gadis yang malang dari rumah tangga yang sangat biasa bersama dengan seoarang pria yang tinggal di istana / rumah mewah”, dan sejauh ini kau hanyalah karyawan di perusahaannya Harsh dan sekrang kau akan menjadi ratunya!”.., “semua orang sangat senang, keluarga mu, keluarga kami, itulah dia Harsh yang malang”. Vannadana mengatakan “Ngomong-ngomong, tidakkah menurut mu bahwa kau memiliki hak untuk mengetahui apakah pangeran tampan mu itu benar-benar menginginkan mu menjadi ratunya, atau…”. Nenek Harsh mempertanyakannya dan bertanya pada Janki tentang Vanndana “ apa yang sedang kakak ipar mu bicarakan?”. Vanndana menghelak berkata “tidak ada, nenek”.., “aku hanya bertanya pada Janki apakah dia menyukai pakian yang telah kami berikan padanya, dia terlihat sangat cantik”. Janki berusaha untuk tersenyum, Vanndana berdiri dan pergi dari sana dan kembali duduk di samping Rajesh.
Janki mengatakan pada Pandit ji bahwa dia akan segera kembali dan Pandit ji meminta Janki cepat untuk kembali, Janki mendatangi Srivastav dan berkata “Ayah, sebenarnya kita perlu untuk berbicara, ini penting”.., “Bisakah kita masuk dan berbicara?”. Srivastav menatap wajah Ram Shastri, namun Ram berusaha untuk tenang dan tersenyum. Srivastav mengajak Janki pergi untuk berbicara, dan wajah Ram terlihat tegang. Nenek Harsh datang dan tegang berdiri disamping Ram.
Srivastav dan Janki masuk kekamar, Srivastav bertanya pada Janki “ada apa sayang?”. Janki menutup pintu dan Srivastav bertanya pada Janki “apa masalahnya?”. Janki mengatakan pada Srivastav “ayah, aku perlu untuk berbicara sekali dengan pak Harsh”. Srivastav bingung berkata “Bicara dengan tuan Harsh?”.., tapi sayang dia .., dia ada diluar negeri, kan?” .., lalu bagaimana dia bisa berbicara dengan mu?”. Janki mengatakan “ayah aku tidak peduli dengan apapun itu, biarkan aku berbicara dengan Harsh sekali saja, entah kenapa aku merasa sangat khawtair, sesuatu yang tidak beres sepertinya terjadi dan begitu aku berbicara dengannya maka aku akan tahu jika dia menikahi ku di bawah tekanan atau sesuatu sedang terjadi, selain itu seperti yang telah kau lihat bahkan dia tidak datang saat ritual, bahkan dia tidak mengatakan apapun pada ku, aku tidak bisa menikah dengannya kecuali aku sudah berbicara dengan tuan Harsh”.., “Ayah ini untuk ketenangan pikiran ku”.., tolong bisakah aku berbicara dengannya sekali saja?”. Srivastav seteuju dengan permintaan Janki “Baiklah”.., kau bisa meyakinkan diri mu sendiri.., aku tidak ingin kau terburu-buru dengan pertunangan ini, mengerti?”.., “aku akan berbicara dengan tuan Shastri”. Saat Srivastav akan keluar dari kamar Ram dan nenek Harsh telah berdiri di depan pintu kamar itu, Srivastav mempersilahkan mereka untuk masuk. Sementara itu Vanndana dan Rajseh sedang mengamati dari balik jendela dari kejauhan.
Srivastav mengatakan pada Ram bahwa Janki ingin bicara dengan Harsh sekali saja. Nenek Harsh dan Ram terlihat tegang, sementara itu Vanndana dan Rajesh tersenyum puas. Nenek Harsh dan Ram Shastri datang menemui Janki, Vanndana dan Rajesh menyeringai. Nenek Harsh mengatakan pada Janki “kami telah mendengar semuanya, aku akan membuat mu berbicara dengan Harsh”. Ram Shastri tersenatak kaget, nenek Harsh mengatakan pada Janki “Kau menantu kami.., kau calon istri Harsh, itulah sebebnya semua keinginan mu akan dipenuhi oleh ku”. Vanndana nyengir dan Rajesh disampingnya. Nenek mengatakan pada Ram “Ram anak ku, bisakah kau menelpon Hrash?”.
Ram menyanggupinya berkata pada nenek Harsh / ibunya “aku yang akan berbicara dengannya sekaligus, Ram keluar dan menghubungi Harsh sementara itu Vanndana dan Rajesh masih mengamati mereka dari kejauhan. Ram menatap geram pada Rajesh dan Vanndana sambil menghubungi Harsh, Srivastav berterima kasih pada nenek harsh. Nenek Harsh pergi, dan Srivastav mengatakan pada Janki “Ayolah sayang”. Asha datang dan bertanya pada Srivastav dan Janki “apa yang terjadi disini?”.., ada masalah apa ini?”.., “mengapa kau setuju?”.., dia akan meminta apa saja pada mu dan akan menyerah padanya?”. Srivastav mengatakan pada Asha “Janki hanya ingin berbicara dengan Harsh sekali saja”. Asha gelisah berkata “ kenapa janki mau berbicara, ada maslaah baru apa lagi?”. Srivastav mengatakan “ketika mereka tidak merasa tidak keberatan, lalu kenapa kita harus ikut campur tanpa alasan yang baik?”. Srivastav meminta agar Asha pergi keluar dan Asha bertanya tentang apa yang telah Srivastav katakan padanya.
Harsh merasa lebih sedikit tenang, ia mengambil ponselnya dan melihat panggilan dari ayahnya Ram Shastri dan membanting ponselnya, Saudara Harsh datang dan memperbaiki ponselnya, ia menghubungi Ram balik dan berkata agar ayahnya tidak kahwatir, dan meminta agar Ram berbicara dengan calon kakak Iparnya (Janki) dan dia berjanji akan meyakinkan Harsh dan Ram setuju dengan hal itu. Janki menanntikan panggilan video call dari Harsh. Ram beralasan bahwa pertemuan Harsh telah selesai dan akan segera online dalam beberapa waktu. Vanndana kesal dan mengatakan ketidak sukaannya pada Rajseh “ayah mu benar-benar pintar, akhirnya dia menemukan cara untuk menghubungi Harsh melalui video call”. Asha bertanya “mengapa kita tidak bisa melihatnya?”. Nithin menimpali bahwa mungkin saja kameranya mati”. Suara Harsh terdengar berkata “bisakah kau mendengarkan ku?”.
Semua orang senang. Nithin menyapa Harsh melalui sambungan video call, Harsh bersikap dan berkata normal “ Maaf, kau harus lama menunggu karena aku”. Vandanna dan Rajesh terkejut dan mengamati dari kejauhan. Ram melirik nenek Harsh yang juga cemas. Srivastav berkata pada Ram Shastri “ jika kau merasa tidak keberatan bisahkah kita semua duduk di luar?..,”biarkan anak-anak berbicara satu sama lain, ketika Ram mencoba untuk berbicara, ibunya (nenek harsh) menimpali “kau benar sekali biarkan anak laki-laki dan perempuabn saling berbicara , kita tidak perlu menjadi orang ketiga”. Ram setuju, mereka semua keluar meninggalkan Janki yang bervideocall dengan Harsh. Harsh mengatakan pada Janki ayah bilang kau ingin berbicara dengan ku, katakan pada ku apa yang ingin kau katakan pada ku?”. Janki mengatakan “pak, sebenarnya aku ingin bicara.., “maksud ku kenapa kau hanyalah seroang gadis dari kota kecil yanh biasa?”.., mkasud ku, kau tahukan ?”. harsh mengatakan pada Janki “pernikahan bukanlah hanya symbol setatus untuk ku.., bagi ku pernikahan adalah ikatan suci yang murni dan untuk menjaga hubungan itu kota kecil maupun kota besar itu bukanlah hal yang terpenting, yang terpenting untuk ku kita saling mengerti”. Janki setuju dengan apa yang Harsh bicarakan “Iya pak, aku tidak tahu bagaimana bisa menanyakan pertanyaan ini pada mu.., karena itu hanya akan menjadi pertanyaan yang sangat pribadi tentang mu.., sangat penting bagi ku untuk tahu apakah kau pernah jatuh cinta dengan seorang wanita?..” maksud ku apakah kau pernah bersama dengan sesorang?”.., “maksud ku apakah kau pernah jatuh cinta?”.
Harsh berkata “ aku sedang jatuh cinta, tapi tanpa cinta dalam suatu hubungan nampaknya hidup tidak akan lengkap jika ikatan terbentuk dengan cinta maka kehidupan ini akan lengkap”. Janki bertanya “ tapi kenapa harus aku ?”..”maksud ku, kenapa kau harus menikah dengan ku?”. Harsh berkata “ kau sangat baik.., arti sebuah hubungan itu lebih penting untuk mu dari pada uang.., kau memahami hubungan dank au tahu bagaimana mempertahankannya, kebenaran dan cita-cita mu itu penting untuk itu kau tidak pernah berkomporomi pada keduanya dan aku suka akan hal itu”. Janki berkata “ Tapi pak..”. harsh mengatakan “Apakah kau tidak tahu nona Janki.., tapi aku tidak tahu apakah kau harus mengatakan ini atau tidak, tapi sebelumnya aku pernah dikecewakan dank au juga pernah di kecewakan, itulah sebabnya kita berdua sama”.., kita akan saling mencari jalan yang baru jadi mengapa kau tidak bisa berjalan diatasnya bersama-sama?”..,”siapa tahu mungkin kita akan menemukan tujuan yang sama, siapa tahu hubungan yang unik ini tentang kebetulan yang abadi dan jenis dari hubungan itu adalah ikatan cinta”.., mungki aka nada ikatan cinta yang tersembunyi disini, aku harus pergi sekarang karena ada rapat, tapi ini benar-benar sangat bagus untuk berbicara dengan mu, aku harap kau juga menyukai untuk bicara dengan ku”.
Dua keluarga saling menunggu diluar dengan cemas, Janki keluar dan Srivastav memanggil Janki. Janki tersenyum dan menganggukan kepalanya. Srivastav berkata pada keluarga Shastri bahwa Janki telah mengatakan ya untuk menikah. Nenek Harsh sangat senang dan berbahagia dan berkata “selamat untuk kalian semua.., sekarang Janki telah mengatakan ya.., mari kita merayakannya dengan memakan manisan, Asha menimpali bahwa dia akan membawakan manisannya. Srivastav dan Ram saling berpelukan satu sama lain, Vanndana dan Rajesh merasa tidak senang. Upacara pertunangan tukar cincin antara Janki hanya dilakukan dengan Foto Hrash dan semua orang berbahagia bertepuk tangan.
Dengan nada yang sinis, Vanndana mengeluh pada Rajesh “ pernahkah kau melihat ritual pertunangan seperti ini?’.., hanya keluarga mu saja yang telah merubah acara tukar cincin menjadi upacara foto!. Rajesh hanya terdiam. Ram berkata agar semua keluarga memperhatikan saat ia berbicara dan memberitahu hal yang penting. Ram mengatakan “ aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua.., acara pernikahan akan berlangsung di Patna, dan kalian semua harus datang kesana sebagai tamu kami”. Srivastav berkata pada Ram “ Pak Shastri, bukankah pernikahan akan berlangsung dirumah gadis”.., kenapa di Patna?”.., bagaimana kami bisa..”. Ram mengatakan “Janki akan memiliki rumah di Patna.., dirumah keluarga Shastri”.., “disanalah kita akan melakukan pernikahan”..”Tuan Srivastav dengarkan aku.., aku ingin memimpin pernikahan antara Harsh dan juga Janki dalam gaya yang berbeda.., kau jangan salah paham aku ingin pernikahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dikeluarga besar Shastri dan itu tidak akan pernah terjadi lagi dimasa depan, bukankah kau tahu Hrash pengusaha yang sangat besar?”.., bahkan jika kita menyiapkan pernikahan yang sederhana untuknya maka media dan pers akan terus mencari dan menganggu mu tanpa henti”.., itulah sebabnya aku yang akan menangani semua ini.., dengarkan aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu tapi aku hanya tidak ingin merepotkan mu dan menyelamatkan mu dari masalah”.., “Sekarang bukankah kita semua satu keluarga ?”.., jadi tidak ada lagi keluarga, ibu atau juga ayah, itu juga rumah Janki”
Vanndana terlihat sangat kesal. Asha menimpali “ kau benar sekali, rumah itu milik anak perempuan dan menantu perempuan, jadi itu juga rumah Janki, ketika Janki menikah disana bukankah itu akan menjadi hal yang sangat beruntung?”. Ram mengatakan “kau benar sekali tentang hal itu!”.., baiklah kalau begitu kita semua akan berangkat dalam bebrapa waktu”. Janki tersenyum. Nenek Harsh menghela nafas dan berdoa pada dewa agar tidak ada halangan dalam pernikahan antara Harsh dan Janki.
Sementara itu, shwetha datang ke perkampungan Janki dan angina berhembus dengan sangat kencang dan menerbangkan semua sampah, ia menemukan poster dengan foto Harsh dan akan membakarnya “Bapak Shastri yang sangat keras, pernikahan ini tidak akan berlangsung tanpa adanya penganten wanita, akulah yang akan menjadi pengantin mu bukan Janki.., pernikahan ini tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi”. shwetha terlihat disekitar rumh Janki dan pintu telah tertutu rapat tergembok, shwetha bertanya-tanya “apakah semua orang disini pergi secara kebetulan?”.., sialan”.
Semua keluarga Janki dan Harsh bersiap akan pergi ke Patna, Janki duduk di dalam mobil dan berfikir bahwa jika dirinya kembali dari sini apakah ada yang akan berubah atau tidak dan Janki merasa hanya dirinya saja yang akan berubah. shwetha terlihat sangat gelisah dan berfikir “ keluarga Shastri telah menjadikan Janki Srivastav menantunya”. shwetha mengatakan “aku akan menghancurkan pernikahan mereka bagaimanapun caranya!”.., tapi bahkan aku tidak bisa melihat Janki, aku akan melihat kebelakang”. Disisi lain, Janki turun dari mobil dan tidak menyadari akan kehadrian shwetha, Janki masuk kembali kerumahnya. shwetha bertanya-tanya “kemanakah semua orang pergi.., aku harus menghentikan pernikahan mereka dengan cara apapun, jika tidak aku hanya ingin melihat Janki” shwetha berjalan ketempat yang lain dan Janki didalam rumah mengambil tanamannya, shwetha akhirnya melihat Janki dari kejauhan dan memanggil Jank, Janki tersentak kaget dan berbalik namun saat itu ia menemukan Ram Shastri berdiri di depannya dan shwetha bersembunyi dibalik tembok. Janki mengatakan pada Ram “ aku baru saja mendengar seorang gadis memanggil ku”.
Ram bertanya pada Janki “seroang gadis?”. Janki berkata “iya”. Ram mengatakan “tidak ada gadis disini”. Janki berkata “ya.., aku tidak tahu, tapi aku pikir aku yang salah”. Janki mengatakan bahwa tumbuhan di tangannya adalah kemangi suci dan ibunya biasa untuk memujanya setiap hari. Janki mengatakan pada Ram “ ibu berkata ketika sebuah keluarga diberkati oleh dewi tulsi maka keluarga itu akan selalu berbahagia dan puas”.., “Setiap kali aku pergi, aku harus membawa tanaman ini.., itulah sebabnya aku datang kesini”. Ram berkata pada Janki”tentu saja sayang ku, retu dari ibu mu dan rahmat dewi tulsi, keduanya akan datang kerumah kami bersama dengan mu, bisakah kita pergi sekarang?”. Janki setuju dan mereka pergi dari sana. Shweta tampak kesal dan berguam berkata “Ram Shastri telah merusak rencana ku!”.
Janki dan keluarganya telah sampai dirumah mewah keluarga Shastri, Shekar membukakan pintu dan menyambut kedatangan mereka “selamat datang dirumah keluarga Shastri!. Ram Shastri memperkenalkan pria itu sebagai putra bungsunya. Shekar bertanya “bukankah calon menantu perempuan harus di sambut dengan ritual ?”. Ram setuju, Shekar meminta piring aarti dari pelayan dan berkata “aku sudah menyiapkannya, ayah bisakah kiya melakukannya?”. Ram mentatakan “tentu saja”. Shekar melakukan puja aarti untuk Janki dan meminta agar janki dan keluarganya masuk kedalam rumah. Shekar duduk di samping Janki dan menjulukinya sebagai JB atau Janki Bahabinya, Shekar bertanya pada Janki “haruskah aku memanggil mu sebagai kakak ipar atau semacamnya.., bukankah Janki juga akan melakukannya?”. Ram menegur Shekar sebagai tuan muda dan berkata pada Shekar “apa yang akan dilakukan generasi baru seperti mu.., mereka juga akan meneruskan nilai-nilai lama di masa depan, kau tidak perlu terlalu informal, nanti kau akan memanggilnya dengan gelar kakak ipar. Ram meminta Shekar untuk meminta untuk bangun dan meminta berkah pada Janki (calon kakak iparnya).
Asha, Nisha dan suami Nisha ( krishu) memandangi sekeliling rumah itu dan mengamati setiap detailnya. Shekar berkata pada Ram "ayah seperti yang ku katakan, sebenarnya aku tidak ingin kakak ipsr merasakan itu", aku akan menjadi saudara ipar yang sah, sebenarnya aku hanya ingin memberi tahu bahwa kakak ipar ku ini sama seperti adik mu". Nithin menimpali" adik laki- laki Janki ada disini". Nithin dan shekar terlihat akrab satu sama lain. Ram.meminta agar keluarga Janki beristirahat, mereka akan menemui janki untuk upacara tilak dan meminta agar menaruh barang di lantai atas. Nisha dan Asha tertatik untuk melihat pernak lernik, krishu duduk dikursi.
Stivastav berkata pada Janki" lihatlah seberapa baiknya mereka memlerlakukan kita". Janki berkata" ayah bukankah ini rumah yang besar?". Stivastav setuju dengan Janki, Janki berkata"akhirnya aku senang telah mendapatkan fakta dan juga kegugupan itu, akhirnya aku akan bertemu dengan Harsh.., sebenarnya setelah panggilan video call itu, nampaknya perjodohan ini aneh". Stivastav setuju dengan apa yang janki katakan " itu memang tampak aneh, amu bisa mengerti lerasaan mu, aku juga tahu bagaimana perasaan mu, tapi ada satu hal saat kau sudah bertemu dengan tuan Harsh kau terlihat lebih baik".., aku harus mengatakan satu hal, apakah kau tahu.." janki berkata "iya". Srivastav berkata" entahlah, apakah ada orang yang senang atau tidaj dengan perjodohan ini, tap ibumu dan adik ipar mu sangat senang". Mereka melihat ke bawah dan tersenyum. Janki berkata" aku akan kembali". Janki kekamarnya ia mengambil sari merah muda dan kembali menemui Srivastav, ia berkata " ayah, ini sari ibu". Janki menangis berkata pada Srivastav" bukankah kau membetikan dari ini untuk pernikahan?".., ayah aku ingin memakai sari ini untuk pernikahan ku, kau tau jika sari ini sangat berhargs untuk ku, aku akan berbicara dengan mereks agar mengizinkan ku memakainya dan aku benar-benat yakin bahwa aku bisa untuk meyakinkan mereka". Janji memeluk ayahnya,dan menangis didekapan Srivastav.
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan - 10
Semua orang bersiap untuk upacara Tilka Di kediamanRam Shashtri di Patna, tapi Harsh tidak hadir. Kemudian ritual dilakukan dengan melakukan video call dengan Harsh. Nisha ragu bahwa keluarga Harsh menyembunyikan kebenaran dari mereka dan dia mencoba mencari tahu tentang itu tetapi saudara Harsh menangkapnya saat Nisha akan melakukannya, Rajseh datang di hadapan Nisha dan mempertanyakan semuanya.
Janki menangis di pelukan ayahnya (Srivastav) dan mengusap air matanya. Janki berkata pada ayahnya “Ayah, aku akan kembali dalam satu menit”. Janki turun kelantai bawah dan mengambil tanamannya lalu membawanya ke taman, disisi lain Harsh melihat janki ditaman dari jendela kamarnya. Nenek Harsh datang dan berdiri disampingnya, Harsh akan pergi namun nenek menahannya dan berkata “Bukankah dia sangat cantik dan manis?”.., “calon pengantin mu adalah boneka yang hidup”. Harsh berpaling, nenek berkata “tidak cucuku jangan marah, baiklah sekarang dengarkanlah aku, ketika aku masih kecil ibu ku berkata pada ku bahwa setiap gadis adalah boneka yang lembut, lalu setelah dia menikah siapakah yang akan merawatnya?”.., “suaminya”.., jadi cucuk u jagalah selalu boneka itu jangan pernah membuatnya menangis, buatlah dia selalu tersenyum”.., dia akan meninggalkan semua yang dia miliki untuk datang kesini untuk mu, jadi kau harus selalu melindungi kehormatannya dan juga hak-haknya, kau juga harus tinggal bersama dengannya selama sisa hidup mu”. Harsh hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dan saat itu tanpa Janki yang sedang berdoa terus di awasi oleh Harsh, nenek mengatakan pada Harsh “cucu ku, tugas seorang suami adalah untuk selalu membahagian istrinya”.., dia harus selalu menjaganya”. Nenek mengatakan pada Harsh “jangan lari drinya”.., temullah dia dan bicaralah dengannya”. Janki merasa silau kerana pantualn jam tangan Harsh, saat itu juga nenek menyadarinya, nenek segera menutup tirai saat Janki akan menatap kearah Harsh berdiri. Janki menyelesikan doanya.
Semua orang sedang sibuk mempersiapkan acara untuk Janki, Ram Shastri mempersiapkan semuanya, Janki dan keluarganya datang. Ram Shastri menyambut mereka “Selamat datang”. Janki meminta berkah dari Ram Shastri. Ram meminta ayah Janki (Srivastav) untuk masuk. Srivastav merasa tidak enak dengan Ram Shastri “ kau telah melakukan begitu banyak untuk kami!”. Savita dan nenek datang dan Janki meminta berkah dari nenek Harsh. Savita berkata “kau telah memberikan putri mu, lalu untuk siapakah hidup mu, tidak akan ada yang bisa untuk menandingi itu, ya kan?”. Savita mentilak Janki dan melakukan puja aarti untuknya, Janki melirik Srivastav, Nisha bertanya-tanya “Ngomong-ngomong, dimanakah kakak ipar?”.., apakah dia akan datang hari ini ataukah dia hanya akan berada di laptop lagi hari ini?”. Savita dan Nenek Harsh tersekjut. Nithin mengatakan pada Nisha “tentu saja dia akan datang, siapa yang bisa melakukan upacara tilak melalui laptop?”. Shekar datang dengan membawa laptop ditangannya dan berkata “dia (Harsh) adalah seseoang yang sangat sibuk”. Shekar menyapa Janki “halo, kakak ipar?”. Savita dan nenek Harsh cemas dan saling memandang satu sama lainnya. Shekar membuka kapotop dihadapan semua orang, Srivastav bertanya pada Shekar “apakah hari ini kita akan menggunakan laptop lagi?”.., bukankah hari ini tuan Harsh akan datang?”. Semua keluarga Shastri tersentak kaget dengan pertanyaan Srivastav. Shikar mencari alasan bahwa perjalanan Harsh telah diperpanjang sedikit dan meminta pada Srivastav agar tidak kahwatir. Shekar mengatakan “Harsh aka nada di hadpaan mu sebelum pernikahan”. Ram Shastri tersenyum.
Nisha bertanya pada Janki “kak sebenarnya apa yang terjadi disini?”.., ritual pertunangan dilakukan di laptop dan sekarang ritual tilak juga akan dilaksanakan dengan cara yang sama dan mungkin mereka juga akan melakukan pernikahan melalu laptop, ku pikir disini ada sesuatu yang salah, jika tidak mengapa sikap seorang pengusaha terkemuka seperti itu hanya pergi untuk pertemuan bisnisnya sendiri?”.., “lalu kenapa dia melakukannya?”..,”semua acara penikahannya hanya lewat laptop?”.., sejak kita mendapatkan perjodohan ini aku sudah punya firasat buruk tentangnya..”mengapa orang kaya bersikap seperti itu?”.., mendekati orang miskin untuk perjodohan?”. Asha merapikan pakian Janki dan menegur Nisha untuk diam dan berkata pada Nisha “setiap kali kau berbicara hal yang salah dan memikirkan hal yang buruk!”..,”seharusnya kau senang Janki akan menikah dengan keluarga baik-baik, mereka adalah orang kaya dan juga baik hati.., mereka semua tidak seperti mertua mu.., mereka memberikan syarat pernikahan sepeda motor dan manisan, pecundang!”.., pergilah kau dari sini”.
Janki merasa dangat gelisah dan memanggil ayahnya Srivastav dan bertanya padanya “tidakkah ini agak aneh?”. Srivastav setuju dengan janki “Ini benar-benar aneh, pak Harsh pasti sibuk”. Janki mengatakan “ayah mungkin itu bisa saja terjadi, tapi aku tidak mengerti dengan semua itu, kita tidak mengenal semua orang ini dan kemudian kita ada disini, pikirkan saja itu”. Ram Shastri merasa gelisah, vanndana menatap Rajesh. Shikar mengatakan untuk mengalihkan ketegangan mereka “jadi, siapa yang sudah siap untuk tilak?”. Asha menjawab “aku pasti sudah siap, aku belum penah melihat orang yang begitu sibuk, apa kau tahu itu?”.., aku juga belum pernah melihat bagaimana pernikahan bisa terjadi dengan cara seperti ini”.., pasti akan sangat meyenangkan untuk melakukannya dengan cara seperti ini”. Shekar berkata “mari kita lakukan tilaknya”. Asha setuju. Nitihn mengatakan “aku lupa untuk mengambil hadiah didalam, biarkan aku mengambilnya, jadi biarkan aku untuk mencarinya”. Shekar mengatakan pada Nithin “dengar, kau lanjutkan saja ini”. Shekar menariknya dan membawanya kelaptop dan memintanya untuk menjaga dan dia akan mengambilkan hadiah Nithin. Shekar bertanya pada Asha “diamanakah hadiahnya disimpan?”. Asha mengatakan bahwa hadiah itu ada dikamar mereka ditas berwarna merah muda, dan semua hadiah ada didalamnya lalu meminta agar Shekar membawa semuanya sekaligus. Shekar bergegas pergi masuk kedalam rumah.
Nisha berguam kesal dan berkata pada Krishu “apa semua omong kosong ini?”.., upacara tilak juga akan dilakukan di depan laptop, aku bahkan belum pernah mendengar pernikahan seperti itu”. Nisha mengatakan pada Krishu untuk memintanya tetap berada disana dan ia akan segera kembali dalam bebrapa waktu. Nsiha bergegas pergi.
Didalam rumah, Shekar mencoba mencari semua hadiah milik Nithin dan ia mendengarkan dering ponsel berbunyi dan berfikir “Itu telepon Janki.., haruskah aku menerima telepon itu atau tidak?”. Nithim mengambil ponsel itu dan berkata “siapa sih itu?”. Shekar mengangkat telpon, seorang wanita (Shweta) berkata “Janki, apapun yang terjadi jangan menikah, dengarkan saja aku ini sangatlah mendesak.., dengarkan saja aku.., kau jangan menikah..,”tidak peduli apapun yang dikatakan orang, kau jangan menikah”. Shekar terkejut marah dan membentak Shweta “beraninya kau, beraninya kau menelpon kesini.., sekarang dengarkan aku baik-baik, Shweta!”.., anggap ini sebagai peringatan dan terakhir!”.., kau tidak boleh lagi menghubungi nomor ini atau kau akan berakhir sangat buruk, Shweta!”. Shekar mengahkhiri panggilan telepon dari Shweta dan memblokir nomornya. Shekar berfikir “Kita harus memperketat keamanan disekitar rumah ini atau Shweta akan merusak segalanya”. Shekar bergegas pergi, Nisha masuk kedalam rumah keluarga Shatri dan berkata “Janki benar-benar akan mendapatkan Jackpot”. Saat Nisha akan menyentuh bunga ia mendengar suara dan bertanya “siapa yang ada didalam rumah saat ini ?”.., bukankah semua orang diluar untuk upacara tilak?”.., lalu suara apakah itu?”. Nisha berjalan menaiki anak tangga dan saat akan membuka tirai, lamu padam, Nisha bertanya-tanya “apa yang terjadi dengan lamu mengapa mato secara tiba-tiba?”. Kemudian lampu kembali menyala, Nisha terkejut saat melihat Rajesh ada dihadapannya. Nisha mengatakan pada Rajseh “Kau?”. Rajesh mengatakan “aku sedang melakukan beberapa pekerjaan dirumah ku, tapi apa yang membawa mu untuk datang kesini?”.., bukankah upacara Tilak sedang berlangsung diluar?”.., dan tidakkah kau tahu bahwa keluarga pengantin wanita tidak boleh datang kekeluarga pengantin pria sebelum terjadi pernikahan?”. Nisha mengatakan pada Rajesh “Iya, tapi aku.., sebenarnya aku sedang mencari kamar kecil dan aku tidak tahu dimana itu karena rumah mu begitu besar dan aku bingung”. Rajesh mengatakan “upacara tilak berlangusng diluar, kau dibutuhkan disana jadi pergilah”. Nisha bergegas pergi keluar.
Rajesh mengamati keadaan, dan saat itu Harsh melakukan panggilan videocall kembali dari dalam kamarnya. Harsh menyapa mereka semua dan benar-benar mengucapakan permintaan maaf dan beralasan bahwa ia tidak bisa datang kesana karena beban pekerjaan. Asha mengatakan “Kau jangan kahwatir, kami akan melakukannya melalui vedio call.., itu tidak masalah”..,”apakah itu tidak apa-apa?”. Asha mengatakan “itu semua pasti akan dilakukan, haruskah kita melakukan ritualnya?”. Asha mengambil piring aarti untuk Harsh dan melakukan ritual melalui sambungan vritual vedio call. Semua keluarga Shastri terlihat bahagia. Pandit ji mengucapkan mantra. Asha memebrikan tilak pada Harsh melalui layar laptop. Harsh membuat alasan bahwa sebenarnya dia harus melakukan pertemuan penting dan berkata pada Asha bahwa Jika kau tidak merasa keberatan dan berterima kasih dan berpamitan. Nenek harsh begitu terharu dan mengusap air matanya.
Shekar datang kehadapan Asha dengan membawa tas “Bibi aku telah mengambikan tas mu”. nithin mengatakan bahwa ia akan mengambilnya. Asha memberikan hadiah pernikahan pada nenek Harsh dan semua keluarganya. Janki hanya terdiam dan geliash. Savita memberikan pakian warna merah muda untuk Janki untuk acara pernikahannya dan memberikannya pada Janki “aku ingin kau memakinya untuk pernikahan”. Janki hanya terdiam, Asha berkata “Tapi paksian pernikahan haruslah berwarna merah, lalu kenapa kau memberikan pakian berwarna merah muda?”. Raut wajah Savita dan Ram mulai berubah tegang, Srivastav mengatakan “ini benar-benar sangat indah, tapi janki punya permintaan, ia ingin memakai sari milik ibunya dihari pernikahannya, janki ingin merasakan berkat ibunya bersama dengannya”. Savita terkejut, Srivastav menunjukkan kain sari milik ibu Janki dan Janki ingin sekali memakainya.
Savita dan nenek Harsh saling bertatapan, Savita mersa keberatan dan berkata “Bukankah pakian pernikahan dari keluarga mmepelai pria dan itu sudah menjadi kebiasaan untuk pengantin wanita memakai pakian yang telah diberikan oleh mertua untuk duduk dialtar, jadi bagaimana bisa jika Janki mengatakan tidak?”. Janki mengatakan pada Savita “aku belum mengatakan tidak, tapi sari ini adalah sari ibu ku, ibu ku meninggal ketika aku masih sangat kecil jadi aku berfikir akan memakainya untuk pernikahan dan aku akan merasa bahwa ibu ku ada bersama dengan ku, itulah sebabnya aku meminta ayah untuk berbicara dengan mu sekali”.
Vanndana mengatakan “tunggu sebentar Janki”. Vanndana mengatakan pada Savita “Ibu aku juga sudah mengatakan begitu.., penduduk dari kota kecil tidak mengerti dengan cara kita dan mereka juga tidak tahu bagaimana cara untuk menghomratinya, tapi kau disini..”. semua orang berguam bahwa itu tidak mungkin terjadi. srivastav merasa keberatan “permisi!.., ini tidak seperti itu”. Nisha terkejut saat sampai disana ketika Vanndana mengatakan “ maafkan aku jika itu memang demikian”.., bisakah kau bertanya pada putri mu yang jauh lebih muda, untuk apa dia pergi kerumah kami?”. Semua orang terkejut, Srivastav bertanya pada Nisha “apa yang terjadi, Nisha?”. nisha mengatakan “ayah aku hanya..”. vanndana mengatakan pada Nisha “apa yang kau guamkan?”.., bukankah kau sudah diberitahu dengan baik bahwa keluarga gadis ini tidak akan pergi kerumah pengantin pria sebelum pernikahan.., itu tidak beruntung!”. Vanndana mengatakan “Lihatlah putri mu, dia telah menyelinap masuk kerumah kami”.., “lagi pula untuk apa kau pergi kesana?”. Nisha hanya terdiam, Savita menegur Vanndana, Vanndana mengatakan “bahkan dia tidak mengatakan apa-apa”.
Savita mengatakan “semuanya akan dilaksanakan sesuai dengan adat kebiasaan, tradisi mengatakan bahwa pengantin baru harus memakai pakian yang telah dipilihkan oleh ibu mertua untuk di pakai dialtarnya, jika tidak maka itu akan di anggap sebagai pertanda buruk dan sekarang salah satu putri mu telah membawa nasib buruk dan jangan biarkan lagi ada orang lain yang akan membawa nasib buruk”.
Janki dan keluarganya hanya terdiam, nenek Harsh mengatakan pada Janki dan memintanya untuk duduk. Nenek Harsh mengatakan “dengarkan aku, dengarkanlah aku menantu ku pakilah pakaian itu, aku memohon pada mu “. Janki meminta pada nenek Harsh “jangan membuatku malu”.., aku pasti akan melakukan apapun yang kau katakan”.., aku akan memakai pakian itu”. Asha cemebrut.
Asha memarahi Nisha “apakah kau memiliki serbuk gergaji di dalam otak mu?”.., mengapa kau pergi kerumah mereka?”. Nisha mengatakan pada Asha “ibu, mengapa kau berteriak begitu banyak?”.., aku tidak pergi untuk diri ku sendiri. Aku pergi kesana untuk kalian semua!”.., sejak ritual pernikahan hingga upacara tilak harsh tidak datang tapi tidak ada yang peduli tentang hal itu.., aku pergi untuk melihat apakah ada sesuatu yang salah atau tidak”.., lalu kejahatan apa yang sudah aku lakukan?”.., dengar kau tidak bisa menyelahkan ku untuk semua hal ini, dan jika kau masih memiliki masalah hadiri saja pernikahan ini sendiri.., aku akan pergi dari sini”.., ayolah Krishu”. Krishu memakan pisang berkata “setidaknya biarkan aku makan dulu, tunggulah sebentar”. nisha mengatakan pada Krishu”. Nisha mengatakan “karena kau masih ingin tinggal disini, tinggalah disini..,”aku bisa pergi sendiri”.., aku sudah putuskan aku tidak akan ikut dalam pernikahan ini”. Nisha pergi namun Nithin menghentikannya. Janki datang dan berkata pada Nisha “dengar sudah cukup ada masalah, tolong jangan tambahkan masalah lagi pada mereka”. Nisha hanya terdiam, Janki mengatakan “katakan sesuatu pada ku”.., lihatlah semuanya yang telah kau lakukan sejauh ini bukankah aku sudah mendengarkan mu?.., tolong dengarkanlah aku kali ini.., “mulai dari sekarang sama pernikahan terjadi jangan lakukan apapun yang akan membuat kita semua dalam masalah lebih jauh.., apa kau tahu itu semua karena diri mu hari ini”.., mereka sudah melakukan begitu banyak untuk kita semua, bahkan aku tidak diperbolehkan untuk memakai sari ibu ku.., aku mohon pada mu tolong jangan lakukan apapun!”.., itu hanyalah akan memperburuk keadaan, apakah kau mengerti?”. Nisha marah pada Janki “apakah kau hanya mengatakan semua hal itu ?”. janki mengatakan pada Nisha “aku bukan memberitahu pada mu”. nisha menolaknya “tidak katakanlah satu hal, apa yang sudah aku lakukan?”.., bahwa kau juga harus menyalahkan aku untuk semua itu?”.., sedang terjadi padaku?’. Janki mengatakan pada Nisha “Bukan seperti itu Nisha”. nisha mengatakan “Sebentar kak, meskipun aku menikah dengan keluarga elit itu bukan berarti kau bisa mengatakan apapun pada ku dan aku akan mendengarkan mu”.., bukan kau yang memberikan ku makan”. Asha memarahi Nisha dan memintanya untuk diam dan bertanya pada Nisha “apakah ini cara mu untuk berbicara dengan kakak perempuan mu?”. Nisha mengatakan pada Asha “wah ibu, ini sangat bagus!”.., bahkan sekarang kau juga berfikir bahwa aku salah”.., kenapa tidak?”.., bagaimanapun juga Janki akan menikah dan tinggal dirumah yang besar ini”. Asha mengatakan “apa yang sedang kau katakan Nisha?”. nisaha bertanya pada Janki “aku benarkan?”. Nisha mengatakan rasa kecewanya pada Asha “pernah ada saat kau memanggil k uterus dengan nama dan sekarang kau sama sekali tidak peduli dengan ku!”.., sekarang kau hanya akan melakukan apa yang akan Janki katakan karena rumah ini menggunakan uangnya, kan?”.., lalu bagaimana dengan ku?”.., kau telah meninggalkan aku tanpa posisi apapun dalam keluarga ini”. Asha mengatakan “tidak nisha, bukan seperti itu”. Nisha sangat marah pada Asha “tidak ibu!”.., aku benar!”. Nithin mengatakan “hentikan Nisha”.., mengapa kau harus membuat drama setiap saat?”.., “tidak bisakah kau membiarkan sesuatu terjadi dengan benar untuk sekali saja.., tidak ada yang salah dengan Harsh semuanya baik-baik saja, semuanya bagus, sekarang berhentilah untuk memata-matainya, aku mohon pada mu dan biarkan pernikahan ini terjadi pada hambatan”.
Nisha mengatakan pada Nithin “adakah masalah, jika tidak ada masalah lalu kenapa Harsh hanya muncul melalui video call?”.., bahkan dia tidak punya waktu hanya untuk bertunangan dan Ritual atau bahkan untuk ritual tilak dan aku berani katakan bahkan dia juga tidak akan punya waktu untuk pernikahannya juga”.. mungkin saja pernikahan itu juga akan terjadi hanya melalui video call juga”. Asha bertanya “apa yang sedang kau lakukan Nisha?”.., coba gunalanlah pikiran mu sebentar”. nisha mengatakan “setidaknya cobalah untuk mencari tahu mengapa harsh tidak mau datang kehadapan kita secara langsung?”.., aku mencoba untuk memberitahu ada miteri yang terlibat”. Janki meminta agar Nisha menghentikan pendapatnya tentang Harsh. Janki mengatakan “mari sekarang kita akhiri masalah ini sekarang”. Nisha mengatakan pada Janki “aku sekarang akan menutup mulut ku, tapi nanti kau pasti akan menyesalinya, kalau begitu jangan pernah aku tidak pernah memberitahu mu apa-apa.., aku telah memebritahu pada mu bahwa disini ada yang salah”.., jadi hentikanlah sekarang, kau masih punya waktu, kak”.., carilah tau dulu tentang dia.., atau kau akan dikecewakan sekali lagi ”.., beranikah kau pergi kesna seperti apa yang telah kau lakukan dengan Ashok”.., ibu dia pernah tertipu sekali maka jangan kau membuat kesalahan untuk kedua kalinya, jika kau masih berfikir begitu lakukan saja sesuka mu untuk semua yang telah ku pedulikan untuk mu!”.., aku akan pergi, ayo kita pergi dari sini Krishu”. Nisha dan Krishu bergegas pergi Janki meminta agar Asha meyakinkan Nisha. asha mengatakan pada janki jika Nisha sudah merasa jauh lebih tenang maka dia akan berbicara dengannya untuk meyakinkannya. Nitih mencoba untuk menguatkan Janki bahwa tidak akan terjadi apa-apa dan memintanya untuk tidak kahwatir.
Rajesh memarahi Shekar dan bertanya padanya “kemanakah kau pergi dan meninggalkan Harsh sendirian?”. Shekhar mencoba untuk berbicara, Rajesh mengatakan pada Shekar “aku sudah memberitahu pada mu untuk tidak meninggalkan harsh sendirian bahkan hanya untuk sesaat.., untungnya aku datang tepat waktu dan melihat semuanya, aku mematikan lampu jika tidak kita semua akan terbongkar dan kemudian pernikahan ini akan dibatalkan”. Shekar mengatakan pada Rajesh “ jadi kenapa aku meninggalkan harsh sendirian?”. Rajesh mengatakan “mengapa?”.., dan itulah yang aku katakan pada mu mengapa kau melakukannya?”. Shekar mengatakan pada Rajesh “apakah kau mengingat tentang gadis itu, Shweta?”. Ram dan Rajseh tersentak kaget, shekar mengatakan pada Ram “apakah kau ingat siapa dia, ayah?”.., apakah kau ingat siapakah Shweta?”.., jika hari ini bukan karena aku maka Shweta akan datang dan memberitahu Janki hari ini, kalau begitu maka semuanya akan berakhir .., ya semua ini, dekorasi dan semuanya akan berakhir dan sekarang apapun itu aku sudah memblokir nomornya dari ponsel Janki, dna mudah-mudahan sekarang tidak aka nada hal yang buruk yang akan terjadi”. Ram mengatakan pada Shekar “Itu Janki Bhabhi”. Panggil dia hanya sebagai janki Bhabhi”. Sehkar berjanji akan melakukannya, dan Rajseh mengatakan “baguslah kau telah melakukan itu, tapi tetap saja jika aku tidak datang tepat waktu “. Ram mengatakan pada Rajseh “kau tidak melakukan kebaikan apapun.., kita semua harus melihat ini.., ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan bahwa pernikahan ini akan berakhir”. Shekar dan Rajseh pergi dan Ram Shatri gelisah.
Janki datang ke tenda pernikahannya dan menangis mengingat semua ucapan savita ketika itu, bahwa pakian pernikahan hanya berasal dari mertua dan itu sudah menjadi kebisaan jika pengantin menikah hanya akan memakai pakian dari mertuanya saja dan duduk dialtar. Air mata janki menetes pada selembar daun kering. Janki bertanya-tanya “dewa mengapa semua ini terjadi pada ku setiap saat?”.., sesuatu buruk telah terjadi sebelum kebahagiaan yang di harapkkan, aku pikit setelah aku bertemu dengan tuan Harsh keraguan mku akan benar-benar hilang dan aku juga akan bertanya padanya tentang sari ibu ku, tapi aku juga tidak bisa untuk bertemu dengannya.., sekarang aku hanya inginkan satu hal hanya melakukan apa yang perlu dilakukan dan sekali saja biarkan aku bertemu dengan tuan Harsh”. Harsh datang tanpa janki sadari.
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan - 11
Keluarga Harsh kembali berpura-pura bahwa ritual Ganesh Sthapana akan dilakukan oleh Janki dan keluarganya menyetujuinya. Kebakaran terjadi selama pemujaan dan janki terjebak api. Sementara itu, Harsh menyelamatkan nyawa Janki. Semua orang terkejut melihat Harsh. Pada saat yang sama, Pandit mengatakan pada semua orang bahwa malam ini adalah waktu yang baik untuk dilakukannya pernikahan antara Harsh dan Janki. Mengetahui hal ini, keluarga Janki menjadi bertambah khawatir.
Air mata janki berlinang di wajahnya dan butrian air matanya terjatuh di dahan daun kering, Janki berguam dalam kesedihannya “Kenapa semua ini terjadi pada ku setiap saat?”.., dewa sesuatu yang buruk telah terjadi sebelum kebahagiaan datang”..,”ku pikir jika aku bisa bertemu dengan tuan Harsh hari ini semua keraguan ku akan selesai, aku akan bertanya padanya tentang sari ibu ku, tapi kami tetap tidak bertemu, sekarang aku hanya ingin satu hal cukup sekali saja akukan apa saja , sekali saja izinkan aku bertemu dengan tuan Harsh”. Janki bangun dan beranjak pergi dan disisi lain Harsh datang tanpa janki sadari. Harsh melihat butiran air mata janki di atas daun kering dan duduk disana, Harsh mengambil daun kering itu dan mengusap air mata janki, angina berhembus kencang kain menutupi wajah hars dan menerbangkan daun itu. Janki hanya terdiam membelakangi harsh yang sedang duduk diam. Janki merasakan kehadiran Harsh dekat dengannya, dan saat itu Harsh telah berjalan pergi dan ketika Janki berbalik Harsh sudah beranjak pergi. Janki melihat kesekelilingnya telah kosong dan ia pun beranjak pergi dari sana.
Semua pelayan sibuk dan semua keluarga Shastri sibuk membuat dekorasi pernikahan Harsh dan Janki, Ram Shastri datang kesana, Srivastav dan Nithin memberi salam pada Ram. Srivastav bertanya pada Ram “bolehkah kami masuk?”. Ram Shastri mempersilahkan Srivastav dan Nithin untuk masuk, dan menyambutnya dengan pelukan hangat. Nithin meminta berkah pada Ram Shastri, nenek Harsh tersenyum dan melihat mereka berdua dari kejauhan dan bertanya “dimanakah Janki?”.., apakah kau tidak membawa Janki bersama dengan mu?”. nithin menjawab bawa janki akan datang bersama dengan ibunya dan Nithin berfikir untuk datang lebih awal agar bisa membantu untuk mendekorasi altar penikahan Janki dan Harsh. Nithin mengatakan “kami datang juga untuk memeriksa apakah kami akan diizinkan untuk masuk dalam upacara pernikahan ataukah tidak atau..”. shekar mengatakan “ayolah mulai untuk bekerja”. Ram mengatakan pada Nithin “kau diizinkan anak baik”. Vandana dan Savita datang begitu juga Janki datang bersama dengan Asha. Nenek Harsh mengatakan “Itu Janki”. Vannadana dan Savita saling bertatap mata, Janki meminta berkah pada nenek Harsh dan Savita, Ram Shastri hanya tersenyum.
Pandit ji mengatakan pada Ram Shastri “Inilah saatnya untuk memasang patung dewa Ghanesa”. Ram Shatri berkata pada Pandit ji bahwa Janki yang akan melakukan upacara pendirian patung. Srivastav bertanya pada Ram “Harsh juga akan melaksanakan pemujaan ini, kan?”. Keluarga Ram Shastri tegang, ram berusaha untuk menjawab dengan alasan “Ya, tapi..”. nenek Harsh menimpali Ram” bukankah itu juga terjadi sebelumnya?.., tapi ini tidak akan terjadi lagi”.., bukankah seorang anak laki-laki maunpun anak perempuan sama saja”. Ram mengatakan “tentu saja, Janki juga sebagi anak laki-laki”. Srivastav mengatakan “Iya”. Janki hanya diam dan mencoba untuk tersenyum, Savita meminta Janki untuk duduk dan meminta agar Pandit ji segera memulai pemujaan, Janki merasa sangat aneh. Nenek meminta pada Savita untuk menyiapkan makanan ringan dan menyiapkan the untuk semua orang, Savita mengatakan bahwa semuanya telah disiapkan untuk acara. Shekar meminta agar Asha ikut bersama dengannya dan meminta agar tidak menghawatirkan Janki. Karena baginya dia bukanlah hanya kakak iparnya saja, dia seperti adik ku”. Asha tersenyum, Nithin protes pada Shekar “Tapi bukankah aku ini adiknya kan?”.
Ibu Nithin (Asha) menegurnya “Diam”.., kakak ipar bukankah sudah seperti sudara sendiri?”. Shekar setuju dengan Asha berkata “tentu saja”. Shekar mengatakan pada Nithin “sekarang bukankah kau telah mendengarkannya?”.., seberapa prosesifnya kau terhadap Janki?”. Nithin tersenyum sambil menatap Janki yang masih berdoa dikul bersama dengan pandit ji, Nithin menjawab “aku bahkan bisa melakukan apapun untuknya”. Tanpa Janki sadar Pandit Ji telah pergi dan angina berhembus menerbangkan kertas yang telah terbakar jauth kebawah dan kebakaran pun terjadi, janki terkejut ketika mendengar suara untuk menyelamatkan dirinya, ia melihat kesekelilingnya dan terkejut saat melihat lidah api telah membakar kuil. Semua orang terlihat panik, Tuan Ram Shastri meminta untuk seseorang segera menyelamatkan Janki dari kuil, kayu-kayu dengan api berkobar mulai berjatuhan dan akan membahayakan nasib Janki, Asha terdiam dan ia tersentak kaget ketika ia melihat Janki dalam kuil yang telah terbakar dan berkata “Disana ada api!”.., “Ya dewa!”. Shekar dan Nithin terkejut saat itu, Nithin bergegas berlari. RaM Shastri meminta agar sesorang menyelamatkan Janki, Janki yang masih terjebak dalam kobaran api pandangannya mulai buyar, ia jatuh pingsan. Saat itu, Harsh berlari menuruni anak tangga, ia melompat kedalam lingakaran api di kuil untuk menyelamatkan Janki, Ram Shastri mencemaskan Harsh, Harsh dan Janki saling bertatapan mata satu sama lain, Harsh mematikan api pada kain sari Janki dan mereka berdua terjatuh, sekali lagi mereka saling bertatapan mata.
Ram Shastri dan keluarga yang lainnya datang menghampiri mereka “Harsh.., apa yang terjadi?”.., Janki bangunlah”. Keluarga Janki bertanya “Janki, apakah kau terluka?”. Kedua keluarga saling mencemaskan Janki dan juga Harsh. Ram Shastri bertanya pada Harsh “Harsh, kemarilah.., apakah kau baik-baik saja?”. Janki mengucapakan terima kasih pada Harsh, mereka berdua saling dijauhkan satu sama lainnya, Janki dan Harsh bertatapan mata, Savita meminta agar membawa Harsh masuk, pelayan membawa Harsh pergi menjauh dari Janki.
Keluarga Janki juga membawa Janki pergi, dan meminta agar Janki naik keatas dan meminta agar pelayan membawakan air minum untuknya, Harsh masih dalam perjalanannya kembali kekamrnya, ia menatap Janki dari kejauhan, Janki memanggil nama Harsh dan ia disodorkan air dan meminumnya. Asha bertanya pada Janki”apakah kau tahu bagaimana semua ini bisa terjadi?”. Janki mengatakan pada Asha “Tidak ibu, tiba-tiba saja api sudah menyala dan aku sama sekali tidal menyadari apa-apa”. Tuan Srivastav bertanya “apakah tuan hars baik-baik saja?”. Nenek Harsh menjawab “Harsh baik-baik saja, jangan kahwatirkan dia”.., anggap saja kita telah menghindari bencana besar”. Tuan srivastav bertanya tentang kecurigaannya terhadap Harsh” tapi kau tidak mengatakan.., kapam harsh kembali dari paris”. Nenek dan semua orang terkejut.
Shekar mencoba untuk mengambil alih kecurigaan itu dan mengatakan canda konyolnya pada Janki “Kakak ipar, kau telah kalah taruhan, bukankah kau bilang aku akan menang”. Vannadan terkejut, Janki bingung dan bertanya “ bertaruh.., “Taruhan apa itu?”. Shekar mengatakan pada janki “Janki apapun yang telah terjadi bahwa Harsh telah memberitahu pada kami bahwa harsh akan datang untuk menemui mu”.., bahkan Vanndana telah mengetahinya dan bahkan juga tidak percaya”. Savita dan nenek hanya mendengarkan gurauan Shakar, Shekar mengatakan “Kau juga tahu tentang hal itu.., dia yang telah mengatakannya jadi dia juga yang akan mengujutkannya, sungguh ini sesuatu yang sangat menarik yang telah dilakukan oleh saudara ku!”.., Muaaah!”. Savita “merekahkan senyumannya, Shekar mengatakan “ aku telah memperingatkan mu, ayo bayarlah 10.000 Rs”. Ram Shastri datang menimpali pembicaraan Shekar “itu bukanlah taruhan.., itu namanya pemerasan”.
Asha terkagum atas guaman Shekar dan Ram Shastri berkata “Kalian telah membuat lelucon paling lucu!”. Shekar mengatakan pada Asha “aku bercana, tapi aku akan mendapatkan uang ku”. Shekar memainkan dramanya dan berlutut dibawah kaki Janki dan memohon pada Janki agar memberitahu pada Vanndana untuk memberikan uangnya. Vanndana menjadi sangat cemas, nenek harsh mengatakan pada Shekar “baiklah aku yang akan memberikan mu uang”. Janki yang masih kebingungan berkata “baiklah, katakanlah sesuatu pada ku, bagaimanakah kabar tuan Harsh?”. Savita menjawab “Ya sayang.., Harsh baik-baik saja”.., sebenarnya dia hanyalah memiliki alergi terhadap asap, jadi dia kembali.., sekarang kau katakan pada ku, apakah kau baik-baik saja?”. Shekar kesal karena tidak ada satupun yang peduli dengan leluconnya, nenek Harsh jadi sangat kesal dan mengeluarkan uang dari sakunya berkata pada Shekar “Baiknalh, tidak aka nada yang akan percaya tentang hal yang kau bicarakan.., ini kuberikan uang 10.000Rs dan meminta agar Janki memberikan uang itu pada Shekar. Shekar langsung mengambil uang itu dengan gembira dan berterima kasih pada Janki dan meminta agar Janki selalu bertaruh dengan cara yang sama dengannya.
Shekar pun berkata pada Vanndana “suatu saat nanti kau akan membuat ku menjadi miliarder, kau baik sekali”. Vanndana kesal dan hendak memukul Shekar pada saat itu.
Ram Shastri meminta agar mereka semua beristirahat, ia beralasn bahwa dia hanya menyuruh Harsh untuk beristirahat sebentar karena Harsh telah datang terlalu larut malam dengan menggunakan pesawat jet dan itulah sebabnya tuan Shatri meminta agar Harsh tidur dalam beberapa saat. Asha setuju dengan perkataan Ram Shatri “Tuan kau benar” kami akan lebih menikmati pernikahan di malam hari jika kami semua beristirahat sebentar”. semua orang terlihat bahagia, Ram Shastri berbisik pada Pandit ji.
Pandit ji mengatakan “seharusnya malam ini sangatlah beruntung”. Srivastav bertanya “Untuk apa?”. Pandit ji mengatakan “Untuk ritual pernikahan”.., tapi lihatlah, hari ini ada pertanda buruk, altar telah terbakar.., biasanya tuan Harsh sangat sibuk, tapi dia telah melayang disekitar tempat itu.., hari ini dia telah berhasil dengan susah payah untuk sampai ditempat ini.., ini adalah hari yang sangat beruntung! Bahkan jika sampai pernikahan terjadi sekarang itu akan sangat bagus”.
Tuan Srivastav mengatakan pada Pandit ji (pendeta) “Ini snagatlah mendadak untuk pernikahan, kami berlum mempersiapkannya”. Savita mengatakan pada Asha “dengarkan bu.., janki harus meninggalkan keluarga mu.., apa pentingnya?”.., itu aka nada baiknya untuk melepaskan tanggung jawabmu.., apakah aku benar?”. Asha setuju dengan pendapat Savita “Yak au benar sekali.., aku sama sekali tidak punya masalah”.., mari kita melakukannya hari ini”. Nenek Harsh menimpali “Aku punya ide, mari kita tanyakan pada Janki apa yang dia inginkan”.., “ngomong-ngomong, jika kau bertanya pada ku maka aku akan mengatakan bahwa dia (Janki) harus menikah dengan anggota keluarga kami”. Shekar kembali menimpali “Itu hebat sekali, aku pikir harsh juga menginginkan hal itu, itulah sebabnya ia datang seperti pahlawan untuk menyelamatkan Janki!”.
Savita tersenyum dan berkata pada Janki dengan penuh kasih sayang “Katakan pada Ku, Janki.., maukah kau menjadi menantu perempuan kami malam ini?”. Vanndana tersentak kaget, Janki menatap pada ayahnya Srivastav, Srivastav menatapnya tersenyum dan menganggukan kepalanya untuk meyakinkan Janki. Janki menjawab “seperti yang kalian semua inginkan”. Semua orang bahagia dan bertepuk tangan dan akan merayakannya. Janki mengambil momen foto bersama dengan Nisha dan Nithin, dan Nithin memutuskan untuk memposting semua foto selfi mereka di medsos dan mengatakan pada Nisha bahwa dirinya dan juga kerabatnya akan tahu bahwa Janki akan menikah dengan sangat megah. Ketika Nithin akan mengaplod semua foto Nisha bertanya pada Nithin “apakah ini pernikahan atau pemasaran?”.., semua orang akan tahu”
Seweta datang kerumah Harsh dan melihat Janki dari kejauhan dan berfikir bahawa ini adalah kesmpatan untuk sampai pada Janki dan ketika ia akan keluar dari tempat persembunyiannya, Rajesh datang bersmaa Shekar, Rajesh berguam melecehkan keluarga Janki ketika Janki bersama dengan saudara-saudaranya sedang berfoto, Rajesh mengatakan pada Shekar “Lihatlah semua orang-orang miskin itu mengambil foto narsis, aku yakin mereka sebelumnya belum pernah melihat rumah seperti ini”. Shekar melihat bebrapa orangdari kejauhan dianatara kerumunan orang dan bergegas pergi dan disana sweta pun ada “Kau apa yang saedang kau lakukan disini?”. Sweta bergegas untuk bersembunyi. Salah seorang wanita penari mengatakan pada Shekar bahwa nyonya Rohi memanggil mereka datang untuk acara pesta dansa dan shekar menyadari kesalahannya setelah mendengar nama Rohi dan meminta maaf pada beberapa perempuan penari “dengar, aku sangat menyesal”. Rajesh bertanya pada Shekar “Apa itu, siapakah mereka?”. Shekar mengatakan kekagumannya pada Rohi dan berkata “Rohi memang selalu siap untuk kejutan, segera setelah dia menyadari pernikahannya pada mala mini dia yang telah mengirimkan hiburan, tarian dan perayaan”. Rajesh mempersilahkan para wanita penari itu untuk masuk dan Shekar membawa mereka kedalam. Diluar sewta bertanya-tanya “apakah p[ernikahan itu akan terjadi mala mini?”.., bahkan Janki tidak akan tahu bahwa hidupnya akan hancur.., aku harus melakukan apa saja untuk bertemu dengannya secepat mungkin”
Ashok sedang putus asa dan ia meminum banyak alcohol dan memandangi foto Janki bersama dengan adiknya di medsos. Sementara itu Nisha masuk kekamarnya bersama krishu dan berguam, ia begitu sangat kesal “Janki selalu lebih baik dari pada aku, lihatlah rumah mertuanya dia menikah dengan keluarga yang seribu lebih baik dari pada aku”.., bahkan pakaian dan perhiasannya lebih baik dari pada milik ku.., aku hanya tidak mengerti apakah akau ditakdirkan untuk bahagia atau tidak?”. Dan saat itu Nisha mendapatkan panggilan ponsel dari Ashok, “kenapa dia memanggil ku?”. Nisha mengangkat panggilan Ashok, Ashok mencoba untuk menelpon Janki tapi dia tidak bisa menghubunginya dan meminta tolong pada Asha untuk bisa berbicara dengan Janki, Nisha salah memanggilnya sebagai kakak ipar dan meminta maaf padanya, Nisha mengatakan pada Ashok “aku hampir lupa bahwa kau sudah tidak ada lagi hubungan lagi, kau telah di gantikan oleh Harsh.., bagaimana pun sekarang Janki akan menjadi pemilik dari perusahan mu, semnatara kau hanya akan menjadi pelayannya.., kau tahu janki telah mengabiskan waktu selama lima tahun bersama dengan mu, selama lima tahun ini kau telah melakukan banyak untuknya!” dan janki telah lupa tentang segalanya untuk pergi bersama dengan Harsh Shastri hanya dalam waktu lima menit Janki telah melupakan mu dan itulah sebabnya ada baiknya jika kau juga melupakannya untuk selalu dan selamanya”. Ashok tersentak kaget dan Nisha memutuskan sambungan teleponnya.
Nisha menegur Krishu yang sejak tadi sibuk memandangi kotak makanan dan bertanya padanya “apa ini .., kau hanya berbaring sepanjang hari hanya untuk mengisi diri mu dengan kacang mete dan almond, pernahkan kau melihat buah kering dirumah?”. Krishu mengatakan “aku telah melihat mereka sayang, tapi dapat makan geratis itu kesanangan yang unik, sini kau juga bisa memakannya”. Nisha kesal dan melemparnya, Nisha berkata pada krishu “belajarlah sesuatu dari harsh, dia telah menyelamatkan janki dari kobaran api, bahkan kau tidak bisa mendapatkan paan dari toko untuk ku”. Krishu mengatakan “ tidak seperti itu, aku juga bisa menyelamatkan mu.., hanya melompat kedalam kobaran api dan liharlah!”. Krishu membuka bungkusan coklat dan semua coklat terjatuh pada saat itu Nisha bertambah kesal dan bertanya pada Krishu “ bahkan kau tidak bisa untuk menyimpan coklat ini, lalu bagaimana kau bisa menyelamatkan diri ku dari api?”. Janki dan Asha berjalan di depan kamar mereka. Nisha mengatakan pada Krishu “Untuk apa kau baik, bahkan kau tidak bisa menangani ibu mu sendiri.., selama pernikahan ibu mu terus saja menghina kami.., apakah kau masih ingat atau kau sudah lupa dan hilang dari usus mu seperti kacang campuran itu?”. Janki dan Asha mendengar pertengkaran mereka”. Nisha mengatakan pada Krishu “apakah kau tahu kau adalah mini compop kelas satu.., makan geratis penginapan geratis, kau menginginkan semuanya geratis”. Asha datang dan menegur Nisha dan bertanya pada Nisha “mengapa kau berbicara kasar dengan suami mu?”.., minta maaflah sekarang”. Nisha mengatakan pada Asha “aku akan meminta maaf dan juga berkelahi dengan Krishu, tapi apa yang akan Janki lakukan.., Tuan Hars terus bertindak untuk menghilang”.., dia ada sesaat dan kemudian pergi.
Nisha berkata pada ibunya Asha “apakah memang dia menantu keluarga mu atau bulan yang telah memudar?”. Asha bertanya pada Nisha “apa sebenarnya masalah mu?”.., ayo masuklah “. Janki hanya diam berdiri di depan pintu kamar Krishu dan Nisha terlihat sangat geliash, ia berfikir bahwa apa yang telah Nisha katakan tentang hal itu semuanya adalah benar, bahkan tidak peduli dengan apa yang telah Harsh lakukan untuk membantu dan menyelamatkan nyawa/ hidupnya. Savita sedang duduk memandangi foto keluarganya, ia menangis tanpa ia sadari suaminya Ram Shastri datang menepuk pundaknya dan menyadarkannya dari lamunannya. Savita berkata pada Ram “aku telah membuat Rajesh menikah dengan sangat baik, aku juga menginginkan harsh menikah dengan baik, aku ingin melakukan semua ritus dan ritual, sekarang tidak aka nada yang akan di lakukan”. Ram mengatakan pada Savita “Harsh telah setuju untuk menikah, apakah hal itu masih belum cukup?”. Savita hanya mengagguk, Ram mengatakan “tidak peduli bagaimana pernikahan itu akan dilakukan kita hanya akan tetap berkumpul dan berbagi kegembiraan”. Savita mengatakan pada Ram “ Baiklah, Roohi telah menyiapkan acara musik dan tari, setidaknya itu akan terjadi”. Ram meyakinkan Savita “Ya tentu saja itu akan terjadi, bukankah Roohi adik perempuan Harsh itu akan seperti yang dia inginkan”.
Janki bersiap di kamarnya, ia terbuai dalam lamunannya dan mengingat saat kebakaran yang terjadi di altar dan Harsh datang bergegas untuk menyelamatkannya, tuan srivastab datang dan bertanya pada Janki “ada apa?”.., kau tampak tegang, apakah kau masih saja berfikir tentang kejadian tadi pagi?”. Janki menjawab “iya ayah karena semua terjadi dengan sangat cepat, pertama pada ritual acara oertunangan, lalu pada acara tilak dab sejarang pernikahan itu akan berlangsung hari ini.., maksud ku ini sangatlah aneh”.., bukankah menurut mu ini juga aneh, ayah?”. Srivastav mengatakan “Iya, ini sangatlah aneh.., tapi biarkan aku membantu mu untuk bersantai dengan air pala, tapi air ini sudah ada disini.., mereka sudah menyiapkannya disini.., jenis elistis / air mineral”. Janki tersenyum dan berkata pada Srivastav “ Wow!.., lau masih saja bisa membuat lelucon pada saat seperti ini”. Srivastav mengatakan pada Janki “banyak hal yang bisa terjadi secara tiba-tiba.., sesorang bisa saja datang dan pergi dengan tiba-tiba, kau akan menemukan kebahagiaan dan tiba-tiba kesedihan akan datang, tapi prinsip dalam hidup kau harus tetap menjalankan pernan yang sudah di berikan kepada mu dengan segela ketulusan”.
Mendengar hal itu dari ayahnya tuan Srivastav, Janki hanya menganggukan kepalanya. Srivastav bertanya pada Janki “ bolehkan aku meminta seusatu pada mu?”.., seperti saat-saat buruk kau bersama dengan Ashok yang telah pergi dalam hidup mu, sekarang kau akan memulai awal yang baru bersama dengan Harsh berikanlah hubungan itu kesempatan.., katakan pada ku apakah kau akan melakukannya?”.
Janki mengatakan pada Srivastav”ya”. Srivastav menaruh harapan pada Janki. Nithin datang berkata “ayah.., harsh itu bukanlah laki-laki biasa, dia supermen!”.., maksdu ku apa kata dari sebuah pujian itu.., dia begitu sangat heroic sama seperti salaman khan!”. Asha datang dan menimpali “iya, kupikir mereka orang-orang kaya .., tidak butuh apapun untuk ditunjukkan, bahkan dia juga bisa mempermalukan salah satu pahlawan, aku juga tidak bisa mulai untuk memberitahu mu”.
Asha mengatakan pada Nithin” dengarkanlah aku.., cepat atau lambat cepat pergi dan bantulah calon mertua Janki untuk melakukan pekerjaan, bukankah kami keluarga menantu perempuan?”.., itu juga merupakan tugas kita.., sekarang dengarkanlah lakukan tugas hanya setelah mereka meminta dan membiarkan kau melakukan sesuatu, itu akan memberikan rasa hormat!”. Nithin meyakinkan Asha dan bergegas pergi “Iya bu itu pasti akan seperti yang kau inginkan, aku akan pergi”. Nisha terlihat sangat kesal dengan Asha karena telah memperlakukan Janki dengan sangat baik. Asha mengatakan pada Janki “Ayo mari kita pergi untuk upacara Haldi”. Janki beranjak akan pergi, ia berfikir dalam lamunannya “Ritual haldi akan dilakukan saat ini dan kemudian pernikahan.., ayah benar Harsh selalu mendukung ku baik itu dalam hal pernikahan Nisha atau untuk keadilan Pallevi.., tuan Harsh yang selalu datang untuk menyelamatkan ku, sebaiknya aku tidak boleh lagi mencurigainya.., aku harus mulai untuk bisa percaya padanya”.
Pelayan menegur Nithin yang saat itu mendekor tembok dan membawa keranjang bunga dengan menaiki tangga kayu. Pelayan berkata pada Nithin “apa yang sedang kau lakukan, bukankah kau adik dari calon mempelai wanita?”. Nithin mengatakan “ Jika aku datang ke Dharbanga maka biarkan aku yang melakukan semua ini”. Seorang gadis (Roohi) sedang menerima panggilan posnel dan menuruni anak tangga, ia mengungkapkan kebahagiaannya karena telah bertahun-tahun lamanya untuk menunggu Harsh menikah dan baginya dia akan sangat gembira dan girang untuk menari, dan saat itu ia tidak sengaja menendang tangga dan membuat Nithin terpleset dari tangga kayu, Nithin dan Roohi terjatuh dilantai dan mereka saling bertatapan mata satu sama lain. Roohi merasa sangat kesal berkata pada Nithin “Kau memang pelayan sial!”.., beraninya kau.., kau telah mengacaukan pakian ku, tidak bisakah kau melihatnya?”.., “apakah kau buta?”.., aku bahkan tidak tahu pelayan macam apa yang kami miliki disini!”.
Nithin mengatakan pada Roohi “ Maaf, aku bukanlah pelayan.., aku disini untuk kakak perempuan ku”. Namun Roohi tidak mau mendengarkan Nithin, ia memintanya untuk diam dan bertanya “ Sekarang untuk apa kau melihat ku?”..., pergilah dan lakukan pekrjaan muatau aku akan memberitahukannya pada yah dan kemudian memotong haji mu”. Roohi mendorong Nithin dan pergi. Nithin hanya terdiam, ia tersenyum melihat tingkahnya dan berguam “Dia seorang gadis yang bisa membawa dua senjata sekaligus”.
Semua orang telah berkumpul dan menyambut janki untuk Haldi. Nenek Harsh berkata pada Janki “ Kunyit ini sudah di oleskan pada Harsh dan ini juga akan di oleskan pada mu dan kemudian kau akan melihat bahwa kalian berdua akan selalu berbagi dalam hidup”. Savita mulai mengoleskan haldi di wajah Janki dan diikuti oleh srivastav dan Asha. Vanndana dan Roohi menari setelah mereka mengoleksan Haldi pada wajah Janki, Janki hanya tersenyum dan membayangkan jika Harsh hadir disana duduk di dekat Janki dan mengoleskan Haldi di wajah Janki. Janki hanya tersenyum menatap wajah Harsh dalam lamunannya.
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BYM
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan – 12
Ketika Janki akan bersiap untuk duduk di altar pernikahannya, seorang gadis yang tidak dikenal (Shweta) memasuki rumah keluarga Ram Shatri dengan bersembunyi dan menyamar menjadi penari untuk memenuhi keinginannya bertemu dengan Janki dan memperingatkannya bahwa Janki harus menolak untuk menikah dengan Harsh, karena anggota keluarga Shastri telah menipunya, Sweta mengatakan bahwa dirinya adalah mantan pacar (pernah mejalani hubungan) dengan Harsh, setelah Janki mengetahui semua itu, hatinya menjadi sangat hancur dan meminta waktu sendirian untuk memikirkan pernikahan.
Semua tamu undangan pernikahan Janki dan Harsh telah berkumpul untuk melakukan upacara Haldi pada Janki, nenek membawakan krim kunyit dan memberitahu pada Janki bahwa kunyit (Haldi) yang sama telah di oleskan juga pada Harsh, dan dengan Haldi yang sama juga akan di oleskan pada Janki maka mereka berdua akan melihat mereka berdua akan berbagi dalam hidup. Haldi mulai dioleskan oleh Savita ke wajah Janki disusul oleh anggota keluarga Janki dan saat tiba giliran Vanndana dan Roohi yang mengoleskan Haldi pada Janki lalu mereka menari, Janki hanya terdiam membayangkan bahwa Harsh datang diantara kerumunan banyak orang dan tersenyum padanya, ia menari dan duduk di dekatnya lalu mengusapkan Haldi di wajahnya dan begitu sebaliknya, Janki menatap Harsh dalam lamunannya dan membayangkan ia mengoleskan Haldi pada Harsh, ketika Janki tersadar dari semua lamunannya ia tersadar bahwa ia mengoleskan Haldi pada wajah Nithin. Nithin terkejut dan tersenyum pada Janki dan bertanya “ apa yang telah kau lakukan, kak?”. Janki tersipu malu. Asha berkata pada Janki bahwa dia harus mengganti pakian dengan pakaian pernikahannya.
Janki telah didandani dan mengenakan gaun pengantin berwarna merah muda, ayahnya tuan Srivastav memuji akan kecantikannya. Srivastav berkata pada Janki “ibu mu selalu berkata saat kau masih kecil, setiap kali kau mengenakan gaun pengantin mu bahwa kau akan terlihat seperti seorang putri sejati, kini mimpinya telah menjadi kenyataan, jika saja dia ada disini hari ini maka ibu mu pasti akan sangat senang melihatnya”. Janki mengatakan pada Srivastav “ ayah sekarang aku akan meninggalkan keluarga ini, tapi sebelum aku pergi, aku ingin kau berjanji pada ku”.., jagalah diri mu dan juga ibu dan minumlah obat dengan tepat waktu.., jangan lupa ingatkan agar ibu melakukan yoga, setiap kali dia melewatkan yoga maka sakit pada punggungnya akan kembali kambuh”.., “ayah dulu aku yang mengurus semuanya dan sekarang kau yang harus menjaganya”. Srivastav mengatakan dan meyakinkan pada Janki” Ya, aku akan menjaganya sebaik yang ..”. srivastav datang kesamping Nithin yang hanya duduk dan berkata “ katakan saja padanya untuk sedikit mengurangi nakalnya dan mulai fokus pada keluarganya”. Janki mengatakan “ tentu saja dia akan mulai fokus pada keluarganya , aku akan ada disini untuk mengalahkannya!”.., datanglah kesini”. Nithin mendekati Janki dan tersenyum, Nithin mengatakan pada Janki “Jika kau membutuhkan seusatu maka pikirkanlah kami”.., aku akan selalu ada disini”. Janki berkata pada Nithin “Kau harus datang setalah aku mengikatkan rakhi untuk mu selama 19 tahun!”.., “kau juga garus melakukan tugas mu”. srivastav berakta “ayolah kita pergi”. Janki dan keluarganya saling berpelukan.
Para penari sedang menari dalan pernikahan Janki dan Harsh dengan alunan musik, ketika Roohi akan menari tiba-tiba saja Nithin datang dihadapannya dengan menari dan membelakanginya, Roohi sangat kesal. Savita dan nenek Harsh menyebarkan uang dengan sangat bahagia. Sementara itu seorang wanita (Sweta) menyamarmenyusup masuk dengan menyamar menjadi penari dan menutupi wajanhya dengan selendanG. Asha datang menegur Nithin dan memintanya untuk pergi membawa Janki.
Shweta melihat kesekelilingnya dan berfikir “Inilah kesempatan ku untuk bisa menemui Janki dan menceritakan semua padanya”. Janki keluar berjalan menuruni anak tangga bersma Nisha menuju ke altar pernikahannya, Sweta yang sejak tadi menutupi wajahnya berlari menghampiri Janki, Ram Shastri heran dan bertanya-tanya sosok gadis itu “Siapakah wanita itu?”. Sweta membuka kerudungnya dan menunjukkan wajahnya pada semua orang dan hal itu membuat semua orang tersentak kaget melihat kehadirannya. Dengan lantang, Shweta berkata pada Janki yang berdiri di hadapannya “Mereka semua (keluarga Shastri).., mereka semua telah menipu mu”.
Semua orang terkejut saat mendengar Shweta. Shweta mengatakan pada Janki “semuanya memang telah ditutupi (tidak terlihat).., kau jangan menikah dengan Harsh atau kau akan menyesal”. Savita kesal dan menegur Shweta” Mengapa kau mengatakan omong kosong seperti itu?”. Savita bertanya “siapa yang telah mengijinkannya untuk masuk?”. Sweta tetap ingin mengatakan pada Janki “Dengarkanlah aku Janki.., percayalah pada ku, aku menginginkan yang terbaik untuk mu”. vanndana marah pada Shweta dan menamparnya dengan sangat keras, semua orang tersentak kaget saat itu. Vanndana mengatakan pada Sweta”Cukup!”.., “aku sudah cukup muak dengan mu.., pernikahan ini akan tetap berjalan dengan baik dan kau disini dengan kebohongan mu untuk mengahncurkannya!”.., segeralah keluar dari rumah ini atau aku akan memanggilkan polisi dan mengusir mu dari sini!”.., keluarlah”.
Roohi pun kesal dengan Shweta, ia menimpali dan setuju dengan apa yang telah dikatakan Vanndana “Kau benar Vanndana.., kami akan segera memanggil polisi, dank au?”.., semua drama yang telah kau buat bisa kau lakukan di luar rumah ini bukan disini, kakak ku Harsh akan menikah disini, apakah kau mengerti?”. Ram Shastri sangat marah dengan Rajesh berkata “ Kau hanya punya satu tugas kecil yang harus dilakukan, bahkan kau tidak bisa melakukannya.., sekarang keluarkan wanita itu (dia) dari sini”. Janki berkata “Tunggu sebentar, mari kita dengarkan apa yang akan di katakannya.., “apa yang ingin di katakannya”. Semua keluarga Shatri terlihat sangat tegang. Janki bertanya pada Shweta “mengapa kau tidak ingin aku menikah dengan Harsh?”
Nenek Harsh pun berfikir dalam ketegangannya “ Ya dewa, mungkinkah gadis ini akan mengatakan sesuatu padanya, atau…”. Sweta mengatakan pada Janki “aku akan mengatakan hal yang sebenarnya”.., dan ketika Shweta akan mengatakan “Harsh dan aku..”, Rajesh datang kehadapannya dan menarik tangannya. Rajesh mengatakan “Kau bisa melanjutkan pesetruan mu dengan harsh nanti, setidaknya jangan kau kacaukan hari pernikahannya”. Rajesh mengusir Shweta untukkeluar dari rumahnya “Keluar kau dari sini”.., ayo pergilah!”. Shweta meminta agar Rajesh mau mendengarkannya namun Rajesh meminta pada petugas keamanan untuk membawanya untuk pergi keluar dari rumahnya. Savita kesal dengan Sweta dan mengatakan padanya “ Kenapa kau melakukan semuanya?”.., kenapa kau melakukannya lagi?”. Kemudian Savita meminta agar Rajesh untuk mengusr Sweta keluar dari rumah meraka.
Shweta tetap memohon agar tidak diusir, Rajesh mengatakan pada Shweta “Bukankah kau sudah diberitahu .., jauhi Harsh dan jangan kembali lagi kerumah ini, sekarang hadapilah konsekuensinya”. Rajesh menarik dan membawa pergi Sweta dengan paksa, Savita meminta agar Janki menaiki dan duduk altar pernikahannya, namun Janki hanya diam. Savita mengatakan pada Janki “Ayolah, biarkan aku menjelaskan semuanya pada mu”, namun Janki hanya terdiam dan sedih.
Shweta berhasil menggigit tangan Rajesh dan melarikan diri, Sweta mengatakan “biarkan aku pergi”. Petugas keamanan berhasil menangkapnya “Hey tunggu!”. Sweta mengatakan pada Janki “ Jangan dengarkan kata mereka!”.., dengarkan saja aku.., aku akan mengatakan hal yang sebenarnya”.., Harsh dan aku menjalin hubungan, Harsh yang telah jatuh cinta pada ku!”. Mendengar semua itu dari Sweta, semua orang bahkan kedua keluarga mempelai tersentak kaget dan kecewa. Sweta mengatakan pada Janki “semua orang telah menipu mu “. Sweta mengatakan pada tuan Srivastav “ Paman, tolong jangan nikahkan Janki dengan Harsh dan menghancurkan hidupnya”.., Harsh hanya jatuh cinta pada ku!.., jangan hancurkan dia!”.
Shekar datang dengan sangat marah di hadapan Sweta dan bertanya padanya “apakah kau sudah selesai?”.., keluar kau dari sini sekarang juga!”. Sweta meminta agar tangannya dilepaskan. Tuan Srivastav terkena serangan jantung, ia hanya memegangi dadanya dan kesakitan tak berdaya. Nenek Harsh mencoba untuk bericara pada Janki yang hanya terdiam. Nenek mengatakan pada Janki “ Apapun yang telah dikatakannya, itu semua bohong.., dengarkan aku”.., faktanya adalah ..”. Janki menolak untuk mendengarkan “Nenek.., aku hanya ingin sendirian”. Asha meminta pada Janki untuk mendengarkan nenek Harsh. Janki menolak permintaan ibu tirinya dan menangis “Ibu tolonglah”.
Janki berjalan dengan gontai penuh dengan linangan air mata dan kembali kekamarnya, ia menangis di kamarnya sendirian sementara itu Rajesh dan Shekar serta petugas keamanan membawa Sweta keluar menjauh dari rumah mereka. Shweta meminta agar mereka melepaskannya. Namun tuan Ram, Rajesh dan shekar memasukkan Sweta kebagasi mobil. Sweta mengatakan “apa yang kalian lakukan?”.., apa yang kau lakukan itu salah. Ram Shastri menutup pintu bagasi dan berkata “kami yang akan memutuskan yang benar dan salah bukan gadis ini!”.., aku yang akan memberikan pelajaran pada gadis ini.., ayo pergilah”. Sehkar mengatakan pada tuan Ram agar dia menenangkan dirinya dan tenang. Shekar berkata pada Ram “apa yang telah terjadi sebelum pernikahan itu salah dan telah terjadi dan sangat di sayangkan, aku berjanji akan berbicara dengan Janki”.., aku berjanji pada mu aku akan meyakinkannya entah itu bagaimana caranya”.., tolong tenanglah”. Ram Shastri mengatakan bahwa dirinya akan sangat tenang jika Harsh dan Janki sudah menikah jika saja gadis itu (sweta) tidak datang dan kemudian mengajak Rajesh untuk pergi.
Janki menangis sedih saat mengingat semua kejadian bahwa Harsh tidak datang di acara pertunangan mereka dan tuan Ram banyak beralasan tentang ketidak hadiran Harsh pada saat itu, serta ucapan Vanndana yang saat itu berbicara dengannya Janki menangis sedih dan begitu sangat terpukul. Janki juga mengingat semua kata-kata Nisha yang mencurigai mengapa Harsh juga tidak mau datang bertemu dengannya dan ucapan yang baru saja dikatakan sweta padanya bahwa keluarga Shastri telah menipunya dan meminta agar dirinya tidak menikahi harsh atau akan menyesalinya, dan Janki mengingat semua ucapan Harsh pada saat itu melalui Video call dan meyakinkan dirinya. Janki berfikir tentang semuanya “ Mungkinkah itu gadis yang sama yang telah di ceritakan tuan Harsh kepada ku?”.., tapi Ashok juga bagian dari masalalu ku.., jadi gadis itu juga dari masa lalunya”.., tapi aku hanya tidak mengerti tapi dari semua keributan itu mengapa tuan Harsh juga tidak datang?”.., Jika memang dia ingin menikah dengan ku mengapa dia tidak datang dan mendamikan gadis itu?”.., ya dewa, aku aku hanya tetap saja tidak mengerti dengan semua itu.., apa yang benar dan apa yang salah?”. Tuan Srivastav mencoba untuk tenang namun kemudian ia terbartuk, Nithin sangat mencemaskannya dan meminta agar pelayan membawakan air. Savita meminta pada pelayannya untuk mengambilkan air. Semua orang cemas dan panic, Asha mencoba untuk menenangkan Srivastav “dengarkan aku, semuanya pasti akan baik-baik saja”. Shekar membawakan segelas air untuknya. Nenek Harsh mengatakan pada Srivastav bahwa dirinya harus kuat dan mencoba menjelaskan bahwa tidak ada satupun hal itu benar. Asha menuntut penjelasan pada Savita “tolong beritahu pada kami tentang sesuatu, siapakah gadis itu?”.., dia telah menuntuh calon menantu kami secara sembarangan, kau tahu gadis-gadis seperti itu yang mereka tahu hanyalah untuk mencemarkan nama baik orang kaya, dia Nampak seperti penyihir sungguhan”. Vanndana setuju dengan apa yang dikatakan Asha “Bibi, kau benar sekali”.., gadis-gadis yang tidak tahu malu itu datang pada saat seperti itu dan tahu bagaimana memenafaatkan situasi dengan sangat baik, itulah yang selalu mereka lakukan!”.., mereka menciptakan drama itu dirumah-rumah orang kaya selama ada acara pernikahan, jangan terlalu banyak berfikir.., pergilah dan bicara dengan Janki.., kita sudah banyak kehabisan waktu bukankah kita harus memanggilnya ke altar pernikahan, kan?”. Savita tersenyum, Vanndana meminta agar Asha meyakinkan Janki namun tuan Sripastav menghentikannya “tunggu”. Asha bertanya “ada apa lagi sekarang?”. Srivastav mengatakan “berikan Janki waktu untuk berfikir”. Asha marah dan bertanya “sekarang apa lagi yang harus Janki pikrikan?”. Nithin mecoba untuk mengatakan sesuatu pada Asha “Tapi ibu, apa yang baru saja terjadi”. Asha menolaknya dan berkata “sekarang diamlah.., saat orang tua sedang berbicara jangan ikut campur, aku pasti akan berbicara dengan Janki”. Vanndana setuju dengan apa yang Asha katakan “Bibi, kau benar.., tolonglah cepat!”. Nenek menyuruh Vanndana untuk diam, Nenek berkata pada Harsh “Apakah kau tidak mendengar apa yang telah dia katakan?”.., jangan berbicara ketika orang tua sedang berbicara, jadi kau harus diam dan biarkan aku yang berbicara”. Vanndana terdiam dan pergi menjauh. Savita mengatakan pada Asha “Dengarlah, gadis itu benar-benar pembohong, jika aku mengatakan hal yang sebenarnya tentang dia, maka kau pasti tidak akan percaya bukankah itu juga akan salah untuk menghancurkan pernikahan ini demi gadis seperti itu?”.., aku akan mengatakannya tapi kita harus melakukan ritual, ayolah”. Ketika Asha dan Savita akan memanggil Janki, tuan Srivastav mencakupkan kedua tangannya dan berkata “ dengarkanlah jika memang tidak keberatan, setelah apa yang baru saja disini, itu akan salah jika sekaligus mengadakan pernikahan”. Savita menatap wajah nenek saat mereka berdua terkejut. Srivastav mengatakan “aku tidak tahu tentang gadis itu, aku juga tidak tahu hal yang sebenarnya tentang dia, selain itu semuanya terlihat sangat terburu-buru, bagi ku ini tidak masuk akal, itulah sebabnya aku butuh waktu untuk berfikir”. Savita dengan kecewa mengatakan “dengarkanlah tuan, kita sudah kehabisan waktu”. Tuan srivastav memgatakan bahwa mereka bisa mengatur waktu yang lain dan lamaran pernikahan hanya akan terjadi satu kali saja”. Savita setuju “Ya”. Srivastav mengatakan “Ini akan menjadi keslaahan lagi jika terburu-buru untuk melakukannya”. Semua orang terkejut, Savita mengatakan “aku pikir kita harus bertanya terlebih dahulu pada Janki .., apa yang dia sedang pikirkan?”.
Srivastav mengatakan pada Savita “sebelum kita menyepakati lamaran pernikahan ini, aku perlu waktu untuk berfikir, aku juga akan memberikan Janki kesempatan untuk berfikir karena ini menyangkut segala kehidupanny, oleh karena itu akau tidak akan terburu-buru lagi”. Savita hanya terdiam, Nenek Harsh sedih adan kecewa, ia terduduk lemas dikursi.
Srivastav pergi dengan rasa terpukul disusul oleh Nithin dan Asha. Vanndana mengatakan “ status sosial mereka bukanlah siapa-siapa, aku yakin mereka telah lupa apa yang membuat mereka terlihat sangat berharga?”.., dia pergi setelah mengatakan semua itu di hadapan kami”. Savita mengatakan pada Vanndana “Lupakan saja itu”.., yakinkan saja Janki!”.., lakukan apapun untuk menyakinkannya agar mau tetap menikah”. Savita berkata “Kita harus mendapatkan persetujuan dari Janki (darinya) dengan cara apapun yang bisa kita lakukan!”. Savita menatap Shekar dari kejauhan, dikamar Janki yang sedang sedih menutup pintu kamarnya, Nisha datang dan mengetuk pintu kamarnya. Janki bertanya “Siapa itu?”. Nisha berkata dengan nada yang sangat sedikit mengejek pada Janki “ Ini orang yang telah lama mencoba untuk mengatakan hal yang sebenarnya sudah sejak lama”. Mendengar hal sindiran Nisha Janki bertambah sedih dan ia berfikir “Aku pikir itu Harsh, tapi mengapa dia juga tidak bisa maju dan mengatakan hal yang sebenrnya pada semua orang?”. Nisha bertanya pada Janki “Kak, sekarang apa gunanya kau lari?”.., aku selalu berusaha untuk mengatakan ada sesuatu yang tidak berses disini, lalu mengapa pria terkenal seperti itu mau menikahi mu?”.., tapi bukankah sekarang kau sudah tahu?”.., itulah sebabnya dia (Harsh) tidak pernah mau datang menghadriri salah satu ritual pernikahan, apakah dia sedang berencana untuk memainkan sebuah permainan secara ganda?”.., “seorang wainta ada dirumah dan wanita yang lainnya ada diluar?”.., kau akan menjadi istrinya yang sah, sementara wanita lainnya akan merawatnya”.., “dan itulah sebabnya Harsh memilih wanita sederhana dan polos seperti diri mu, sesorang yang akan tetap bertahan dengan segala sesuatu hanya dengan diam”.., dia tidak akan mengatakan sepetah kata apapun itu dan Harsh akan selalu menipu mu setiap saat”. Janki hanya terdiam dan bersedih dengan posisinya.
Sementara itu, Rajesah menangani shweta kesebuah tempat dan mengikatnya, Shewta meminta agar dilepaskan dan membiarkannya pergi, ia terus saja memohon pada Rajesh agar dilepaskan namun Rajesh memintanya untuk diam dan menghentikan Dramanya. Shweta bertanya-tanya tentang ucapan Rajesh “ apa Drama?”.., “ berpa lama lagi kau akan berbohong pada Janki?”.., “aku akan mengatakan hal yang sebenarnya padanya!”.., lepaskan aku!”. Rama Shastri datang kehadapannya dengan sangat marah, Rajesh mengatakan pada Ram “ Aku sudah berusaha banyak mencoaba, tapi dia (Shweta0 tidak mau diam dan terus berteriak”. Ram kesal dan bertanya pada Shewta “ Apakah kau menginginkan air?”. Shweta menatapnya dan Ram mengambilkan air minum di kendi yang ada didekatnya, Shweta bertanya “apa kata mu?”.., “apa yang kau lakukan itu salah, sampai kapan kau akan terus berbohong tentang Harsh?”.., “kau memang sengaja untuk menghancurkan kehidupan Janki?”.., “Kau terus saja berbohong padanya”.
Ram mengatakan pada Shweta “ Minum saja airnya”. Namun ketika Shweta akan meminumnya, dengan sangat marah Ram membuang air itu dan membanting gelas. Ram sangat kesal dan membungkan mulut Shweta dengan selendangnya, Shweta tersentak kaget dan ia tidak bisa bernafas. Ram berkata pada Shweta yang sengaja dibungkam oleh selendangnya “ Aku bisa melakukan apa saja untuk keluarga ku”.., aku bisa pergi sejauh apapun, dan orang seperti mu tidak akan bisa menyakiti ku dengan cara apapun!”.., “itulah sebabnya kau jangan pernah mencoba untuk menghalangi jalan ku atau kau akan menanggung akbibatnya dan bahkan kau tidak akan mampu untuk melakukan apapun!”..,”apakah kau mengerti?”. Ram melepaskan dekapan selendang dan Shweta dapat mencoba untuk bernafas.
Nisha berkata pada Janki yang masih mengurung dirinya dikamar “ Aku sangat yakin itu yang sedang mereka pikirkan”. Srivastav, Asha dan Nithin datang ke kamar Janki. Srivastav menghentikan ocehan Nisha yang sejak tadi menyindir Janki dan berkata pada Nisha” jika kau tidak pernah bisa mengatakan sesuatu yang baik?”.., “setidaknya jangan pernah mengatakan hal yang buruk”. Nisha mencoba untuk berdalih dan beralasan pada Srivastav “Ayah..ayah, aku sama sekali tidak mengatakan apapun, tapi apakah kita akan terus mentorerir penghinaan didepan orang-orang irtu dan kita tetap saja diam?”.., Janki dan calon mertua Janki telah banyak menghina kita, kita datang kesini untuk membuatnya menikah dengan keluarga yang kaya, tapi ini sungguh penghinaan yang besar!”. Asha menghentikan Nisah untuk kembali mencoceh” Cukup, jangan kau katakan lagi hal yang lain, tidak peduli apapun itu ini adalah lamaran pernikahan yang sangat bagus, bahkan seharusnya kita tidak bisa untuk membiarkannya gagal (lolos)”.., “Tuan Harsh mempunyai bebeberapa pacar”. Asha bertanya apada suaminya Srivastav “ lalu bagaimana dengan diri mu?”.., kau juga masih punya istri dan anak saat menikah dengan ku, kan”.., “ lalu mengapa Janki tidak bisa melakukannya?”. Mendengar Asha, Srivastav hanya terdiam dan tertunduk malu. Asha mengatakan “ Kita harus merubah mentalitas kita jika kita ingin tetap menjalin hubungan dengan keluarga kaya seperti ini.., orang kaya memang akan selalu mempunyai urusan, lalu apa masalahnya?”.., “kita tidak perlu terlalu memikirkan hal itu”. Ketika Nisha ingin berbicara, Asha menghentikan dan menolak untuk mendengarnya, Asha berkata dengan tegas” Sekarang tidak ada lagi yang akan berbicara, aku yang akan berbicara dengan Janki”. Asha mendekati pintu kamar Janki dan berkata “Janki putri ku!.., dengar calon ibu mertua mu dan nenek mu sudah di bawah (turun).., bertemulah sekali saja dengan mereka, keluarlah dengarkan ibu mu”. dilanatai bawah keluarga Shastri sedang menunggu dengan cemas, Roohi kesal berkata “ini semua salah Rajsesh.., ya tentu saja bukankah itu semua tanggung jawabnya?” .., pernikahan harus tetap berlangsung tanpa adanya hambatan.., lihatlah apa yang sekarang terjadi?”..”Shekar telah menghentikan ini untuk terakhir kali, tapi kali ini semua kesalahan Rajesh yang telah mengijinkan dia untuk sampai disini dan akhirnya dia membuat Drama yang begitu besar!”. Savita berushaa untuk menenangkan Rohi, Vanndana bertanya pada Savita”Bu, bisakah kau membuatnya untuk diam?”. Savita mengangguk. Vanndnaa mengatakan pada Roohi “memang ini sepenuhnya salah Rajseh dan untuk semua pekerjaan yang baik di berikan pada yang lain.., apakah itu sudah ditetapkan pada keluarga Shastri bahwa Rajesh harus menangani semua jenis dari masalah?”. Roohi menjawab Vanndana “Tidak, tapi Rajeshlah yang tertua dan dengan hak itulah dia mempunyai bebrapa kewajiban!”.
Vanndana mengatakan pada Rohi”pikirkan saja urusan mu sendiri”.., kau telah terlalu banyak berbicara dan kau harus berhenti untuk menuduh rajesh dan itu tidak perlu”. Savita meminta agar Vanndana untuk tenang. Vanndana mengatakan pada Savita “Ibu lalu mengapa kau mendiamkan aku?”.., maka katakan juga padanya (Roohi) untuk diam.., atau dengarkan saja dia berbicara!”.., bukankah Rajesh telah merawat Harsh dengan sangat baik dan tidak ada orang lain yang bisa untuk menandinginya!”. Nenek Harsh kesal dengan Vanndana berkata “Ini bukanlah waktunya untuk bertengkar dinatara kita, kita harus memikirkan bagaimana pernikahan itu bisa terjadi, semua orang harus berkumpul dan merencanakan sesuatu”. Shavita, Vanndana dan Roohi hanya terdiam, Shekar mengatakan “aku punya ide.., bairkan aku yang berbicara dengan Harsh.., nenek kau akan melihatnya.., aku pasti akan membuat semuanya menjadi normal, aku berjanji pada mu”. Roohi bertanya pada Shekar “benarkah?”.., bagaimana caranya?”. Shekar mengatakan pada Roohi “Apa yang kau katakan, Roohi?”.., beberapa momen dalam hidup adalah pengubah permainan, ikutlah dengan ku mari aku tunjukkan cara bagaimana mengubah permainan.., ayo sekarang kita pergi, percayalah pada ku”. Shavita, nenek harsh dan Vanndana hanya terdiam heran dengan apa yang Shekar katakan. Shekar dan Roohi pergi dan Harsh telah datang tanpa pengetahuan mereka dan mendengarkan semuanya. Nenek mengatakan pada Vanndana “tolong pikirkan Janki, bayangkan bagaimana perasaannya, gadis malang itu telah pergi dengan tenang dari sini, tapi disana dia pasti sedang menangis”.
Janki masih didalam kamarnya, Ia menangis sedih dan hanya terdiam. Diluar kelauarganya sedang membujuknya agar Janki membukakan pintu kamarnya dan meminta agar Janki mendengarkan Srivastav, janki mengurungkan dirinya untuk membuka pintu saat melihat Shekar datang berdiri di depan jendela dan Janki membukakan jendela, Shekar sangat senang dan tersenyum pada Janki dan menyapanya “Hallo Janki!”. Janki berbalik dan menghindari Shekar. Shekar mengatakan pada Janki “Aku tahu gadis itu telah membuat mu kesal dengan apa yang telah dia katakan tapi fakta. Kenyataannya kau masih belum melihat gambaran besarnya, janki ambilah keputusan setelah kau mendapatkan informasi tidak lengkap bukankah memang terlihat sedikit tidak adil?”.., “aku mendapatkan ini”. Shekar mencar sesuatu dan mendapatkannya, ia berkata pada Janki “aku mendapatkan surat ini, Harsh telah menulisnya”. Janki berbalik, Shekar mengatakan pada Janki tentang surat itu “inui berisi tentang sisi cerita yang sebenarnya.., silahkan ambil dan bacalah jika kau punya waktu luang dan kemudian kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan”. Janki mengambil surat itu saat Shekar memohon padanya.
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan – 13
Shekar (Saudara laki-laki Harsh) datang untuk menyerahkan surat pada Janki dan setelah membaca isi surat itu, Janki diyakinkan untuk tetap menikahi Harsh meskipun Tuan Srivastav menolaknya namun Janki memutuskan untuk tetap menikah dengan Harsh. Upacara pernikahan Harsh dan Janki mulai dilakukan namun kemudian tangan Harsh mulai gemertar dan bergewrak tidak normal dan semia orang terkejut, namun apakah Janki akan mengetahui fajtanya?”
Shekar datang menemui Janki melalui jendela kamarnya dan meyakinkan Janki bahwa ia telah mendapatkan surat dan Harsh yang telah menuliskan surat itu. Dengan berat hati dan ragu, Janki menatap Shekar. Shekar mengatakan pada Janki bahwa surat itu berisi tentang isi cerita sisi yang sebenarnya, Shekar meminta pada Janki gar mau mengambil surat itu dan membacanya lalu kemudian setelah itu Janki bisa melakukan apapun yang diinginkannya.
Janki mengambil surat itu dari tangan Shekar dan mulai membuka serta membacanya :”Janki mungkin kita tidak saling mengenal dan tidak punya alasan untuk saling percaya, tapi untuk bebrapa alasan aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari mu, nenek ku selalu mengatakan jika setiap hubungan didasarkan pada kepercayaan .., tapi apa yang sekarang terjadi hari ini”.., “Mungkin kau telah kehilangan kepercayaan pada ku setelah itu, sejujurnya ini bukanlah salah ku, Janki aku tidak melakukan kesalahan apapun .., aku tidak menyembunyikan apapun dari mu dan tidak akan pernah melakukannya, tapi jika kau ingin tetap menolak untuk menikah, aku tidak akan menghentikan mu dan menghormati keputusan mu”.., “Aku tidak pernah menyimpan dendam apapun pada mu”.
Janki berhayal tentang Harsh yang datang kehadpannya dan berbicara dengannya. Harsh berkata “aku akan mengatakan satu hal, meskipun aku ingin menikahi seorang gadis yang tulus mencintai ku.., dia pasti akan mempelajari semua fakta sebelum membuat keputusan, apapun yang telah kau dengar dialatar adalah kebenaran yang tidak lengkap. Faktanya adalah Shweta memang pacar ku, dulu kami bersama tapi sekarang tidak .., itu sama seperti kau dan juga Ashok, Ashok juga masalalu mu”.., Janki bagi ku kau adalah hadiah ku, aku punya banyak harapan dan juga impian, kupikir kita akan memulai hidup baru bersama ..” aku kira itu memang tidak ditakdirkan itulah sebabnya Shweta datang dan membuat keributanb tanpa mengetahui atau mendapatkan apapun .., kau telah rela untuk menyerahkan semuanya dan menghabiskan seluruh hidup mu bersama dengan ku”.., tapi dia (Shweta0 telah merusak keparcayaan mu, kepercayaan yang akan menjadi dasar dari hubungan kita, dia telah mengacaukannya, aku benar-benar minta maaf Janki .., aku tidak tahu harus berkata apa lagi untuk bisa meyakinkan mu.., dapatkah kau mendengar kebenaran tentang aku dan memberikan ku kesempatan?’..,”apakah kau masih memikirkan aku?”.., “kau tahu aku tidak melakukan keslahan apapun pada mu didalam hati mu.., jika memungkinkan biarkan ikatan yang indah ini, aku akan menunggu jawaban mu”. Janki tersadar dari khayalannya tentang Harsh, ia melihat sekelilingnya dan tersentak kaget saat tidak melihat Harsh memang ada bersama dengannya.
Dikamar Harsh, Harsh telah bersiap, ia tersadar ketika Roohi datang menemuinya dan memanggilnya saat membawakan tutup kepala untuk harsh. Roohi mengatakan pada Harsh “Tutup kepala pernikahan mu ini sangatlah indah, ini pasti akan terlihat lebih baik jika kau memakainya”. Roohi memakikannya di kepala harsh dan mengucapkan rasa terima kasih pada Harsh karena telah menuliskan surat untuk Janki dan beranggapan bahwa Janki harus mengetahui hal yang sebenarnya dan Roohi sangat yakin bahwa surat itu akan mempengaruhi Janki dan dia akan setuju untuk menikahinya.
Dengan hati yang gudah gulana, Janki dikuil. Ia berdoa dihadpaan patung dewi. Orak Janki begitu buntu dan tidak tahu harus apa yang diperbuat, apakah harus mendengarkan kata hatinya atau isi kepalanya. Janki menganggap bahwa hatinya telah memberitahu padanya tentang apapun yang telah Harsh katakan itu semua adalah benar dan ia merasa untuk mau mendengarkannya, ia bertanya-tanya apa yang harus dilakukan sementara dirinya terjebak dalam dilemma, dan yakin bahwa hanyalah dewi yang bisa mengelurkan dirinya dalam dilemma dan kebuntuannya. Ketika Janki memfokuskan dirinya untuk berdoa sekuntum bunga mitrir terjatuh tepat dikakinya dan Janki mengambilnya.
Ram Shatri terlihat sangat kesal pada semua anggota keluarganya dan berkata dengan sangat penuh dengan emosional “ sekarang siapa yang akan pergi untuk meyakinkan mereka, ataukah harus aku juga yang melaukakannya?”. Vanndana mengadu pada Ram “ ayah aku tidak berfikir jika merka akan kembali datang, mereka hampir mengatakan tidak dan pergi”. Vanndana mengatakan pada Savita “ibu mengapa kau hanya berdiri diam”..,”beritahu saja pada ayah jika mereka telah menghina mu saat mereka akan pergi”. Dengan sangat geram dan menunjukkan angkuh dan kesombongannya, dengan sangat murka Ram mengatakan dengan sangat lantang “ Mereka tidak memiliki status apapun untuk mengatakan tidak pada ku!”. Semua keluarganya tersentak kaget. Ram mengatakan “aku tidak terbiasa menerima jawbaan tidak, aku akan memastikan pernikahan ini akan tetap terjadi, entah itu aku sendiri yang akan membujuk mereka atau akan memaksa hal itu harus terjadi”. Nenek Harsh kesal dan menegur Ram Shastri “ Putra ku.., kau harus tetap tenang”.., “kemarahan tidak akan membantu justru itu akan memperburuk keadaan”. Ram membatah permintaan ibunya (Nenek Harsh” semuanya akan seleasi atau tidak.., “harsh akan tetap menikahi Janki dan hanyalah itu yang akan terjadi, dunia sudah tau begitu juga dengan pers.., “jika pernikahan tidak terjadi hari ini maka media akan lagi membuat berita palsu tentang harsh!”..,”aku tidak ingin tahu itu!”. Semua orang cemas, nenek Harsh melirik dan terkejut saat melihat tuan srivastav sedang berdiri dan memberi tahu tuan Rama Shastri. Ram melihatnya dan terkejut saat ayah Janki berjalan masuk dan semua keluarga Shastri tersentak kaget saat itu melihatnya.
Dihadapan keluarga Shastri, Srivastav mencakupkan kedua tangannya dihadpan Ram Shastri berkata “kalian semua begitu sangat terhormat dengan datang ke tempat kami untuk meminta dan melamar Janki.., tapi setelah apa yang terjadi hari ini, dengan rendah hati aku harus meminta maaf kepada mu”..,”Putri ku Janki tidak akan menikahi putra mu harsh”. Tuan Ram Shastri terkejut dan menatap tajam wajah Srivastav. Semua keluarga Shastri menjadi sangat kecewa, Srivastav meminta maaf kepada mereka semua. Srivastav dengan sangat sedih berbalik dan berjalan pergi, namun Ram Shastri menghentikan langkah kakinya. Nenek Harsh datang memanggil putranya “Rama putra ku “, semua keluarga Shastri datang menemui Ram dan Srivastav. Janki datang berkata “ayah”. Janki datang menemui mereka semua berkata “aku ingin meminta maaf pada kalian semua, atas nama seluruh keluarga, aku telah meninggalkan latar pernikahan secara tiba-tiba.., kami memang kesal aku telah memutuskan aku akan menikahi tuan Harsh”. Semua keluarga baik keluarga Shastri tersenyum senang mendengar hal itu dari Janki. Srivastav mengatakan pada Janki “Tapi sayang ku..”. janki mengatakan pada Srivastav “Ayah..”. janki mengajak Srivastav sedikit menjauh dan berkata “aku telah banyak berfikir tentang hal ini dan kemudian aku telah sampai pada keputusan ini”. Srivastav agak kecewa dengan Janki, Janki mencoba untuk meyakinkan ayahnya (Srivastav) “Ayah.., bukankah kau juga masa lalu?” saat kau menikah dengan ibu (Asha).., dia menerima maslalalu mu dan bersama dengan mu, lalu tidakkah menurut mu aku harus memebrikan Harsh satu kesempatan?”.., bukankah aku harus menerimanya dengan masalalu bersamanya, kan?”. Srivastav menolak keinginan Janki “Hal itu sangatlah berbeda”.., itu waktu yang terlalu awal”. Janki menyakinkan Srivasatv “Ayah, aku mengerti itu”.., “apakah kau inget tentang hal yang pernah kau katakan pada ku?”. Janki membawa surat Harsh dan menggenggam tangan ayahnya berkata “Ayah mengatakan bahwa aku harus mempecayai mu”.., hari ini aku melakukan hal itu”. Srivastav hanya terdiam namun ia menganggukkan kepalanya. Janki berterima kasih pada Shikar dan mengatakan bahwa ia telah berlajar tentang kebenaran darinya. Shikar menyambut Janki “selamat datang kembali, Janki!”. Vanndana terkejut. Sementara itu tanpa mereka ketahui, Harsh telah berdiri di balkon atas dan memperhatikan mereka dari kejauhan. Nenek Harsh memberkati Janki dengan penuh kasih sayang dan meminta Janki untuk berbahagia. Nenek Harsh datang menemui Asha berkata “Janki mu sangatlah berharga, kau telah membesarkannya dengan sangat baik!”.., kau telah membuatnya begitu masuk akal”.., Janki telah dibesarkan dengan sangat baik”
Savita meninmapi ibu mertuanya (nenek Harsh) “Ibu berkata benar, kami pasti telah melakukan sesuatu yang baik di kehidupan sebelumnya (masa lampau) dan itulah mengapa kami bisa menemukan mu”. ram Shastri tersenyum puas.
Dikamar Nisha mengemasi semua pakiannya kekoper, ia mengatakan pada Janki “Kau gadis yang paling sangat dramatis yang pernah aku lihat, pertama kau menerima pernikahan dan kemduian kau mengatakan tidak”.., Ayah ku yang malang!”.., dia beitu percaya diri untuk memberitahu pada tuan Ram Shastri abhwa jankinya yang idealis tidak akan pernah menjual uangnya, tapi kau punya”.., bahkan aku tidak mengerti setelah semua Drama ini dan setelah semua kebenaran terungkap, bagaimana kau bisa mengatakan ya untuk menikah?”.., “bukankah gadis itu telah mengatakan hal yang sebenarnya!”.., “bahkan aku sudah mencoba untuk memberitahu pada mu sejak lama Harsh Shastri sama sekali tidak tertarik dengan mu yang ingin dia lakukan hanyalah memanfaatkan mu”. janki meminta pada Nisha untuk menghentikan omong kosongnya. Nisha mengatakan “Hentikanlah, aku sangat mengerti bahwa kau tidak tertarik pada Hrash, kau hanya peduli pada uangnya”.., kemewahan, gaya hidup yang sangat mencolok dan pakian mahal .., itulah yang kau inginkan”.., “semua nilai dan juga cita-cita mu telah terjual habis hanya untuk uang Harsh Shastri .., Janki Srivastav telah menjual integritasnya untuk menkadi Janki Shastri”
Rajesh bertanya pada Pandit ji “Priset, apakah arahnya sudah tepat untuk pasangan?”. Pandit ji mengatakan “Iya”. Rajseh berkata “apakah kau telah mengatur semuanya dengan benar?”. Pandit ji juga mengiyakannya. Rajesh mengatakan pada Nithin “aku telah menyiapkan mobil yang akan digunakan setelah perpisahan dan kau bisa mengurus sisanya, aku akan menjemput Harsh dan kau membawa Janki”.
Seorang pria mengatakan pada wanitanya “Mantanya telah datang, meskipun begitu apakah pengantin wanita akan bersdia untuk datang?”. Seroang wanita menimpali “orang-orang ini sangat aneh!”.., mereka menghancurkan kehdiupan putri mereka hanya demi uang”. Nithin kesal mendnegar hal itu. Sang pria menjawab “disanalah orang akan memahami bahwa orang tua mereka sangatlah serakah, tapi kenapa gadis itu bisa setuju?”. Rajseh pun kesal mendengar hal itu. Wanitanya menjawab “dia baru saja putus”. Pria menjawab “Apa?”. Wanita mengatakan “Iya dengan rekan dikantor sekarang langsung ke bos”. Pria mengatakan “berbicara untuk pasngan yang dibuat untuk satu sama lain, tapi setiap orang punya urusannya masing-masing”. Wanita itu tertawa puas, Pria menunding “pernikahan ini palsu”. Nithin kesal menahan amarahnya.
Nisha mengatakan pada Janki “beritau pada ku tentang sesuatu, emngapa kau tidak menunjukkan sikap dari aspek ini dipernikahan ku?”..”dipernikahan ku cita-cita dan nilai-nilai mu ada ditempatnya, kau bahkan berhenti dari pekerjaan mu!”.., pernikahan ku hampir saja di batalkan, kau ingin sekali membuat keributan didepan umum”. Janki kesal dan memintanya untuk berbicara “Nisha, situasinya sangatlah berbeda.., teman ku dianiyaya, dia juga seorang perempuan jika kau tidak peduli dengan itu lalu siapa lagi?”.., “Semua hal itu, semua situasi itu dan keseriusannya lalu siapa lagi yang akan mendapatkannya?”. Nisha kesal mengatakan pada Janki “keseriusan?”.., apa yang kau seriuskan tentang hal itu, kak?”.., “aku sudah tahu semua tentang hal itu, Ashok serius dengan mu selama lima tahun.., lalu apa yang kau lakukan ?”..,”kau telah menendangnya!”.., kau membiarkan cinta mu pergi ke neraka hanya untuk kekayaan Harsh Shastri”. Janki berkata pada Nisha “Itu tidaklah benar”.., “Ashok yang telah menolak ku, dia yang telah memfitnah tentang reputasi ku". Nisha berkata bertambah sinis pada Janki “Tapi pada kenytataannya (faktanya) kau sangat ingin menjadi menantu tuan Ram Shastri dank au telah membungkuk/ menunduk begitu sangat rendah sehingga nilai-nilai, cita-cita mu dan juga integritas mu telah kau jual “.., dewa telah membuatkan pasangan yang baik saat dia telah menepatkan kalin untuk bersama-sama dan salah satunya super serakah.., dan yang lainnya penggoda debauch kelas satu!”. Janki berkata “Nisha?”.., “apakah kau sedang mendengarkan diri mu sendiri?”. Nisha mengatakan pada Janki “dimasa dapan nanti semua orang akan melihatnya”.., “kau pasti akan menikmati uangnya, sementara Harsh akan menikmati gadis-gadis lainnya”. Janki terkejut mendengar hal itu dari mulut Nisha. Nisha berkata “Harsh Shastri kau pria terburuk dan itu akan sama seperti diri mu!”. janki berkata “Cukup Nisha!”.
Nithin datang kehadapan pria dan wanita yang sejak tadi mengejek keluarganya berkata kepada mereka “Hentikan , ini semua sudah cukup, Jika kau memang memiliki masalah dengan pernikahan ini maka pergilah, jangan hanya duduk dan memakan gorengan dan membuat ku menjadi gila, semua orang datang untuk meberikan berkat di pesta pernikahan ini dan kalian melemparkan kotoran padanya!”.., kami snagat senang kau mengahdiri pernikahan ini, tapi sekarang kau bisa pergi”. Si wanita mengatakan hal yang lebih kasar pada Nithin dengan kasar “Kami juga tidak bisa menghadiri pernikahan orang-orang yang berpikiran kasar temtamg uang”.., ayolah pergi”. Roohi menghentikan mereka dan memanggil nama mereka “Priyanka!”.., “Ananad!”. Pria dan wanita itu menaruh makanan di atas meja dan bergegas pergi. Roohi bertanya pada Nithin “apa yang kau lakukan ?”.., mereka berdua adalah tamu kami”. Nithin mengatakan pada Roohi “Kau tahu apa?”.., kau dan kerabat mu sama satu lainnya”.., “mereka salah paham, mereka salah tingkah”.., Kakak ku tidak bertanggung jawab atas kecerobohan kakak mu Rajesh, sekarang seharusnya kau harus senang kakak ku setuju untuk pernikahan”.., “tapi bagaimana bisa kau memahami semua ini?”.., kau hanya menilai orang dari pakian dan juga pernampilan mereka.., selain itu kau hanya mencap mereka hanya sebagai seorang pelayan.., kalian semuanya sama”. Nithin kesal dan menendang bingkisan, Roohi hanya terdiam.
Janki berkata pada Nisha “Sejak lamaran pernikahan ku sudah ditetapkan , aku perhatikan kau selalu saja mengatakan sesuatu yang jahat terus-menerus.., tapi kau tidak tahu apa yang sebenarnya dan kau juga tidak tahu mengapa aku bisa mengatakan ya”.., yang kau pikirkan bahwa aku hanya meneyerah pada uang dan juga kemewahan untuk mengatakan ya”.., “Nisha, kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi!”.., dan saat kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi jadi lebih baik kau tidak berbicara”.., mulai sekarang kau tidak akan bisa berbicara dengan ku”. Janki berjalan pergi, namun Srivastavdan Asha telah berdiri di hadapan Janki. Nisha menundukkan kepalanya dan pergi.
Srivastav bertanya pada Janki “apakah kau memang ingin menikah?”. Asha protes dan berkata pada Srivastav “mengapa kau menanyakan pertanyaan yang sama terus-menerus?”.., Janki sudah menyetujui pernikahan!”. Srivastav mengatakan pada Janki “situasinya kini telah berbeda”, ketika saat aku yang meminta pada mu untuk mengatakan ya pada lamaran dan pertunangan ini.., “tapi sekarang dengan apa yang sudah terjadi hanya inilah yang bisa aku katakan pada mu, karena keputusan ini menyangkut tentang hidup mu”.., buatlah keputusan yang jelas dan pertimbangkanlah”.., jangan menyerah pada apa yang telah aku atau orang lain katakan karena kau tidak berada dalam tekanan apapun dari ku”.., “jadi katakanlah pada ku apakah kau ingin menikah?”. Janki hanya terdiam menatap srivastav (ayahnya). Srivastav mengulangi pertanyaannya pada Janki “Apakah kau ingin menikah?”. Asha terlihat sangat kesal dengan Srivastav, Janki mengatakan pada Srivastav “Ayah, ketika semua ini sudah terjadi pada mu, maka aku juga ragu”.., aku pikir aku sudah membuat kesalahan, tapi kemudian aku berfikir kembali apa yang akan terjadi jika aku memilih Ashok?”.., “bukankah ini keputusan ku?”.., dan ternyata juga salah”.., karena dia kau dan keluarga kita telah difitnah”. Janki menggenggam tangan Srivastav berkata “Kali ini aku tidak akan membiarkan kau di fitnah lagi, aku telah setuju untuk pernikahan ini, ayah.., aku akan menikah”. Asha tersenyum puas, Janki mengatakan pada Srivastav dan meyakinkannya “aku tidak akan melakukannya jika ada dibawah tekanan siapapun.., tuan Harsh sudah menjadi keputusan mu, keputusan dari seorang ayah tidak akan salah, itulah sebabnya keputusan mu sekarang juga akan menjadi keputusan ku”.., bahkan aku berfikir tuan Harsh akan menjadi pilihan terbaik untuk ku, dan ku pikir keputusan ini akan menjadi keputusan yang paling tepat dalam hidup ku”. Srivastav mengatakan “mudah-mudahan akan seperti itu”. Janki menangis memeluk ayahnya dan tersenyum.
Nithin menyaerahkan nampan dan mengatakan pada pandit ji “Ini untuk ritual Dhanbati dari keluarga gadis itu”. Nithin kebingungan berkata “dimanakah sepatu ku, barusan ada disini?”.., aku yakin seorang anak kecil telah mencurinya”. Nitihin melihat sepasang sepatu dan berguam “sepatu yang bersinar ini pasti milik Harsh”. Nithin memakainya bewrguam “sebelum ada yang mencurinya biarkan aku yang akan mencurinya”. Roohi datang dan menepuk punggungnya bertanya pada Nithin “Hei, apa yang sedang kau lakukan disini?”. Nithin menjawab “memakai sepatu”. Roohi mengatakan pada Nithin “Tapi itu sepatu Harsh”. Nithin mengatakan pada Roohi “sekarang aku yang telah memakinya, lalu apa yang bisa kau lakukan?”.., bukankah ritual untuk mencuri sepatu akan segera terjadi?”.., sekarang aku sedang melakukannya”.., jika kau menginginkan sepatu, maka kau harus membayarnya”. Roohi hanya tersenyum kesal.
Ditempat dimana Shweta telah di sekap, Shweta berusaha untuk melepaskan diri, ia menarik bingkai foto dan menghancurkan bingkai foto dengan kakinya, pecahan kaca besar di kakinya, ia meraih potongan kaca itu dengan tangannya yang terikat dan menggunakannya untuk memotong tali, Shweta berhasil untuk melepaskan diri dan membuka pintu gudang, ia berfikir tentang Ram Shastri “Biarkan aku melihat bagaimana kau akan menikahkan Harsh”. Shweta sangat marah.
Janki keluar sebagai pengantin didampingi Nisha dan Asha, dan Harsh telah duduk di altar pernikahan mereka. Janki duduk di samping Harsh, Janki mengatakan pada Hrash “aku telah menerima surat dari mu, terima kasih, pak karena kau telah meyakinkan aku”. Harsh hanya terdiam, ia membuka penutup wajahnya dan menatap Janki, dan saat Harsh akan mengatakan sesuatu pandit ji berkata “Ayah dan ibu pengantin wanita harus mengulurkan tangan untuk menyerahkan pengantin wanita”. Sementara itu Shweta sedang dalam perjalanannya untuk kembali mengacaukan pernikahan Janki dan Harsh, ia menutup wajahnya saat berpapasan dengan pengendara motor, Janki dan Harsh memulai ritual pernikahan mereka dan saling memasangkan rangkian bunga, semua orang terlihat sangat bahagia, Shweta masih dalam perjalanannya. Tangan Janki dan Hrash mulai disatukan oleh Srivastav (Ayah Janki). Janki terharu menatap wajah ayahnya, Srivastav hanya menganggukan kepala dan tersenyum. Shweta telah kembali kerumah keluarga Shastri, ia berusaha untuk masuk kedalam namun bersembunyi saat melihat petugas keamanan dan ia melihat celah balkon. Janki dan Harsh mulai memutari api suci pernikahan mereka berdua, Srivastav mulai melihat tangan Harsh mulai bergetar dan mencoba memberitahu Asha, Asha kesal dan menyembunyikan tangan Srivastav. Nithin bertanya “mengapa tangan Harsh bergetar?”. Semua keluarga Shastri tersentak kaget saat mendengar itu dari Nithin.
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan – 14
Pernikahan Harsh dan Janki akhirnya telah selesai setelah losos dari semua rintangan, selama acara seremoni Janki memasuki rumah dilakukan oleh Savuita, Janki bertanya tentang keberadaan Harsh pada keluarganya namun Roohi dengan cerdik menjawab dan melakukan Grih Praves sendirian karena laki-laki tidaklah diperlukan untuk melakukan ritual itu. Vanndana memberikan Sari ibu kandung untuk di pakai pada malam bulan madunya, ketika Janki memakai dan memasuki kamar, ia memeprhatikan Harsh sedang memakan biscuit dengan tingkah yang sangat aneh.
Pernikahan Jani dan Harsh masih sedang berlangsung, tangan Harsh mulai gemetaran keluarga Janki menyadari akan hal itu. Nithin bertanya-tanya “mengapa tangan Harsh gemetaran?” dan hal itu membuat semua keluarga Shastri tersentak kaget saat mendengarnya. Shikar mengalihkan rasa penasaran itu dengan guyonanannya berkata “Aku pikir kakak ku gugup, mengapa tidak?”..,sejauh ini dia hanya menjadi bos dan sekarang bos besar telah pulang”.., sekarang apa yang dia inginkan akan di lakukannya”.., perhatikan dengan baik aku yakin pasti kakinya juga gemeteran”. Janki memegangi tangan Harsh yang gemetar dan tersenyum, mereka melanjutkan ritual pernikahan sementara itu diluar Shweta sedang berusaha untuk masuk kerumah keluarga Shastri, ia berjalan perlahan dan memanjat tembok serta mengawasi beberapa orang petugas keamanan dan bergegas melompat turun dan kembali bersembunyi saat seorang petugas keamanan melihat kearahnya.
Harsh memakikan mangal sutra di leher Janki, Rajesh menerima panggilan ponsel dan bergegas pergi. Savita mengatakan pada Harsh “putra ku, oleskan vermilion / sindur di dahi Janki”. Vermilion berwarna merah muda dan Asha menghentikannya, semua keluarga Shastri kembali tersentak kaget, Asha mengatakan “warna vermilion harus berwarna merah tapi itu berwarna merah muda”. Semua keluarga Shastri menjadi panic, Asha mengatakan “aku hanyalah bercanda”.., lanjutkan saja ritualnya”. Semua keluarga Shatri tersenyum lega, Asha meminta pada Pandit ji untuk melanjutkan semua ritual. Savita menunjukkan dahi janki dan Harsh akan menmakiannya di dahi Janki, Shweta datang dan dengan cepat Rajseh telah membekap dan membiusnya serta membawanya bergegas pergi, dua orang petugas keamanan membawa Shweta pergi. Sindur di dahi janki telah di pakaikan oleh Harsh, Srivastav terlihat sangat bahagia dan bertepuk tangan. Ketika Janki akan mengusapkan hidung, tangan Harsh menyentuh hidung Janki dan membersihkannya. Asha mengatakan “birakanlah tuan harsh, merekata ada baiknya jika vermilion itu terumpah maka cinta di antara kedua pasangan akan tumbuh, pernikahan telah selasai sekarang kau sudah menikah.., kau telah terikat cinta untuk selamanya”. Semua orang bahagia dan bertepuk tangan, namun Nisha terlihat sangat tidak bahagia dan kesal. Janki dan Harsh meminta berkah pada kedua orang tua, Janki memeluk Srivastav dan menangis dipelukannya sebelum perpisahan mereka.
Srivastav telah mengemas barang dan menaikkannya di mobil, Asha bertanya pada suaminya “mengapa kita harus pergi begitu cepat?”.., bukankah kita bisa tinggal satu malam lagi disana ruangan ber ac”. Srivastav mengatakan pada Asha “orang lain tidak meminum air dirumah putri mereka, sementara kau masih ingin tinggal disini?”.., ayolah kita sudah terlambat”. Asha dan Srivastav menemui Janki, Asha memeluk Janki dan memintanya untuk menjaga mertuanya. Asha mengatakan pada Janki “Jika kau tidak melakukannya apa yang akan mereka katakan?”.., ibu mu tidak mengajari mu apapun”. Nithin menyembunyikan air matanya dan Janki datang menemuinya, Nithin mengusap air matanya dan berpaling dari Janki. Janki berkata pada Nithin “kau bukanlah actor yang baik, kau tidak bisa menyembunyikan air mata mu dari ku, jagalah diri mu, jaga juga ayah dan juga ibu”. Nithin mengangguk dan berkata pada Janki “jagalah juga diri mu, kami akan sangat merindukan diri mu”. nithin memberikan biscuit kesukaan Janki sebagai salam perpisahan mereka, Nithin dengan sedih mengatakan pada Janki “Cherry berry ini bukanlah apa-apa tanpa diri mu. kau akan menyimpannya.., sampai hari ini yang kami lakukan hanyalah meminta mu, tapi hari ini aku ingin memberikan sesuatu.., sebuah janji”.., “aku berjanji akan menjadi adik / saudara yang bertanggung jawab, aku akan menjaga ayah dan ibu dan juga semua orang, apakah kau ingat dengan semua janki mu?”.., jika kau membutuhkan sesuatu kau akan selalu memikirkan aku, kak kau akan melakukannya, kan?”. Janki menganggukkan kepalanya dan memeluk Nithin. Roohi mengatakan “Hai adiknya Janki, kami pasti akan merawatnya, aku tidak akan membiarkannya mempunyai masalah”. Nithin tersenyum dan berterima kasih pada Roohi “Terima kasih.., aku akan mengembalikan sepatu harsh sekarang token mu telah jatuh tempo”. Roohi mengatakan pada Nithin dan memulai perdebatan mereka “apakah kau ingat kau yang telah mengacaukan pakian mu, aku telah menggunakan uang itu untuk mendraycleaningnya dan skor itu impas”. Nithin hanya tersenyum, nenek harsh mengatakan “Roohi, hentikan bicara omong kosong, birakan perpisahan ini dimulai”. Rooho tersenyum dan kembali pada keluarganya. Janki berjalan kembali menemui Srivastav, Srivastav meminta agar Janki menjaga dirinya dan juga keluarga barunya, Janki meminta pada ayahnya untuk menjaga dirinya sendiri, karena Janki sangat menghawatirkan ayahnya dan Janki yakin bahwa ayahnya tidak akan lagi mendapatkan masalah karena dirinya. Srivastav mengatakan pada Janki “Tidak Janki.., putri seperti diri mu tidak pernah menyusahkan keluarganya, bahkan dia telah mengusir maslah mereka”.., aku sangat bangga pada mu.., kau telah merawat keluarga ku dan dengan keluarga yang sama jagalah keluarga baru mu, selamat atas kehdiupan baru mu”. janki menangis memeluk ayahnya, Srivastav mengatakan pada Janki yang masih memeluknya “sekarang agar kau tidak lagi memiliki masalah”. Nenek Harsh mengatakan dan meyakinkan Srivastav “dengarlah dan percayalah pada kami, kami tidak akan pernah memberikan Janki menderita, kami akan memperlakukannya dengan hati-hati, aku berjanji pada mu”. janki dankeluarganya saling berpelukan sebelum berpisah. Srivastav dan keluarganya naik ke mobil dan Janki menangis sedih, nenek Hasrh meguatkan Janki.
Savita melakukan tilak pada Janki dan mempersilahkannya masuk kedalam rumah mereka. Savita menjelaskan pada Janki “ini ritual untuk masuk kedalam rumah, ayo silahkan masuk”. Janki ragu dan melihat sekelilingnya, Nenek Harsh bertanya “ Ada apa Janki, apa yang sedang kau pikirkan ayolah masuk”. Janki bertanya “diamanakah pak harsh?”.., aku tidak melihat dia.., aku pikir dia aka nada bersama dengan ku untuk melakukan ritual ini, bukankah ini pernting?”. Savita terlihat kesal dan nenek hanya terdiam, Vanndana tersenyum puas. Roohi mengatakan pada Janki “Ya tapi bukankah pernikahannya berlangsung disini kan?”.., jadi itulah sebabnya dia tidak diperlukan untuk melakukan ritual ini, hanya wanita yang melakukan ritual ini disini.., kami tidak membutuhkan laki-laki, betulkah itu?”.., masuklah!”. Janki mulai melangkah masuk dan keluarga harsh mendampinginya.
Sementara itu Harsh sedang melukis, Ram Shastri / ayahnya datang bersma dengan Shikar. Ram mengatakan pada harsh “Harsh!”. Ram mengambil kanvas baru dan berkata “kau akan memulai hidup baru hari ini, jadi aku ingin kau menggambar sesuatu yang baru dikanvas ini dengan menggunakan warna-warna yang segar”.., Harsh, lupakanlah masa lalu, kau harus memulai hidup baru.., pernikahan ini adalah kesempatan untuk memulai hidup baru, Janki telah meninggalkan semua yang dia miliki untuk datang kerumah ini untuk mu, jadi ini tugas mu untuk selalu membuatnya bahagia, aku harap kau tidak akan pernah menganggunya, kau tidak melakukannya, kan?”.
Roohi bertanya pada Janki “Siapa yang kau cari?”.., “apakah kau masih mencari Harsh?”..,”Kau pasti akan menemukannya, jadi bersabarlah”. Nenek Harsh menegur Roohi “Hentikan Roohi, kau jangan terlalu banyak menggodanya”. Roohi hanya tersenyum. Nenek Harsh berkata pada Janki “Kau pasti lelah, beristirahatlah”. Nenek meminta pada Roohi untuk mengantarkan Janki kekamarnya, Roohi setuju dengan hal itu. Janki masih ragu dan bertanya pada Nenek Harsh “Tapi ritual cincin telah tertunda”. Nenek dan Savita terkejut. Janki mengatakan “Setelah pengantin masuk kerumah, maka ritual cincin akan berlangsung dan kemudian kami memasuki ruangan bersama”. Vanndana kesal dan bertanya pada Janki”Maaf ritual apa itu?”. Janki menjawab “ Ritual cincin”. Vannadana mengatakan pada Janki dengan sinis “ Kami tidak melakukan ritual kuno itu, keluarga iti benar-benar tidak berfikir bahwa mereka memang benar-benar cocok dengan setatus kami, standar yang sangat rendah .., jadi aku juga tidak berfikir ritual seperti itu akan terjadi”. Savita hanya diam. Roohi menimpali dan berkata pada Janki “pada kenyataannya (faktanya) Harsh pengusaha yang mapan dan itu akan sama buruknya dengan permainan dan sebagainya..”dan itulah sebabnya kami tidak melakukannya”. Nenek Harsh kembali meneggur Roohi “bisakah kau berhenti untuk berbicara?”. Roohi mengatakan pada Janki “birakan aku membawa mu kekamar mu”. Roohi membawa Janki kekamarnya dan menaiki anak tangga, Vanndana dengan sinis berfikir “ Itulah dia, dalam bebrapa waktu keluarga Shastri akan mengalami ledakan “. Vannadana tersenyum puas.
Shikar dan Roohi mengajak Janki kekamar pengantin dan menyambut janki “Selamat datang Janki”. Mereka berdua mengajak Janki masuk. Shikar berkata “kejutan”.., “aku yang telah mendekorasi kamar mu”. janki berterimakasih “ Ini hadiah pernikahan ku?”.., terima kasih”.
Shikar berkata pada Janki “seharusnya aku yang berterima kasih karena kau telah membaca surat itu dan memahaminya, kemudian kau setuju untuk menikah dengan Harsh, terima kasih dan aku salut dengan mu sejuta kali.
Roohi mengatakan pada Janki saat ia mengambil ponselnya “Hari ini aku akan mengambil ponsel mu, jadi kau tidak akan di ganggu pada malam pernikahan mu”. Roohi mengajak Shikar untuk pergi “Ayolah atau aku akan membawa mu pergi seperti ponsel Janki”. Shikar berkata pada Janki saat Roohi mengajaknya keluar “ Sepetinya Roohi akan membawa aku pergi!”. Sebelum pergi dan menutup pintu, shikar mengatakan pada Janki “ aku akan memberikan mu saran / tip lainnya .., kau tidak akan pernah kehilangan Nithin dalam keluarga ini, karena aku”.., “ Jika kau butuh sesuatu pikirkan saja aku, aku pasti aka nada disini untuk membantu mu”. shikar mengucapkan selamat tinggal pada Janki dan menutup pintu kamarnya.
Janki mulai mengeluarkan barang-barang dikopernya dan mengambil beberapa bingaki foto dan menyentuh foto ibu kandungnya, ia berfikir “ ibu aku tidak akan bisa memulai hidup baru ku tanpa restu dari mu, aku tahu kau akan selalu bersama dengan ku”. Janki melihat foto Srivasatav bersama dengan ibu tirinya Asha dan kedua adiknya Nithin dan nisha lalu membereskan barang-barangnya dan memegang biskut pemerian Nithin. Janki membayangkan ketika Harsh datang menemuinya dan membuka pintu kamar mereka, Harsh mengatakan pada Janki”Bolehkah aku masuk?”. Janki tersenyum dan menganggukan kepalanya, dalam lamunan Janki Harsh berjalan masuk menatap setiap sudut kamar mereka dan berkata “ ini dihias dengan baik”. Janki sangat gugup kala itu, Harsh mengatakan pada Janki “ Maaf aku tidak meminta mu untuk duduk, datanglah kemari”. Janki menghampiti Harsh dan menerima uluran tangannya, ia duduk di atas ranjang dan berhadapan dengan Harsh. Janki hanya terdiam menatap Harsh yang ada didekatnya dalam lamunannya, Harsh berkata padanya “Apakah kau gerogi?” dan kemudian Harsh berterima kasih padanya.
Janki terbuai akan Khayalannya, Harsh mengatakan pada Janki “Kau telah memberikan aku kesempatan”. Janki mengatakan “mengapa kau berterima kasih pada ku?”.., seharusnya akulah yang berterima kasih, kau telah memberikan aku surat itu atau jika tidak aku pasti akan salah paham dengan mu”. Harsh mengatakan “Ini sangatlah aneh, aku tidak bisa menghadiri salah satu acara pernikahan kita.., aku sangat sibuk”. Harsh bertanya Janki “ Apakah kau marah?”. Janki hanya terdiam, Harsh mengatakan pada Janki “Janki aku harap kau bisa mengerti bahwa kita sedang kembali dalam hubungan yang akan menipu kita berdua, kita berdua tidak siap secara emosional untuk menikah, meski ingin memulai hidup yang baru, kita tidak bisa memulai hidup ini sebagai pasangan suami istri, tapi kita bisa memulainya menjadu teman.., siapa tahu itu akan menumbuhkan rasa cinta”. Harsh mengulurkan tangannya berkata pada Janki “Maukah kau menjadi teman ku?”. Janki meletakkan tangannya di atas dan tersenyum, Harsh tersenyum menatap Janki, seketika Janki pun tersadar dari hayalan dan lamunannya tentang Harsh yang mau datang untuk menemuinya, ia bingung dan melihat kesekeliling kamar lalu Vanndana datang membuka pintu kamarnya, dengan sinis berkata pada Janki “Siapa yang sedang kau cari?”. Janki menjawab “ Pak Harsh tadi ada disini”. Vanndana berkata “ Apa dia sudah datang kesini?”..,”Harsh ada bersama dengan ayah”. Janki hanya terdiam dan masih melamun dan kemudian Vanndana menyadarkannya, Vanndana berkata “Apa itu?”.., “apa yang sedang kau pikirkan?”..,”aku rasa kau mulai tidak bisa hidup tanpa Harsh walapun itu hanya untuk sesaat, kan?”. Janki menyangkalnya “Tidak.., tidak seperti itu”. Vanndana mengatakan pada Janki “Bolehkah aku masuk atau kita hanya berbicara disini saja?”. Janki menjawab “ Tidak!”.., silahkan masuk”.
Vanndana melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Janki, ia mengambil foto ibu kandung Janki dan bertanya "Jadi“ini ibu kandung mu”. janki menganggukan kepalanya. Vanndana mengatakan pada Janki “Jadi kau ingin sekali memakai sari pusaka untuk pernikahan mu”. janki menjawab “iya” vanndana mengatakan pada Janki “Sayangnya kau tidak bisa memakainya”. Janki mengatakan pada Vanndana “Setiap keluarga punya caranya masing-masing”. Vanndana berkata pada Janki “Kau benar.., terkadang tradisi ibu mertua tampak seperti belenggu, dan kau harus tahu cara untuk mengendalikannya.., itu saja”.., “aku telah belajar bertahun-tahun sejak ada disini, sekarang aku juga akan mengajari mu, kau adik ipar ku”. Janki tersenyum. Vanndana mengatakan pada Janki “ Maafkan aku, sebenarnya pernikahan itu terlalu tergesa-gesa, kita berdua tidak punya kesmepatan uintuk saling mengenal, jika saja aku punya ide maka aku pasti yang akan membuat semua persiapannya.., “tapi kau tidak perlu kahwatir sekarang aku yang akan menjelaskannya pada mu apa yang harus dilakukan”..,”Bagaimana mendapatkan apa yang kau inginkan tanpa menyakiti siapapun itulah sesuatu yang ingin aku katakan pada mu dalam waktu yang singkat!”, janki tersenyum.
Vanndana mengatakan pada Janki “Oh!”.., “ada kejutan untuk mu”. vanndana mengeluarkan sari merah dan berkata pada Janki “Bukankah ini sari yang kau ingin pakai?” janki mengangguk. Vanndnaa berkata pada Janki “aku tidak bisa menlawan tardisi keluarga ini, tapi aku akan mengatakan bahwa akau akan selalu ada untuk membantu mu, sekarang pakialah “. Janki ragu berkata pada Vanndana “Tapi bagaimana dengan ibu?”. Vanndana mengatakan pada Janki “kau bisa memakai sari dari ibu mertua dipseta pernikahan, tapi mala mini malam pernikahan mu, kau bisa melakukan apa yang kau inginkan untuk malam pernikahan mu”. janki mengangguk, Vanndana mengatakan pada Janki dan meyakinkannya “Kau akan memulai hidup baru mu”, ini malam pertama mu”..”mala mini kau harus melakukan apa yang hati mu inginkan”. Vanndana tersenyum dan Janki berterima kasih padanya. Ketika Janki ingin meminta berkahnya, vanndana menolaknya berkata “Jangan lakukan apapun, aku bilang tidak, kan?”.., bukankah kita bisa berpelukan?”. Janki memeluk Vanndana, Vanndana berfikir “bersiaplah Janki untuk ledakan”. Vanndana tersenyum puas, ia melepas pelukan dari Janki dan mengatakan “Bolehkah aku pergi ataukah aku harus menggantungkan sari itu untuk mu”. janki menolaknya, Vannada mengatakan “semua yang terbaik” dan kemudian pergi meinggalkan Janki sendirian.
Dalam perjalanan tuan Srivastav, Nithin mengatakan pada tuan Srivastav “ayah aku tidak memiliki perasaan yang baik.., maksud ku bahakan Harsh tidak menghabiskan waktu bersama dengan kita, apakah kita telah melakukan semuanya dengan benar?”. Srivastav menjawab “aku juga sedang bertanya-tanya tentang hal itu”. Asha kesal mengatakan “bolehkah aku menagtakan sesuatu?”.., “berfikir terlalu banyak akan membuat hal-hal yang terbaik tampak kurang sempurna dan kalian berdia sedang mengalaminya.., gadis itu membuat kekacuan tentang Harsh dan itu sangat menghancurkan, setelah itu apa yang bisa Harsh lakukan?”..,”dia pasti merasa bersalah”. Nithin mengatakan pada Asga “Ibu, itu hanyalah rasa bersalah”. Nithin mengatakan “Ya, itulah yang aku maksud!”.., “biarkan saja dia”..,”kita harus tetap memikirkan Janki”. Srivastav mengatakan “bUkankah aku memang harus berbicara dengannya, kan?”. Asha setuju, Srivastav meminta ponselanya pada Nithin. Nithin mengatakan bahwa ponsel ayahnya tidak ada padanya. Srivastav mengingat bahwa ponselnya pasti ketinggalan dikaskus.
Srivastav meminta pada supir untuk kembali kerumah Shastri karena telah meninggalkan posnelnya, supir setuju. Shikar mengatakan pada Harsh “kau jangan takut, jangan kahwatir”.., kau akan masuk dan semuanya akan baik-baik saja, Harsh masuk kekamar dan tersenyum saat menyentuh hiasan dan kemudian melihat foto ibu kandung janki, sementara itu Janki sedang bersiap untuk memakai sari merah dan berdandan, Harsh melihat biskut cerry berry janki, Janki keluar setelah selasai merias dirinya, ia melihat Harsh dan mengatakan pada Harsh bahwa itu adalah biskuti Cerry berry dan adiknya yang telah memberikan padanya, dan biskuit itu adalah makanan favoritnya, Janki bertanya pada Harsh “apakah kau menyukainya?”. Harsh hanya terdiam dan menikmati biskuit itu, Janki mengatakan pada Harsh “Maksud ku.., kami berdua menyukai biskuit yang sama”. Tidak ada resepon dari Harsh dan Janki memperhatikan tingkah Harsh yang aneh saat memakan biskuit cerry berry.
Prem Bhandan
PENULIS NASKAH DAN INTERPETASI
SINOPSIS BY
MADE TITIS MAERANI, SPd
DANGAL TV CHENNEL
Episode Lengkap Prem Bandhan – 15
Saat dalam kepanikan dan ketakutan yang berat, Harsh Shastri melakukan serangan pada Janki yang mengenakan Sari berwarna merah. Harsh dengan membabi buta menyerang dan mencekik Janki hingga Janki tidak berdaya, Keluarga Harsh bergegas datang untuk menyelamatkan dan memisahkan Janki dari Harsh dan pada akhirnya Janki mengetahui keadaan harsh yang sebenarnya, ia mendesak pada ayah mertuanya (Ram Shastri) untuk membairkannya pergi, namun keinginannya ditolak. Ram Shasti meminta pada anak buahnya untuk mengawai Harsh dalam keadaan apapun.
Janki keluar dari kamar ganti setelah selasai mengganti pakaiannya, ia melihat Harsh sedang berjongkok membuka biskuit pemberian dari adiknya (Nithin). Janki memberitahu pada Harsh bahwa itu adalah biskuit kesukaannya adalah Cherru berry pemberian dari adik laki-lakinya bertanya pada Harsh “Apakah rasanya enak?” namun tidak ada tanggapan apapun dari Harsh. Janki mengatakan pada Harsh. Janki menjelaskan bahwa dirinya dan juga adiknya sangat menyukai biskuit Cherry berry. Harsh hanya diam dan bertingkah aneh saat memakannya, Janki mendekatinya, Harsh nyengir dan menawarkan biskuit namun sekitika wajahnya berubah saat melihat Janki mengenakan Sari merah, sektika itu juga sikap Harsh yang tenang menjadi berubah dan berlari mudur menjauhi Janki, Janki mencoba untuk mendekati Harsh yang ketakutan dan bertanya padanya “ Ada apa?”. Harsh berlari semakin menjauh.
Dikuil dengan cemas Nenek berdoa di kuil pada dewa Rama agar segalanya berjalan dengan baik, saat itu Vanndana datang melihat rasa cemas Savita dan nenek Harsh, ia menyeringai dan memperhatikan mereka. Savita mengatakan pada nenek Harsh “ Haruskah kita berdua pergi kea atas?”. Nenek Harsh menolak Savita berkata “ Tidak, dewa pasti akan membuat segalanya baik-baik saja”. Savita berkata bahawa dia tetap merasa Khawatir dan bertanya pada nenek “bagaimana jika terjadi sesuatu yang salah”. Nenek meyakinkan savita bahwa tidak akan ada yang terjadi, segalanya akan baik-baik saja. Vanndana tersenyum puas dan berdiri di anak tangga.
Kembali pada Harsh dan Janki. Janki bertanya pada Harsh tentang sikap anehnya “ Apa itu?”..,” apakah aku telah mengatakan sesuatu yang salah?”.., “apa yang terjadi dengan mu?”..,”apakah kau baik-baik saja?”..,”dengarkan aku!”. Harsh semakin merasa terdesak dan samakin terpokok, Janki tetap memcoba untuk menenangkan Harsh yang semakin menggila “ Dengarkan aku, aku tidak akan melakukan sesuatu pada mu!”. Harsh semakin ketkutan dan emosinya mulai tidak terkontrol, ia menjatuhkan kursi dan semua barang. Janki berkata pada Harsh “ Apakah aku telah melakukan sesuatu yang telah membuat mu kesal?”.., “aku tidak ingin mengatakan sesuatu yang salah.., aku hanya..”. Harsh terus berlari menjauhi janki dan naik ke ranjang ia melemparkan selimut pada Janki dan terus menyerangnya, Janki bertanya “apa yang kau lakukan?”
Dalam situasi paniknya Harsh bertanya pada Janki “ Mengapa kau melakukannya?”.., “mengapa kau memakai sari merah?”. Janki kebingungan menatap sarinya “sari warna merah?”. Hars terus bertanya dan mendesak pada Janki” Siapa yang sudah menyuruh mu untuk memakainya?”. Janki semakin ketakutan dan kemudian Harsh datang dan menyerang serta mencekik Janki hingga tak berdaya dan tergeletak di lantai, janki semakin kesulitan untuk bernafas dan berusaha melepaskan diri dari Harsh yang telah menyerangnya semakin membabi buta, Janki meraih gelas yang ada didekatnya dan melemparkannya tepat memecahkan jendela kamar, Nenek Harsh meminta agar Ram Shastri segera datang, nenek Harsh dan Savita terkejut dan bergegas naik namun Vannndana masih tersenyum puas menikmati kekacauan malam pernikahan antara Janki dan Harsh. Saat hujan deras, Keluarga Janki kembali kepenginapan untuk mencari ponsel Srivastav yang hilang.
Janki berteriak “Tolong!”.., selaamatkan aku”. Keluarga Harsh telah datang dan bergegas memisahkan Harsh dari Janki. Ram, dan kedua anaknya (Rajesh dan Shikhar) memisahkan Harsh yang mengamuk dari Janki sementara Savita, nenek dan yang lainnya menolong Janki yang ketakutan karena mendapatkan serangan yang tidak terduga dari Harsh, Janki menangis menunjuk kearah Harsh yang tertahan oleh Ram dan kedua saudara laki-lakinya, nenek meminta pada Harsh untuk tenang namun Harsh berkata “ Itu bukanlah salah ku!”..”Birakan aku pergi!”..,”biarkanlah aku pergi, itu bukanlah salah ku!”. Ram dan kedua putranya berusaha untuk mengendalikan Harsh dan mengamukm dan berusaha untuk membawanya keluar. Roohi berlari keluar. Ram meminta pada kedua putraya yang lain untuk membawa Harsh pergi dan dengan kesal bertanya pada Janki “Mengapa kau memakai sari merah itu?”. Janki menangis dan kebingungan, sektika wajah Vanndana berubah menjadi tegang. Ram meminta agar kedua putranya membawa Harsh untuk pergi. Roohi datang membawaan air minun dan Janki meminumnya, nenek Harsh mencoba untuk menengkan Janki yang masih ketakutan”Tidak aka nada yang terjadi pada mu, bukankah aku ada disini?”. Kedua putra Ram membawa Harsh pergi, Savita memberikan kode pada Vanndana, Vanndana bergegsa berlari keluar dan Shikar masuk langsung menutup pintu, Shikar beryanya pada Janki “ Janki apakah semuanya baik-baik saja?”. Savita mengatakan “Ya, janki baik-baik saja, kau pergilah”. Janki bertanya pada nenek Harsh “mengapa Harsh melakukan ini pada ku, nenek?”.., “katakan pada ku.., mengapa dia melakukannya?”. Savita mengajak janki untuk bangun.
Srivastav kembali kerumah keluarga Shastri untuk mencari poneslnya, sementara itu putranya Nithin terus mencari dan menghubungi nomor milik ayahnya, Srivastav mengatakan pada pelayan bahwa ia telah kehilangan ponselnya dan meminta pada pelayan untuk mencarinya dan mungkin saja pelayan itu akan menemukannya. Srivastav berguam dan bertanya pada dirinya sendiri “diamanakah aku menyimpannya?”. Asha mengatakan pada Srivastav untuk pergi sekali saja namun Nitihin masih berusaha untuk menghubungi ponel ayahnya dan berkata pada ayahnya (Srivastav) bahwa ia akan terus mencoba untuk menghuubungin nomornya tapi ia tetap saja tidak berhasil dan berkata bahwa dia akan mencobanya sekali lagi. Asha setuju dengan Nithin dan meminta untuk melanjutkannya.
Asha mengatakan pada suaminya (Tuan srivastav) bahwa mereka tidak akan terlalu keberatan dan ini belumlah terlalu lama, Asha meminta agar Srivastav pergi bersama dengannya kerumah Shastri karena menurutnya bebeapa Ritual untuk Janki sedang berlangsung. Srivastav menolak ajakan Asha dan memintannya untuk diam dan berkata bahwa ini adalah rumahnya menantu perempuan dan mereka telah cukup sangat lama untuk tinggal disana, dan Srivastav tidak ingin merepotkan keluarga Shastri lagi dan ia hanya ingin mencari ponselnya dan segera pergi dari rumah itu, Srivastav yakin bahwa ponselnya ketinggalan diatas, ketika Asha mencoba untuk bicara dengannya Srivastav tidak peduli dengannya dan ia berjalan masuk kedalam, Nithin dan pelayan masih mencari ponsel itu diruang tamu dan setiap sudut ruangan itu.
Asha berdoa dihadapan dewi durga “Lakukanlah sesuatu, agar akau bisa pergi kedalam rumah keluarga Shastri (mereka)”. Sementara itu Ram Shastri dan putranya Rajesh Shastri berusaha untuk menengkan Harsh yang masih saja mengamuk dan berutal, Ram terlihat sangat kesal dan berteriak lantang “Dimanakah minuman Harsh?”. Rajeseh sekuat tenaga menahan tubuh Harsh dan Ram memerintahkaan agar sesorang datang membawakan minuman Harsh daN Vanndana datang membawakan segelas susu dan memberikan pada Hrash namun harsh terus berteriak bahwa itu berwarna mewah dan Harsh menolak untuk meminumnya. Harsh berkata “Aku tidak akan meminumnya!”. Vanndana berkata “Harsh tolonglah minum obatnya, tenanglah!”. Harsh tetap menolak untuk meminumnya. Ram naik pitam dan mengambil tongkat dan berteriak dalam kemarahannya, sehingga membuat Harsh ketakutan “Tidak!”. Ram berteriak dan meminta pada Harsh untuk diam.
Srivastav naik dan kekamar saat dirinya menginap dan menemukan ponselnya tergeletak di atas meja dan tumpukan kado janki, srivastav mengatakan dan menunjukkan ponselnya “dengarkanlah, aku sudah menemukannya, mari sekarang kita pulang”. Asha mengatakan pada Nithin “Ayah mu telah menemukan ponselnya.., ayolah kita pergi sekali saja”. Nithi mengatakan pada Asha “Ibu, kita sudah terlambat” dan srivastav juga menolak permintaan istrinya Asha berkata “sepertinya ini tidaklah benar”.
Dengan tegas dan emosi Ram Shastri mengatakan pada Harsh yang masih mengamuk “ Minum dan tenanglah!”. Rajes dan Vanndana juga meminta pada Harsh “Tolong minumlah!”. Harsh meminumnya dan kemudian ia setengah sadar. Ram mengatakan pada Rajesh dan Vanndana agar membiarkannya tertidur dengan nyaman, dalam keadaam setemgah sadar Harsah mengamuk dan melemparkan gelas sehinggan memecahakan kaca jendela sementara itu Srivastav dan Asha serta Nithin tersentak kaget saat mendengar suara kaca jendela yang pecah. Nithin bertanya-tanya “suara apakah itu?” dan berkata pada ayahnya Srivastav “ Ayah, kita harus memerikasanya sepertinya ada sesuatu yang nampaknya salah/ tidak berses untuk kita.., “ayah aku akan melihatnya apakah kakak baik-baik saja”. Nithin bergegas pergi, Srivastav mengatakan pada Nithin Dengakanlah aku..”. namun Asha meminta pada Srivastav “Ayolah kita melihatnya”. Srivastav menolak”Tapi kita tidak bisa masuk kedalam rumah itu”.
Vanndana memeluk tubuh Harsh dan Harsh saat itu sedang tidak sadarkan diri. Rajesh dan Vanndana membaringkan tubuhnya . sementara itu, nenek dan Savita masih menengkan Janki yang masih Syhok karena mendapatkan serangan dari Harsh (Suaminya), Savita mengatakan pada Jankui “Tenaglah jangan menangis seperti itu, aku tau bahwa apa yang telah terjadi salah, tapi kau juga harus memahaminya, Harsh tidak ingin membunuh mu, dia tidak punya masalah dengan mu, Harsh hanya punya masalah dengan warna mereah, itulah sebabnya aku katakan pada mu untuk tidak memakai sari merah.., dan saat Harsh melihat warna merah dia mulai menjadi tidak terkendali dan kemudian dia (Harsh) berperilaku seperti itu”. Janki bertanya-tanya “Tapi kenapa?”. Nenek Harsh mengatakan bahwa Harsh takut dengan warna merah”. Janki sedih dan menatap nenek Harsh, nenek Harsh mengatakan “ketika Harsh melihat warna merah, Harsh keheilangan kesembangan mentalnya”. Janki terekjut berkata “Apa?”. Janki menyangkalnya berkata “Tapi Harsh tampak terlohat normal selama Video call, lalu bagaimana inoi bisa terjadi tiba-tiba?”. Savita mengatakan pada Janki bahwa Harsh telah mengalami kecelakaan dan setelah kecelakaan itu Harsh menjadi seperti itu (terganggu secara mental). Janki bertambah bingung berkata pada nenek dan ibu mertuanya (Savita) “aku ingin pulang kerumah”. Nenek Harsh mengatakan pada Janki bahwa dia berada dirumahnya sendiri. Janki tetap bersih keras bahwa ia ingin kembali pada ayahnya, namun nenek dan Savita menolak keinginan Janki “Tidak”. Savite mengatkan pada Janki “kau tidak bisa pergi ke ayah mu”.., dengarkan tidak ada seorang pun yang harsu tahu tetang hal ini, keluarga mu tidak boleh tahu tentang hal ini”. Janki mengatakan pada Savita dan meyakinkannya bahwa ia tidak akan memberitahu kepada siapapun dan Janki hanya menginginkan pulang kerumah ayahnya (Srivastav), Janki memohon pada Savita, namun Savita berkata pada Janki agar dirinya mencoba untuk mengerti.
Srivastav datang dan bertanya “apakah semuanya baik-baik saja?”. Savita tersentak kaget. Srivastav berkata “Maaf kami mendengar suara ada sesuatu benda yang terjatuh, sehingga kami datang kesini”. Savita bergegas keluar bersama nenek Harsh dan menemui tuan Srivasta dan meninggalkan Janki sendirian di kamarnya. Asha memohon maaf pada Tuan Ram Shastri dan Rajseh yang datang menemui mereka diaula rumah mereka, Asha mengatakan pada tuan Ram bahwa ia tidak bermaksud untuk menganggunya. Srivastav menjelaskan bahwa ia hanya datang untuk mengambil ponselnya yang tertinggal dan Srivastav mengaku bahwa ia telah berhasil menemukan ponselnya dan akan segera pergi dari rumah mereka, sementara itu Savita dan nenek Hrash melihat dari kejuhan dan kemudian Srivastav mengajak Asha untuk bergegas pergi dari rumah Shatri.
Asha mengatakan pada Ram Shatri bahwa sebenarnya mereka telah berfikir jika ritual seharusnya berlangsung dan karanea itulah mereka datang kembali. Ram Shastri bersuaha untuk besikap tenang berkata bahwa anak-anak telah masuk ke kamar. Nithin terkejut dan bertanya “begitu cepat?”. Tuan Ram terkejut dan menatap Nithin dengan kesal, Asha mengatakan tentang maksudnya bahawa mereka melakukan ritual pernikahan sepanjang malam dimana disana ada kesenangan dan juga permainan dan itulah sebabnya Nithin bertanya mengapa begitu cepat/ awal. Janki mengusap air matanya, ia bangkit dan berlari untuk mencari ayahnya, namun sesorang menarik Janki dan kemudian semua orang di ruang tamu tersentak kaget dan Ram Shatri bertanya “Ada apa Rajesh?”. Nithin bertanya pada Asha “Ibu itu..”. nenek dan Savita keluar dan memberi salam pada keluarga Janki. Nenek bertanya “apakah ada masalah?”. Ram Shastri mengatakan pada nenek Harsh (ibunya) bahwa mereka telah melupakan ponselnya. Ramh Shatri mengatakan pada nenek Hrash “Karena mereka ada disini (keluarga Janki) .., mereka berfikir akan bertemu dengan anak-anak”. Nenek Harsh datang pada Asha dan menjelaskan “Ya aku telah menyuruh anak-anak untuk beristirahat.., semuanya terjadi begitu cepat!”.., bahkan mereka masih belum saling berbicara bahkan mereka berdua belum saling bertemu”..,jadi aku pikir mereka berdua bisa berbicara dan beristirahat.., bukankah Ritual bisa dilakukan nanti?”. Savita bertanya “ Jika kau mau, haruskah kita memanggil mereka untuk turun?”. Nithin menjawab “Iya, tolong panggilkan mereka berdua”. Pernyataan dari Nithin membuat Savita dan semua keluarganya tersentak kaget dan disisi lain Vanndana membekap mulut Janki dan menahannya.
Asha mengatakan “Tidak..tidak, itu tidaklah perlu.., lagi pula kamu akan segera pergi”. Ram Shatri mengatakan “Iya, kalau begitu biarkan aku mengantar kalian keluar”. Ram Shatri mengantar keluarga Janki untuk pergi dari rumah mereka dan Vanndana masih membekap dan menahan Janki. Wajah Tuan Shatri yang tersenyum langsung berubah menjadi sangat marah dan bergegas menutup pintu rumah mereka, dan Vanndana membahwa Janki kembali kekamarnya. Tuan Ram Shatri melangkah maju dan menatap penuh amarah pada Savita. Vanndana meminta agar Janki diam dan meuntup mulutnya. Jani bertanya pada Vanndana “kenapa, apa yang sebenarnya terjadi disini?”.., katakan pada ku bukankah ada sesuatu yang salah?”.., “lalu kenapa kau berbohong pada ku?”.., kau telah sengaja memberikan sari merah pada ku!”. Vanndana memalingkan wajahnya namun Janki menariknya dan berkata “Aku berbicara pada mu!”.., “mengapa kau menipu aku?”.., tidakkah kau melihat bagaimana perilaku tuan Hrash yang mencoba untuk membunuh ku".., “kau tahu semuanya, tapi kenapa kau menyembunyikannya dari ku?”. Vanndana hanya terdiam dan Janki berkata “Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi disini?”.., :aku berbicara pada mu, Vanndnaa”.., “apa yang sebenarnya terjadi disini?”. Janki bertanya pada Vanndana “mengapa aku menikah dengan tuan Harsh?”.., apa misterinya?”.., “apa mistrei yang coba kau sembunyikan dari ku?”.., “katakan pada ku Vanndana!”.., aku meminta pada mu, tolong bantu aku”. Tanpa Janki dan Vanndana sadari, Ramh Shstri membuka pintu dan terlihat sangat marah. Vanndnaa berjalan menjauh dari Janki dan tuan Ram Shatri datang menemui Janki.
Janki mengatakan pada Ram Shastri “Pak, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disini, tapi aku tidak ingin tahu apa yang sebenrnya terjadi disini.., aku hanya ingin kembali kerumah .., aku ingin kembali kerumah ku, dia harus membayangkan bahwa aku baik-baik saja.., tapi dia tidak tahu apa yang terjadi pada ku disini atau apa yang sedang terjadi.., “tuan tolong biarkan aku pergi”. Janki berlutut dihadapan tuan Ram Shastri berkata “aku mohon.., biarkan aku pergi, aku ingin pergi keayah ku.., tolong pak”. Tuan Ram Shatri mengatakan pada Janki “Kau tidak akan pergi kemana pun dan tidak aka nada yang tahu tentang ini”. Janki terkejut dan berkata pada Ram Shatri “kau mengatakan sesuatu yang berbeda, tempo hari”.., tuan dengarkan aku, aku percaya pada mu sepenuhnya , tolong jangan merusak kepercayaan ku.., apa yang kau katakan pada ku di kantor tempo hari?”.., “Pak Harsh menginginkan istri seperti aku.., dan ketika aku melihat semuanya hari ini, aku merasa seolah-olah dia..”. Tuan Ram Shastri memotong berkata pada Janki “Dia (Harsh) memang membutuhkan istri seperti diri mu, seseorang yang tidak akan mengatakan sepatah kata kepada siapapun, dia akan mengatur semuanya dengan tenang sehingga dunia tidak pernah tahu seperti apa Harsh yang sebenarnya.., istri seperti itulah yang di butuhkan”. Janki tersentak kaget setelah mendengar hal itu dan menatap Tuan Ram Shastri, Tuan Ram mengatakan pada Janki “dan itulah yang harus kau lakukan, apakah kau memahaminya?”. Janki hanya terdiam, Tuan Ram mengatakan pada Janki “aku tidak terbisa untuk mengulangi kata bahkan untuk diri ku sendiri”. Janki berkata “Kau.., kau telah menipu aku!”.., jadi semua bantuan yang kau lakukan pada ku itu semuanya karena hal itu?”.
Tuan Ram mengatakan pada Janki tentang Srivastav “Ayah mu yang telah menerima lamaran itu, ibu mu dan juga adik perempuan mu ingin sekali agar kau menikahi Harsh dank au secara pribadi terlag berbicara dengan Harsh.., kau mengenalnya, kai mengujinya dan kemudian kau menikah”. Janki terkejut dan tertunduk, Tuan Ram mengatakan pada Janki “Sebenarnya, aku membutuhkan mu .., pernikahan adik mu dibatlkan saat aku..”Apakah kau mengingat hal itu?”. Janki mengakuinya dan berkata pada Tuan Ram Shastri “Aku ingat pak, tapi.., ayah ku menyetujui lamaran itu karena dia berfikir abhwa ini adalah lamaran yang tepat untuk ku, ayah ku tidak tahu bahwa ini terbukti salah untuk ku”.., pak, jika kau tidak menpersiapkan lamaran itu dengan ku, jika kau tidak ingin membuat kesepeakatan, setidaknya kau bisa mengatakan yang sebenarnya!, pasti aku bisa memutuskan.., pak bukankah kau juga anak perempuan, kan?”.., bagaimana jika di masa depan ada seseorang melakukan sesuatu pada putri mu, bagaimana perasaan mu?”. Tuan Ram Shastri meminta agar Janki “Tutup saja mulut mu”.., Saya memutuskan apa yang akan akui nginkan dan apa yang akan aku lakukan, aku yang akan memutuskan bahwa sampai Harsh dan kau menikah aku tidak akan memberitahu pada mu bahwa Harsh memiliki masalah dalam kesehatan mentalnya”.., “sekarang kau dengarkan aku dengan seksama.., jika kau mengatakan sesuatu tentang Harsh kepada siapapun atau kau akan melakukan sesuatu untuk melawan keluarga, maka itu akan berakhir dengan buruk dan aku bersungguh-sungguh”.., “itulah sebabnya dimasa depan nanti, kau tidak akan mengatakan sepatah kata kepada siapapun”. Janki hanya diam ketakutan, Ram Shatri bertanya pada Janki “Bukankah kau menantu dari keluarga Shastri, kan?”.., tugas seorang menantu perempuan adalah menjaga kehormatan mertuanya, dan kau juga harus melakukannya, kau akan melakukannya dengan sukarela atau kau akan di paksa untuk melakukannya”. Janki menangis menatap tuan Ram Shstri dan Shastri menatap Janki dengan tajam dan kemudian pergi dan menuntup pintu, Janki merasakan sakit kepala dan jatuh pingsan.
Nenek datang menemaini Harsh, namun Harsh bangun dan berteriak ketakutan. Nenek Harsh menengkannya berkata “ cucu ku, apakah kau baik-baik saja?”.., apakah kau merasa lebih baik setelah minum susu?”. Harsh bertanya “nenek, dimanakah boeka ku”. Harsh bangun dan mencrinya. Nenek mencoba untuk menenangkannya, Harsh mengatakan “Sial, bukankah ini sudah malam?”. Nenek mengatakan pada Harsh “Boneka itu tertidur”. Harsh bertanya pada nenek “Tapi, bukankah itu boneka ku, kan?”.., “bukankah dia harus bersama dengan ku?”. Harsh mengatakan “aku akan tidur tepat waktu mulai besok, aku janji”.., nenek aku tolong panggilkan boneka ku”. Nenek berkata pada Harsh “Tapi dia sudah tertidur lelap sekarang”.., apa yang harus aku jelaskan pada mu tentang hal kemarin?”.., “Jangan pernah kau menganggunya”. Harsh mengatakan pada nenek “Maukah kau membiarkan aku bertemu dengannya besok pagi?”. Nenek meyakinkannya “Ya cucu ku, kau bisa bertemu dengannya besok pagi”. Harsh bertanya “benarkah?”. Nenek meyakinkannya “tentu saja”.
Adik perempuan Harsh datang dan mencari nenek dengan tergesa-gesa dan menyampaikan bahwa Janki telah pingsan. Harsh mencemaskannya dan bertanya “apa yang telah terjadi dengan boneka ku?”. Dikamar Janki, Savita dan Shikar datang, Shikar membaringkan Janki dan berkata “akulah yang telah meyakinkannya untuk menikah, tapi sekarang aku pikir hal itu salah”. Savita mengatakan pada Shikar “Kau tahu mengapa kau melakukan semua ini”. Ra, Shastri dan Rajseh datang dan kemudian Shikar menyipratkan air digelas ke janki, Janki tersadar. Ram Shastri menatap Savita. Harsh datang kekamar Janki dan nenek mencoba untuk menghentikan cucunya.
Harsh bertanya dalam kepanikannya “Apa yang terjadi?”.., aku disini”. Semua keluarga mencoba untuk menenangkan Harsh. Hasrh mengatakan tentang Janki “Dia adalah boneka ku, apa yang telah terjadi?”.., “apa yang terjadi dengannya, kenapa dia?”. Keluarga harsh menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan janki dan nenek Harsh menjelaskan bahwa Janki hanyalah ketakutan dan berkata untuk membiarkan Janki beristirahat dan bertanya bahwa bagaimana jika menemuinya besok pagi. Harsh meminta maaf dan mengakui bahwa dia tidak melakukannya dengan sengaja karena Janki telah memakai baju berwarna merah sehingga membuatnya menjadi marah. Nenek mengatakan pada Harsh “Tidak apa-apa cucu ku”. Dan tetap membujuk agar Harsh datang menemu Janki besok. Harsh menolaknya “tidak besok nenek!.., aku harus meminta maaf”. Saat Harsh mendekati Janki, Ram Shastri bertindak dan membuat Harsh ketakutan. Harsh mengatakan “baiklah, aku akan minta maaf besok, tapi aku juga akan mengucapkan selamat pagi besok, jadi bagaimana besok aku mengatakan maaf ?”. nenek berkata pada Harsh”kau bisa mengatakan selamat pagi dan juga maaf besok” lalu mengajak Harsh pergi kekamarnya. Harsh dan Janki saling bertatapan mata dan nenek membawa agar Harsh pegi kekemarnya. Ram Shastri meminta agar keluarganya pergi dari kamar Janki. Janki teringat momen pernikahannya dengan Harsh dan saat Harsh mengamuk ketika melihatnya memakai sari berwarna merah, Janki memegangi kepalanya.
Comments
Post a Comment