Harsh mengobati luka Janki dan menutup plester pada lukanya, Janki tersenyum menatap Harsh. Harsh berkata" ini akan memberikan mu lebih banyak kekuatan, ini akan menjadi lebih baik". Janki berkata" tidak kuat tapi ini akan menjadi lebih baik". Harsh betkata" inilah yang disebut kekuatan". Janki menjawab"iya". Harsh berkata "tapi kau sudah kuat".., kau menyelamatkan ku dikuil dari wanita berbaju merah, mereka memukili ku".., kau memukuli mereka, dan kemudian aku baik-baik saja". Janki berterima kasih, Hars memintanya untuk tetap duduk. Janki bangun betkata bahwa dia baik-baik saja, Harsh ingin menunjukkan sesuatu padanya. Janki kembali duduk. Harsh berkata" apakah kau tahu ini, boneka?". Harsh mengambilkan buku komik dan menunjukkannya pada Janki, Harsh berkata" nenek ku menceritakan kisah ini pada ku dimalam hari dan aku mendengarkannya, begitu nenek bercerita pasa ku aku langsung tertidur"..., " ini komik terbaik, hari ini maukah kau membacakannya untuk ku?". Janki mengambilnya " baiklah". Janki mulai membacakannya, Harsh mengantuk dan menyender dipangkuannya dan tertidur nyenyak, Janki tersenyum mentapnya dengan haru.
Janki berdiri dibalkon mengingat ketika Rajesh mengambil surat atas namanya, ia berfikir siapa yang mengirimksn surat itu dan bahaya yang dihadapi Rajesh. Janki bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Janki menegangu mangalsutranya dan terperangkap lamunannya.
Keesokan paginya, Janki betsiap dan metias dirinya. Harsh datang bersama Savita dan nenek, Savita berkata pada Janki" hari ini biarkan Harsh memakikan vermillion (sindur) di dahi mu, hanya untuk hari ini".., ini perayaan Suhasg, alakah itu tidak ala-apa?". Janki mengiyakannya. Harsh akan memberikan Janki sindur, nenek kecewa melihat mangalsutra tidak ada di leher Janki dan meminta Harsh untuk berhenti. Nenek bertanya pada Janki" dimana mangalsutra mu?". Janki merabanya baru menyadarinya. Vanndana melihat dari kejauhan
Janki berkata pada Savita" ibu, itu pasti ada di sini". Nenek bertanya" kenapa kau melepasnya?".., mangalsutra hilang pada hari pemujaan Suhaag". Savita menimpali" ibu, itu peryanda buruk". Vanndana datang menghampiri mereka.
Savita memarahi Janki dalam rasa kecerwanya" kenapa kau lupa memakai mangalsutra dihari pemujaan Suhaag?".., kenapa kau begitu ceroboh?". Janki berkata pada Savita" bu, tadi malam mangalsutra ku masih melingkar dileher ku, aku tidak tahu dimana".
Harsh berkata pada Janki" jangan khawatir boneka,aku akan menemukannya, itu pasti ada disini". Vanndana bertanya" bagaimana kau bisa menemukannya?".., apakah kau tahu dimana mangalsutra itu?". Harsh menjawab" aku tahu segalanya". Vanndana berkata pada Savita" ibu, ini puja Suhaag pertamanya, bagaimana Janki bisa melakukan pemujaan tanpa mangalsutra?". Savita berkata pada Janki" Vanndana benar".., Janki, mangalsutra adalah tanda besar dari pernikahan.., beruntung ibu mertua ku (nenek Harsh) memperhatikannya atau kau akan berdosa pasa pemujaan hari ini?". Janki meminta maaf pada Savita " aku pasti akan menemukannya". Harsh berkata pada Savita" tapi bu, saat mainan ku hilang kau membelikan ku mainan yang baru, kan?".., jadi belikan saja mangalsutra baru". Savita marah berkata pada Harsh" kau tidak mengerti tentang hal itu.., ini bukanlah permainan anak-anak, mangalsutra bukanlah mainan uang bisa dibeli lagi". Savita meminta Janki untuk mencari mangalsutranya. Harsh pergi untuk mencari mangalsutra Janki ke balkon teras dan menemukan mangalsutra Janki tersangkut disalah satu tanaman, ia berusaha untuk meraihnya dan melompat dari pilar untuk bisa mengambilnya.
Roohi berteriak panik Harsh "apa yang kau lakukan?, nanti kau akan terjatuh" Harsh yang bergelantungan terus berusaha untuk mengambil rantai mangalsutra itu. Jankibtersentak kaget saat itu dan berlari kebslkon dikamarnya, Roohi memanggil Savita dan nenek dan Harsh memintanya untukduam dan tidak memanggil siapapun. Savita dan nenek datang. Savita betkata pada Harsh " kau sudah gila!".., Harsh, apa yang kau lakukan?". Vanndana datang beryanya pada Harsh" aoa yang kau lakukan?". Janki terkejut saat melihat mangalsutranya tersangkut disalah satu tananan dan mengingat saat memeganginya dibalkon saat larut dalam lamunannya. Janki berfikir" ku rasa, aku yang telah membuatnya terjatuh saat dibalkon". Harsh berkata" kenapa kau memarahi boneka ku lagi?".., apakah kau tahu bertapa,sakitnya aku saat kau memarahinya?".., biarkan saja, aku tidak tega untuk melihatnya sedih". Janki terdiam dan mencemaskannya. Savita dan yang lainnya berteriak meminta Harsh turun saat bergelantungan diantara tanaman, Harsh mencoba untuk meraih mangalsutra, ia semakin jauh dari balkon dan berhasil untuk mengambilnya. Harsh berusaha untuk kembali kebalkon, saat itu Shikar, Ram dan Rajesh datang. Harsh berkata pada Janki "lihatlah aku menemukannya untuk mu". Keluaeganya nemubta,agar Harsh berhati-hati, Shikhar kebalkon atas untuk membantunya, ia meminta agar Harsh mengulurkan tangannya, nenek berkata pada Rajes" Harsh ajan terjatuh.
Ketika Harsh mengenggan tangannShikar, ia kehabisan tenaga dan seketika terjatuh dari ketinggian, ia kesakitan dan memegangi kakinya. Semua keluarganya berlarian untuk membantunya, Harsh tidak sadarkan diri, darah keluar dari mulutnya dan saat itu Janki telah datang dan mencemaskannya. Janki beryanya pada Harsh" apakah kau baik-baik saja?".. Apakah kau terluka?". Harsh berkata"maafkan aku, boneka". Harsh menunjukkan mangalsutra pada Janki,
Harsh berkata pada Janki" aku menggantung seperti superman dan mendapatkan ini untuk mu, aku sudah mendapatkannya untuk mu, kan?". Janku menangis. Harsh bertanya" kenapa kau menangis, aku bersana mu.., aku akan melakukan segalanya untuk mu". Harsh mengusap air mata Janki. Semua keluarga membawa Harsh masuk, Ram dan Rajesh memapahnya.
Harsh berbaring dikamarnya, dokter datang. Vanndana terus mengoceh menyindir Janki dan Harsh" maaf, kau harus datang terus menerus.., sejak Harsh menikah kau terus datang untuk Harsh dan juga istrinya (miliknya)". Nenek menegur Vanndana dan memelototinya, dokter meneriksa kaki Harsh. Harsh bertanya pada Shikar" katakan pada ku, bagaimana aku busa mendapatkan kostum superme?"..," lain kali saat aku melompat, aku akan memakainya dan terbang".., aku akan membawa boneka ku pergi bersama dengan ku". Dokter berkata pada Harsh" itu ide yang buruk, kau bukan superman". Dokter mengikat kaki Harshvdengan perban, ia berkata" Harsh perlu mengistirahatkan kakinya, biarkan dia beristirahat ditemoat tidur selama beberapa hari, kalian semua harus menjaganya". Ram meminta resep pada dokter" biarkan aku mengambil resepnya, aku akan mengambil obatnya". Janki berkata pada Ram" tidak ayah, biarkan aku yang melakukannya". Ram berkata" jangan khawatir, aku akan mengambilnya, aku yang akan mengurusnya".
Ram meminta Rajesh untuk pergi menebus obat untuk Harsh. Shikar mengantar dokter pergi" biarkan aku yang menganter mu". Harsh bertanya pada Savita" bu, apakah aku harus tinggal ditemoat tidur selama berhari-hari?". Savita menjawab" kau akan segera sembuh, nanti kau bisa oergi ketemoat yang kau inginkan". Harsh bertanya" bagaimana aku bisa melakukannya?". , bagaimana aku bisa pergi ke Darbhanga?".., bagaimana aku bisa mendapatkan hadiah ku?". Janki berkata pada Harsh" istirahatlah, kau akan mendapatkan hadiah mu". Harsh bertanya pada Janki" kapan aku akan mendapatkan hadiah ku?".. "Lalu kita bisa tinggal untuk selamanya". Janki hanya menganggukan kepalanya".
Rajesh berbicara menjawab ponselnya, berkata" apa?".., apakah kartu kredit itu juga digunakan?".., itu bisa dilacak, kan?". Ram Shastri datang dan mendengarnya. Wajah Rajesh menjadi tegang berkata"baiklsh itu tidak masalah, lskukan satu hal, kirimkan alamat hotel itu pada ku, cepatlah!". Rajesh menjadi salah tingkah dideoan ayahnya. Ram bertanya" hotel apa?".., kartu kredit apa yang kau bicarakan?". Rajesh berkata pada Ram" Ayah, apakah ksu mengingat dengan surat ancanan itu?".., amplop itu dibelu dati toko terdekat, dua juga menggunakab karti kredit itu di beberapa hotel, jadi aku".., aku pikir.., aku akan segera pergi dan melihat siapakah orang itu". Ram menolaknya, ia berkata pada Rajesh" tidak kau tidak akan pergi, aku yang akan pergi kesana".
Rajesh tercengang berkata pada Ram " kau?".., biarkan aku saja yang pergi dan melihatnya, kau bisa mengurus obat untuk Harsh, urus saja itu".., aku yang akan menanganinya". Ram bwrkata" jangan melakukan apa-apa aku yang akan pergi dab melihat orang itu". Ditengah pembicaraan mereka, Janki datang mengejutkan mereka, Janki berkata " maaf ayah". Rajesh berjalan pergi. Ran berkata pada Janki" tidak apa-apa, katakan saja pada ku". Janki bertanya" ayah sebenarnya apa yang terjadi?". Raut wajah Ram berubah masam, ia betjata pada Janki" aku hanya ingin memberitahu mu bahwa aku ingin menghentikan mubuntuk mencari Harsh, seperti yang kau inginkan.., ada alasan untuk itu, aku hanya ingin menjaga keluarga ku tetap amab, aku yakin suatu saat nanti Harsh akan pulih, aku ingin mengembalikan semuanya(kerajaannya) kepadanya persis seperti yang ditinggalkannya 5 tahun yang lalu, aku khawatir tentang semua itu dannjuga Harsh".., ku harap kau bisa mengerti mengaoa aku menyuruh mu untuk tidak pergi ke kantor polisi". Janki berkata pada Ram" sebenarnya aku datang untuk obat Harsh, tapi aku mendengar bahwa hidup Harsh (hidupnya) dalam bahaya". Ram menolsk untuk menjelaskannya, Janki berbalik dan pergi dari sana.
Harsh membidik mainan anak panah dan mengejutkan Janki. Harsh berkata pada Janki" ini tidak akan menyakitkan mu, aku hanya..". Harsh membuangnya, ia betkata" aku anak yang baik, aku tidak akan melakukan apa-apa". Harsh meminta Janki duduk bersamanya, Harsh berkata" kau tahu, aku minum obat dokter dan aku juga mendengarkan mu, aku tidak akan merepotkan mu". Harsh berjanji dan berubah pikiran " jangan lakukan itu". Janki bangun dan berdiri dimeja rias mengambil tempat sindur, Harsh menghampirinya dan berdiri di belakangnya, ia beryanya pada Janki" bolehkah aku memakiakannya?".., atau ibu ku akan memarahi kau lagi, aku tidak akan suka itu".., baiklah biarkan aku memakaikannya". Harsh dan dan Janki saling bertatapan satu sama lain, Harsh memakikan Janki sindur di bagian kepalanya".
Rajesh berkata pada Ram" Ayah, apakah ksu mengingat dengan surat ancanan itu?".., amplop itu dibelu dati toko terdekat, dua juga menggunakab karti kredit itu di beberapa hotel, jadi aku".., aku pikir.., aku akan segera pergi dan melihat siapakah orang itu". Ram menolaknya, ia berkata pada Rajesh" tidak kau tidak akan pergi, aku yang akan pergi kesana". .Rajesh tercengang berkata pada Ram " kau?".., biarkan aku saja yang pergi dan melihatnya, kau bisa mengurus obat untuk Harsh, urus saja itu".., aku yang akan menanganinya". Ram bwrkata" jangan melakukan apa-apa aku yang akan pergi dab melihat orang itu". Ditengah pembicaraan mereka, Janki datang mengejutkan mereka, Janki berkata " maaf ayah". Rajesh berjalan pergi. Ran berkata pada Janki" tidak apa-apa, katakan saja pada ku".
Janki bertanya" ayah sebenarnya apa yang terjadi?". Raut wajah Ram berubah masam, ia betjata pada Janki" aku hanya ingin memberitahu mu bahwa aku ingin menghentikan mubuntuk mencari Harsh, seperti yang kau inginkan.., ada alasan untuk itu, aku hanya ingin menjaga keluarga ku tetap amab, aku yakin suatu saat nanti Harsh akan pulih, aku ingin mengembalikan semuanya(kerajaannya) kepadanya persis seperti yang ditinggalkannya 5 tahun yang lalu, aku khawatir tentang semua itu dannjuga Harsh".., ku harap kau bisa mengerti mengaoa aku menyuruh mu untuk tidak pergi ke kantor polisi". Janki berkata pada Ram" sebenarnya aku datang untuk obat Harsh, tapi aku mendengar bahwa hidup Harsh (hidupnya) dalam bahaya". Ram menolsk untuk menjelaskannya, Janki berbalik dan pergi dari sana.
Harsh membidik mainan anak panah dan mengejutkan Janki. Harsh berkata pada Janki" ini tidak akan menyakitkan mu, aku hanya..". Harsh membuangnya, ia betkata" aku anak yang baik, aku tidak akan melakukan apa-apa". Harsh meminta Janki duduk bersamanya, Harsh berkata" kau tahu, aku minum obat dokter dan aku juga mendengarkan mu, aku tidak akan merepotkan mu". Harsh berjanji dan berubah pikiran " jangan lakukan itu". Janki bangun dan berdiri dimeja rias mengambil tempat sindur, Harsh menghampirinya dan berdiri di belakangnya, ia beryanya pada Janki" bolehkah aku memakiakannya?".., atau ibu ku akan memarahi kau lagi, aku tidak akan suka itu".., baiklah biarkan aku memakaikannya". Harsh dan dan Janki saling bertatapan satu sama lain, Harsh memakikan Janki sindur di bagian kepalanya". Jankinmengingat pernikahannya saat Hars memakikan sindur di belahan rambutnya dan memakikan mangalsutra pernikahan mereka, Janki berdiri dicermin dan Harsh memakikan mangalsutranya. Janki menjauh saat Harsh menyentuh helian rambutnya, Harsh merasa bersalah dan memegangi kedua telinganya. Janki berdiri di belakang Harsh mereja hanya terdiam.
Semua orang telah menunggu
mereka, Janki membawa Harsh menuruni anak tangga. Semua keluarga sangat senang,
Savita tersenyum melihat mereka. Harsh kesulitan berjalan dan ia hampir
terjatuh, Janki menahannya. Shikar membantu untuk membawa Harsh ke altar
pemujaan mereka duduk berdua dan melakukan pemujaan hingga selesai. Janki dan
Harsh meminta berkah pandit ji.
Savita berkata pada Pandit Ji “Kami
ingin bertanya tentang Harsh”.., sejak kecelakaan itu dia..”. pandit Ji
mengatakan pada Savita “Sekarang Harsh akan memiliki fase yang sangat baik,
gadis ini (Janki) akan merubah nasibnya, dia yang akan merubah takdirnya. Vanndana
menatap Rajseh dan mereka tidak menyukinya.
Pandit ji berkata bahwa Harsh
akan mengalami perubahan yang besar. Rajseh dan Vanndnaa saling menatap dengan
raut wajah cemberut. Nenek berkata “Aku tahu itu!”.., Harsh hanya bisa
disembuhkan oleh Janki, terima kasih Pandit ji”. Shikar berkata “ disini pandit
ji sudah mengatakannya.., sekrang kita semua harus mengakuinya bahwa Jankilah yang
akan membuat Harsh seperti dirinya”. Anaak-anak Vanndnaa dan Jagdish (anak dari
pelayan Rahda) ingin keluar mengajak paman Harsh bermain. Vanndana berkata pada anak-anak dengan
menunjukkan perbat di kakinya”aku tidak akan keluar, dokter bilang pada ku
bahwa aku terluka, aku tidak akan meleompat. Vanndnaa berkata pada anak-anak “kalian
pergilah bermain, paman tidak bisa bermain”. Jagdish berkata “ tidak kami ingin
bermain dengannya, kami benar-benar merasa bosan”. Janki mengatakan pada
anak-anak “ Jagdish, kau bisa bermain dengan paman mu”. jagdish berkata
lagipula dokter mengatakan paman tidak bisa bermain”. Janki mengatakan “ tapi
paman tidak mengatakan dia tidak mau bermain”. Vanndana menolaknya, ia berkata
pada Janki “ kau tidak mengerti anak-anak ini”. Janki mengatakan pada Vanndana “
Tidak apa-apa”.., ada banyak permainan yang bisa dimainkan dirumah, biarkan
mereka bermain”.
Janki dan Harsh memulai untuk
perminan, Janki menjelaskan bahwa mereka menjadi dua tim. Tim A dan Tim B. tim
A akan memberiakan tim B petunjuk, dengan membisikannya. Tim B harus mengambar
petunjuk yang telah diberikan dan kemudian tim lainnya menebaknya. Mereka memulai
untuk bermain . harsh berkata “ Boneka aku dan aku adalah tim A dan ini batasan
diantara kita”. Mereka saling berebut untuk mengawali permainan. Jani mengatakan
bahwa Harsh akan melakukannya terlebih dahulu, Hasrh membisikannya di telinga
Jagdish, Jagdih mulai menggambar petunjuk itu dan anak-anak dengan mudah
menjawab bahwa gambar itu adalah bintang. Harsh menyesali bahwa ia telah
membuat petunjuk yang terlalu mudah dan itu hal yang konyol dan sebagai
gantinya Harsh meminta pada Jagdish juga memberikan petunjuk yang mudah seperti
yang sudah dilakukannya. Jagdish menolaknya dan ia membisikan petunjuk di
telinga Janki, Janki meminta kertas dan juga pulpen lalu mengambarnya. Harsh mulai
bertanya pada Janki “apakah itu bola?”.., “Apakah itu sepak bola?”. Janki menhawab
bahwa itu salah. Harsh memberuikan jawaban layang-layang namun
jawaban itu juga salah. Janki menggambar
kue ulang tahun dan balon, harsh berkata “apakah itu ulang tahun ayah dan juga
ibu?”. Janki memberfitahu Harsh bahwa itu adalah balon.
Harsh kecewa, ia mengatakan pada
Janki “aku telah memberitahu mu begitu banyak jawaban, tapi semuanya salah”. Jagdish
memberitahu bahwa gambar itu adalah pesta ulang tahun. Raut wajah Harsh berubah
kecewa. Putri Vanndana bertanya pada Jagdish “kenapa kau mengatakan itu padanya?”. Jagdish menjawab
bahwa ia lupa akan hal itu. Harsh menjadi sedih menatapi gambar itu dan
berjalan pergi membawa gambar. Janki bingung dengan perubahan Harsh dan datang
kemar. Harsh berguam dengan gambar ditangannya “ aku tidak tahu mereka tidak
akan merayakan ulang tahun ku lagi tahun ini, tapi tidak apa-apa”.., boneka ku
bersama ku tahun ini, aku akan bermain dengannya, dia akan memotongkan kue
untuk ku, memangangkan kue untuk ku, kemudian kita akan memainkan permainan
bersama dan kita akan bersenang-senang”.., aku akan mendengarkan sebuah cerita
baru.., tapi kenapa mereka tidak merayakan ulang tahun ku?”.., mereka merayakan
ulang tahun semua orang tapi bukan ulang tahun ku, bahkan tidak ada yang
mengucapkan selamat ulang tahun pada ku”. Janki tertengun mendengar hal itu.
Comments
Post a Comment